Theresia Ika Purwantiningsih
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

AKTIVITAS SENYAWA FENOL DALAM BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia) SEBAGAI ANTIBAKTERI ALAMI UNTUK PENGHAMBATAN BAKTERI PENYEBAB MASTITIS

Buletin Peternakan Vol 38, No 1 (2014): BULETIN PETERNAKAN VOL. 38 (1) FEBRUARI 2014
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.91 KB)

Abstract

Mastitis pada sapi perah merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan penurunan kualitas dan produksi susu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengukur kadar senyawa fenol dalam buah mengkudu(Morinda citrifolia) mentah, mengkal, dan matang, membandingkan daya hambat bakteri ekstrak buah mengkudu dan larutan celup puting komersial yang mengandung iodium 1,25% (komersial A) dan benzalkonium chloride 2%(komersial B). Penelitian ini menggunakan bakteri Staphylococcus aureus asal susu sapi penderita mastitis subklinis. Larutan yang digunakan untuk penghambat bakteri adalah ekstrak buah mengkudu, larutan komersial A dan komersial B. Hasil penelitian menunjukkan kadar fenol paling tinggi terdapat pada buah mengkudu matang. Berdasarkan analisis statistik menggunakan One Way Anova menunjukkan bahwa pemberian larutan yang berbeda memberikan efek nyata (P<0,05) dalam uji daya hambat bakteri. Namun demikian hasil uji lanjut menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) terdeteksi bahwa daya hambat bakteri yang diberi ekstrak buah mengkudu dan larutan komersial A tidakmenunjukkan perbedaan. Sedangkan larutan komersial B mampu menghambat bakteri Staphylococcus aureus paling baik dibandingkan dengan ekstrak buah mengkudu, komersial A dan kontrol. Kesimpulannya, ekstrak mengkudumengandung antibakteri alami dengan daya hambat yang tidak berbeda nyata dengan larutan komersial A dan dapat digunakan sebagai larutan untuk celup puting.(Kata kunci: Fenol, Antibakteri alami, Morinda citrifolia)

AKTIVITAS SENYAWA FENOL DALAM BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia) SEBAGAI ANTIBAKTERI ALAMI UNTUK PENGHAMBATAN BAKTERI PENYEBAB MASTITIS

Buletin Peternakan Vol 38, No 1 (2014): BULETIN PETERNAKAN VOL. 38 (1) FEBRUARI 2014
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.91 KB)

Abstract

Mastitis pada sapi perah merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan penurunan kualitas dan produksi susu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengukur kadar senyawa fenol dalam buah mengkudu(Morinda citrifolia) mentah, mengkal, dan matang, membandingkan daya hambat bakteri ekstrak buah mengkudu dan larutan celup puting komersial yang mengandung iodium 1,25% (komersial A) dan benzalkonium chloride 2%(komersial B). Penelitian ini menggunakan bakteri Staphylococcus aureus asal susu sapi penderita mastitis subklinis. Larutan yang digunakan untuk penghambat bakteri adalah ekstrak buah mengkudu, larutan komersial A dan komersial B. Hasil penelitian menunjukkan kadar fenol paling tinggi terdapat pada buah mengkudu matang. Berdasarkan analisis statistik menggunakan One Way Anova menunjukkan bahwa pemberian larutan yang berbeda memberikan efek nyata (P<0,05) dalam uji daya hambat bakteri. Namun demikian hasil uji lanjut menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) terdeteksi bahwa daya hambat bakteri yang diberi ekstrak buah mengkudu dan larutan komersial A tidakmenunjukkan perbedaan. Sedangkan larutan komersial B mampu menghambat bakteri Staphylococcus aureus paling baik dibandingkan dengan ekstrak buah mengkudu, komersial A dan kontrol. Kesimpulannya, ekstrak mengkudumengandung antibakteri alami dengan daya hambat yang tidak berbeda nyata dengan larutan komersial A dan dapat digunakan sebagai larutan untuk celup puting.(Kata kunci: Fenol, Antibakteri alami, Morinda citrifolia)

Pengaruh Celup Puting Menggunakan Ekstrak Buah Mengkudu Matang terhadap Jumlah Sel Somatik Sapi Perah Mastitis Subklinis

JAS Vol 1 No 3 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - July 2016
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.745 KB)

