Frida Purwanti
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 87 Documents
Articles

TOURISM AND CONSERVATION MANAGEMENT OPTIONS FOR KARIMUNJAWA MARINE NATIONAL PARK (Case Study and Reviews) Purwanti, Frida
JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT Vol 4, No 2 (2001): Volume 4, Number 2, Year 2001
Publisher : JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.772 KB)

Abstract

Tourism  is a nature-based industry that will have impacts on the environment. In order to achieve successful and sustainable tourism, tourism development and conservation of natural resources have to go hand in hand. This will be only attained through an environmental strategic tourism planning approach. Karimunjawa islands as one of the largest marine protected areas in Indonesia, provide a wide range of opportunities for research and environmental education as well as for tourism and recreation. In 1995, the Central Java Government conducted a tourism development study, but the study failed to assess current tourist market. This study intent to analyse the existing tourist market and to offer management guidelines. The study was conducted using qualitative methods to analyse the existing tourism market and its’ development plan by reviewing and examining the primary and secondary sources. The study revealed that local residents are not fully involved in the development of the tourism plan. It is considered that, at least initially, tourism in the Karimunjawa Islands should be developed on a selective and small-scale base. It is recommended that a development manual, guidelines and policies be prepared in support of the tourism development plan. Public education program and involvement of the local community should be encouraged to support the tourism plan. The proposed management guidelines cover three issues : the environmental impact of tourism development; the appropriate institutional and legal framework to regulate and monitor tourism development, especially on the islands; and the extent of local community participation
KEPEDULIAN MASYARAKAT DAN EFEKTIVITAS KAMPANYE ZONA INTI DI TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA Widyatmoko, Bima Tri; Purwanti, Frida; Suryanto, Agung
Journal of Management of Aquatic Resources Vol 1, No 1 (2012): Journal of Management of Aquatic Resources
Publisher : Journal of Management of Aquatic Resources

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.022 KB)

