Bambang Purwadi
Pusat Pengembangan Radioisotop dan Radiofarmaka, BATAN, Serpong.

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMISAHAN FRAKSI RADIOIOD DALAM PROSES Mo-99 HASIL FISI U-235 DAN PENGGUNAANNYA UNTUK PEMBUATAN HIPPURAN-I-131 Soenarjo, Sunarhadijoso; Gunawan, Adang Hardi; Wisnukaton, Kadarisman; Purwadi, Bambang; Sukmana, Ateng; Sriyono, Sriyono; Rukman, Rukman
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 1, No 1 (1998): Jurnal PRR 1998
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3971.795 KB)

Abstract

PEMISAHAN FRAKSI RADIOIOD DALAM PROSES 99Mo HASIL FISI 235U DAN PENGGUNAANNYA UNTUK PEMBUATAN HIPPURAN-131I. Proses produksi radioisotop 99Mo dari reaksi fisi 235U menghasilkan fraksi radioaktif non-molibdenum yang dikelompokkan dalam 3 macam fraksi, yang selama ini di PPR - BATAN masih diperlakukan sebagai limbah radioaktif, yaitu fraksi radioiod, fraksi radioxenon (gas mulia) dan fraksi uranium pasca iradiasi. Fraksi radioiod diharapkan mempunyai potensi sebagai sumber pengadaan radioisotop 131I, dan oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan upaya pemisahan lebih lanjut fraksi radioiod tersebut sebagai larutan "bulk" Na131I. Pemisahan dilakukan melalui pemerangkapan fraksi radioiod menggunakan kolom serat tembaga, diikuti dengan pemurnian menggunakan kolom karbon. Larutan "bulk" Na131I dihasilkan dengan elusi kolom karbon menggunakan larutan NaOH 0,2 N. Keradioaktifan total larutan "bulk" Na131I yang dihasilkan relatif rendah, diduga antara lain karena sebagian besar fraksi radioiod lolos terlepas dati kolom serat tembaga dan terperangkap dalam "cold finger" yang sebenarya dimaksudkan untuk menangkap fraksi radioxenon. Tetapi karakteristika pH, radiokimia dan radionuklidanya memenuhi persyaratan untuk larutan "bulk" Na131I. Penggunaannya untuk menandai senyawa Hippuran menghasilkan produk Hippuran-131I dengan rendemen penandaan yang baik. Akan tetapi, penggunaan kolom resin Dowex 1X8 (Cl-) 100 - 200 mesh untuk pemurnian Hippuran-131I perlu dipertimbangkan lagi karena resin tersebut mempunyai potensi cukup besar untuk mengikat spesi Hippuran-131I. SEPARATION OF RADIOIODINE FRACTION IN THE PROCESSING LINE OF 235U FISSION PRODUCED 99Mo AND ITS UTILIZATION FOR PREPARATION OF HIPPURAN-131I. Production process of 99Mo from fission of 235U in RPC - BATAN produces non-moly radioactive fractions. which are classifiable into 3 fractions, i.e. : radioiodine fraction, radioxenon (noble gas) fraction and post irradiated uranium fraction. The radioiodine fraction is expectable to be used as a source for providing radioisotope of 131I, and, therefore, an effort for separation of the radioiodine fraction was carried out. The separation was performed by trapping the radioiodine in a copper-wool column followed by purification using charcoal column. The bulk solution of Na131I was then obtained by eluting the charcoal column with 0.2 N NaOH solution. The total activity of the resulting Na131I bulk solution was relatively low, presumable due to the escape of the radioiodine from the copper-wool column into the cold finger originally used for trapping the noble gas fraction. However, the pH, radiochemical and radionuclidic purities satisfactorily met the specification required for Na131I bulk solution. Radioactive labeling yields on Hippuran with the resulting Na131I bulk solution were also satisfactory, but the purification of the resulting Hippuran-131I using Dowex lX8 (Cl-) 100 - 200 mesh resin should be reconsidered because of the adsorption of Hippuran-131I by the resin.
PENGEMBANGAN PROSES PRODUKSI MOLIBDENUM-99 HASIL FISI DENGAN MENGGUNAKAN TARGET FOIL LOGAM Uranium PENGKAYAAN RENDAH Mutalib, Abdul; Vandegrift, G. F.; Conner, C.; Gunawan, Adang Hardi; Lubis, Hotman; Sukmana, Ateng; Purwadi, Bambang; Wisnukaton, Khadarisman; Jatmiko, Diki Tri; Sriyono, Sriyono
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 3, No 1 (2000): JURNAL PRR 2000
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8009.772 KB)

