Yustinus Purwamargapratala
Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir (PTBIN) – BATAN Kawasan PUSPIPTEK, Serpong, Tangerang

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH DOPAN Pb DAN Sb TERHADAP ENERGI AKTIVASI SUPERKONDUKTOR BSCCO-2212

Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 17, No 1 (2011): Februari 2011
Publisher : Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.367 KB)

Abstract

PENGARUH DOPAN Pb DAN Sb TERHADAP ENERGI AKTIFASI SUPERKONDUKTOR BSCCO-2212. Telah dilakukan penelitian pengaruh dopan Pb dan Sb terhadap energy aktifasi superkonduktor BSCCO-2212. Garam-garam nitrat dari Bismuth, Stronsium, Calsium, dan Copper dicampur pada perbandingan stoikiometri Bi:Sr:Ca:Cu = 2:2:1:2. Campuran dilarutkan dalam garam cair urea dengan pemanasan dan pengadukan pada temperatur 120oC selama 16 jam, kemudian dipirolisis . Hasil pirolisis digerus, dikalsinasi dan disinter dengan temperatur 845 oC selama 10 jam, sintesa diulang dengan penambahan dopan Pb, Sb, dan Pb+Sb dengan fraksi dopan 0,1 terhadap Bi. Hasil sintering diuji efek meissner, mikroskop optik, difraksi sinar-X, dan LCR meter. Pengujian menyimpulkan bahwa terbentuk superkonduktor BSCCO-2212. Penambahan dopan Pb menjadikan konduktifitas tertinggi 9,37x10-3 S/cm dan energi aktifasi terendah sebesar 3197,68 eV pada rentang temperatur 80-240 K. Kata kunci : dopan, energi aktivasi, superkonduktor BSCCO-2212 INFLUENCE OF Pb AND Sb OF BSCC0-2212 SUPERCONDUCTOR CONDUCTIVITY AND ENERGY ACTIVATION. The influence of Pb and Sb dopan of BSCCO-2212 superconductor conductivity and activation energy have been done. Nitrate salts of bismuth, strontium, calcium, and copper stochiometry were mixed in the ratio Bi:Sr:Ca:Cu=2:2:1:2. Mixture were dissolved in a molten salt of urea with heating and stirring at a temperature of 120oC for 16 hours. The pyrolysis were pulverized, calcined, and sintered at themperature of 845 oC for 10 hours, the syntesed was repeated with the addition of Pb, Sb, and Pb+Sb. Dopan with 0.1 dopan fraction of Bi. Sintering result was tested with meissner effect, optical microscopy, X-ray diffraction, and LCR-meters. It is concluded that the formed superconductor BSCCO-2212. Addition of Pb dopan result in a highest conductivity of 9,37x10-3 S/cm and the lowest activation energy of 3197.68 eV in the temperature range 80-240 K. Key words : dopan, activation energy, BSCCO-2212 superconductor

KARAKTERISASI SIFAT INTRINSIK RING YBa2Cu3O7-x TANPA DAN DENGAN BAHAN ADITIF PVA

Jurnal Sains Materi Indonesia Edisi Khusus, Oktober 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Material - National Nuclear Energy Agency of

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KARAKTERISASI SIFAT INTRINSIK RING YBa2Cu3O7-x TANPA DAN DENGAN BAHAN ADITIF PVA. Telah dilakukan karakterisasi sifat intrinsik ring YBa2Cu3O7-x tanpa dan dengan bahan aditif PVA. Ring tanpa aditif PVA mengalami kerusakan (patah) setelah beberapa bulan disimpan. Stuktur mikro, struktur kristal dan sifat listrik ring YBa2Cu3O7-x yang rusak dianalisis berturut-turut dengan SEM (EDAX), XRD dan probe empat titik. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada ring yang patah terdapat unsur Y, Ba dan Cu dengan perbandingan mol berturut-turut 1 : 2 : 3. Puncak-puncak difraksi dari ring yang patah bersesuaian dengan puncak-puncak difraksi fasa-123. Suhu transisi kritis Tc ring sebelum dan sesudah patah relatif tidak berubah yaitu sekitar 91 K. Analisis dengan SEM menunjukkan adanya retakan-retakan mikro (micro cracks) di dalam ring yang patah. Disimpulkan bahwa sifat intrinsik superkonduktor pada ring yang patah tidak berubah. Kemungkinan penyebab terjadinya patahan adalah akibat proses kompaksi yang tidak sempurna. Penambahan PVA sampai 30 % berat sebagai bahan aditif dalam proses kompaksi menyebabkan ring tidak patah dan bebas dari retakan-retakan mikro, dan sifat intrinsik superkonduktor tidak berubah.

