Pujiono Wahyu Purnomo
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 52 Documents
Articles

Zooxanthellae Life Model and Massalization Growth in the Artificial Environment Waters Purnomo, Pujiono Wahyu
SAINTEK PERIKANAN Vol 6, No 1 (2010): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : SAINTEK PERIKANAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.22 KB)

Abstract

Zooxanthellae are part of the phototropic dinoflagellates. This organism  always live as symbiotically with several marine invertebrates. Relationship between zooxanthellae and coral are mutualistic with the transfer nutritif and phisiologis character. With this character, no coral can live without zooxanthellae. Zooxanthellae have vital control on the coral and sessile life. Model of relationship between zooxanthellae and coral are adopted in the artificial environment for take the massalization culture zooxanthellae in the artificial environment. This study was purposed to : (a) Evaluating of environment limiting factors to support optimum growth of zooxanthellae in the artificial environment; (b) Evaluating of purification culture of zooxanthellae and (c) Formulating nutritif to maintenance of maximum gorwth of zooxanthellae. The experiment took place in Natural food and Genetic laboratory of Main Centre of Brackishwater Aquaculture Development Jepara from August 2004 to September 2005. The result showed that: (a) The optimum irradiance for growth of zooxanthellae is green radiance (with comparison 490 - 550 nm); (b) The optimum temperature for growth of zooxanthellae are 20 – 25oC and (c) Adding of 200 µM NaNO3 with repeat again for 16 days,   Key Words: Zooxanthellae, Life Model,Massalization Growth
AN INVESTIGATION ON THE NON SPESIFIC IMMUNE SYSTEM (MUCOSAL) OF TILAPIA (Oreochromis mosambicus) BASED ON HISTOCHEMICAL ANALYZES ., Ruswahyuni; Purnomo, Pujiono Wahyu; Purbomartono, Cahyono
JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT Vol 6, No 3 (2003): Volume 6, Number 3, Year 2003
Publisher : JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.409 KB)

Abstract

Mucus is one of a non-specific defense mechanism, since this is the first element of aquatic organisms, which contact physically, chemically, or biologically with the environment.? The mucus self defense mechanism investigation was carried out on fresh? water fish tilapia (Oreochromis mosambicus).? Eight (8) types of lectine were used to examine residual carbohydrate-based protein from mucous component based on histological and histochemical observation method.? The review was directed as basic information for detail review about physiology adaptation aspects. The results showed that mucous in goblet cells from palatal, gills primary lamella, ecophagus and skin reacted with WGA (Wheat Germ Aglutinin) lectine.? In another part, mucous from the goblet cells in palatal and esophagus cells reacted with PNA (Peanut Aglutinin).? Based on these results, therefore, it can be concluded that mucous from goblet cells in esophagus contains residual of N-asetil glucosamine and/or similar acid ?-galactose and ?-N-acetyl galactomine.? Mucous from goblet cell in palatal contains residual of X-acetyl glucosamine and/or sialat acid and galactose.? While mucous in the gills lamella contains carbohydrate residual, namely N-acetyl glucosamine and/or sialat acid
KELIMPAHAN SERTA PREDASI Acanthaster planci di PERAIRAN TANJUNG KELAYANG KABUPATEN BELITUNG Fahreza, Anugrah Dwi; Purnomo, Pujiono Wahyu; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.047 KB)

