p-Index From 2014 - 2019
7.884
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Gizi dan Pangan Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia MEDIA LITBANG SULTENG SAINMATIKA | Jurnal Sains dan Matematika ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Jurnal Akuatika Jurnal Pendidikan Ekonomi Manajemen dan Bisnis Jurnal Terubuk Jurnal Kedokteran Syiah Kuala JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Jurnal Tanah Tropika Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Jurnal Ilmu keperawatan Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Jurnal Theologia DIMAS Hukum Dan Dinamika Masyarakat Jurnal Karya Pendidikan Matematika Wirara Medika: Jurnal Kesehatan Jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Jurnal Bioterdidik Jurnal Pendidikan Kimia Folia Medica Indonesiana Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa JURNAL PROFESI KEGURUAN MONEX BERITA BIOLOGI MALIH PEDDAS Journal of Economic Education Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Jurnal Riset Pendidikan Ekonomi Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Media Ilmu Kesehatan Wahana Kreatifitas Pendidik (WKP) Jurnal Profita Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA (JKSP) Jurnal Perawat Indonesia JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Jurnal Ekbis JUXTA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Universitas Airlangga
Articles

KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK BAKASANG JEROAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis, Lin) SEBAGAI PANGAN TRADISIONAL MALUKU UTARA Purwaningsih, Sri; Garwan, Rahmatia; Santoso, Joko
Jurnal Gizi dan Pangan Vol 6, No 1 (2011): Maret 2011
Publisher : Jurnal Gizi dan Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakasang is one of the traditional products of North Maluku, this product has not been studied scientifically. The purpose of this research is to know the organoleptic characteristics of bakasang to be known and accepted by public. This research was fermented using 25% of salt with duration (0, 2, 4, 6, and 8 days), and storage with duration (0, 30, 60, and 90 days). Bakasang’s have organoleptic tested include: appearance, odor, taste and texture. Bakasang elected to compared with commercial bakasang are usually consumed by people in North Maluku. This research shown that: fermentation treatment 4 days at 0 days storage (F4P0) and fermentation bakasang 8 days at 0 days storage (F8P0) was chosen. Paired comparison test results show that bekasang tuna has the advantage of taste and smell unique because it is more preferred by panelist. Key words: Bakasang, traditional products, fermentation, and North Maluku
STUDI POTENSI KAWASAN LORE TENGAH UNTUK PENGEMBANGAN SAPI POTONG Rusdin, Rusdin; Ismail, Moh.; Mustaring, Mustaring; Purwaningsih, Sri; Andriana, Atik; Dewi, Sri Utami
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tentang potensi padang penggembalaan alam, khususnya tentang kapasitas tampung (caryng capacity), komposisi botanis hijauan dan komposisi nutrient hijauan padang penggembalaan alam serta uji kecocokan lahan untuk pengembangan jenis hijauan makanan ternak dilaksanakan di Kecamatan Lore Tengah Kabupaten Poso  Sulawesi Tengah  di laksanakan pada tanggal 15 April 2009 sampai dengan 10 Oktober 2009.  Penelitian ini dilakukan secara kualitatif.  Menggunakan metode Deskriptif dan Eksploratif. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik purporsive sampling. Keberadaan padang penggembalaan alam di Kecamatan Lore Tengah  Kabupaten Poso seluas ±1800 Ha   hanya didominasi oleh  satu jenis rumput yaitu rumput Themeda digantae,  berpotensi menunjang kegiatan peternakan sapi potong dalam hal ini untuk mendukung peningkatan populasi dan produktivitas ternak sapi potong, walaupun hingga kini  belum ada upaya perbaikan mutu padang penggembalaan untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitasnya. Untuk itu perlu adanya sentuhan untuk perbaikan agronomis dan manajemen pemanfaatannya. Selain itu perlu adanya introduksi  tanaman baru (rumput gajah, rumput raja, rumput benggala dll) dan  legume (lamtoro, gamal, turi dll)  yang lebih produktif, dapat beradaptasi dengan kondisi lingkungan sasaran, persisten, dan tahan tekanan (intensitas) penggembalaan. Hasil dari analisa tanah memberikan gambaran tentang manfaat tanah untuk pertumbuhan tanaman hijauan makanan ternak sesuai sifat-sifat fisiknya,  kandungan bahan organik, dan komposisi kimianya.  Sehingga  direkomendasikan untuk penggunaan pupuk dan atau penanaman leguminosa untuk membantu menyuburkan tanah terutama untuk meningkatkan unsur Nitrogen tanah.