Abstract

  Taman Nasional didefinisikan sebagai kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi, dan dimanfaatkan untuk tujuan penelitian. Persepsi yang salah  mengenai pemanfaatan sumberdaya oleh masyarakat akan menjadi pemicu kerusakan ekosistem. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kegiatan penangkapan masyarakat dan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan  Zona Inti, sekaligus mengetahui efektivitas kampanye dalam  hal media komunikasi untuk membantu pemahaman masyarakat terhadap  keberadaan Zona Inti. Metode penelitian dilakukan dengan Observasi Lapangan, dengan pengambilan data yang dilakukan dengan melakukan jajak pendapat kepada masyarakat dengan acuan pertanyaan dari kuisioner. Kuisioner yang digunakan dalam kampanye Zona Inti adalah menurut Strategic Plan RARE Coral Triangle 2010-2011 Marine Thematic Cohort. Gambaran kuisioner yang akan diberikan meliputi Profil responden, Kegiatan penangkapan dan lokasi kegiatan penangkapan, Pengetahuan masyarakat mengenai Zona Inti, dan Efektivitas media komunikasi yang digunakan dalam kampanye Zona Inti. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa penangkapan dilakukan dalam kegiatan ramah lingkungan karena 46% menggunakan pancing tonda. Sebesar 76% mengakui perbedaan jarak penangkapan yang semakin jauh. Pengetahuan lokasi Zona Inti mengalami peningkatan dan kesediaan menjadi kelompok partisipatif dalam pengawasan Zona Inti sebesar 68,4 %. Efektivitas kampanye terlihat dari penggunaan SMS (Short Message Service) yang menjadi media komunikasi dua arah. Hal ini yang menjadikan SMS sebagai media komunikasi yang efektif dalam penyampaian pesan-pesan kampanye. Kata Kunci : Kepedulian, Masyarakat, Taman Nasional Karimunjawa, Kampanye Zona Inti   Abstract   National Parks are defined as having a nature conservation area of ​​native ecosystems, managed by the zoning system, and used for research purposes. Karimunjawa community that relies on the natural result will be a problem that would arise if there is no clarity and knowledge on natural resources will be exhausted. This study aimed to determine the incidence of community and public awareness of the existence of the Core Zone, as well as the effectiveness of media campaigns in terms of communication to help peoples understanding of the existence of the Core Zone. Data is collected by the distribution of questionnaires. The questionnaire used in the Core Zone campaign is under the Strategic Plan 2010-2011 RARE Coral Triangle Marine Thematic Cohort. Overview will be given a questionnaire that includes profiles of respondents, fishing activities and the location of fishing activities, public knowledge about the core zone, and the effectiveness of the communication media used in the Core Zone campaign. Based on the research note that the arrests were made in an environmentally friendly activity because 46% using a fishing rod Tonda. 76% recognize the difference that the farther the distance catching. Knowledge of the location of the Core Zone and the willingness to increase participation in the surveillance group core zone of 68.4%. The effectiveness of the campaign can be seen from the use of SMS (Short Message Service) is a two-way communication media. This is what makes SMS as effecttive at communications media in the delivery of campaign messages. Keywords: Caring, Community, National Park Karimunjawa, Core Zone Campaign  Taman Nasional didefinisikan sebagai kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi, dan dimanfaatkan untuk tujuan penelitian. Persepsi yang salah  mengenai pemanfaatan sumberdaya oleh masyarakat akan menjadi pemicu kerusakan ekosistem. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kegiatan penangkapan masyarakat dan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan  Zona Inti, sekaligus mengetahui efektivitas kampanye dalam  hal media komunikasi untuk membantu pemahaman masyarakat terhadap  keberadaan Zona Inti. Metode penelitian dilakukan dengan Observasi Lapangan, dengan pengambilan data yang dilakukan dengan melakukan jajak pendapat kepada masyarakat dengan acuan pertanyaan dari kuisioner. Kuisioner yang digunakan dalam kampanye Zona Inti adalah menurut Strategic Plan RARE Coral Triangle 2010-2011 Marine Thematic Cohort. Gambaran kuisioner yang akan diberikan meliputi Profil responden, Kegiatan penangkapan dan lokasi kegiatan penangkapan, Pengetahuan masyarakat mengenai Zona Inti, dan Efektivitas media komunikasi yang digunakan dalam kampanye Zona Inti. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa penangkapan dilakukan dalam kegiatan ramah lingkungan karena 46% menggunakan pancing tonda. Sebesar 76% mengakui perbedaan jarak penangkapan yang semakin jauh. Pengetahuan lokasi Zona Inti mengalami peningkatan dan kesediaan menjadi kelompok partisipatif dalam pengawasan Zona Inti sebesar 68,4 %. Efektivitas kampanye terlihat dari penggunaan SMS (Short Message Service) yang menjadi media komunikasi dua arah. Hal ini yang menjadikan SMS sebagai media komunikasi yang efektif dalam penyampaian pesan-pesan kampanye. Kata Kunci : Kepedulian, Masyarakat, Taman Nasional Karimunjawa, Kampanye Zona Inti   Abstract   National Parks are defined as having a nature conservation area of ​​native ecosystems, managed by the zoning system, and used for research purposes. Karimunjawa community that relies on the natural result will be a problem that would arise if there is no clarity and knowledge on natural resources will be exhausted. This study aimed to determine the incidence of community and public awareness of the existence of the Core Zone, as well as the effectiveness of media campaigns in terms of communication to help peoples understanding of the existence of the Core Zone. Data is collected by the distribution of questionnaires. The questionnaire used in the Core Zone campaign is under the Strategic Plan 2010-2011 RARE Coral Triangle Marine Thematic Cohort. Overview will be given a questionnaire that includes profiles of respondents, fishing activities and the location of fishing activities, public knowledge about the core zone, and the effectiveness of the communication media used in the Core Zone campaign. Based on the research note that the arrests were made in an environmentally friendly activity because 46% using a fishing rod Tonda. 76% recognize the difference that the farther the distance catching. Knowledge of the location of the Core Zone and the willingness to increase participation in the surveillance group core zone of 68.4%. The effectiveness of the campaign can be seen from the use of SMS (Short Message Service) is a two-way communication media. This is what makes SMS as effecttive at communications media in the delivery of campaign messages. Keywords: Caring, Community, National Park Karimunjawa, Core Zone Campaign
ANALISIS HUBUNGAN SUHU PERMUKAAN LAUT, KLOROFIL-a DATA SATELIT MODIS DAN SUB-SURFACE TEMPERATURE DATA ARGO FLOAT TERHADAP HASIL TANGKAPAN TUNA DI SAMUDERA HINDIA Latumeten, Geertruidha Adelheid; Purwanti, Frida; Hartoko, Agus
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.399 KB)