STRUKTUR KRISTAL DAN MAGNETORESISTANCE PEROVSKITE La0,7Ca0,3MnO3 PADA SUHU KAMAR

Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 13, No 2 (2012): Agustus 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.723 KB)

Abstract

STRUKTUR KRISTAL DAN MAGNETORESISTANCE PEROVSKITE La0,7Ca0,3MnO3PADA SUHU KAMAR. Studi banding struktur kristal dan magnetoresistance (MR) perovskiteLa0,7Ca0,3MnO3 (LCMO) terhadap senyawa induk LaMnO3 (LMO) dan CaMnO3 (CMO) telahdilakukan untuk mempelajari perubahan resistivitas LCMO akibat perubahan medan magnetluar pada suhu kamar. Cuplikan LCMO, LMO dan CMO disintesis dengan metode High EnergyMilling (HEM). Prekursor hasil milling dicetak menjadi pelet dan disinter pada Ts = 1350 ºCselama 6 jam. Analisis kualitatif dilakukan dengan teknik difraksi sinar-x metode Rietveld. EfekMR cuplikan diukur dengan metode Four Point Probe (FPP) dan morfologi permukaan peletdiamati dengan Scanning Electron Microscope (SEM). Ketiga cuplikan memiliki struktur kristalortorombik, grup ruang: Pnma, No. 62. Parameter kisi LCMO dapat dikonfirmasi hinggaketelitian 4 angka di belakang koma, yakni a = 5,4851(3) Å, b = 7,7601(4) Å, c = 5,5185(2) Å.Parameter kisi LMO dan CMO berturut-turut adalah: a = 5,4405(9)Å, b = 7,717(1) Å, c =5,537(1) Å dan a = 5,2973(6) Å, b = 7,477(1) Å, c = 5,281(1) Å. Cuplikan LCMO, LMO dan CMOmemiliki ukuran butir sekitar 1.000 nm, berbentuk bulat, dan setiap butir dibangun oleh rata-rata27 kristalit. Harga MR cuplikan LCMO, LMO dan CMO pada suhu kamar berturut-turut -10,1; -7,3 dan -12,3 %. Harga MR ini setara dengan harga GMR berbasis multilayers[Cu/NiFeCo]x10/Ta. Bulk perovskite La0,7Ca0,3MnO3 dapat dimanfaatkan untuk mendeteksimagnetic microbeads dan ferrofluid.

CRYSTAL STRUCTURE ANALYSIS OF LaMnO3 WITH X-RAY DIFFRACTION TECHNIQUE USING THE RIETVELD METHOD

Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 1 (2010): Oktober 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Crystal structure analysis of LaMnO3 using the Rietveld metohod has been carried out. The LaMnO3 sample was synthesized with high energy mechanical milling from the raw materials of La2O3 and MnO2 with the appropriate mol ratio. Milling were performed for 10 hours, peletisized and hereinafter sintered at 1350 °C for 6 hours. The sample characterizations covered the crystal structure and electric-magnetic properties of the materials by X-ray diffraction technique using the Rietveld method and the four point probe, respectively. The Rietveld refinement results based on the X-rays diffraction data indicate that the sample of LaMnO3 is single phase with the crystal system: orthorhombic, the space group: Pnma No. 62 and the lattice parameters: a = 55.4405(9) Å; b = 7.717(1) Å dan c = 5.537(1) Å. The material owns Magnetic Resonance (MR) respond of 7%, the mean value of crystallite size, D = 17 nm and lattice strain, e = - 0.5%. So, the material go through a compressive strain, and according to the Nanda’s strain model, it becomes a type G antiferromagnetic insulator. Because the insulator properties of the material does not change although being hit by the external magnetic field, hence the MR respon is only caused by the order of electron spin. Therefore at room temperature, LaMnO3.0 just exhibits a small MR respon.Keywords: Crystal structure, LaMnO3, X-Ray Diffraction, Rietveld methode.