Aktivitas Antioksidan dan Komposisi Kimia Keong Matah Merah (Cerithidea obtusa) (Antioxidant Activity and Nutrient Composition of Matah Merah Snail (Cerithidea obtusa)) Purwaningsih, Sri
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 17, No 1 (2012): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa komponen antioksidan dihasilkan oleh bahan pangan secara alamiah termasuk bahan dari hasil perairan. Keong Matah Merah (Cerithidea obtusa) merupakan komoditas perikanan yang biasa dikonsumsi masyarakat dan diyakini bisa digunakan sebagai obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis aktivitasantioksidan dan komposisi kimia dari Keong Matah Merah. Komposisi kimia Keong Matah Merah dianalisis dengan metode AOAC untuk kandungan proksimat, kandungan mineral dengan metode APHA, kandungan asam amino dengan metode AOAC . Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode Molyneux. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keong Matah Merah (Cerithidea obtusa) mempunyai kadar: air 77,5%, protein 13,8%, lemak 2,8%, dan abu 4,5%, makro mineral tertinggi natrium 283,45 mg/100 g dan terendah kalsium39,78 mg/100 g, kadar mikro mineral tertinggi selenium 39,25 mg/100 g dan terendah tembaga 0,29 mg/100 g. Kandungan asam amino esensial tertinggi isoleusin 4,82 % dan terendah arginin 0,95%, kandungan asam amino non-esensial tertinggi asam glutamat 12,08% dan terendah sistein 0,84%. Ekstrak metanol pada Keong Matah Merah mempunyai aktivitas sebagai antioksidan kuat dan mempunyai nilai IC50 58,19 ppm dengan pembanding vitamin C sebesar 3,55 ppm.Kata kunci: Keong Matah Merah, Cerithidea obtusa, gizi, antioksidanAntioxidant compounds are frequently produced by natural foods. Matah Merah Snail (Cerithidea obtusa) is one of fishery commodities which is commonly consumed by society and traditionally used for therapeutic purposes. The aim of this research was to investigate the nutrient composition and antioxidant activity of Matah Merah (C. obtusa). The nutrient compounds were analyzed using proximate contents according to AOAC method, mineral contents using APHA method, and amino acid contents using AOAC method. The results showed that Matah Merah Snail (Cerithidea obtusa) contained 77.5% of moisture, 13.8% of protein, 2.8% of fat, and 4.5% of ash. Analyses of macro- and micro-minerals revealed that the highest level of macro-minerals was sodium 283.45 mg/100 g and the lowest one was calcium 39.78 mg/100 g. The highest level of micro-minerals was selenium 39.25 mg/100 g and the lowest one was copper 0.29 mg/100 g. The highest content of essential amino acidswas isoleusin 4.82% and the lowest one was arginine 0.95%. The highest content of non-essential amino acids was glutamic acid 12.08% and the lowest one was cysteine 0.84%. Methanol extract of Matah Merah Snail (C.obtusa) displayed potential antioxidant activities with IC50 value of 58,19 ppm, with IC50 of vitamin C as positive control was 3,555 ppm.Key words: Matah Merah Snail, Cerithidea obtusa, nutrition , antioxida
KANDUNGAN MINERAL REMIS (Corbicula javanica) AKIBAT PROSES PENGOLAHAN Salamah, Ella; Purwaningsih, Sri; Kurnia, Rika
Jurnal Akuatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan komposisi kimia, kandungan mineral dan kelarutan  mineral  daging  remis  segar  dan  setelah pengolahan,  serta  menentukan  metode pengolahan  terbaik  dengan  kehilangan  mineral terendah  dan  kelarutan  mineral  tertinggi. Komposisi kimia remis diuji dengan metode termogravimetri, soxhlet dan kjeldahl. Kandungan mineral dan kelarutan mineral diuji dengan metode Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Pengolahan menurunkan komposisi kimia remis, namun meningkatkan kandungan kadar abu setelah dilakukan metode pengolahan dengan cara perebusan garam. Metode pengolahan juga memberikan penurunan kandungan mineral kalsium, magnesium, fosfor, kalium dan seng pada remis.  Kandungan mineral natrium pada remis segar meningkat setelah direbus garam, namun menurun setelah direbus dan kukus.  Metode pengolahan juga memberikan peningkatan persentase kelarutan mineral natrium, kalsium, fosfor dan magnesium remis. Penelitian ini dapat memberikan rekomendasi kepada masyarakat bahwa untuk memperoleh asupan mineral yang paling baik dari remis, sebaiknya masyarakat mengolah remis dengan cara direbus garam dengan konsentrasi 1,5%.   Kata kunci : Corbicula javanica, kandungan mineral, kelarutan mineral, dan komposisi kimia.