Abstract

Tuna is a large pelagic fish that has three characters. First, most of Tuna were found in upwelling and sea water front area. Second, Tuna have a migratory instinct to locate abundant source of food area. Third, each species of Tuna has sub-surface temperature preference The research used explorative method and the sampling method used purposive sampling. Data used in the research are sea surface temperature, chlorophyll-a from the MODIS satellite data and sub-surface temperature from the ARGO Float data. The result has shown that the highest Tuna catch occurs on the east season except for southern bluefin Tuna which was only caught on the west season. The upwelling phenomenon was detected on the west season and the sea water front phenomenon was detected on the east season.  Analysis of single and multiple correlation between sub surface temperature and Tuna catch has shown high correlation with the coefficient correlation value is above 0.5 for both seasons. Based on the research, yellowfin Tuna has temperature range of 21 – 27 ⁰C in the depth of 80 m – 100 m, bigeye Tuna is 10 – 23 ⁰C in the depth of 150 m, albacore is 11 – 19 ⁰C in the depth of 150 m and southern bluefin Tuna is 12 – 16 ⁰C in the depth of 200 m.
Valuasi Ekonomi Pemanfaatan Ekosistem Mangrove di Desa Bedono, Demak Widiyanto, Arif; Saputra, Suradi Wijaya; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.945 KB)

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan ekosistem penting di pesisir, memiliki potensi sumberdaya alam yang besar, dan harus dijaga kelestariannya. Masyarakat sendiri kurang menyadari betapa pentingnya nilai ekonomi ekosistem tersebut. Penelitan dilakukan pada bulan Januari-Februari 2012 bertujuan untuk mengetahui  pemanfaatan ekosistem mangrove dan nilai ekonomi total ekosistem mangrove di Desa Bedono, Demak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengumpulan data melalui wawancara terhadap 94 orang responden menggunakan teknik purposive sampling. Hasil valuasi ekonomi ekosistem mangrove didapat manfaat langsung sebesar Rp 169.797.000,00 per tahun (8,5%) didapat dari pemanfaatan kayu bakar dan dari sektor perikanan. Manfaat tidak langsung sebesar Rp 1.827.985.770,00 per tahun (89,5%) didapat dari nilai sebagai daerah asuhan, mencari makan, dan daerah pemijahan serta manfaat sebagai penahan abrasi serta pelindung tambak. Manfaat pilihan sebesar Rp 39.223.125,00 per tahun (2%) didapat dari fungsi ekologis. Nilai ekonomi total ekosistem mangrove di Kelurahan Bedono, Demak adalah sebesar Rp 2.037.005.895,00 per tahun.
PENGARUH KEDALAMAN DAN JARAK DARI PANTAI TERHADAP KELIMPAHAN DAN POLA SEBARAN SAND DOLLAR DI PANTAI BARAKUDA PULAU KEMUJAN TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA Afian, Adhe Nur; Supriharyono, -; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.017 KB)