Abstract

Kabupaten Belitung khususnya pantai Tanjung Kelayang memiliki potensi ekosistem terumbu karang dengan kondisi yang alami. Sedikitnya penelitian tentang kondisi terumbu karang di kawasan ini, menyebabkan sedikitnya informasi kondisi terumbu karang yang ada, sehingga pengelolaannya menjadi kurang diperhatikan. Pemanfaaatan terumbu karang yang kurang diperhatikan menyebabkan kerusakan terumbu karang menjadi tidak terkontrol, termasuk berkembangnya Acanthaster planci. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui kelimpahan dari Acanthaster planci pada daerah terumbu karang di perairan Tanjung Kelayang, serta mengetahui predasi atau pemangsaan Acanthaster planci pada karang. Metode dalam penelitian ini adalah metode survei dengan Line Intercept Transect (LIT) dan Kuadran Transect ( ukuran 2,5 x 2,5 cm2) digunakan untuk pengambilan data tutupan terumbu karang dan kelimpahan Acanthaster planci serta untuk pengambilan data predasi Acanthaster planci. Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Lengkuas Kabupaten Belitung, mulai bulan Juni sampai Agustus 2012. Pengamatan yang dilakukan terhadap penutupan karang hidup pada stasiun I adalah 5228cm2 dan pada stasiun II adalah 4070cm2. Untuk kelimpahan Acanthaster planci didapatkan pada masing-masing stasiun adalah 7 dan 5 individu, yang dikategorikan mempunyai ancaman lemah karena mempunyai kepadatan kurang dari 14 ind/1000m2 (0,014 individu/m2). Predasi Acanthaster planci yang diamati pada 2 stasiun, dimana pada masing-masing stasiun didapatkan ukuran rata-rata dan tingkat pemangsaan individu, yaitu pada stasiun I 17,8 cm dan stasiun II 19,3 cm dengan predasi rata-rata 176,6 dan 221,3 cm2. Predasi yang terjadi di stasiun II lebih tinggi dari stasiun I dimana tingkat predasi juga dipengaruhi oleh ukuran dari individu yang berbeda pada stasiun I dan II, dengan preferensi utama pemangsaan adalah jenis Acropora Sp.
FLUKTUASI BAHAN ORGANIK DAN SEBARAN NUTRIEN SERTA KELIMPAHAN FITOPLANKTON DAN KLOROFIL-a DI MUARA SUNGAI SAYUNG DEMAK Rahmawati, Iin; Purnomo, Pujiono Wahyu; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.907 KB)

Abstract

Kegiatan yang terdapat di sekitar muara Sungai Sayung seperti aktivitas manusia, pariwisata, industri rumah tangga, pertambakan, serta jalur pelayaran yang terus berlangsung tanpa pengelolaan yang baik dapat menyebabkan perubahan kondisi fisika, kimia, biologi sehingga akan berpengaruh terhadap kandungan bahan organik, nutrien, dan kelangsungan hidup organisme di dalamnya. Tujuan  penelitian  ini  adalah mengetahui fluktuasi dan sebaran bahan organik di muara Sungai Sayung Demak, mengetahui distribusi spasial sebaran bahan organik dan nutiren terhadap kelimpahan fitoplankton, dan mengetahui keterkaitan antara bahan organik terhadap sebaran nutrien dan distribusi nutrien terhadap klorofil-a.Penelitian ini berdasarkan studi kasus dan menggunakan metode purposive sampling untuk pengambilan sampel. Dalam penelitian ini ditentukan lima stasiun pengukuran, dimana pada tiap stasiun dilakukan tiga kali pengulangan. Analisis data bahan organik, nutrien, dan klorofil-a menggunakan metode Regresi Korelasi. Bahan organik dengan nitrat secara linier menunjukkan keeratan yang tinggi dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,8209. Hubungan antara bahan organik dengan fosfat mempunyai nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,7804. Distribusi nutrien terhadap klorofil-a menunjukkan adanya gradasi nilai konsentrasi dimana di muara Sungai Sayung lebih tinggi dan akan semakin rendah menuju ke arah laut lepas. Berdasarkan nilai rata – rata klorofil-a yang diperoleh sebesar 1,027 – 1,353 µg/l, perairan muara Sungai Sayung Demak tergolong kedalam perairan yang bersifat Oligotrofik.
POTENSI DAN PENGELOLAAN SUMBERDAYA IKAN PORA-PORA (Mystacoleucus padangensis Bleeker) DI DANAU TOBA SUMATERA UTARA Ginting, Desty Wahyuni; Ghofar, Abdul; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.21 KB)