Abstract

Mastitis menjadi masalah utama dalam tata laksana usaha peternakan sapi perah karena dapat menurunkan produksi susu dalam jumlah besar. Celup puting adalah salah satu cara untuk meminimalisir penyebaran bakteri penyebab mastitis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh celup puting menggunakan ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia) matang terhadap jumlah sel somatik sapi perah yang menderita mastitis subklinis. Penelitian ini menggunakan empat ekor sapi Friesian Holstein (FH) yang diketahui menderita mastitis sub klinis. Puting sapi FH dicelup menggunakan ekstrak buah mengkudu matang konsentrasi 30% dan 40% dalam kurun waktu satu bulan. Perhitungan jumlah sel somatik dihitung setelah celup puting dilakukan. Celup puting secara signifikan (P<0,05) dapat mengurangi jumlah sel somatik pada sapi perah yang menderita mastitis sub klinis. Larutan ekstrak buah mengkudu matang konsentrasi 40% lebih baik dalam mengurangi jumlah sel somatik. ©2016 dipublikasikan oleh JAS.

ACTIVITY OF PHENOL OF Morinda citrifolia AS NATURAL ANTIBACTERIA TO INHIBIT THE GROWTH OF MASTITIS-ASSOCIATED BACTERIA

Buletin Peternakan Vol 41, No 4 (2017): BULETIN PETERNAKAN VOL. 41 (4) NOVEMBER 2017
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Most of dairy farmers less of attention about sanitation after milking. It can trigger a disease, mastitis. Mastitis is one of harmful disease in dairy cow, because it can decrease quality and quantity of milk. The aim of this study was to determine active compounds in the noni fruit extract, to measure the levels of phenolic compounds in different stage of fruit maturity and to know the result of California Mastitis Test (CMT) test between teat’s cow were dipped with noni fruit extract and commercial teat dipping solution containing 1.25% iodine (commercial). The highest level of phenols was presented in ripe noni fruit. Based on statistical analysis using One Way Anova followed by Duncans test Multiply Range Test (DMRT), there were significant differences (P<0.05) in CMT test between teat’s cow were dipped in noni fruit extract and iodine 1.25% solution. Noni fruit extract solution showed better result than commercial dipping solution containing iodine. The conclusion is noni fruit extract contains natural antibacteria, it can be used to teat dipping solution.

Efektivitas Celup Puting Menggunakan Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia) terhadap Hasil Uji California Mastitis Test (CMT)

Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 15, No 2 (2017): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.585 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the effectiveness of nipple dip with mengkudu extact (Morinda citrifolia) on CMT test result. Mengkudu contains anti-bacterial substances, consisting of acubin, L. asperuloside, alizarin and some antraquinon substances that have been shown to show strength against pathogenic bacteria. This study used four Friesian Holstein (FH) cows which are known for sub-clinical mastitis and nipple dyeing solution from mature noni fruit. Nipple FH dipped using 30% concentration of noni fruit extract. After dyed, a Californian mastitis test (CMT) was performed. Based on the stastistic analysis of T-Test used, extract of noni fruit significantly (p <0,01) can inhibit bacteria cause mastitis. Noni fruit extract is able to inhibit the spread of bacteria that cause mastitis, thus lowering the risk of mastitis.

AKTIVITAS SENYAWA FENOL DALAM BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia) SEBAGAI ANTIBAKTERI ALAMI UNTUK PENGHAMBATAN BAKTERI PENYEBAB MASTITIS

Buletin Peternakan Vol 38, No 1 (2014): BULETIN PETERNAKAN VOL. 38 (1) FEBRUARI 2014
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.91 KB)

