Articles
14
Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN IDEAL PROBLEM SOLVING BERBASIS PROJECT BASED LEARNING

Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya peningkatan kualitas guru matematika adalah dengan meningkatkan kemampuan mahasiswa pendidikan matematika. NCTM merumuskan kemampuan pembelajaran matematika yang disebut mathematical power meliputi: (a) communication, (b) reasoning, (c) problem solving, (d) connection, (e) representation.Kenyataannya masih banyak mahasiswa yang belum mempunyai mathematical power yang baik. Salah satu solusi untuk meningkatkan mathematical power adalah penerapan model pembelajaran IDEAL problem solving berbasis PBL. Tujuan penelitian adalah (a) menghasilkan buku ajar yang sesuai dengan model pembelajaran IDEAL problemsolving berbasis PBL; (b) mengetahui seberapa besar  peningkatan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa dengan model pembelajaran IDEAL problem solving berbasis PBL. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada mahasiswa pendidikan matematika UNIMUS. Hasil penelitian (a) dihasilkan buku ajar materi persamaan kudrat, peluang, trigonometri, turunan dan program linier yang baik; (b) implementasi model pembelajaran IDEAL problem solving berbasis PBL dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Berdasarkan penelitian diharapkan dosen dapat menerapkan model pembelajaran IDEAL problem solving berbasis PBL.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN MODEL IDEAL PROBLEM SOLVING BERBASIS MAPLE MATAKULIAH KALKULUS II

PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.074 KB)

Abstract

Calculus II or calculus integral is a compulsory course which must be taken in mathemathics program. This course is also become prerequisite for another course. based on the observation, the method used is expository which make the students’ skill and  motivation are still low. The material for the course is already fixed and that should be changed is the teaching model. One of methods which can be developed is maple based of  IDEAL problem solving. The purpose of the research is produce a valid  and effective teaching aid. The development of devices learning which 4D models is designed and modified into 3D (define, design, develop) based on Thiagajaran and semmel theory. The result of the research showed that the (1) development of devices learning with maple based of IDEAL problem solving  is valid, (2) the implementation of the teaching aid is effective, showed from the students’ (a) problem solving ability by itsstandard achievement criteria, (b) there is significant result on the improvement of skill in the process into the motivation of problem solving ability, (c) problem solving ability after the treatment show better result rather than before the treatment. However, it is suggested for thelecturer to apply the teaching model as an  alternative  to improve the motivation, processing skill, and problem solving ability.

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN IDEAL PROBLEM SOLVING BERBASIS MAPLE MATAKULIAH KALKULUS II

Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalkulus II atau Kalkulus Integral adalah matakuliah wajib yang harus ditempuh di prodi pendidikan matematika dan akan menjadi prasyarat matakuliah kalkulus lanjut dan matakuliah lainnya. Berdasarkan pengamatan dilapangan, pembelajaran matakuliah kalkulus II masih menggunakan metode ekspositori sehingga menyebabkan keterampilan berproses dalam pembelajaran dan motivasi mahasiswa rendah. Akibatnya kemampuan pemecahan masalah mahasiswa juga rendah, sehingga perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Salah satu model pembelajaran yang dapat dikembangkan sebagai upaya peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran Kalkulus II adalah IDEAL problem solving berbasis maple. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keefektifan implementasi model pembelajaran IDEAL problem solving berbasis maple. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuasi eksperimen yang menerapkan model pembelajaran Pembelajaran IDEAL problem solving berbasis maple. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, angket, tes, dan observasi. Hasil penelitian adalah implementasi model pembelajaran IDEAL problem solving berbasis maple efektif yang ditandai (a) kemampuan pemecahan masalah mahasiswa mencapai kriteria ketuntasan minimal, (b) ada pengaruh keterampilan berproses dan motivasi terhadap kemampuan pemecahan masalah yang signifikan (c) kemampuan pemecahan masalah mahasiswa setelah penerapan pembelajaran IDEAL problem solving berbasis maple lebih baik dari kelas sebelum perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian, dosen hendaknya dapat menerapkan model pembelajaran IDEAL problem solving berbasis maple sebagai alternatif untuk meningkatkan keterampilan berproses, motivasi dan kemampuan pemecahan masalah. Kata Kunci: IDEAL problem solving, Kalkulus II

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PBL) BERBASIS MAPLE MATAKULIAH KALKULUS LANJUT II

PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2015: Prosiding Bidang Pendidikan,Humaniora dan Agama The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.381 KB)