Abstract

Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia dan juga merupakan danau vulkanik terbesar di dunia. Danau Toba di Sumatera Utara selama ini menjadi sumber produksi ikan pora-pora (Mystacoleucus padangensis Bleeker). Keberadaan ikan ini cukup membantu perekonomian masyarakat sekitar tetapi kegiatan penangkapan menjadi tidak terkendali sehingga menyebabkan turunnya populasi ikan tersebut. Kondisi yang bersifat kontradiktif ini menyebabkan perlunya dievaluasi kembali jumlah potensi serta pola pengelolaan ikan pora-pora di kawasan Danau Toba Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek produksi, aspek biologi, dan aspek pengelolaan sumberdaya ikan pora-pora di Danau Toba. Aspek produksi meliputi trend CPUE dan jumlah produksi. Aspek biologi meliputi panjang berat dan faktor kondisi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2013 di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Tongging. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan observasi lapangan. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer terdiri dari panjang total dan berat individu ikan pora-pora yang diperoleh dari lapangan. Data sekunder diambil dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara berupa jumlah produksi dan jumlah trip penangkapan selama 2 tahun, yaitu 2008 – 2009. Hasil penelitian menunjukkan diperoleh nilai CPUE alat tangkap doton lebih kecil dibandingkan alat tangkap tanggok dengan nilai 1,64 kg/jam dan 4,72 kg/jam. Pertumbuhan ikan pora-pora bersifat allometric positive dengan nilai b sebesar 3,31. Faktor kondisi (Kn) ikan pora-pora sebesar 1,028 yang berarti bahwa badan ikan kurus atau kurang montok. Sehingga aspek pengelolaan yang dapat diberikan adalah dengan mengatur mesh size alat tangkap yang tidak lebih kecil dari 1,25 inchi.
HUBUNGAN SEBARAN STRUKTUR KOMUNITAS KARANG DENGAN VARIABILITAS KUALITAS LINGKUNGAN DI PERAIRAN TERUMBU DI PULAU BURUNG KABUPATEN BELITUNG Sulaksono, Septian Budi; -, Ruswahyuni; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.15 KB)

Abstract

Pulau Belitung merupakan wilayah kepulauan yang menyimpan kekayaan laut, terutama terumbu karang yang berlimpah. Hal ini disebabkan karena perairan Belitung merupakan perairan tropis. Kehidupan terumbu karang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di perairan tersebut. Berdasarkan kondisi tersebut, maka perlulah dilakukan suatu kajian secara seksama tentang hubungan variabel lingkungan terhadap kondisi dan sebaran struktur komunitas karang, agar  dapat memberikan gambaran dan informasi mengenai kondisi terumbu karang dan sebaran struktur serta pengaruh variabel lingkungan di perairan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terumbu karang, pengaruh kualitas lingkungan terhadap kondisi dan sebaran terumbu karang di perairan Pulau Burung, Kabupaten Belitung. Penelitian dilaksanakan pada bulan maret - april 2012.Jenis karang yang di dapat di lokasi penelitian adalah Acropora sp., Euphyllia sp., Favia sp., Favites sp., Fungia., Goniastrea sp., Helioporra sp., dan Porites sp.. Dari hasil perhitungan prosentase penutupan karang hidup di lokasi penelitian, didapatkan pada kedalaman 3 meter sebesar 56.15%, pada kedalaman 5 meter sebesar 54,57%, serta pada kedalaman 7 meter didapatkan hasil sebesar 67,3%. Penutupan karang di Pulau Burung Kabupaten Belitung dikategorikan baik, karena memiliki penutupan karang lebih dari 50%. Dari hasil uji regresi disimpulkan bahwa paremeter kualitas air memiliki hubungan yang cukup erat dengan kondisi terumbu karang di perairan Pulau Burung.
PROFIL VERTIKAL BAHAN ORGANIK DASAR PERAIRAN DENGAN LATAR BELAKANG PEMANFAATAN BERBEDA DI RAWA PENING Putri, Mutia Novenda; Purnomo, Pujiono Wahyu; Soedarsono, Prijadi
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.659 KB)