Abstract

Sand dollar merupakan kelas Echinoidea dari filum Echinodermata yang memiliki bentuk tubuh irregular yaitu bentuk tubuh bilateral dan pipih atau oval tanpa lengan, duri-duri menutup tubuh. Habitatnya di dasar perairan yang berpasir atau daerah berlumpur.Pantai Barakuda merupakan salah satu pantai di pulau Kemujan yang mempunyai daerah rataan pasir yang luas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis, kelimpahan dan pola sebaran sand dollar di Pantai Barakuda, untuk mengetahui variabel yang paling dominan antara kedalaman, jarak atau keduanya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2013di Pantai Barakuda Pulau Kemujan Taman Nasional Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.Metode penelitian yang digunakan adalah survei lapangan yang bersifat deskriptif, pengambilan data dilakukan menggunakan line transek sepanjang 50 m dan kuadran transek 1x1 m. Pengamatan dilakukan dengan mengambil 2 stasiun, stasiun A yaitu dengan berjarak 20 meter dari tepi pantai dan stasiun B dengan berjarak berkisar 70 meter dari tepi pantai. Setiap stasiun ditarik 3 line transek yang sejajar dengan pantai sepanjang 50 meter, dengan jarak 10 meter antar line transek. Pengambilan sand dollar didalam kuadran dilakukan pada tiap meter dengan melihat jenis dan jumlahnya. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan analisa regresi berganda.Hasil penelitian menunjukkan di pantai Barakuda terdapat 14 corak jenis sand dollar (Laganum sp). Pengamatan dan perhitungan yang dilakukan, didapatkan jumlah Laganum sp di stasiun A sebanyak 351 individu, sedangkan  pada stasiun B sebanyak 779 individu. Kelimpahan relatifnya terbesar yang didapatkan di pantai Barakuda pada corak  jenis corak 1 dan corak 5 sedangkan kelimpahan relatif  terkecil adalah corak 12 dan corak 14. Pola sebarannya sebagian besar termasuk mengelompok (clumped) dan beberapa termasuk seragam (uniform). Kelimpahan dan pola sebaran dipengaruhi oleh kedalaman dan jarak.
KUALITAS PERAIRAN SUNGAI BREMI KABUPATEN PEKALONGAN DITINJAU DARI FAKTOR FISIKA-KIMIA SEDIMEN DAN KELIMPAHAN HEWAN MAKROBENTOS Kinanti, Tiara Esha; Rudiyanti, Siti; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.355 KB)

Abstract

Sungai Bremi merupakan salah satu sungai di Kabupaten Pekalongan yang sudah mengalami penurunan kualitas dilihat dari warna airnya yang hitam keruh dan berbau tak sedap. Penurunan kualitas Sungai Bremi diantaranya disebabkan oleh berbagai masukan limbah dari aktivitas masyarakat dapat mempengaruhi kehidupan hewan makrobentos.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tekstur sedimen dan kandungan bahan organik total yang terdapat dalam sedimen sungai, kelimpahan hewan makrobentos, hubungan antara tekstur sedimen, kandungan bahan organik total, dan kelimpahan hewan makrobentos, dan kualitas perairan di Sungai Bremi Kabupaten Pekalongan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sedimen dasar perairan dan sampel hewan makrobentos yang diambil dari Sungai Bremi Kabupaten Pekalongan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel purpossive sampling yang dilakukan di tiga stasiun yang berbeda. Pengukuran parameter kualitas air meliputi suhu, oksigen terlarut, pH, kecepatan arus, kedalaman dan kecerahan.Hasil penelitian menunjukkan tekstur sedimen adalah lanau berpasir dan kandungan bahan organik total termasuk dalam kategori sedang-tinggi dengan nilai antara 16,89 % – 21,58 %.  Kelimpahan hewan makrobentos pada stasiun I sebesar 1264 ind/m3 terdiri dari Tubifex sp., Nereis sp., Chironomus sp., dan Lymnaea sp., sedangkan pada stasiun II dan III tidak ditemukan hewan makrobentos. Hubungan antara kandungan bahan organik total sedimen dengan tekstur sedimen dari uji regresi linier menunjukkan nilai r sebesar 0,955 sedangkan hubungan antara kandungan bahan organik total sedimen dan tekstur sedimen dengan kelimpahan hewan makrobentos dari uji regresi linier berganda mempunyai nilai r sebesar 1 yang artinya kelimpahan hewan makrobentos memiliki hubungan yang sangat kuat dengan kandungan bahan organik total dan tekstur sedimen. Kualitas perairan Sungai Bremi berdasarkan indeks keanekaragaman hewan makrobentos termasuk pada kategori tercemar berat dengan indeks keanekaragaman sebesar 0,626.
STATUS SEDIMEN SUNGAI BREMI KABUPATEN PEKALONGAN DITINJAU DARI ASPEK KIMIA DAN BIOLOGI Istiqomah, Nurbaity; Purwanti, Frida; Haeruddin, -
Management of Aquatic Resources Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.564 KB)

