Articles

Found 39 Documents
Search

STUDI PARAMETER MIKROSKOPIK DAN MAKROSKOPIK ARUS LALU LINTAS AKIBAT PENGARUH “RUMBLE STRIPS” TERHADAP PERILAKU PENGEMUDI DI KAMPUS LIMAU MANIS UNIVERSITAS ANDALAS Muchlis, Putri Oktafiani; Purnawan, Purnawan; Gunawan, Hendra
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.779 KB) | DOI: 10.25077/jrs.11.1.45-58.2015

Abstract

Kecelakaan lalu lintas sebagian besar disebabkan oleh pelanggaran terhadap peraturan keselamatan lalu lintas, hal ini menunjukan bahwa kesalahan manusia secara mandiri bertanggung jawab terhadap hampir 50% kejadian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan kendaraan ketika melewati rumble strips yang ada di kampus Limau Manis UNAND. Penelitian dilakukan di lima lokasi rumble strips yang ada di kampus Limau Manis UNAND. Pengumpulan data di lapangan yaitu data volume lalu lintas, kecepatan,kepadatan dan time headway. Survei dilakukan di tanggal 14 Juni 2013- 4 juli 2013 pada hari kerja (jam 08.45 WIB sampai jam 17.30 WIB). Pengukuran dilakukan sebelum lokasi Rumble Strips, dilokasi rumble strips, kecepatan kendaraan saat akan meninggalkan lokasi rumble strips, saat meninggalkan lokasi rumble strips. Kecepatan rata-rata kendaraan mengalami penurunan sebayak 10,6% ketika melewati lokasi rumble strips dibandingkan dengan kecepatan rata-rata kendaraan sebelum melewati lokasi rumble strips. Kerapatan ratarata kendaraan dilokasi rumble strips mengalami pertambahan 10,8% dibandingkan lokasi sebelum rumble strips. Time headway rata-rata kendaraan mengalami penurunan 14,3% ketika melewati lokasi rumble strips dibandingkan sebelum melewati lokasi rumble strips. Analisis untuk perbandingan pengujian penurunan kecepatan kendaraan ketika melewati rumble strips dengan menggunakan uji z dan t dengan uji Chi-Square. Hasil analisis pengaruh rumble strips terhadap tingkat kecepatan kendaraan di rumble strips menunjukkan penurunan kecepatan, nilai kerapatan semakin besar ketika melewati rumble strips dibandingkan sebelum atau sesudah rumble strips, time headway ketika melewati rumble strips semakin kecil dibandingkan sebelum melewati rumble strips.
ANALISA KELAYAKAN INVESTASI ANGKUTAN UMUM (ANGKOT) KOTA PARIAMAN Arsyad, Nadra; Purnawan, Purnawan; Kurniati, Titi
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.411 KB) | DOI: 10.25077/jrs.12.2.85-94.2016

Abstract

Angkutan umum merupakan fasilitas umum yang bisa membawa penumpang dari asal ke tujuan perjalanan mereka atau sarana untuk mempermudah aksessibilitas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa kelayakan investasi dari angkutan umum (angkot) Kota Pariaman, dengan berbagai skenario investasi. Metoda perhitungan yang digunakan yaitu BCR, NPV, IRR, pay back period, dan break even point, metoda ini digunakan untuk menilai kelayakan suatu investasi angkot. Jumlah angkutan umum kota Pariaman terdiri dari 46 unit, yang terdiri dari dua trayek yaitu trayek Pasar Pariaman-Naras dan trayek Pasar Pariaman-Lapai. Trayek Pasar Pariaman-Naras pendapatan rata-rata perhari sebesar Rp.257.000,- sedangkan pengeluaran ratarata pertahun sebesar Rp. 238.512,-. Untuk trayek Pasar Pariaman-Lapai pendapatan rata-rata perhari sebesarRp.270.769,-, sedangkan pengeluaran rata-rata sebesar Rp. 246.491,-. Berdasarkan hasil perhitungan dengan tingkat bunga 11%, untuk umur ekonomis 12 tahun dan 11 tahun dan variasi pendapatan maksimum dengan pengeluaran minimum, angkot dinyatakan layak investasi. Pada perencanaan investasi dengan menggunakan tingkat bunga 11%, maka untuk umur ekonomis 10 dan 15 tahun bisa dinyatakan layak investasi.Kata kunci : Investasi,angkutan umum, pendapatan, pengeluaran, kelayakan
Persepsi Owner Terhadap Kompetensi Manajemen Kontraktor Jalan di Sumatera Barat Repadi, Evita Kartikaratu; Yosritzal, Yosritzal; Purnawan, Purnawan
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.958 KB) | DOI: 10.25077/jrs.13.2.91-100.2017