KARAKTERISASI ZEOLIT ALAM LAMPUNG TERAKTIVASI ASAM KLORIDA DAN TERMODIFIKASI ASAM FOSFAT

Buletin Limbah Vol 16, No 3 (2013): Nopember 2013
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KARAKTERISASI ZEOLIT ALAM LAMPUNG TERAKTIVASI ASAM KLORIDA DAN TERMODIFIKASI ASAM FOSFAT. Tujuan penelitian ini adalah mengkarakterisasi zeolit alam asal Lampung yang diaktivasi dengan asam klorida dan dimodifikasi dengan asam fosfat. Zeolit alam diaktivasi menggunakan asam klorida 1 N dan dimodifikasi dengan asam fosfat dan natrium bikarbonat. Hasil karakterisasi zeolit alam menggunakan difraksi sinar-X diketahui termasuk jenis klinoptilolit dan derajat kristalinitas zeolit aktivasi lebih tinggi dibandingkan zeolit termodifikas maupun zeolit tanpa perlakuani. Hasil karakterisasi menggunakan scanning electron microscopy terlihat zeolit alam yang diaktivasi dan dimodifikasi lebih bersih dibandingkan zeolit alam tanpa perlakuan tetapi tidak berubah strukturnya. Sedangkan hasil karakterisasi parameter volume pori, luas permukaan dan diameter pori zeolit aktivasi dan zeolit modifikasi berturut-turut adalah 1470 mL/g dan 1480 ml/g; 1,63 m 2 /g dan 1,79 m 2 /g; serta 36,28 Å dan 33,12 Å. . Hasil uji pendahuluan menunjukan bahwa kapasitas tukar kation (KTK) zeolit alam Lampung tanpa perlakuan, zeolit alam yang diaktivasi dan dimodifikasi berturut-turut adalah 93,03 mek/100g dan 125,23 mek/100g, dan 149,62 mek/100g. Kata kunci: zeolit teraktivasi, zeolit termodifikasi, klinoptilolit, derajat kristalinitas, kapasitas tukar kation. CHARACTERIZATION OF LAMPUNG NATURAL ZEOLITE ACTIVATED ACID CHLORIDE AND ACID PHOSPHATE MODIFIED. The research of characterize acid activated-natural zeolite and modified natural zeolite have been done. Natural zeolites was obtained from Lampung and some of them were activated using hydrochloric acid 1N and the other was modified by fosforic acid and sodium bicarbonate. X-ray diffraction patterns of natural zeolites showed that all the zeolites have klinoptilolit crystal structure. The crystallinity degree of activated natural zeolite were better than that of modified zeolite and untreated natural zeolite. Scanning electron microscopy (SEM) images of those zeolites revealed that activated natural zeolite and modified zeolite was cleaner than untreated natural zeolite but the structure of zeolite still exists. The values of pore volume, surface area, and pore diameter of modified zeolite and activated zeolite were 1470 mL/g and 1480 ml/g; 1.68 m2/g and 1.80 m2/g; 35.05 Å and 32.95 Å, respectively. The result of preliminary test showed that cation exchange capacity of Lampung natural zeolite, activated zeolite and modified zeolite were 93.03 meq/100g; 125.23 meq/100g; and 149.62 meq/100g, respectively. Keywords: activated zeolite, modified zeolite, klinoptilolit, crystallinity degree, cation exchange capacity.

