Elly Purwanti
Jur. Penddk Biologi – FKIP- Universitas Muhammadiyah Malang

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

PEMETAAN KEANEKARAGAMAN KACANG KORO (Phaseolus lunatus.L) di JAWA TIMUR BERDASAR METODE MORFOMETRIK SEBAGAI UPAYA KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI

Prosiding Seminar Biologi Vol 11, No 1 (2014): Seminar Nasional XI Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.664 KB)

Abstract

Abstract- This study has the scope Mapping diversity Phaseolus lunatus,L., in East Java based morphometric methods and conservation strategies . Thus limitations include : 1 ) Identification and mapping diversity Phaseolus lunatus , L based on morphometric method 2 ) management strategies of Phaseolus . The results of the survey in these areas in East Java , the existence ofPhaseolus lunatus L obtained several type . as follows : Trenggalek found 4 tipes , in Ponorogo 3 types , Jombang 3 types , Malang 2 types , Probolinggo 4types  , Madura 6 types . As a whole found 16 different types of seeds . Based on  morphological characters identified guide " Descriptor for Legume , The International Plant Genetic Resources , 2004 " . Phaseolus lunatus L, from 16 types obtained , again classified by 3 types grain size . Type of large grains with a diameter of ± 12 cm , called the Inca type , medium type with a diameter of ± 8cm called type Potato , small grains with a diameter of ± 5cm called type Sieva . Keywords :inventory, Arecaceae, waterfall, Irenggolo

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI BRAIN GYM

Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil belajar merupakan perubahan perilaku subyek didik yang mencakup bidang  kognitif, afektif, dan psikomotor setelah menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar dapat dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan dalam suatu pembelajaran. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan senam otak atau Brain Gym. Senam otak adalah serangkaian latihan gerak sederhana untuk memudahkan kegiatan belajar dan penyesuaian dengan tuntutan sehari-hari yang bertujuan untuk menyatukan pikiran dan tubuh. Dengan gerakan-gerakan Brain Gym dapat diambil potensi belajar yang terpendam di dalam tubuh melalui pengangktifan dan memaksimalkan kedua fungsi belahan otak sehingga terintegrasi dan bekerja dengan baik. Penerapan Brain Gym dalam pembelajaran di kelas dapat dilakukan pada saat sebelum pembelajaran berlangsung atau tahapan pendahuluan, selama proses pembelajaran berlangsung atau tahapan kegiatan inti, dan setelah pembelajaran diberikan atau tahapan penutup. Dengan Brain Gym diharapkan hasil belajar siswa (kognitif, afektif, dan psikomotor) akan menjadi meningkat.

HUBUNGAN PERSEPSI DAN TINGKAT KEAKTIFAN DENGAN HASIL BELAJAR MAHASISWA BIOLOGI PADA PERKULIAHAN BIOTEKNOLOGI DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Ada tiga faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa yaitu (1) sumberbelajar dan proses belajar di sekolah, (2) kemampuan dan kecakapan guru, dan (3)kemampuan peserta didik. Dosen melalui empat pilar kompetensi dituntut untukmendorong dan memotivasi mahasiswa dalam belajar. Hal ini dilakukan untukmeningkatkan keaktifan mahasiswa dalam belajar, sehingga dapat meningkatkanhasil belajar. Penelitian ini mengungkap hubungan persepsi dan tingkat keaktifandengan hasil belajar mahasiswa biologi pada perkuliahan bioteknologi di UniversitasMuhammadiyah Malang. Hasil penelitian menunjukkan ada korelasi yang signifikanantara tingkat keaktifan mahasiswa dengan hasil belajar bioteknologi (r = 0,789),sedangkan persepsi mahasiswa tidak memiliki korelasi dengan hasil belajarbioteknologi (r = 0,00).  Kata Kunci: Persepsi, hasil belajar, bioteknologi

PROFIL KOMPONEN BIOAKTIF TANAMAN KAVA-KAVA (PIPER METHYSTICUM, FORST, F) DARI BERBAGAI LOKASI

Jurnal Gamma Vol 6, No 1 (2010): September
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.544 KB)

Abstract

The purpoeof this research is to know the profil of bioactive component from root, stem,leaves of cava-cava and the information of which part of plant that give the effect of locomatioeffect and antidepressive by using parameter of immobility duration with swimming method andsleeping duration.Method used in evaluating quality and standart of plant that potentially as herbal medicinethat usually used and information is Thin layer Chromatography (TLC) and High Speed LiquidChromatography (HPLC) ( dashek 1997) Herbal plant that conatins some variuos substances cansupport each other but it can possibly has antagonist effect. This the reason why it is important toknow which part of the plant is advantagous and which part of this plant as the source ( root, stem,leaf, seed)The extract result comparative between leaves organ and root organ and then to evaluationbase on thin layer chromatografi (TLC) each organ is dominant found Flavokawain, MethysticindanYangonin. The profil organic acid from root and leaves found the same and equal organic acidthat is benzoate acid. Soil type Malang is andosol, kambisol, latosol, alluvial and Soil type Mojokerto62,7% is Alluvial, 37,16% grumosol with rich mineral. Base on etanol exctraction , result thatcontent of bioactive component dominant from plant grow in type soil alluvial.

PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM MUATAN LOKAL

Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol 1, No 1 (2013): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU SEKOLAH DASARMUHAMMADIYAH DALAM PENGEMBANGANKURIKULUM MUATAN LOKALElly Purwantie-mail: purwantielly@gmail.comAbstract:Local content include parts of the structure and content of the curriculumcontained in the Content Standards in the curriculum unit level education. The existence oflocal content subjects is a form of education that is not centralized, as an effort to provideeducation in their respective areas further increased its relevance to the circumstances andneeds of the region. This is in line with efforts to improve the quality of national educationcurriculum so that the existence of local support and complement the national curriculum(UU Sisdiknas, 2003). The implementation of local content in basic education can be said tobe still relatively new, so many problems in this curriculum still leaves many problematic.Issues in the implementation of local curriculum to date quite complicated. This is relatedto the planning, implementation and evaluation. Implementation of local content requiresthe organization in particular because it’s involves a parts other than the school. The teamteaching may be considered as an alternative to development. Besides, how to teach aregular classroom teacher, there should be an integrated cooperation between supervisors,field staff and resource. In terms of teaching and learning to use local contentimplementation process approach and the contextual approach. Through contextual learningstrategies, learners can use the resources of the learning environment and play a more activerole in gathering knowledge. But in practice the competence of teachers in applying, it isstill a major issue that must be addressed further.Abstrak :Muatan lokal termasuk bagian dari struktur dan muatan kurikulum yang terdapatpada Standar Isi di dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. Keberadaan mata pelajaranmuatan lokal merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang tidak terpusat, sebagaiupaya agar penyelenggaraan pendidikan di masing-masing daerah lebih meningkatrelevansinya terhadap keadaan dan kebutuhan daerah yang bersangkutan. Hal ini sejalandengan upaya peningkatan mutu pendidikan nasional sehingga keberadaan kurikulummuatan lokal mendukung dan melengkapi kurikulum nasional ( UU Sisdiknas , 2003).Implementasi muatan lokal pada pendidikan dasar dapat dikatakan masih relatif baru,sehingga berbagai persoalan dalam kurikulum ini masih menyisakan berbagai problematik.Persoalan dalam implementasi kurikulum muatan lokal sampai saat ini cukup cukup pelik.Hal ini berkaitan dengan dengan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasinya. Dilihat darisegi ketenagaan, pelaksanaan muatan lokal memerlukan pengorganisasian secara khususkarena melibatkan pihak – pihak lain selain sekolah. Untuk itu mungkin team teachingsebagai alternatif dapat dipikirkan pengembangannya. Disamping cara – cara mengajar yangrutin oleh guru kelas, harus ada kerjasama terpadu antara pembina, pelaksana lapangan dannara sumber. Dilihat dari segi proses belajar mengajar pelaksanaan muatan lokal dapatmenggunakan pendekatan proses dan pendekatan kontekstual. Melalui strategi pembelajarankontekstual, peserta didik dapat muatan lokal, pengembangan SK, KD.menggunakansumber belajar dari lingkungan dan berperan lebih aktif dalam mengumpulkan pengetahuan.Namun dalam prakteknya kompetensi guru – guru dalam menerapkannya masih merupakanpersoalan besar yang harus ditangani lebih lanjut.Kata Kunci: kemampuan guru, kurikulum muatan lokal

IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN DAN POLA PENYEBARAN MAKROALGA DI DAERAH PASANG SURUT PANTAI PIDAKAN KABUPATEN PACITAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 1, No 1 (2015): MARCH
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1279.256 KB)

Abstract

IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN DAN POLA PENYEBARAN MAKROALGA DI DAERAH PASANG SURUT PANTAI PIDAKAN KABUPATEN PACITAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI   Ilham Budi Setyawan1, Wahyu Prihanta1, dan Elly Purwanti1 1Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang e-mail: marovisepuxanir@gmail.com     ABSTRACT   This research aimed to find out variance, ecology parameter,variance index,and dispersion pattern of macroalgae existed in intertidal pidakan beach sub-district Pacitan Residence.The results of research in the area of tidal beach Pidakan on 90 plots was found in 1925 with 17 individual macro algae species originating from the third division Rhodophyta, Chlorophyta and Phaeophyta.Variance index of (H’) was high richness category and value (E) was means community tend to flat. Index of Morisita (IM) mean dispersion of all Macroalgae was clumped. As a complement to the results of the study are used as a learning module macroalgae for SMA/MA. Keywords: identification, diversity, macroalgae, beach, Pacitan

Alkaloid compound identification of Rhodomyrtus tomentosa stem as biology instructional material for senior high school X grade

Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 2, No 3 (2016): NOVEMBER
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.433 KB)

Abstract

Rhodomyrtus tomentosais one of herbs which belongs to myrtaceaefamily. This plant possessesalkaloid which is efficacious as anti diarrhea, anti diabetes, anti microbial, and anti malaria, however some alkaloid compoundsare poisonous. Thus,it is necessity to identify the alkaloid compounds contained in the stem of Rhodomyrtus tomentosa which are known the use. Thisresearch aimed to identify the types of alkaloid compoundsin the Rhodomyrtus tomentosa stem and find out its usesas the biology teaching materials in form of LKS (Student Work Sheet). The research was descriptive explorative which was purposed to describe the types of alkaloid compoundsin the Rhodomyrtus tomentosa stem. LC-MS (Liquid Chromatograpgy-Mas Spectroscopy) was employed in this research to analyze the compounds. The research results showed that there were seven types of alkaloid compounds within the Rhodomyrtus tomentosa, namely: maritidine (BM 288 m/z), berberine (BM 336 m/z), ismine (BM 258 m/z), tazettine (BM 332 m/z), lycorine (BM 288 m/z), deoxytazettine (BM 216 m/z), and homolycorine (BM 316 m/z). The results of the research has been used as biology teaching materials in senior high school X grade,The Biodiversity of Indonesia.

PENERAPAN (STAD) DIPADU DENGAN MIND MAPPING BERBASIS LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KLAS IX DI SMP MUH.6 MALANG

JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol 4, No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Lecturer at the Faculty of Education, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.836 KB)

Abstract

STAD (Student Teams-Achievement Division) efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, karena STAD (Student Teams-Achievement Division) ini mementingkan struktur penghargaan sebagai bentuk penguatan (reinforcement) terhadap apa yang telah dilakukan oleh siswa. Peghargaan tersebut merupakan salah satu hal yang dapat meningkatkan motivasi. Mind Mapping adalah sebuah metode untuk mengelola informasi secara menyeluruh. Secara lengkap Mind Mapping dapat digunakan untuk: menyimpan informasi, mengorganisasikan informasi, membuat prioritas, belajar memahami informasi dalam konteksnya, melakukan review atas sebuah materi pembelajaran, mengingat informasi secara lengkap, maka untuk menjawab masalah mengenai pemahaman konsep, dicoba memadukan model STAD (Student Teams-Achievement Division) dengan mind mappingPenelitian ini bertujuan untuk:(1) meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA Biologi pada siswa di SMP Muhammadiyah 6 Malang. (2) meningkatkan pemahaman konsep siswa pada matapelajaran reproduksi mahluk Hidup. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berbasis Lesson Study (LS) dengan menggunakan dua siklus.Berdasarkan hasil penerapan STAD dipadu dengan Mind mapping dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IX, SMP Muh 6-Dau-Malang, dengan rincian Attention meningkat (1,2 %) Relevance meningkat (3,65%) Confidence meningkat (5,23%) Satisfaction meningkat (4,36%).Berdasarkan penerapan STAD dipadu dengan Mind mapping dapat meningkatkan pemahaman konsep kelas IX, tingkat SMP Muh 6 dengan rincian Siklus I : 75,5 dan Siklus II: 80,5. Terjadi kenaikan sebanyak 5,1.

Pembelajaran I-CARE berbantuan praktikum: Peningkatan problem-solving skills dan hasil belajar siswa pada materi jaringan hewan

Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Vol 4, No 2: October 2018
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.939 KB)

Abstract

Problem-solving skills dan hasil belajar biologi yang baik perlu dimiliki para siswa. Kedua hal tersebut masih rendah di SMAN 8 Malang sehingga perlu penerapan pembelajaran inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) keterlaksanaan pembelajaran, (2) peningkatan problem-solving skills, dan (3) peningkatan hasil belajar siswa pada materi struktur dan fungsi jaringan hewan di SMAN 8 Malang melalui  pembelajaran I-CARE berbantuan praktikum. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  ini dilaksanakan dalam empat siklus dengan tahapan tiap siklus adalah perencanaan, tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA-2 yang berjumlah 30 orang. Metode pengumpulkan data adalah observasi dan tes formatif.  Instrumen penelitian terdiri atas tiga, yaitu lembar tes, lembar penilaian problem-solving skills, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran yang dilakukan lima observer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peningkatan keterlaksanaan pembelajaran dari indikator aktivitas guru sebanyak 25% (Observasi: 65%; Siklus IV: 90%) dan indikator aktivitas siswa sebanyak 30% (Observasi: 62%; Siklus IV: 92%), (2) Peningkatan problem-solving skills sebanyak 18 poin (Observasi: 68; Siklus IV: 86); dan (3) peningkatan hasil belajar sebanyak 20 poin (Observasi: 66; Siklus IV: 86). Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran I-CARE berbantuan praktikum meningkatkan keterlaksanaan pembelajaran, problem-solving skills, dan hasil belajar siswa.