Application of Carbonated Soft Drink on Prevention of Nila Fish Quality Deterioration Rate Suwandi, Ruddy; Pia, Sereli; Purwaningsih, Sri
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11, No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil survei, diketahui bahwa terdapat cara penanganan unik di Nias untuk menghambat kemunduran mutu ikan hasil tangkapan dengan menggunakan minuman ringan berkabonasi sebagai pengawet ikan oleh para pedagang di Nias. Berdasarkan adanya temuan tersebut maka penelitian ini dilakukan untuk membuktikan kebenaran asumsi masyarakat bahwa minuman berkarbonasi mampu menghambat kemunduran mutu ikan. Penelitian ini terbagi dalam dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan dan utama. Penelitian pendahuluan berupa penentuan fase post mortem ikan serta penentuan konsentrasi larutan minuman ringan berkarbonasi dan waktu perendaman paling optimum dalam menghambat kemunduran mutu ikan. Penelitian utama merupakan pengujian pengaruh suhu larutan minuman ringan berkarbonasi dan lama penyimpanan dalam menghambat kemunduran mutu ikan nila terhadap parameter fisik, kimia dan mikrobiologi. Pada penelitian utama faktor yang diuji pengaruhnya adalah suhu larutan minuman ringan berkarbonasi dan lama penyimpanan. Perlakuan suhu larutan minuman ringan berkarbonasi 7°C selama penyimpanan pada suhu ruang menunjukkan nilai organoleptik berkisar 3,0-9,0; pH 6,14-6,25; log TPC 4,79-5,40 CFU/ml; TVB 9,66-28,05 mgN/100g. Perlakuan suhu larutan minuman ringan berkarbonasi 25°C selama penyimpanan pada suhu ruang menunjukkan nilai organoleptik berkisar 3,0-9,0; pH 6,18-6,34; log TPC 4,84-6,17 CFU/ml; TVB 9,52-28,7405 mgN/100g. Perlakuan suhu ruang 27°C selama penyimpanan pada suhu ruang menunjukkan nilai organoleptik berkisar 3,0-9,0; pH 6,49-6,62; log TPC 4,86-6,39 CFU/ml; TVB 9,80-29,12 mgN/100g.Kata kunci: ikan nila, kemunduran mutu, minuman berkarbonasi
Application Of Carrageenan In Making of Skin Lotion Erungan, Anna Carolina; Purwaningsih, Sri; Anita, Syeni Budi
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12, No 2 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of the study is to utilize carrageenan into skin lotion making as a thickener, stabiliser, emulsifier and humectan. The concentration of carrageenan that used were 0%, 1%, 2%, and 3%. Parameter observed were sensory charracteristic, chemical charracteristic, and physic. Skin lotion made from the best carrageenan concentration stored for 30 days in room temperature, and then compared with other skin lotion added with and without setyl alcohol, and also skin lotion without carrageenan. Parameter observed were skin humidity, sensory charracteristic, physical and chemical charracteristic, and also total microbial after 3 months storage. The results showed that skin lotion with 2% carrageenan has the best quality with parameter sensory of panel preferences was from quite likely until most likely, pH 7,5; viscosity 5675 cP, and emulsion stability was 100%, skin humidity value has the highest percentage and showed the lowest decrease of skin humidity compare with product with and without setyl alcohol, and product without carrageenan. Panel preferences decreased during 30 days storage even physical and chemical characteristic were in still good condition, pH product tend to be constant, where viscosity increased. After 3 months storage, total microbial was 1,0 x 10^1 cfu per gram, while the product added with setyl alcohol has no microbial colony. Poduct without setyl alcohol and without carrageenan has 2,0 x 10^1 cfu per gram. The product is safe to use, where total microbial was below standard of SNI 16-4399-1996 that is 1,0 x 10^2 cfu per gram.Keywords: Skin lotion, carrageenan, setyl alcohol, skin humidity, emulsion stability.