Abstract

Dalam menunjang keberhasilan pembangunan infrastruktur, maka diperlukan  kerja sama yang baik antara owner, kontraktor dan konsultan yang harus didukung dengan penerapan sistem manajemen proyek. Beberapa penyebab keterlambatan penyelesaian proyek pada Dinas Prasarana Jalan, Tataruang dan Permukiman Prov. Sumbar berhubungan dengan penerapan sistem manajemen proyek yang masih rendah, Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja manajemen proyek kontraktor jalan untuk paket non kecil di Prov. Sumatera Barat, mengetahui  persepsi owner terhadap penyedia jasa konstruksi dan memberikan gambaran mengenai  kinerja manajemen proyek  yang perlu ditingkatkan kinerjanya oleh kontraktor nonkecil jalan di Prov. Sumatera Barat. Dari penelitian ini teridentifikasi terdapat 9 faktor yang mempengaruhi kompetensi manajemen kontraktor jalan, Melalui metode CSI diketahui  nilai Customer Satisfaction Index (CSI) sebesar 69% yang terletak pada rentang nilai antara 65% < CSI ≤ 80%) yaitu level ke IV (Puas) sehingga Owner merasa puas terhadap kompetensi manajemen kontraktor paket nonkecil yang bekerjasama dengan Dinas Prasarana Jalan, Tataruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Barat, Dengan Metode Requirement Satisfacton Analysis yaitu metode kuadran dan gap analysis diketahui terdapat 3 faktor yang menjadi fokus dalam perbaikan yaitu  faktor  sistem manajemen pelaksanaan jalan, faktor administrasi dan dokumentasi dan faktor sumber daya. Faktor administrasi dan dokumentasi adalah  faktor yang memiliki Gap (selisih nilai)  kebutuhan dan kepuasan yang paling besar sehingga menjadi faktor yang paling prioritas untuk ditingkatkan kinerjanya karena sangat berpengaruh terhadap kinerja kompetensi manajemen kontraktor jalan untuk paket nonkecil di Provinsi Sumatera Barat.
PENENTUAN TARIF ANGKUTAN BARANG MODA KERETA API JALUR PADANG-SOLOK Wijaya, Hardi; Purnawan, Purnawan; Gunawan, Hendra
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.992 KB) | DOI: 10.25077/jrs.10.1.57-67.2014