KAPASITAS ADSORPSI ARANG BAMBU DAN ARANG BAMBU TERAKTIVASI BASA DALAM MENYERAP ION Cr6+

Buletin Limbah Vol 16, No 3 (2013): Nopember 2013
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KAPASITAS ADSORPSI ARANG BAMBU DAN ARANG BAMBU TERAKTIVASI BASA DALAM MENYERAP ION CR6+. Penelitian karakterisasi dan penentuan kapasitas adsorpsi arang bambu dan arang bambu teraktivasi basa dalam menjerap ion Cr 6+ telah dilakukan. Hasil karakterisasi arang bambu dan arang bambu teraktivasi basa menggunakan scanning electron microscope (SEM) diketahui bentuk pori dari kedua jenis arang berbentuk lingkaran dengan diameter mencapai 5 μm dan mempunyai topografi permukaan cenderung bergelombang tetapi pori-pori arang bambu teraktivasi basa lebih bersih. Hasil uji pendahuluan untuk parameter kadar air, kadar abu, daya serap terhadap iodin, serta kapasitas tukar kation dan anion berturut-turut untuk arang bambu dan arang bambu teraktivasi basa adalah 4,42% dan tidak terdeteksi; 7,33% dan 15,53%; 114,24 mg/g dan 729,85 mg/g; 4,00 mg/100g dan 6,46 mg/100g; 11,20 mg/100g dan 22,40 mg/100g. Studi optimasi menggunakan sistem adsorpsi tumpak diperoleh waktu kontak optimum 30 menit dan pH optimum 3. Model Langmuir lebih sesuai untuk proses kesetimbangan adsorpsi isotermal dengan kapasitas adsorpsi optimum untuk adsorben arang bambu dan arang bambu teraktivasi basa meningkat dari 0,229 mg/g menjadi 1,577 mg/g. Kata kunci: kapasitas adsorpsi, arang bambu, aktivasi basa CHARACTERIZATION STUDIES AND DETERMINATION OF ADSORPTION CAPACITY OF BAMBOO CHARCOAL AND BAMBOO CHARCOAL ACTIVATED ALKALINE IONS ADSORB CR6+. Characterization studies and determination of adsorption capacity of bamboo charcoal and bamboo charcoal activated alkaline ions adsorb Cr6+ has been done. Characterization results of bamboo charcoal and activated bamboo charcoal bases using scanning electron microscope (SEM) is known to form the pore of the two types of charcoal circular with a diameter estimated at 5 ım and have tended bumpy surface topography but the pores of activated bamboo charcoal alkaline cleaner. Preliminary test results for parameters water content, ash content, absorption of iodine, as well as cation and anion exchange capacity in a row for bamboo charcoal and bamboo charcoal activated base is 4.42% and not detectable; 7.33% and 15.53 %, 114.24 mg / g and 729.85 mg / g, 4.00 mg/100g and 6.46 mg/100g; 11.20 and 22.40 mg/100g mg/100g. Optimization study using a batch adsorption system obtained optimum contact time 30 min and pH optimum 3. Langmuir model is more suitable to the isothermal adsorption equilibrium process with optimum adsorption capacity of adsorbents bamboo charcoal and activated bamboo charcoal base increased from 0.229 mg/g to 1.577 mg/g. Keywords: adsorption capacity, bamboo charcoal, alkaline activation

KARAKTERISASI ZEOLIT ALAM LAMPUNG TERAKTIVASI ASAM KLORIDA DAN TERMODIFIKASI ASAM FOSFAT

Jurnal Teknologi Pengelolaan Limbah Vol 16, No 3 (2013): November 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13012.593 KB)