Abstract

Sedimentasi di Rawa Pening berlangsung secara intensif dan selalu meningkat sehingga menyebabkan pendangkalan akibat pertumbuhan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) yang tidak terkendali. Penumpukan bahan organik akibat Eceng Gondok di dasar perairan perlu diteliti pengaruhnya bagi lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kandungan bahan organik secara vertikal pada zonasi pendangkalan di kawasan tutupan Eceng Gondok dan perairan terbuka serta untuk mengetahui hubungan potensi bahan organik dengan sediaan nutrien nitrogen dan fosfor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan metode sampling menggunakan purposive sampling. Lokasi penelitian terdiri dari 2 stasiun yaitu kawasan tutupan Eceng Gondok dan perairan terbuka. Data yang diukur meliputi bahan organik, N Total, P Total, pH tanah, tekstur tanah, kedalaman kecerahan, arus, suhu, dan DO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan bahan organik, N Total dan P Total pada semua segmen tidak memiliki pola. Bahan organik tergolong sangat tinggi dengan kisaran 61,99% - 74,82%. P Total tergolong tinggi sedangkan N Total tergolong rendah sampai sedang. Kontribusi nutrien ini tergolong rendah sampai sedang terhadap perairan akibat DO dan pH yang rendah.
HUBUNGAN ANTARA TOTAL BAKTERI DENGAN BAHAN ORGANIK, NO3 DAN H2S PADA LOKASI SEKITAR ECENG GONDOK DAN PERAIRAN TERBUKA DI RAWA PENING Purwandari, Yusrianti; Purnomo, Pujiono Wahyu; Nitisupardjo, Mustofa
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.258 KB)

Abstract

Fenomena eutrofikasi di perairan Rawa Pening dapat dikatakan telah mencapai tahap akut. Hal ini dapat dilihat dari melimpahnya populasi tanaman Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) yang menutupi sebagian kawasan Rawa Pening. Pertumbuhan Eceng Gondok yang tidak terkendali akan mempengaruhi ekosistem danau Rawa Pening.Hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya defisit oksigen (O2) dan terganggunya proses nitrifikasi. Apabila hal ini terjadi secara terus-menerus dapat terjadi potensi bahaya pendangkalan. Proses nitrifikasi sendiri tidak terlepas dari bakteri, proses nitrifikasi merupakan proses yang mengubah ammonia menjadi nitrat dengan bantuan bakteri. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan metode sampling menggunakan purposive sampling. Lokasi penelitian terdiri dari 2 stasiun yaitu kawasan perairan terbuka dan kawasan tutupan Eceng Gondok. Data yang diukur meliputi total bakteri, bahan organik, NO3, H2S, kedalaman, kecerahan, arus, suhu, pH dan DO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan bahan organik tergolong tinggi. Hal ini berbanding lurus dengan total bakteri di perairan Rawa Pening yang tinggi. Kandungan NO3 pada perairan iniberkisar antara  0,088 – 0,279  mg/l. Sedangkan kandungan H2S berkisar antara 0,009 – 0,015 mg/l.
TINGKAT PENCEMARAN DETERJEN PADA SEDIMEN MENGGUNAKAN INDIKATOR KIMIA-BIOLOGI DI SUNGAI SAYUNG Putri, Dwi Santi; Haeruddin, -; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.373 KB)