Abstract

Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan diseluruh wilayah Indonesia. Tidak terkecuali pembangunan infrastruktur di provinsi Sumatera Barat. Salah satu upaya pemerintah mendanai pembangunan infrastruktur adalah bermitra dengan pihak swasta dalam bentuk Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS). Unsur terpenting KPS adalah kelayakan ekonomi dan keuangan berupa pengembalian modal. Rencana pembangunan jalur kereta api Padang-Solok tahun 2000 masuk dalam usulan rute pada skema jaringan jalur kereta api Pulau Sumatera. Penentuan tarif merupakan unsur terpenting pengembalian modal investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besaran tarif beberapa jenis komoditi angkutan barang kereta api jalur Padang-Solok. Metode dilakukan dengan tiga cara yaitu survey, tarif berdasarkan tata cara perhitungan yang dilakukan PT Kereta Api Divisi Regional II Sumatera Barat serta perhitungan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 34 Tahun 2011. Dari hasil survei diperoleh Nilai ATP (Abillity to Pay) ratarata pengguna jasa angkutan batu bara sebesar Rp 530,85, semen sebesar Rp 1.005,44, CPO sebesar Rp 519.78, karet sebesar Rp 552.47, beras sebesar Rp 1.027,73, pupuk sebesar Rp 445,45, inti sawit sebesar Rp 500.00, dan kelontong sebesar Rp 670.53,- /ton /km. Nilai WTP (Willingness to Pay) rata-rata pengguna jasa angkutan batu bara sebesar Rp 499.97, semen sebesar Rp 823.91, CPO sebesar Rp 430.00, karet sebesar Rp 471.94, beras sebesar Rp 855.06, pupuk sebesar Rp 550.00, inti sawit sebesar Rp 166.67, serta kelontong sebesar Rp 633.83,- /ton /km. Untuk komoditi pupuk nilai ATP lebih kecil dari WTP sedangkan untuk komoditi lainnya nilai ATP lebih besar dari WTP. Keywords: Infrastruktur, Kerjasama Pemerintah Swasta, Tarif, Abillity to Pay dan Willingness to Pay
Kajian Kelayakan dan Resiko Investasi Bus Trans Padang Agustiawan, Herri; Purnawan, Purnawan; Putri, Elsa Eka
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.165 KB) | DOI: 10.25077/jrs.13.2.67-78.2017

Abstract

Kemacetan adalah masalah utama dalam transportasi perkotaan, termasuk di Kota Padang. Untuk menanggulangi masalah tersebut, sejak tahun 2007 pemerintah telah merencanakan untuk mengadakan Bus Rapid Transit (BRT), dan pada tanggal 14 Februari 2014, bus Trans Padang secara resmi dioperasikan. Untuk mengelola bus secara maksimal, mengingat pertumbuhan kota padang yang cukup pesat, pemerintah harus bekerja sama dengan pihak swasta agar dapat mengakomodir semua demand dan tetap menciptakan sarana transportasi yang nyaman, aman, dan efisien. Studi analisa kelayakan investasi bus Trans Padang ini ditujukan untuk mengetahui kelayakan investasi tersebut dari aspek finansial serta analisis resiko dalam investasi bus. Dari hasil analisis didapat bahwa skenario terbaik dalam pengelolaan bus Trans Padang adalah dengan kondisi seperti yang telah berjalan saat ini, dimana bus, kantor dan halte merupakan bantuan dari pemerintah, Biaya Operasional Kendaraan (BOK) tidak mengalami perubahan dan pendapatan berdasarkan hasil permodelan. Apabila investasi dilakukan dari awal oleh investor, dengan memperhitungkan biaya pembelian bus, halte, dan kantor, dengan demand yang ada saat ini maka investasi dikatakan tidak layak secara finansial. Masih terdapat 2 dari 6 skenario yang dikategorikan tidak layak secara finansial. Untuk analisis resiko, bus trans padang ini memiliki probablitas resiko sebesar 0.42 apabila diambil alih oleh investor. Sebuah investasi yang cukup beresiko.
PEMODELAN DISTRIBUSI FREKWENSI TIME HEADWAY LALU LINTAS DI WILAYAH JALAN BERBUKIT Utama, Rizky Indra; Purnawan, Purnawan; Gunawan, Hendra
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.475 KB) | DOI: 10.25077/jrs.12.2.71-76.2016