Abstract

Mastitis pada sapi perah merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan penurunan kualitas dan produksi susu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengukur kadar senyawa fenol dalam buah mengkudu(Morinda citrifolia) mentah, mengkal, dan matang, membandingkan daya hambat bakteri ekstrak buah mengkudu dan larutan celup puting komersial yang mengandung iodium 1,25% (komersial A) dan benzalkonium chloride 2%(komersial B). Penelitian ini menggunakan bakteri Staphylococcus aureus asal susu sapi penderita mastitis subklinis. Larutan yang digunakan untuk penghambat bakteri adalah ekstrak buah mengkudu, larutan komersial A dan komersial B. Hasil penelitian menunjukkan kadar fenol paling tinggi terdapat pada buah mengkudu matang. Berdasarkan analisis statistik menggunakan One Way Anova menunjukkan bahwa pemberian larutan yang berbeda memberikan efek nyata (P<0,05) dalam uji daya hambat bakteri. Namun demikian hasil uji lanjut menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) terdeteksi bahwa daya hambat bakteri yang diberi ekstrak buah mengkudu dan larutan komersial A tidakmenunjukkan perbedaan. Sedangkan larutan komersial B mampu menghambat bakteri Staphylococcus aureus paling baik dibandingkan dengan ekstrak buah mengkudu, komersial A dan kontrol. Kesimpulannya, ekstrak mengkudumengandung antibakteri alami dengan daya hambat yang tidak berbeda nyata dengan larutan komersial A dan dapat digunakan sebagai larutan untuk celup puting.(Kata kunci: Fenol, Antibakteri alami, Morinda citrifolia)

AKTIVITAS SENYAWA FENOL DALAM BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia) SEBAGAI ANTIBAKTERI ALAMI UNTUK PENGHAMBATAN BAKTERI PENYEBAB MASTITIS

Buletin Peternakan Vol 38, No 1 (2014): BULETIN PETERNAKAN VOL. 38 (1) FEBRUARI 2014
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.91 KB)

Abstract

Mastitis pada sapi perah merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan penurunan kualitas dan produksi susu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengukur kadar senyawa fenol dalam buah mengkudu(Morinda citrifolia) mentah, mengkal, dan matang, membandingkan daya hambat bakteri ekstrak buah mengkudu dan larutan celup puting komersial yang mengandung iodium 1,25% (komersial A) dan benzalkonium chloride 2%(komersial B). Penelitian ini menggunakan bakteri Staphylococcus aureus asal susu sapi penderita mastitis subklinis. Larutan yang digunakan untuk penghambat bakteri adalah ekstrak buah mengkudu, larutan komersial A dan komersial B. Hasil penelitian menunjukkan kadar fenol paling tinggi terdapat pada buah mengkudu matang. Berdasarkan analisis statistik menggunakan One Way Anova menunjukkan bahwa pemberian larutan yang berbeda memberikan efek nyata (P<0,05) dalam uji daya hambat bakteri. Namun demikian hasil uji lanjut menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) terdeteksi bahwa daya hambat bakteri yang diberi ekstrak buah mengkudu dan larutan komersial A tidakmenunjukkan perbedaan. Sedangkan larutan komersial B mampu menghambat bakteri Staphylococcus aureus paling baik dibandingkan dengan ekstrak buah mengkudu, komersial A dan kontrol. Kesimpulannya, ekstrak mengkudumengandung antibakteri alami dengan daya hambat yang tidak berbeda nyata dengan larutan komersial A dan dapat digunakan sebagai larutan untuk celup puting.(Kata kunci: Fenol, Antibakteri alami, Morinda citrifolia)

Kualitas Mikrobiologis Se’i yang Dicuring Menggunakan Jus Kulit Buah Naga Merah (Hylocereuspolyrhizus) pada Penyimpanan Suhu Ruang

JAS Vol 4 No 1 (2019): Journal of Animal Science (JAS) - January 2019
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit buah naga merah (Hylocereus pilyrhizus) mengandung sanyawa antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Dengan adanya senyawa antibakteri tersebut, kulit buah naga berpotensi untuk dijadikan bahan pengawet alami, untuk menggantikan penggunaan bahan pengawet kimia seperti Nitrit pada pengolahan se’i (daging asap khas Nusa Tenggara Timur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga mampung menghambat pertumbuhan bakteri patoogen seperti E.coli ATCC 25922 dan bakteri S.aureus ATCC 25923. Perbedaan perlakuan bakteripatogen yang diberikan berpengaruh nyata terhadap diameter zona hambat aktivitas antibakteri jus kulit buah naga merah (P<0.05). Penggunaan jus kulit buah naga sebagai bahan curing pada se’i dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan memperpanjang masa simpan sampai pada hari ke enam pada suhu ruang. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan jus kulit buah naga sebagai bahan curing pada se’i dapat menghambat pertumbuhan bakteri sehingga mampu memperpanjang masa simpan se’i pada suhu ruang.