Abstract

KARAKTERISASI ZEOLIT ALAM LAMPUNG TERAKTIVASI ASAM KLORIDA DAN TERMODIFIKASI ASAM FOSFAT. Tujuan penelitian ini adalah mengkarakterisasi zeolit alam asal Lampung yang diaktivasi dengan asam klorida dan dimodifikasi dengan asam fosfat. Zeolit alam diaktivasi menggunakan asam klorida 1 N dan dimodifikasi dengan asam fosfat dan natrium bikarbonat. Hasil karakterisasi zeolit alam menggunakan difraksi sinar-X diketahui termasuk jenis klinoptilolit dan derajat kristalinitas zeolit aktivasi lebih tinggi dibandingkan zeolit termodifikas maupun zeolit tanpa perlakuani. Hasil karakterisasi menggunakan scanning electron microscopy terlihat zeolit alam yang diaktivasi dan dimodifikasi lebih bersih dibandingkan zeolit alam tanpa perlakuan tetapi tidak berubah strukturnya. Sedangkan hasil karakterisasi parameter volume pori, luas permukaan dan diameter pori zeolit aktivasi dan zeolit modifikasi berturut-turut adalah 1470 mL/g dan 1480 ml/g; 1,63 m 2 /g dan 1,79 m 2 /g; serta 36,28 Å dan 33,12 Å. . Hasil uji pendahuluan menunjukan bahwa kapasitas tukar kation (KTK) zeolit alam Lampung tanpa perlakuan, zeolit alam yang diaktivasi dan dimodifikasi berturut-turut adalah 93,03 mek/100g dan 125,23 mek/100g, dan 149,62 mek/100g. Kata kunci: zeolit teraktivasi, zeolit termodifikasi, klinoptilolit, derajat kristalinitas, kapasitas tukar kation.

REGANGAN KISI DAN UKURAN BUTIR ELEKTROLIT PADAT KOMPOSIT ALKALI-ALUMINA

Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 16, No 2 (2010): April 2010
Publisher : Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.614 KB)

Abstract

ABSTRAK REGANGAN KISI DAN UKURAN BUTIR ELEKTROLIT PADAT KOMPOSIT  ALKALI-ALUMINA. Penelitian regangan kisi dan ukuran butir elektrolit padat  alkali-alumina telah dilakukan. Komposit alkali-alumina yang yang diteliti adalah alumina dengan penambahan bahan alkali Ba, Ca, Na, dan Li ke bahan alumina dan alumina tanpa penambahan alkali. Bahan aluminium hidroksida dan garam alkali nitrat dicampur dengan perbandingan mol 1:1 dalam larutan air, dilakukan evaporasi dan pirolisis pada temperatur 300 0C selama 1 jam. Hasil pirolisis dicampur alumina dengan perbandingan berat 1:1, dikompaksi, dan dipanaskan 600 0C selama 3 jam. Karakterisasi hasil sintesa digunakan dengan XRD (X-Ray Difractometer) pada 2θ antara 20o-80o dengan target CuK. Hasil analisa menunjukkan bahwa  terjadi penurunan intensitas dan pergeseran puncak difraksi setelah penambahan alkali, sudut difraksi semakin membesar. Penambahan alkali Ca, Ba, Na, dan Li menjadikan penurunan regangan kisi menjadi 0,0028; 0,0016; 0,0015; dan 0,0007 dari regangan kisi alumina 0,004. Ukuran butir alumina-alkali pada Ba-alumina, Na-alumina, dan Li-alumina mengecil menjadi 75,814; 69,7948; dan 48,4003 nm, sedangkan pada Ca-alumina menjadi lebih besar yaitu 183,7855 nm, ukuran butir alumina sebelum penambahan alkali adalah 138,3441 nm. Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi dalam pemilihan komposit alkali-alumina dengan konduktifitas ionik terbesar dan metodenya dapat digunakan pada bahan bakar nuklir. Kata kunci : Regangan kisi, ukuran kristalit, elektrolit padat, alkali-alumina   ABSTRACT LATTICE STRAIN AND GRAIN SIZE SOLID COMPOSITE ELECTROLITE OF ALKALI-ALUMINA. Research of lattice strain and cristalite size of solid electrolyte of alumina–alkali has been done. Alkali-alumina composites studied are alumina with the addition of alkaline materials Ba, Ca, Na, and Li into the material of alumina and alumina without the addition of alkali. Material hidroksida aluminum nitrate alkali and salt mixed with  mol comparison 1:1 in water solution was do evaporated and pirolysis at temperatures 300 0C for 1 hour.  Pirolysis  results was mixed alumina comparison mol with 1:1, compacted, and heated  600 0C for 3 hours. Characterization results used with XRD (X-Ray Difractometer). Results of analysis show at 2θ = 20o-80o to the CuK target  that the intensity decrease and shift in diffraction peak after the addition of alkali, the diffraction angles increase. The addition of alkali Ca, Ba, Na, and Li was decreased in lattice strain be 0.0028, 0.0016, 0.0015, and 0.0007 from 0.004 alumina lattice strain. Alumina grain size the alkali-alumina in Ba-alumina, Na-alumina, and Li-alumina over a 75.814, 69.7948 and 48.4003 nm, while the Ca-alumina outgrow the 183.7855 nm, the grains size of alumina before the addition of alkali is 138.3441 nm. The results of this research can provide information in the selection of alkali-alumina composite with the largest ionic conductivity and the methode can applied to nuclear fuel. Keywords: Lattice strain, the size kristalit, solid electrolyte, alkali-alumina