Abstract

Time headway merupakan besaran mikroskopik arus lalu lintas yang sangat penting kegunaannya dalam analisis dan perencanaan suatu sistem transportasi. Pentingnya time headway, khususnya dalam microscopic traffic simulation, mendorong perlunya penentuan standar nilai yang dapat digunakan untuk keperluan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model distribusi time headway yang sesuai untuk data hasil penelitian di wilayah jalan berbukit. Penelitian mengambil data arus lalu lintas pada ruas jalan Padang Panjang– Bukittinggi Km. 5. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan handycam. Pengolahan data pengamatan menggunakan Software Stop Data Program. Untuk mendapatkan goodness of fit dari model distribusi data pengamatan yang cocok dengan distribusi teoritis, maka dilakukan Kolmogorov Smirnov Test (K-S Test) dengan menggunakan Software EasyFit, sehingga dihasilkan model yang cocok dengan kondisi wilayah jalan berbukit. Dari analisis didapatkan hasil sebagai berikut: model distribusi terbaik hasil uji time headway individual Hari Sabtu pada jalur tanjakan didapatkan model hasil uji yang terbaik adalah model Beta dengan nilai α1=2,290 ,α2=7,668 , 􀜽 =4,615 􀵈10􀬿􀬵􀬻, 􀜾 =16,809, pada jalur turunan didapatkan model hasil uji yang terbaik adalah model Weibull dengan nilai α= 1,546 ,β=3,551 ,γ = 0. Model distribusi terbaik hasil uji time headway individual Hari Minggu pada jalur tanjakan didapatkan model hasil uji yang terbaik adalah model Beta dengan nilai α1=2,217 ,α2=6,626 ,􀜽=2,895􀵈10􀬿􀬵􀬺 ,􀜾 =15,046, untuk jalur turunan didapatkan model hasil uji yang terbaik adalah model Cauchy dengan nilai σ=0,703 dan μ=2,937.Time headway rata-rata Hari Sabtu pada jalur tanjakan diperoleh 3,86 detik, pada jalur turunan didapatkan 3,17 detik. Selanjutnya time headway rata-rata Hari Minggu pada jalur tanjakan didapatkan 3,77 detik, pada jalur turunan diperoleh 3,21 detik.Kata kunci : Time Headway, Goodness Of Fit Test, Model Distribusi
Pemanfaatan Serat Ijuk Pada Campuran Perkerasan Asphalt Concrete-Wearing Coarse (AC-WC) Untuk Mengurangi Keretakan Akibat Gempa Fathoni, Zikri; Hafino, Frans Yanda; Utama, Gita Satria; Rahayu, Gusri; Yusri, Jeniko; Purnawan, Purnawan
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.849 KB) | DOI: 10.25077/jrs-unand.9.1.1-9.2013

Abstract

Perkerasan aspal merupakan jenis perkerasan yang paling banyak digunakan pada saat ini. Salah satu kelemahan dari perkerasan ini adalah kemudahan retak akibat pembebanan atau perubahan bentuk karena gaya geser. Wilayah Sumatera Barat merupakan salah satu wilayah yang terletak pada zona rawan gempa. Gempa tersebut sebagian mengakibatkan keretakan pada perkerasan jalan. Penelitian ini dilakukan untuk membuat perkerasan aspal yang tahan retak dengan menambahkan serat ijuk sebagai bahan penguat. Jenis perkerasan aspal yang digunakan dalam penelitian ini adalah Asphalt Concrete – Wearing Coarse (AC – WC). Pengujiannya menggunakan metoda Marshall. Sampel untuk pengujian terdiri dari sampel campuran perkerasan aspal biasa, sampel dengan variasi ukuran dan panjang sama, sampel dengan variasi panjang ijuk dengan kadar yang sama. Sampel dengan variasi kadar ijuk diambil 1% - 5% ijuk dengan panjang 2 cm, didapat kadar optimum 3%. Penelitian dengan melakukan variasi panjang ijuk 1, 3, 5, 7, 9 cm dengan kadar 3%, didapatkan panjang optimum 3 cm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan ijuk dapat meningkatkan stabilitas campuran perkerasan sebesar 27%. Pada pengujian efek gempa pada sampel tanpa ijuk dan sampel yang diberi ijuk, komposisinya diambil dari hasil mix design sebelumnya yaitu 3% dari berat aspal dengan panjang 3 cm. Pada uji efek gempa didapatkan data bahwa kedua sampel tidak mengalami keretakan setelah digetarkan dengan meja getar selama ± 1 menit 50 detik.
Studi Perbandingan Prioritas Penanganan Jalan Provinsi di Sumatera Barat Antonius, Toni; Purnawan, Purnawan; Yosritzal, Yosritzal
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.872 KB) | DOI: 10.25077/jrs.13.1.43-54.2017

