Articles

Found 24 Documents
Search

Pengolahan Pasta Laor (Eunice viridis) dengan Berbagai Konsentrasi Garam

Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 10, No 1 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.873 KB)

Abstract

Di wilayah Maluku, cacing laut atau laor (Eunice viridis) oleh masyarakat diolah menjadi makanan dengan proses penggaraman dan dilanjutkan dengan penjemuran. Laor setelah ditangkap, diberi garam dan dijemur selama 3 hari. Laor yang telah dijemur tersebut akan berubah bentuknya seperti saos atau pasta dengan warna hijau kecoklatan dan mengkilat. Penelitian ini bertujuan untuk membuat pasta laor yang bermutu dan disukai dengan berbagai konsentrasi garam, yaitu 5, 10 dan 15 %. Setelah penggaraman laor dijemur selama 3 hari, kemudian disimpan pada suhu kamar selama 6 minggu. Untuk menilai mutu pasta laor selama penyimpanan, maka dilakukan analisa kandungan kimia, meliputi kadar air, lemak, protein, kadar abu, TVB, pH, TPC dan uji organoleptik meliputi warna, bau, rasa dan penampakan yang dilakukan setiap minggu sejak minggu ke 0. Penelitian pendahuluan bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia laor segar. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh komposisi kimia laor segar sebagai berikut: kadar air 65,51 %; abu 4,43 %; protein 13,37 %; lemak 0,32 %; pH 6,50; TVB 7,84 mg N/100 g dan TPC 2,25x103 koloni/g, yang berarti dalam keadaan sangat segar. Selanjutnya pada penelitian utama, penggaraman 15 % merupakan perlakuan terbaik mutunya selama penyimpanan dengan kadar : lemak 1,54 %; protein 14,81 %; air 56,05 %; abu 21,78 %; pH 6,11; TVB 62,05 mg N/ 100 g dan TPC 3,69x105 koloni/g, sedangkan perlakuan 5 dan 10 %, kandungan proteinnya adalah 9,66% dan 13,65 %.Kata kunci : laor, pasta

PENGGUNAAN PUPUK CAIR EKSTRAK LIMBAH RUMAH TANGGA DALAM BUDIDAYA ORGANIK KEDELAI PADA SISTEM AGROFORESTRI

Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 30, No 1 (2015): March
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organic cultivation in egroforestry system by biofertilizer potentialy conducted for soybean.  Soybean cultivation in agroforestry system there are several limitations but it have to effort since the area of ideal land decreasing year by year.  The aim of the research by experiment method is increasing yield of soybean by organic cultivation in agrofrestry system either quality or quantity.  The experiment design is randomized block design (RBD) with two factor trearments.  The first factor are kinds of variety (Grobogan and Local) as mainplot and the second one are biofertilizer duration (no biofertilizer as control, 4, 5, 6, 7 weeks applies ones a week).  So there are 10 combination treatments and replicated three times for each of them.

PENGGUNAAN EKSTRAK TEH DAN PUPUK KASCING PADA BUDIDAYA CAISIM (Brassica juncea L.)

Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 6, No 2 (2009)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of the research is to know the effect of tea extract and vermicompost on yield and growth of caisim (Brassica juncea L.). The research was conducted in February-March 2009 in Screen House in Agriculture Faculty Sebelas Maret University at 96 meter above sea level. The research was arranged on factorial design based on Complete Randomize Design. The treatment of the research was tea extract with concentration 0, 10, 20, and 30 g/L and dosage vermicompost 0, 4, 8 and 12 ton/acre (equal 0, 10, 20 and 30 g/crop). Each treatment was repeated 3 times, and each of them restating 2 crop unit. Data was analysized by analysis of variants with test of 0.05, if there was significant continued with test of Duncan 0.05. Research variable were plant height, leaf number, fresh and shoot biomass weight, fresh and biomass root weight, root volume, chlorophyll content, leaf area and root shoot ratio. Result of research show there is interaction between tea extract and vermicompost on shoot root ratio. Shoot root ratio increase by increasing tea extract concentration on caisim without vermicompost and with vermicompost 8 ton/acre. Application tea extract do not give significantly effect on growth and yield of caisim. Dose vermicompost 8 ton/acre gave the highest of average fresh weight and leaf number. Keywords: caisim, tea extract, vermicompost

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN KREATIVITAS BERPIKIR

AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 1/Maret (2011): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.565 KB)