Abstract

Dewasa ini tingkat pencemaran air mengalami peningkatan secara tajam seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Zat pencemar yang berasal dari deterjen ini masuk ke lingkungan perairan dan akan tersebar ke air, terabsorsi oleh biota laut serta terakumulasi dalam sedimen. Oleh karena itu perlunya penelitian tentang tingkat pencemaran deterjen pada sedimen mengunakan indikator kimia dan biologi. Tujuan dari penelitian ini antara lain mengetahui konsentrasi deterjen didalam sedimen, KR dan H’ makrozoobentos, mengkaji hubungan antara konsentrasi deterjen didalam sedimen dengan kelimpahan individu makrozoobentos dan menentukan tingkat pencemaran sedimen berdasarkan konsentrasi deterjen dan struktur komunitas makrozoobentos. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik penentuan lokasi pengambilan sampel Purposive sampling. Sampling dilakukan dua kali dengan 2 kali pengulangan. Pengukuran konsentrasi deterjen dalam sedimen, identifikasi makrozoobentos Setelah dilakukan identifikasi dan penghitungan jumlah spesies, selanjutnya dilakukan perhitungan nilai Kelimpahan individu dan Kelimpahan Relatif (KR), Indeks Keanekaragaman (H’), Indeks Keseragaman (e), serta Indeks Dominasi (D). Hasil nilai konsentrasi deterjen  pada sampling I dan II yaitu stasiun 1 berkisar 0,18 – 5,53 mg/kg, stasiun 2 berkisar 47,21 – 123,17 mg/kg, stasiun 3 berkisar 2,30 – 5,50 mg/kg, stasiun 4 0,02-0,96 mg/kg. Nilai KR pada stasiun 1 sampling I dan II adalah 87% dan 94%; stasiun 2 sampling I dan II adalah 97% dan 98%; stasiun 3 sampling I dan II adalah 88%, dan 82%; stasiun 4 sampling I dan II adalah 46% dan 43%. Nilai H’ stasiun 1 sampling I dan IIadalah 0,44 dan 0,25; stasiun 2 sampling I dan II adalah 0,14 dan 0,09;  stasiun 3 sampling I dan II adalah 0,51 dan 0,49; stasiun 4 sampling I dan II adalah 1,49 dan 1,28. Kesimpulan yang didapat yaitu sedimen sungai Sayung tercemar oleh deterjen, struktur komunitas makrozoobentos dengan melihat indeks keanekaragaman berkisar 0,14 – 1,49 yang menunjukkan bahwa kemampuan perairan sungai Sayung untuk mendukung kelangsungan hidup makrozoobentos tergolong rendah dan dilihat kondisi kestabilan suatu komunitas dalam keadaan tidak stabil.
POLA PERUBAHAN KOMUNITAS FITOPLANKTON DI SUNGAI BANJIR KANAL BARAT SEMARANG BERDASARKAN PASANG SURUT Khaqiqoh, Nurul; Purnomo, Pujiono Wahyu; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.581 KB)