ANATOMI, KOMPONEN BIOAKTIF DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN MANGROVE API-API (Avicennia Marina) Jacoeb, Agoes Mardiono; Purwaningsih, Sri; ., Rinto
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14, No 2 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study about chemical and physical characteristics, bioactive compounds and  antioxidant activity of mangrove api-api (Avicennia marina) leaf have been done.  The structure of leaf tissues was analyzed with microscopic method, chemical compositions were determined by proximate analysis, antioxidant activity was determined by DPPH method, while bioactive compounds were determined by phytochemical assay. The microscopic analysis shown that api-api’s leaf have common feature dicotyl leaves structure, but it has a unique additional structure, that was salt extruding gland.  The result of proximate analysis showed that api-api’s leaf was high in crude fiber (4.12%) and carbohydrate (23.00%).  Ethyl acetate extract of api-api’s leaf showed higher antioxidant activity than hexane and methanol extracts, with IC value is 182.33 ppm.  The ethyl acetate extract in concentration 300 ppm had higher ability to inhibite autooxidation that occurred in oil/water emulsion.  Flavonoid, steroid dan reduction sugar were detected in api-api leaf extract.Keywords: antioxidant activity, Avicennia marina, DPPH, flavonoid, salt extruding gland.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KOMPONEN BIOAKTIF PADA SELADA AIR (Nasturtium officinale L . R. Br) Salamah, Ella; Purwaningsih, Sri; Permatasari, Ellis
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14, No 2 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Watercress (Nasturtium officinale L. R. Br) is aquatic plant that grown across mainland Europe and Asia. Beside as food  watercress also as help detoxify the liver, purify the blood and improve digestion. Research about properties of watercress for human health is still not fully elucidated. This research was aimed to measure rendement, chemical content of watercress, bioactive compounds, antioxidant activity and peroxide number of watercress and its parts (leaves and stems). The yield of leaves and stems were 23.43% and 59.38%, respectively. Water, protein, lipid, ash, acid insoluble ash and carbohydrate contents obtained from proximate analysis were 94.64%, 2.11%, 0.22%, 1.14%, 0.29% and 1.90%, respectively. Based on phytochemical test, watercress contained alkaloids, steroids/triterpenoids, phenols hydroquinone, carbohydrates and free amino acids. Test of antioxidant activity using DPPH method resulting IC  of the extract of intact watercress, leaves and stems were 337.32 ppm, 331.39 ppm and 439.10 ppm, respectively. The leaves extract has been shown to reduce the peroxide number of 0,8mg eq/kg bulok. Keywords: antioxidant, bioactives compounds, peroxide number, proximate, watercress.
FORMULASI TEPUNG PELAPIS SAVORY CHIPS IKAN NIKE (Awaous melanocephalus) Yusuf, Nikmawatisusanti; Purwaningsih, Sri; Trilaksani, Wini
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15, No 1 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fish savory chips is one type of fish-based snacks with a crunchy texture and crispy. Crispiness is a typical characteristic of the chips product. Utilization of nike fish (Awaous melanocephallus) as raw material for a snack is one of fishery products diversification, as well as an alternative of a healthy snack with high nutritional content. The purpose of this study was to determine the formula of coating powder of nike fish savory chips which highly nutritions. Three formula of powder with ratio of 2:1 were used (A = rice flour and tapioca; B =  tapioca flour and wheat; C = wheat flour and rice) and added with natrium bicarbonate (baking soda) as crisp makers with different concentrations (1%, 1.5%, and 2%), and spices consisting of salt, pepper, garlic, and coriander. The analyses performed included crispiness and organoleptic. The formula chosen was determined by Bayes test. The results of crispiness measurement showed that the formula A (rice flour and tapioca flour (2:1)) had the best crispy value, compared to B (flour & tapioca flour (2:1)), and C (wheat andrice flour (2:1)). Formula that used of 1.5% crisp maker had a better crispness value than 1% and 2%. Bayes test results showed that formula A with a concentration of 1.5% crisp maker was the best formula for nike fish savory chips.Key words: Awaous melanocephalus, formulation, crispiness, savory chips