Abstract

Keberhasilan pembelajaran, dipengaruhi banyak faktor, antara lain model pembelajaran, strategi pembelajaran, media pembelajaran, dan juga bahan ajar atau materi pelajaran. Bahan ajar yang disusun mempunyai prisip relevansi, konsistensi dan kecukupan, sehingga masih memberi ruang siswa untuk mengembangkan penalaranya. Menentukan cakupan atau ruang lingkup materi pembelajaran, perlu memperhatikan jenis materi yang akan disampaikan, berupa aspek koqnitif ( fakta, konsep, prinsip, prosedur), atau aspek afektif, ataukah aspek psikomotorik. Kata kunci : Bahan ajar, media pembelajaran, kreativitas berpikir

EVALUASI SIFAT KIMIA TANAH DAN HASIL KEDELAI PADA SISTEM AGROFORESTRI BERBASIS POHON JATI

Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 30, No 1 (2015): March
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soybean is one of the most important food commodities in Indonesia and also it has high value. The needs continue to increase each year, but not offset by increased production become an issue that must be addressed. One attempt to increase soybean production is through the cultivation in agroforestry systems through improving the quality of soil fertility. This research aims to study the effect of various doses of litter teak and NPK fertilizer on chemical soil fertility and the potential of soybeans yield in agroforestry systems based teak crops. Experiments using a Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors, namely litter teak doses (0 ton ha-1, 2.500 ton ha-1, 5.000 ton ha-1, 7.500 ton ha-1) and doses of NPK fertilizer (60-60-60 and 60-120-60) on Grobogan soybean varieties. The variables measured were pH, organic matter content, N-total soil, cation exchange capacity (CEC), plant tissue of N, P-total soil, and component production. Data analysis using analysis of variance F-test based on the level of 5% and significantly different variables followed by Tukey’s method level of 5%. The results showed that combination treatment with various doses of teak litter NPK fertilizers can increase total nitrogen content of the soil with the highest yield of 1.69% on S1D2 treatment, but to organic matter, CEC, pH, and total soil P not significant effect. Component of soybean varieties of the highest Grobogan of 0.83 tons ha-1 in the treatment S1D1. The result was still below the average of the national soybean production.

BUDIDAYA CABAI RAWIT SISTEM HIDROPONIK SUBSTRAT DENGAN VARIASI MEDIA DAN NUTRISI

Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 31, No 2 (2016): October
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed to determine which substrate and nutrition that gives the best result in improving growth and yield of Capsicum frutescens. The study design using CRD (completely randomized design) with two factors, namely substrates (6 levels: charcoal husks, fractional tiles, fractional bricks, arenga fiber, beach sand, husk steamed) and nutrition (2 levels: standards, standards with NPK). The study was conducted October 2015 until March 2016 in screen house Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University. Data were analyzed using analysis of variance and if significant difference continued with DMRT (Duncan Multiple Range Test) level of 5%. The results showed that the kinds of substrates significantly affect all variables of Capsicum frutescens (plant height, leaf number, branch number, total interest, diameter trunk, root length, root volume, fresh weight of plants, plant dry weight, fruit weight and number of fruit), and the addition of NPK nutrition significantly affect variable leaf number, branch number, and fresh weight of plants. 

Pengolahan Pasta Laor (Eunice viridis) dengan Berbagai Konsentrasi Garam

Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 10, No 1 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.873 KB)

Abstract

Di wilayah Maluku, cacing laut atau laor (Eunice viridis) oleh masyarakat diolah menjadi makanan dengan proses penggaraman dan dilanjutkan dengan penjemuran. Laor setelah ditangkap, diberi garam dan dijemur selama 3 hari. Laor yang telah dijemur tersebut akan berubah bentuknya seperti saos atau pasta dengan warna hijau kecoklatan dan mengkilat. Penelitian ini bertujuan untuk membuat pasta laor yang bermutu dan disukai dengan berbagai konsentrasi garam, yaitu 5, 10 dan 15 %. Setelah penggaraman laor dijemur selama 3 hari, kemudian disimpan pada suhu kamar selama 6 minggu. Untuk menilai mutu pasta laor selama penyimpanan, maka dilakukan analisa kandungan kimia, meliputi kadar air, lemak, protein, kadar abu, TVB, pH, TPC dan uji organoleptik meliputi warna, bau, rasa dan penampakan yang dilakukan setiap minggu sejak minggu ke 0. Penelitian pendahuluan bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia laor segar. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh komposisi kimia laor segar sebagai berikut: kadar air 65,51 %; abu 4,43 %; protein 13,37 %; lemak 0,32 %; pH 6,50; TVB 7,84 mg N/100 g dan TPC 2,25x103 koloni/g, yang berarti dalam keadaan sangat segar. Selanjutnya pada penelitian utama, penggaraman 15 % merupakan perlakuan terbaik mutunya selama penyimpanan dengan kadar : lemak 1,54 %; protein 14,81 %; air 56,05 %; abu 21,78 %; pH 6,11; TVB 62,05 mg N/ 100 g dan TPC 3,69x105 koloni/g, sedangkan perlakuan 5 dan 10 %, kandungan proteinnya adalah 9,66% dan 13,65 %.Kata kunci : laor, pasta