Abstract

Sepanjang aliran Sungai Bremi, terdapat banyak industri batik rumahan yang membuang limbah ke sungai sehingga Sungai Bremi tersebut mengalami penurunan kualitas perairan. Bahan pencemar yang masuk ke dalam perairan tersebut akan terakumulasi dalam sedimen, khususnya logam berat seperti kromium dan  fenol. Masuknya bahan pencemar ke dalam sedimen dapat mempengaruhi organisme yang tinggal dalam sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kromium, fenol, tekstur sedimen, struktur komunitas makrobentos, pola hubungan antara konsentrasi kromium dan fenol dengan struktur  komunitas (keanekaragaman dan kelimpahan) makrobentos di Sungai Bremi, dan status sedimen Sungai Bremi ditinjau dari konsentrasi kromium, fenol, dan struktur komunitas makrobentos. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2013 di tiga stasiun.                Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel sedimen sungai dan sampel makrobentos. Ekman Grab digunakan untuk mengambil sampel Rose bengole digunakan untuk memberi warna pada sampel makrobentos dan formalin 4% untuk mengawetkan sampel makrobentos. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling di 3 stasiun secara komposit, kemudian substrat disaring menggunakan saringan yang bermesh size 0,5 mm. Material-material yang tertinggal kemudian dimasukkan kedalam botol sampel, setelah itu diberi formalin 4 % dan 1-2 tetes rose bengole.                Hasil pengamatan menunjukkan bahwa konsentrasi kromium berkisar 3,395-8,768 ppm, fenol antara 0,035-0,0623 ppm, dan fraksi sedimen dari ketiga stasiun tersebut adalah lanau berpasir. Makrobentos hanya ditemukan di stasiun I yang terdiri atas 4 spesies yakni Chironomus sp, Lymnea sp, Nereis sp, dan Tubifex sp dengan kelimpahan sebesar 1270 ind/m3. Nilai indeks keanekaragamannya 0,687, indeks keseragamannya 0,49, dan indeks dominasinya 0,66. Nilai koefisien korelasi (r) antara konsentrasi kromium, fenol dengan struktur komunitas berkisar 0,617-0,797. Nilai tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan kuat antara konsentrasi kromium, fenol dengan struktur komunitas makrobentos memiliki korelasi yang kuat. Hasil konsentrasi kromium, fenol dibandingkan dengan kriteria atau baku mutu sedimen  menunjukkan bahwa sedimen Sungai Bremi dalam keadaan tercemar.
SEBARAN SPASIAL DAN TEMPORAL FENOL, KROMIUM DAN MINYAK DI SEKITAR SENTRA INDUSTRI BATIK KABUPATEN PEKALONGAN Saraswati, Yustiara Widya; Haeruddin, -; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.273 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi fenol, kromium dan minyak serta sebarannya secara spasial dan temporal di sekitar sentra industri batik dalam air Sungai Bremi Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2013 di Sungai Bremi Kabupaten Pekalongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, sedangkan pengambilan sampel menggunakan metode composite sample yang merupakan penggabungan sampel air agar mendapatkan sampel sehomogen mungkin sehingga sampel dapat mewakili kualitas perairan sesungguhnya. Penelitian ini menggunakan materi air Sungai Bremi dan data citra Landsat 8 Jawa Tengah, materi utama adalah air Sungai Bremi yang kemudian dilihat konsentrasi dari fenol, kromium dan minyak yang terdapat pada sampel. Sebaran spasial dari konsentrasi fenol, kromium dan minyak dapat dilihat menggunakan ER-Mapper 7.0. Pengambilan sampel dilakukan di 3 stasiun, dimana pada setiap stasiun terdapat 3 titik sampling.Hasil penelitian konsentrasi fenol Sungai Bremi bulan Mei dan Juni berkisar antara 0-0,031 mg/l, konsentrasi kromium 0,0005 mg/l dan konsentrasi minyak bulan Mei dan Juni berkisar antara 3,6-23,6 mg/l. Sebaran spasial dan temporal fenol  tertinggi bulan Mei terdapat pada stasiun 1 sedangkan sebaran spasial dan temporal tertinggi fenol bulan Juni di stasiun 2. Sebaran spasial dan temporal minyak tertinggi bulan Mei dan Juni  terdapat pada stasiun 3, sedangkan sebaran spasial dan temporal kromiun dikatakan konstan karena konsentrasi tiap titiknya sama.
KELIMPAHAN JENIS TERIPANG DI PERAIRAN TERBUKA DAN PERAIRAN TERTUTUP PULAU PANJANG JEPARA, JAWA TENGAH Satria, Guliano Gema Adi; Sulardiono, Bambang; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.291 KB)