SINTESIS SUPERKONDUKTOR YBa2Cu3O7-x SECARA KOPRESIPITASI UNTUK APLIKASI INDUSTRI NUKLIR

Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 15, No 4 (2009): Oktober 2009
Publisher : Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.851 KB)

Abstract

ABSTRAK SINTESIS SUPERKONDUKTOR YBa2Cu3O7-x SECARA KOPRESIPITASI UNTUK APLIKASI INDUSTRI NUKLIR. Telah dilakukan penelitian sintesa superkonduktor YBa2Cu3O7-x (YBCO-123) secara kopresipitasi. Campuran garam-garam nitrat dengan komposisi stoikiometris 1:2:3 diatur tingkat keasamannya dengan penambahan amonia sehingga terjadi pengendapan bersama. Dengan perlakuan panas untuk proses pirolisis, kalsinasi, dan sinter maka didapatkan superkonduktor. Hasil uji meissner menunjukkan adanya levitasi, observasi x-ray diffraction menunjukkan adanya fasa YBCO-123, hal ini didukung dengan adanya morfologi YBCO-123 dari hasil scanning electro microscopic, sedangkan hasil pengukuran  LCR meter menunjukkan fenomena konduktansi yang meningkat dengan penurunan temperatur. Kata kunci : sintesa, YBa2Cu3O7-x, kopresipitasi, industri nuklir ABSTRACT SYNTHESIS OF YBa2Cu3O7-x SUPERCONDUCTOR BY COPRESIPITATION FOR NUCLEAR INDUSTRY APPLICATIONS. Synthesis research has been done superconducting YBa2Cu3O7-x (YBCO-123) in copresipitation. Mixture of nitrate salts with 1:2:3 composition stoichiometry acid levels regulated by the addition of ammonia that occur with precipitation. With heat treatment for pyrolysis process, calsination, and sintering the obtained superconductors. Meissner test results indicate levitation, observed X-ray diffraction showed the existence of YBCO-123 phase, it is supported by the morphology of the YBCO-123 scanning electro microscopic results, while the LCR meter measurement results show that the phenomenon of conductance increases with decreasing temperature. Keywords: synthesis, YBa2Cu3O7-x, copresipitation, nuclear industry

INHIBITION CHARACTER ANALYSIS OF CORROSION INHIBITOR ON CARBON STEEL MATERIALS IN 1M HCL SOLUTION USING THE EIS METHOD

SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 19, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.84 KB)

Abstract

Research on the effect of the concentration of the inhibitor on the corrosion behavior of carbon-steel material has been done. The research was started by immersing the prepared carbon-steel plate in a 1 M HCl en-vironment. After that, corrosion inhibitor was added with several concentrations, which are 0, 100, 200, 300, and 400 ppm in to that environment, to be stirred using a magnetic stirrer at 300 rpm for 30 minutes under room temperatur condition. The effect of the added inhibitor was then analyzed using the Electrochemical Impedance Spectroscopies (EIS) method. The experiment results showed that the greater the concentration of the inhibitor, the greater the resistance, so that the metal is more pro-tected from corrosion attack. The calculation results showed that the inhibitor efficiency is directly proportional to the concentration of inhibitor that is achieved at a concentration of 400 ppm with an efficiency of 71.24%.