Abstract

Calculus multivariable is the advance level from Calculus I, Calculus II. the materials of it is the development of the previous calculus materials. On the observation phase in the class, 1) the mastery of calculus I, Calculus II, and advance calculus I is less optimum, 2) students have less motivation in following the learning process of advance calculus II, 3) students have not known the application of advance calculus II, 4) there is no advance calculus II materials in senior high school. The purpose of this study was to produce a valid learning instruments and to find out the effectiveness of the implementation of Project Based Learning (PBL) with maple-based. Development of the instruments in this research used a modified 4D models into 3-D (define, design, develop) based on the theory of Thiagarajan, Semmel, and Semmel. Results of the study: (1) the development of learning instruments with the learning model Project Based Learning (PBL) with maple-based is valid. (2) the Implementation of the learning model Project Based Learning (PBL) with maple-based is effective, indicated with : (a) the increasing of problem solving mastery, (b) there is influence of motivation and activity in solving problem mastery (c) the problem solving mastery with learning model Project Based Learning (PBL) with maple-based is increasing. Based on the research results, the lecturer can apply the learning model Project Based Learning (PBL) maple-based to improve the activity, motivation and problem solving skills.Keywords: Calculus multivariable, Project Based Learning (PBL), Maple

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN THINK-PAIR-SQUARE DAN QUANTUM TEACHING BERNUANSA KONTEKSTUAL TERHADAP PEMECAHAN MASALAH

Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan model pembelajaran Think-Pair-Square dan Quantum Teaching bernuansa kontekstual terhadap kemampuan pemecahan masalah dan perbandingan model pembelajaran Think-Pair-Square bernuansa kontekstual dengan model Quantum Teaching bernuansa kontekstual terhadap kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII MTs Tarbiyatul Mubtadiin Wilalung Gajah Demak. Sampel diambil dengan teknik random sampling dan diambil 3 kelas, yaitu kelas eksperimen 1, kelas eksperimen 2 dan kelas kontrol. Pengambilan data menggunakan metode dokumentasi, tes, observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Think-Pair-Square dan Quantum Teaching bernuansa kontekstual terhadap kemampuan pemecahan masalah efektif, dengan ketuntasan klasikal masing-masing mencapai 88% dan 85%, sedangkan pengaruh keaktifan dan motivasi belajar sebesar 83,1% dan 84,8%, dan penerapan model pembelajaran Think-Pair-Square bernuansa kontekstual lebih baik dibanding model Quantum Teaching bernuansa kontekstual terhadap kemampuan pemecahan masalah. Kesimpulannya adalah model pembelajaran Think-Pair-Square dan Quantum Teaching bernuansa kontekstual lebih baik dari model konvensional. Kata Kunci: Kooperatif, Think-Pair-Square, Quantum Teaching, Bernuansa Kontekstual, Pemecahan Masalah.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN IDEAL PROBLEM SOLVING BERBASIS PROJECT BASED LEARNING

Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya peningkatan kualitas guru matematika adalah dengan meningkatkan kemampuan mahasiswa pendidikan matematika. NCTM merumuskan kemampuan pembelajaran matematika yang disebut mathematical power meliputi: (a) communication, (b) reasoning, (c) problem solving, (d) connection, (e) representation.Kenyataannya masih banyak mahasiswa yang belum mempunyai mathematical power yang baik. Salah satu solusi untuk meningkatkan mathematical power adalah penerapan model pembelajaran IDEAL problem solving berbasis PBL. Tujuan penelitian adalah (a) menghasilkan buku ajar yang sesuai dengan model pembelajaran IDEAL problemsolving berbasis PBL; (b) mengetahui seberapa besar  peningkatan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa dengan model pembelajaran IDEAL problem solving berbasis PBL. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada mahasiswa pendidikan matematika UNIMUS. Hasil penelitian (a) dihasilkan buku ajar materi persamaan kudrat, peluang, trigonometri, turunan dan program linier yang baik; (b) implementasi model pembelajaran IDEAL problem solving berbasis PBL dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Berdasarkan penelitian diharapkan dosen dapat menerapkan model pembelajaran IDEAL problem solving berbasis PBL.

EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PBL) BERBASIS MAPLE MATAKULIAH KALKULUS LANJUT II

Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalkulus Lanjut II atau kalkulus peubah banyak merupakan lanjutan dariKalkulus I, Kalkulus II, dan Kalkulus Lanjut I. Materi Kalkulus Lanjut II merupakanpengembangan materi kalkulus sebelumnya. Berdasarkan pengamatan observasi dikelas pembelajaran Kalkulus Lanjut II belum optimal dikarenakan (1) penguasaan materi Kalkulus I, Kalkulus II, dan Kalkulus Lanjut I belum optimal, (2) motivasimahasiswa dalam mengikuti perkuliahan kalkulus lanjut II kurang, (3) mahasiswa belum mengetahui secara mendalam aplikasi materi kalkulus lanjut II, (4) materikalkulus lanjut II tidak disampaikan di SMA. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keefektifan implementasi model pembelajaran Project Based Learning (PBL) berbasismaple. Melalui penelitian ini dihasilkan bahwa implementasi model pembelajaranProject Based Learning (PBL) berbasis maple efektif yang ditandai dengan (1) peningkatan kemampuan pemecahan masalah secara signifikan mencapai ketuntasan, (2) ada pengaruh motivasi dan keaktifan terhadap kemampuan pemecahan masalah yang signifikan (3) kemampuan pemecahan masalah kelas setelah perlakuan  dengan modelpembelajaran Project Based Learning (PBL) berbasis maple lebih baik dari kelassebelum perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian, dosen hendaknya dapat menerapkanmodel pembelajaran Project Based Learning (PBL) berbasis maple untuk meningkatkan keaktifan, motivasi dan kemampuan pemecahan masalah. Kata Kunci: Kalkulus Lanjut II, Project Based Learning (PBL), Maple