Abstract

PENGEMBANGAN PROSES PRODUKSI MOLIBDENUM-99 HASIL FISI DENGAN MENGGUNAKAN TARGET FOIL LOGAM URANIUM PENGKAYAAN RENDAH. Badan Tenaga Nuklir Nasional dan Argonne National Laboratory dewasa ini sedang melaksanakan kerja sama penelitian dan pengembangan produksi molibdenum-99 dengan menggunakan foil logam uranium pengkayaan rendah. Pembahasan dalam makalah ini lebih difokuskan terhadap hasil kerja sama pengembangan dan penelitian tersebut yang telah dilaksanakan di Pusat Pengembangan Radioisotop dan Radiofarmaka. Dalam makalah dijelaskan (1) keberhasilan pemisahan dan pemurnian 99Mo dari target foil logam uranium pengkayaan rendah yang telah diiradiasi di reaktor RSG-GA Siwabesy, dan (2) keberhasilan memodifikasi proses Cintichem. Hasil pengembangan pendahuluan metoda kuantitatif elektrodeposisi cemaran uranium dan plutonium di dalam 99Mo juga akan dijelaskan. DEVELOPMENT OF PRODUCTION PROCESSES OF FISSION PRODUCT MOLYBDENUM-99 USING LEU METAL FOIL TARGETS. A collaboration is underway between Indonesian National Nuclear Energy Agency and Argonne National Laboratory to carry out R&D on the production of molybdenum-99 using LEU (Low Enriched Uranium)-metal foil targets. A review in this paper is focused mainly on the results of laboratory experiments conducted at the Center for Development of Radioisotopes and Radiopharmaceuticals, Serpong. It describes succeses in (1) performing separation and purification of 99Mo in the irradiated LEU-metal foil targets, and (2) modifying Cintichem procedure. A method for quantitatively electrodepositing uranium and plutonium contaminants in the 99Mo is also described.
RSG-GAS BASED RADIOISOTOPES AND SHARING PROGRAM FOR REGIONAL BACK UP SUPPLY Soenarjo, Sunarhadijoso; Tamat, Swasono Rahardjo; Suparman, Ibon; Purwadi, Bambang
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 6, No 2 (2003): Jurnal PRR 2003
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK.RADIOISOTOP  BERBASIS  RSG-GAS  DAN PROGRAM KERJASAMA DUKUNGAN PASOKAN  REGIONALSebagai lembaga yang memiliki fasilitas reaktor untuk produksi radioisotop, BATAN perlu meningkatkan efektifItas biaya operasi reaktor melalui pencapaian pendayagunaan secara simultan keseluruhan fasilitas iradiasi yang tersedia dengan didukung pemanfaatan maksimal produk radioisotop yang dihasilkan. Di sisi lain, kebutuhan radioisotop di lingkungan domestik masih jauh di bawah kapabilitas maksimal produksi, tetapi ada kalanya pemenuhan kebutuhan radioisotop harus ditunda karena penyesuaian dengan jadwal operasi reaktor. Kondisi seperti ini teIjadi juga pada kebanyakan negara anggotaRCA (Bantuan KeIjasama Regional) - IAEA. Karena itu suatu program keIjasama dukungan pasokansediaan radioisotop secara regional merupakan pemikiran positif untuk pencapaian efektifItas biaya operasireaktor serta kesinambungan layanan dan pemanfaatan produk radioisotop yang  dihasilkan. Berdasarkan data hasil kegiatan produksi radioisotop domestik selama ini, maka radioisotop 311,9~0, J53Sm,12l dan 32pABSTRACT.RSG-GAS BASED RADIOISOTOPES AND SHARING PROGRAM FOR REGIONALBACK UP SUPPLY.As the owner of  the reactors used for radioisotope production, BATAN needs toincrease the effectiveness of the reactor operation cost that can be achieved by simultaneously exploiting allthe existing irradiation facility, supported by full utilization of the radioisotopes produced. On the other hand,the domestic demand of radioisotopes is much lower than the production capability but sometimes the requestis compulsory to be suspended due to reactor operation schedule. As this condition is mostly similar to that ofseveral countries of RCA Member States, a sharing program for regional back up supply seems to be apositive thought to support expectation on the effectiveness of reactor operation cost and the continuity ofradioisotope product services as well as the utilization of radioisotopes produced. Based on radioactivityachieved in each production batch at the present, 131r, 9~0, J53Sm,12srand 32pradioisotopes may be offeredfor back up supply program. Due to consideration on conformity of user demands with reactor operation andradiochemical processing costs, the concept of back up supply program should performed first by means offull utilization of the available products and not by increasing reactor operation frequency. An informationand communication network system, therefore, is absolutely needed to support infonnation exchange between the radioisotope producer, members of back up supply program and radioisotope customers.Key words: Radioisotopes production and supply, Reactor irradiation facility.