Abstract

Visi Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Barat adalah  mewujudkan prasarana jalan handal guna memacu daya saing ekonomi kerakyatan dan ekonomi skala besar. Tujuannya untuk pemerataan pembangunan di segala bidang. Dibutuhkan jalan yang stabil dan selalu mendapat penanganan. Keterbatasan dana diperlukan skala prioritas.. Tujuan penelitian menentukan urutan proritas penanganan jalan dengan metoda AHP, AMK, Metoda Bina Marga dan dilaksanakan Dinas serta membandingkan hasil urutan prioritas dengan metoda. Metoda AHP menggunakan pembobotan (weighting) hasil persepsi responden dan penilaian (scoring) dengan liniear models menghasilkan  prioritas utama dalam  pemeliharaan rutin adalah ruas Air Balam – Air Bangis (034), pemeliharaan berkala ruas Baso – Batusangkar (036), penanganan peningkatan Payakumbuh – Suliki – Koto Tinggi (069.2) dan  pembangunan adalah ruas Pasar Baru – Alahan Panjang (073). Metoda AMK menggunakan pembobotan dan penilaian dari responden menghasilkan penanganan rutin pada ruas Air Balam – Air Bangis (034), penanganan berkala pada ruas Simpang Koto Baru – Tj. Simalidu (011), penanganan peningkatan pada ruas Pangkalan - Sialang – Gelugur (076) dan penanganan pembangunan pada ruas Abai Sangir – Sungai Dareh (056.3). Metoda Bina Marga menggunakan volume Lalu Lintas Harian (LHR) sebagai input utama menghasilkan penanganan rutin pada ruas Surian – Simpang Pd. Aro (014.2), berkala pada ruas Jl. Veteran (Payakumbuh) (069.1), peningkatan pada ruas Simpang Duku Pariaman (075) dan pprioritas utama dalam penanganan pembangunan adalah ruas Pasar Baru – Alahan Panjang (073). Yang dilaksanakn Dinas penanganan pembangunan pada ruas jalan Alahan Panjang – Pasar Baru (073), ruas jalan Alahan Panjang – Kiliran Jao (082) dan ruas jalan Guguak Cino – Sawahlunto (038) dan penanganan peningkatan diprioritaskan pada ruas jalan Payakumbuh-Suliki-Koto-Tinggi (069.2).Kata kunci : prioritas, perbandingan, AHP, AMK, bina marga
STUDI EVALUASI PROSES SOLIDIFIKASI LIMBAH B-3 DARI LIMBAH PADAT (SLAG) INDUSTRI DAUR ULANG AKI BEKAS PADA MEDIA PASIR SEMEN Purnawan, Purnawan; Suseno, Hadi Prasetyo
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri aki di Indonesia mengalami kemajuan seiring dengan semakin majunya industri kendaraan bermotor, telekomunikasi serta elektronika yang menggunakan arus listrik yang berasal dari aki dan secara umum umur efektif aki berkisar 1 hingga 2 tahun, dengan melihat begitu besar penggunaan aki maka limbah aki menjadikan suatu permasalahan apabila dibuang ke lingkungan, salah satu upaya dengan proses daur ulang aki bekas yang dilakukan skala industri kecil maupun rumah tangga guna pengambilan Pb murni menggunakan teknologi sederhana dengan cara membakar campuran arang dan sel aki yang menghasilkan limbah berupa slag yang memiliki karakteristik sebagai limbah B-3. Penelitian ini mengarah pada upaya pengungkungan (solidifikasi) limbah B-3 pada media pasir semen dan kajian pengaruhnya terhadap kuat tekan bahan pengungkungnya sehingga diharapkan dapat menjadi solusi pencegahan pencemaran lingkungan sekaligus sebagai upaya peningkatan kualitas industri pasir semen. Hasil penelitian yang telah dilakukan untuk rasio campuran pasir semen 8:1 didapatkan kondisi optimum pada perbandingan 1:8 dan mampu menaikkan kuat tekan dari 262 kg/mm2 menjadi 638 kg/mm2, sedangkan untuk rasio campuran pasir semen 9:1 didapatkan kondisi optimum pada