Abstract

Perairan terbuka adalah suatu daerah perairan yang menghadap ke arah laut lepas tanpa adanya penghalang baik itu pulau maupun daratan di depannya sehingga perairan terbuka sangat dipengaruhi oleh ombak dan gelombang. Perairan tertutup adalah suatu perairan yang terhalang oleh daratan atau pulau di depannya atau berupa teluk, sehingga kekuatan arus dan gelombang akan berkurang ketika sampai di pantai. Teripang merupakan salah satu spesies yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dilakukan penangkapan terhadap teripang yang menyebabkan menurunnya populasi teripang pada suatu perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan teripang pada perairan terbuka dan perairan tertutup Pulau Panjang, Jepara. Metode yang digunakan adalah metode kuadran transek berukuran 2x2 meter, yang diletakkan pada line transek sepanjang 100 meter. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali pada setiap titik pengamatan, dengan jarak antara setiap line 10 meter. Jenis teripang yang ditemukan pada perairan terbuka dan tertutup pulau Panjang adalah Holothuria atra, H.leucospilota, dan H.scabra. Dimana kelimpahan teripang pada perairan terbuka pulau panjang adalah 72 individu/1200m2 pada jenis H.atra, 36 individu/1200m2 pada jenis H.Leucospilota, 1 individu/1200m2 pada jenis H.scabra. Sedangkan kelimpahan jenis teripang pada perairan tertutup pulau Panjang adalah 37 individu/1200m2 pada jenis H.atra dan 22 individu/1200m2 pada jenis H.Leucospilota.
NILAI HUE DAUN Rhizophora: HUBUNGANNYA DENGAN FAKTOR LINGKUNGAN DAN KLOROFIL DAUN DI PANTAI RINGGUNG, DESA SIDODADI, KECAMATAN PADANG CERMIN, LAMPUNG Adip, Muhammad Saiful; Hendrarto, Boedi; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.82 KB)