PEMETAAN PARAMETER LAHAN KRITIS GUNA MENDUKUNG REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN UNTUK KELESTARIAN LINGKUNGAN DAN KETAHANAN PANGAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SPASIAL TEMPORAL DI KAWASAN MURIA

Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemetaan dan Invetarisasi Lahan Kritis Kawasan Muria dimaksudkan untuk menyusun  sistem  database  sebagai ruang pengalokasian data-data tentang lahan kritis di Kawasan Muria dan diharapkan dapat digunakan pula untuk merencanakan  kegiatan rehabilitasi lahan kritis di kawasan Muria. Mengingat dikawasan Muria saat ini luasan lahan kritis yang ada cukup besar dan apabila dibiarkan dan tidak ditangani akan mengakibatkan terjadinya penurunan daya dukung lingkungan dan penurunan produktivitas lahan Adanya pemetaan Lahan Kritis ini dapat digunakan untuk merencanakan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan untuk kelestarian lingkungan serta meningkatkan produktivitas lahan untuk ketahanan pangan. Didalam pembuatan pemetaan Lahan kritis ini digunakan perangkat lunak berbasis sistem informasi geografis (GIS). Database sarana dan prasarana bidang lahan kritis tersebut dikelola dalam sistem informasi yang dapat divisualisasikan dan di update, sehingga  mudah disimpan dan digunakan untuk berbagai keperluan sesuai dengan kebutuhan. Metode kerja yang dilakukan untuk analisa lahan kritis adalah berdasarkan atas Petunjuk Teknis Penyusunan Data Spasial Lahan Kritis tahun 2004 oleh Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial (RLPS).Dari hasil pemetaan lahan kritis di kawasan Muria dapat dijadikan landasan untuk melakukan rehabilitasi dan konservasi dengan pendekatan agroforestri selain melestarikan lingkungan dapat meningkatkan ketahanan pangan. Kata kunci: data base, kawasam Muria , lahan kritis, pemetaan, rehabilitasi

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN KREATIVITAS BERPIKIR

AKSIOMA Vol 2, No 1/Maret (2011): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan pembelajaran, dipengaruhi banyak faktor, antara lain model pembelajaran, strategi pembelajaran, media pembelajaran, dan juga bahan ajar atau materi pelajaran. Bahan ajar yang disusun mempunyai prisip relevansi, konsistensi dan kecukupan, sehingga masih memberi ruang siswa untuk mengembangkan penalaranya. Menentukan cakupan atau ruang lingkup materi pembelajaran, perlu memperhatikan jenis materi yang akan disampaikan, berupa aspek koqnitif ( fakta, konsep, prinsip, prosedur), atau aspek afektif, ataukah aspek psikomotorik. Kata kunci : Bahan ajar, media pembelajaran, kreativitas berpikir

IbM BAGI GURU MGMP MATEMATIKA SMA SE-KABUPATEN KUDUS

E-DIMAS Vol 6, No 01 MARET (2015): E-DIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Kurikulum  2013  sudah  mulai  dilaksanakan  di  sekolah-sekolah,  tanpa  terkecuali sekolah di Kabupaten Kudus. Banyak guru yang menyikapi hal tersebut sebagai tantangan dan hambatan dalam pembelajaran di kelasnya. Walaupun sudah banyak program pelatihan kurikulum 2013 yang dilaksanakan oleh berbagai pihak terkait, tetapi guru-guru Matematika Kabupaten  Kudus  masih  mengalami  kendala dalam  perencanaan  dan  penerapannya.  Oleh karena itu diperlukan sebuah bentuk pelatihan mengenai perubahan mindset kurikulum 2013, pembuatan RPP dengan pendekatan PMRI dan model PBL atau PjBL yang dilengkapi media pembelajaran GeoGebra.Luaran yang dihasilkan dari kegiatan IbM ini antara lain keterampilan pembuatan RPP yang sesuai dengan kurikulum 2013, dilengkapi dengan media pembelajaran berbasis GeoGebra. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah workshop  (ceramah, diskusi, praktik,   dan   demonstrasi).   Kegiatan   IbM   ini   telah   dilaksanakan   dengan   lancar   dan mendapatkan respon yang positif dari peserta. Sehingga peserta mampu membuat produk RPP dan media pembelajaran berbasis GeoGebra dengan baik.   Kata Kunci: Kurikulum 2013, GeoGebra, PMRI, PBL, PjBL