perbandingan 1:8 dan mampu menaikkan kuat tekan dari 254 kg/mm2 menjadi 437 kg/mm2, dengan uji pelindian selama 3 minggu tidak terjadi peluruhan secara signifikan dengan konsentrasi logam Pb 0,2047 mg/liter dan logam Fe 0,0138 mg/liter atau dibawah standard baku mutu sesuai keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI No. : KEP-51/MENLH/10/1995 Kata kunci : limbah aki, slag, solidifikasiBattery industry in Indonesia is progressing in line with getting advance of the motor vehicle industry, telecommunications and electronics that using electric current from the battery and which generally effective battery life of about 1 to 2 years, with a look so great use of battery, the waste batteries makes a problem when disposed into the environment, one of the efforts is to recycle used batteries were made of small-scale industries and households in order to take the pure Pb using simple technology by burning a mixture of charcoal and battery cells that is capable to produce waste in the form of slag waste characterized as B-3. This research is directed to the confinement (solidification) B-3 waste in cement sand media and study the effect of the compressive strength material confinement that expected to be a solution for prevent of environmental pollution as well as improving the quality of sand cement industry. The results of the research has been done with the ratio of 8:1 cement sand mixture obtained in optimum condition in 1:8 ratio and could increase the compressive strength of 262 kg/mm2 to 638 kg/mm2, while the ratio of 9:1 cement sand mixture obtained in optimum conditions ratio in 1:8 and is able to increase the compressive strength of 254 kg/mm2 to 437 kg/mm2, with a leaching test with immersion time for 3 weeks did not a significant sloughing occurs with 0.2047 mg / liter and 0.0138 mg Fe / liter Pb concentration or below the quality standard based on from decision the Minister of Environment RI No.. : KEP-51/MENLH/10/1995 Keywords: battery waste, slag, solidification
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH OTOMASI Masitoh, Ulana; Hayadi, Haryadi; Purnawan, Purnawan
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 2, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.594 KB) | DOI: 10.17509/jmee.v2i1.1165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peningkatan hasil belajar otomasi dan respon mahasiswa setelah mempelajari materi simbol dan mekanisme katup pneumatik, menggunakan media animasi katup pneumatik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pre-eksperimen. Desain penelitian yang digunakan yaitu pre-test and post-test group design. Peningkatan hasil belajar dinyatakan dalam N-Gain, berdasarkan hasil pre-test dan post-test, serta respon mahasiswa diperoleh melalui angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penerapan media pembelajaran animasi, baik dengan menggunakan model individual learning maupun group learning, dapat meningkatkan hasil belajar otomasi pada materi simbol dan mekanisme katup pneumatik, dimana rata-rata N-Gain pada model individual learning berkategori sedang, sedangkan rata-rata N-Gain pada model group learning berkategori tinggi. Penerapan media pembelajaran animasi katup pneumatic, selain cukup efektif dan membawa hasil positif dalam kegiatan pembelajaran, juga menyebabkan respon yang positif pada mahasiswa karena dapat membuat mahasiswa lebih termotivasi dalam belajar.