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan ekosistem penting dalam lingkungan pesisir, dan sampai saat ini belum ada indikator yang digunakan untuk menentukan tingkat kesehatan mangrove. Hue merupakan warna yang dihasilkan oleh pigmen-pigmen yang ada pada daun, hal ini diperkirakan dapat digunakan untuk menunjukkan kesehatan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kisaran nilai hue Rhizophora spp dan hubungan kandungan klorofil serta faktor lingkungan terhadap nilai hue. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei dengan pendekatan deskriptif analitis. Variabel utama yang digunakan dalam penelitian adalah nilai hue (bahan organik, salinitas air, dan salinitas tanah). Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling untuk mengetahui karakteristik vegetasi mangrove dengan menggunakan line  sepanjang 100 m dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Hasil dari penelitian menunjukkan tingkat dominasi tertinggi terdapat pada jenis Rhizophora stylosa (50,017%) sementara dominansi Rhizophora apiculata adalah sebesar (49,985%).  Nilai hue pada daun Rhizophora spp berkisar antara 86,9% sampai 141,35%. Nilai hue terendah 86,9% berwarna hijau muda,  sedangkan nilai tertinggi 141,35% berwarna hijau tua.  Korelasi nyata hanya terdapat pada hubungan nilai hue dengan salinitas air, sedangkan hubungan kandungan klorofil dan faktor lingkungan memiliki hubungan yang tidak nyata. Mangrove ecosystem an important ecosystem in the coastal area. There is no indicator that can be used to determine the healthiness level of mangrove. Hue is the colour that produced by leaves pigment, That assumed be affected by various environmental factors. This study were aimed to get the range of hue Rhizophore value and to know the relationship between their chlorophyll contents and environmental factors toward the hue values. This research used descriptive approaches. The main variable in this research were the hue value of the Rhizophora leaves, leaves chlorophyll content, and environmental factors (organic material, water salinity, and substrat salinity). Data was collected by purposive sampling method to identify mangrove vegetation characteristic using 100 m transect lines with three replications. The result showed that the highest dominance level was on Rhizophore stylosa (50,017%), while dominance level of Rhizophore apiculata was 49,985%. Hue value of Rhizophore leaves was in the range  of86,90 to 141,350. The lowest hue value was 86,90 with colour more like yellow to green where the highest value was 141,350 which has dark green in colour. Significant correlation only occured between hue value and water salinity, however between chlorophyll content and other environmental factors has no significant correlation.
Co-Authors - Adhian - Haeruddin - Supriharyono - Suryanti Abdul Ghofar Achmad Fama Adhe Nur Afian agung Suryanto Agus Hartoko Aly Handartoputra Amalia, Yusrina Arif Widiyanto Aurora Minerva Azis Nur Bambang Bagus Biantara, Bagus Bambang Sulardiono Bima Tri Widyatmoko Boedi Hendrarto Churun Ain Deviana, Desi Avinda Dian Wijayanto Djoko Suprapto Dwi Setyoningsih, Dwi Elok Faiqoh Elrin Meivian Mongi, Elrin Meivian Estherina Magdalena, Estherina Fabiola Intan Yovita, Fabiola Intan Febrilia, Anggita Yohana Fefi Tri Yanti, Fefi Tri Geertruidha Adelheid Latumeten Guliano Gema Adi Satria Hadi S. Alikodra Haeruddin, . Komah, Siti Lestari, Hima Desy Luthfiani, Laeli Mardani, Arif Marina Alin Rahajeng Max Rudolf Muskananfola Muhammad Fadil Muttaqin, Muhammad Fadil Muhammad Saiful Adip Mutia Ismi Febrianti Nasution, Afiah Niniek Widyorini Nurbaity Istiqomah Nurul Hidayati Masruroh nurul latifah Obaja Karubaba Pintya Dwanita Ayu Pratesthi, Pintya Dwanita Ayu Prabowo, Danar Prasetia, Muhammad Nur Prayuda, Adam Bergas Pujiono Wahyu Purnomo Putri Dellia Mukhtar, Putri Dellia Putri, Nanda Bunga Sukma Wijaya Rachmadianti, Anditya Devi Rachmanita, Tasya Ratri Canar Perdana Reny Oktavianti Riana Purnamasari, Riana Rumalean, Amir Suharto Sahala Hutabarat Saputro, Danang Adi Septianda, Fajar Sihotang, Silvyani Putri Sipayung, Louis Allen Siti Rudiyanti Soedharma, Dedy Supriharyono Supriharyono Suradi Wijaya Saputra Sutrisno Anggoro Tarigan, Novia Putri Tiara Esha Kinanti Ujianti, Rizky Muliani Dwi Vera, Grecya Christa Wirasatrio, Fauzima Dwi Yustiara Widya Saraswati