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN IDEAL PROBLEM SOLVING BERBASIS MAPLE MATAKULIAH KALKULUS II

Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalkulus II atau Kalkulus Integral adalah matakuliah wajib yang harus ditempuh di prodi pendidikan matematika dan akan menjadi prasyarat matakuliah kalkulus lanjut dan matakuliah lainnya. Berdasarkan pengamatan dilapangan, pembelajaran matakuliah kalkulus II masih menggunakan metode ekspositori sehingga menyebabkan keterampilan berproses dalam pembelajaran dan motivasi mahasiswa rendah. Akibatnya kemampuan pemecahan masalah mahasiswa juga rendah, sehingga perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Salah satu model pembelajaran yang dapat dikembangkan sebagai upaya peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran Kalkulus II adalah IDEAL problem solving berbasis maple. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keefektifan implementasi model pembelajaran IDEAL problem solving berbasis maple. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuasi eksperimen yang menerapkan model pembelajaran Pembelajaran IDEAL problem solving berbasis maple. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, angket, tes, dan observasi. Hasil penelitian adalah implementasi model pembelajaran IDEAL problem solving berbasis maple efektif yang ditandai (a) kemampuan pemecahan masalah mahasiswa mencapai kriteria ketuntasan minimal, (b) ada pengaruh keterampilan berproses dan motivasi terhadap kemampuan pemecahan masalah yang signifikan (c) kemampuan pemecahan masalah mahasiswa setelah penerapan pembelajaran IDEAL problem solving berbasis maple lebih baik dari kelas sebelum perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian, dosen hendaknya dapat menerapkan model pembelajaran IDEAL problem solving berbasis maple sebagai alternatif untuk meningkatkan keterampilan berproses, motivasi dan kemampuan pemecahan masalah. Kata Kunci: IDEAL problem solving, Kalkulus II

IbM Pemanfaatan Software Camtasia untuk Meningkatkan Pendidikan Karakter Guru TK PGRI 10 Siliwangi

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2018): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3074.829 KB)

Abstract

Paradigma pembelajaran harus berubah, tidak hanya penekanan segi kognitif saja tetapi afektif dan psikomotor juga perlu dikembangkan. Pembelajaran yang berpusat ke guru, harus dirubah menjadi pembelajaran berpusat ke siswa. Pembelajaran harus interaktif, berkelompok, dan pembelajaran berbasis multimedia. Pembelajaran hendaknya menggunakan multistrategi dan multimedia, sumber belajar, dan teknologi yang memadai serta memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Camtasia merupakan software yang dikembangkan oleh TechSmith Coorporation. software ini bisa dimanfatkan untuk membuat media pembelajaran berbasis multimedia dan e-learning. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan media yang ada untuk dibuat menjadi multimedia pembelajaran khususnya video pembelajaran. Selain itu dalam video serta implementasi kegiatan pembelajaran diintegrasikan dengan pendidikan karakter. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di TK PGRI 10 Siliwangi, Semarang. Hasil dari kegiatan abdimas ini 1). pendidikan karakter sudah diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi belum ada media yang digunakan dengan tepat, 2). Kemampuan guru dalam pembuatan video pembelajaran sudah baik dan masih dapat ditingkatkan kembali. Peserta 3). abdimas memberikan respon yang positif terhadap pelatihan. Peserta sangat antusias dalam pelaksanaan pelatihan, peserta mendapatkan kemudahan selama pelatihan karena adanya buku panduan pembuatan video pembelajaran. Melalui pengabdian masyarakat ini harapannya kedepan dapat diimplementasikan di TK atau sekolah dengan skala lebih besar.

VALIDITAS BUKU AJAR MATEMATIKA DASAR TERINTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER

PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The establishment of a healthy ecosystem in the industrial revolution era 4.0 begins with the formation of millennial characters who are currently experiencing degradation. The tendency of basic mathematics learning that gives more attention to the cognitive aspects has an impact on the mindset that is formed, which is learning to get value, not learning to form characters that are ready to face the industrial era 4.0. The need to link learning with character values can be realized in the development of an integrated mathematics textbook of character education. The purpose of this study was to determine the validity of integrated basic textbooks in character education. The research method used is research and development methods or Research and Development (R & D) with procedures in accordance with the development model of Borg & Gall. The results of the research shown in the design validation resulting in an average score of 3.13 including the valid criteria. So that the basic mathematics textbooks are integrated valid character education. Further research is needed in the trial class as the implementation of integrated basic textbooks on character education.Keywords : Borg & Gall, textbooks, character education