Diversification Kerupuk Opaque Product with Addition Of Layur Fish (Trichiurus sp.) Meat Salamah, Ella; Susanti, Mar’atun Rohmah; Purwaningsih, Sri
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11, No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan layur merupakan salah satu jenis ikan air laut yang ada di Indonesia. Ikan ini belum banyak dimanfaatkan sebagai sumber pangan. Upaya peningkatan kesukaan dan pemanfaatan terhadap ikan ini adalah adanya diversifikasi menjadi produk yang digemari salah satunya adalah kerupuk opak. Kerupuk opak merupakan salah satu bentuk produk kerupuk yang cukup dikenal di Sukabumi. Kerupuk opak dibuat dari singkong secara sederhana dan tidak harus menggunakan teknologi proses yang rumit, sehingga dapat diterapkan dalam usaha skala kecil atau skala rumah tangga. Penelitian dilakukan dalam dua tahap yaitu pendahuluan dan utama. Konsentrasi daging ikan layur (Trichiurus sp) yang digunakan pada penelitian pendahuluan meliputi 0% (kontrol) dan dengan penambahan daging ikan layur (Trichiurus sp) sebesar 6 %, 12 %, 18 %, 24 % dan 30 %. Penelitian tahap pendahuluan panelis lebih menyukai kerupuk opak dengan konsentrasi daging ikan sebesar 6% berdasarkan uji sensori. Kerupuk opak ikan terpilih tersebut digunakan pada penelitian utama dengan perlakuan pengemasan plastik PE (polietilen) tertutup (sealer) dan terbuka (tidak disealer), serta disimpan selama 6 minggu. Penelitian utama panelis lebih menyukai kerupuk opak ikan 6 % dengan kemasan terbuka pada penyimpanan minggu ke-1. Kerupuk opak ikan 6% dengan kemasan terbuka memiliki kadar air yaitu 14,05 %, kadar abu 4,70 %, protein 6,81 %, lemak antara 0,76 %, dan karbohidrat 73,90 %. Kerupuk opak ikan 6 % yang disimpan selama 1 minggu memiliki aktivitas air sebesar 0,64, tingkat kekerasan/kerenyahan sebesar 931,25 gf, volume pengembangan kerupuk 6,66 %, dan nilai Total Plate Count (TPC) rata-rata sebesar 2,25x102 koloni/ml.Kata kunci: kerupuk, ikan layur, pengemasan, penyimpanan
Co-Authors Abdurachman Abdurachman Afni, Fahriza Sri Agoes M Jacoeb, Agoes M Agoes Mardiono Jacoeb Agustinus Rumlus Anna Carolina Erungan Apit Setiani Arie F Kawulur Atik Andriana Azrifitria, Azrifitria Bagus Sediadi Bandol Utomo, Bagus Sediadi Bandol Bambang P. Priosoeryanto Berti Yolida Chandra, Muhammad Cicilia Ika Wulandari Deisy Mandolang Dewi Gayatri DEWI, MERLINDA KEMALA Dikki Setiyawan, Dikki Dolorosa, Maretty Twentyna Donna, Bella Effionora Anwar Eka Ayuningrat Eka Deskawati Ekowati Handharyan, Ekowati Ella Salamah Ellis Permatasari Enie Novieastari, Enie Fatrichia T. Waani Firdaus, Riril Mardiana Fitriany Podunge, Fitriany Gian P Apriyana Gina Kaligis Hajat, Arifoel Henry Tamboto Hidayati, Alif Noor Ida Purniawati, Ida Ila Rosilawati Indah Ria Lestari, Indah Ria INDIASTUTI, DANTI NUR J. Rumawir Jeane Rumawir johny manaroinsong Joko Santoso Joko Sulistyo Kevin Tando Kustiariyah Tarman Laksono Trisnantoro Lubis, Ahmad Fauzan M. Nur Adnin, M. Nur Mala Nurilmala Manulang, Benny Mar’atun Rohmah Susanti Mareyke G.V. Sumual Masikah Maylan Dewi, Masikah Maylan Moh. Ismail Mustaring Mustaring Natalia Prodiana Setiawati Nehru Nehru Nikmawatisusanti Yusuf Nining H. Otoluwa Noor Cholies Nurhikma, Nurhikma Nurjanah Nurjanah Octaviantie, Prillye Deasy Peranginangin, Rosmawati Pernamasari, Rieke Purwani Istiana, Purwani Purwanti Ningsih Rahman, Dewi Rahmayani Rahmatia Garwan Reryd Arindany Wiryawan, Reryd Arindany Reza Dewantoro Rika Kurnia Rimbawan , Rimbawan Rimbawan Rini Rita T Marpaung Rinto . Riviani Riviani, Riviani Ruddy Suwandi Rusdin Rusdin Sabila Rosyad, Yafi Santi Mokoagouw Sereli Pia Setiawati, Yuani Setiyadi, Agus Siti Madanijah Sri Utami Dewi Susanti, Mar?atun Rohmah Syeni Budi Anita Tasviri Efkar TATI NURHAYATI Taufik Hidayat Tika A. Budiarti Tiza Yunisca Sari Triono, Riyan Utamayasa, I Ketut Alit Vinus Maulina Wenny Artanty Nisman, Wenny Artanty Wenny Savitri, Wenny Widyawati Widyawati Wini Trilaksani Yoahnes Sondegau