Abstract

Sungai Banjir Kanal Barat merupakan salah satu sungai terbesar di Kota Semarang. Sungai ini mempunyai banyak fungsi yaitu selain sebagai drainase, pembuangan limbah rumah tangga dan limbah pabrik di sisi lain sebagai tempat pemancingan dan penangkapan ikan. Sungai ini ditetapkan oleh Pemerintah Kota Semarang sebagai lokasi wisata air. Namun kurangnya pengelolaan dan fenomena alam yang berupa pasang surut dapat mempengaruhi kualitas air di Sungai Banjir Kanal Barat yang secara langsung mempengaruhi kondisi fitoplankton sebagai produsen dalam rantai makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pasang surut terhadap kelimpahan, komposisi fitoplankton, klorofil-a dan untuk mengetahui kualitas lingkungan perairan berdasarkan fitoplankton serta kadar klorofil-a. Penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan metode purposive sampling untuk pengambilan sampel. Pengambilan sampel pada penelitian ini ditentukan tiga stasiun, dimana setiap stasiun dilakukan tiga kali pengulangan saat pasang dan saat surut. Kelimpahan fitoplankton dan klorofil-a dianalisa menggunakan metode ANOVA faktorial. Fitoplankton yang ditemukan selama pasang dan surut terdiri dari 4 Kelas yaitu Baccilariophyceae, Chlorophyceae, Cyanophyceae, dan Dinophyceae dan 15 genus saat pasang serta 19 genus saat surut. Kelimpahan fitoplankton pada pasang 1.124 – 1.678 individu/L surut berkisar antara 1.151 – 3.863 individu/L, klorofil-a saat pasang berkisar 0,11 – 0,54 µg/L dan surut 0,12 – 2,14 µg/L, SI berkisar 0,5 – 1 dan TSI berkisar 1,07 – 1,49. Berdasarkan ANOVA faktorial kelimpahan fitoplankton dan klorofil-a terdapat interaksi yang nyata antara pasang surut dan stasiun. Berdasarkan klorofil-a Sungai Banjir Kanal Barat tergolong perairan yang bersifat oligotrofik sampai mesotrofik dan berdasarkan dari nilai SI dan TSI tergolong perairan yang tercemar ringan sampai sedang. Banjir Kanal Barat River is one of the largest rivers in the city of Semarang. This river has many functions such as drainage, disposal of household waste, industrial waste, but there are also activities such as bait fishing and trammel net fishing. This river is designated by the government Semarang City as a tourist water location. But the lack of management and natural phenomena such as tides can affect water quality of the Banjir Kanal Barat River that directly affect phytoplankton as produces of aquatic ecosystem. The purpose of this study was to determine the effect of the tides on the abundance, composition of phytoplankton, chlorophyll-a and to determine the quality of the aquatic environment by phytoplankton and chlorophyll-a levels. This was a descriptive study and purposive sampling method was applied to collect samples. Sampling was carried out in three stations, three replications at high tide and at low tide. Abundance of phytoplankton and chlorophyll-a were analyzed using factorial ANOVA. Phytoplankton during high tide and low tide was composed of 4 classes i.e. Baccilariophyceae, Chlorophyceae, Cyanophyceae and Dinophyceae, whereas 15 genera at high tide and 19 genera at low tide. Phytoplankton abundance in high tide were 1.124 – 1.678 individuals/L, whereas in low tide were 1.151 – 3.863 individuals/L, chlorophyll-a in high tide ranged from 0,11 to 0,54 µg/L and at low tide were 0,12 to 2,14 µg/L, SI ranged from 0,5 to 1 and TSI ranged from 1,07 to 1,49. Factorial ANOVA showed significant interaction between ebb and stations to chlorophyll-a. Based on the abundance of phytoplankton and chlorophyll-a waters were classified to be oligotrofik until mesotrofik and based on the value of SI and TSI was classified as moderate polluted waters.
Co-Authors - Haeruddin - Revika, - - Ruswahyuni - Subiyanto - Supriharyono - Suryanti Abdul Ghofar Ade Apriliana Adhitya Wijayanto, Adhitya agung Suryanto Agus Hartoko Amalina Zata ‘Ishmah, Amalina Zata Amanah Raras Nawang Kinasih, Amanah Raras Nawang Anugrah Dwi Fahreza Bambang Sulardiono Bani Setyawan Boedi Hendrarto Cahyono Purbomartono Chasanah, Iswaty Churun A’in Claudya Yolanda Iswanto, Claudya Yolanda Daud Aruan, Daud Desty Wahyuni Ginting Devi Kristi Purba Dika Nugraini Pancawati Djoko Suprapto Dwi Santi Putri Dwi Tasha Maulida, Dwi Tasha Dwi Yulianto Erick Setiawan Larosa, Erick Setiawan Haeruddin Haeruddin Himatul Aliyah Febriana, Himatul Aliyah Iin Rahmawati Kharisma Aji Winarto Khaslinda Pratiwi Rauf Lulu Adilla Latifah, Lulu Adilla Martin Arianto Partogi Max Rudolf Muskananfola Megawati Arsita Putri Melina Setya Ayuningsih Mia Arista Sari, Mia Arista Mohamad Haekal Mustofa Nitisupardjo Mutia Novenda Putri Niniek Widyorini Norma Afiati Nur Latifah Khuzma, Nur Latifah Nurannisa Isnaeni, Nurannisa Nurul Khaqiqoh Prijadi Soedarsono Rio Januardi, Rio Riska Apriliana Rizka Alifianita Saputri, Rizka Alifianita Rumengan, Irman Ruswahyuni - Ruswahyuni . Ryanditama Ardiannanto Sahala Hutabarat Sefanya Roswaty Sena Widhitama, Sena Septian Budi Sulaksono Shalihah, Hana Nisau Siti Nur Hidayah, Siti Nur Siti Rudiyanti Supriharyono Supriharyono Suryanti Suryanti Tjatur Wulandari, Tjatur Urni Nurani Subarma Yusrianti Purwandari Yusty Amelia Yuwananda Perwira Hutama, Yuwananda Perwira