Iin Purnamasari
Program Studi PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang

Published : 36 Documents
Articles

Found 36 Documents
Search

POTRET BIROKRASI PENDIDIKAN DI INDONESIA Purnamasari, Iin; djariyo, djariyo; Martin, Riana
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 2, No 1 (2013): April
Publisher : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract.Birocracy can be mean aswork procedure, organization system, and power to make decisions. This analisys of education birocracy through four approachs.First, the attitude of birocrat either at school, subdistrict, district, provinsi and national level besides organization caracteristics.Second, level of services given by education birocrats.Thirth, the power to make decisions.Fourth, the quality of personel. The result of analisys shows as follows. First, attitude of birocrats and organizational caracteristics did’nt support to finish their duties well. It was proven from the the low of budget absorbtion, usually the budget ubsorbtion happen on the last two month of the year. When it’s happen the program and activities in eduation sector will not effective. Second, level of services given by education birocrast are still low as shown from the apaty of personel, brush off, coldness, condesclusion, robotism, role book, and round around.Thirth, education birocrat have no power to make decision of education problems especially on evaluation and finance of education. Fourth, the quality of education personel did not qualified because they were selected politically rather than by their capability background. The betterment of education birocracy will happen through the betterment of attitudes of education personel, organizational system and prosedures, give higher power to make decisions, and capacity building to education personel.Abstrak.Birokrasi dapat dipahami sebagaiprosedur kerja, sistem keorganisasian, dan kekuasaan untuk mengambil keputusan.Analisis birokrasi pendidikan dapat dilakukanmelalui empat pendekatan.Pertama, melalui tingkah laku para pelaku pendidikan mulai dari sekolah/UPT pendidikan, serta dinas pendidikan dan karakteristik birokasi. Kedua, dilihat dari tingkat pelayanan dalam konsep administrasi publik (karena membahas birokrasi tidak lengkap tanpa melongok bahasan administrasi public).Ketiga, kewenangan untuk mengambil keputusan pendidikan secara mandiri.Keempat, kualitas para birokrat bidang pendidikan.Hasil analisis birokrasi dari keempat telaah tersebut adalah sebagai berikut.Pertama, tingkah laku para pelaku pendidikan belum menunjukkan perilaku yangbaik sebagai birokrat dan dikukung belum adanya sistem organisasi yang baik. Hal ini dapat ditunjukkan dari rendahnya penyerapan anggaran secara merata, dan biasanyaserapan anggaran terjadi besar-besaran terjadi pada 2 bulan terakhir pada setiap tahun sehingga hasilnya tidak efektif. Kedua, dilihat dari tingkat pelayanan para penyedialayanan pendidikan banyak sekali sikap apatis, menolak berurusan, sikap dingin, memandang rencah masyarakat, para pegawai pendidikan bekerja secara mekanis dantaat prosedur.Ketiga, lembaga pendidikan di kabupaten dan sekolah tidak memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan pendidikan secara mandiri terutama dalampenilaian pendidikan dan pembiayaan pendidikan.Keempat, kualitas birokrat pendidikan banyak yang tidak berkualitas karena pengangkatan birokrat pendidikan tidak didasarkanpada kompetensi tapi lebih banyak pertimbangan politis.Untuk memperbaiki birokrasi pendidikan maka dapat dilakukan melalui perbaikan tingkah laku karyawan, sistem danprosedur keorganisasian, pemberian kewenangan yang lebih kepada para pelaku pendidikan, dan peningkatan kapasitas para birokrat pendidikan.Kata Kunci: birokrasi pendidikan, otonomi pendidikan, pengambilan keputusan.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS BERITA PADA MATA KULIAH KONSEP DASAR IPS purnamasari, iin; djariyo, Djariyo; martin, riana
Media Penelitian Pendidikan Vol 6, No 1 (2012): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan judul “Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Berita Pada MataKuliah Konsep Dasar IPS” mempunyai tujuan untuk mengembangkan model pembelajaranberbasis berita pada mata kuliah Konsep Dasar IPS bagi mahasiswa PGSD dan mengetahuikendala dalam pengembangan model pembelajaran berbasis berita pada mata kuliah KonsepDasar IPS. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metodeResearch and Development (R&D), yang menghasilkan produk berupa suplemen bahan ajartentang pembelajaran berbasis berita pada Mata Kuliah Konsep Dasar IPS. Fokus dari penelitianini adalah merancang dan menyusun suplemen sebagai salah satu pendukung bahan ajar dalammata kuliah Konsep Dasar IPS berbasis berita bagi mahasiswa PGSD. Simpulan yang dapatdiambil dari penelitian ini adalah metode pengembangan model pembelajaran berbasis beritapada Mata Kuliah Konsep Dasar IPS dapat membantu meningkatkan kemampuan mahasiswadalam mengemukakan pendapat, keinginan mahasiswa mengakses berita dan keseriusanmengerjakan tugas, pemanfaatan media massa (surat kabar, televisi, rekaman berita dan internet)sebagai media pembelajaran bisa dijadikan sebagai bahan ajar yang menyenangkan,pengembangan model pembelajaran dengan menggunakan rekaman berita dan suplemen dapatmemberikan kontribusi dalam melengkapi perkuliahan.Kata Kunci: model pembelajaran, berita, IPS
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS SITUS SEJARAH LOKAL DI SMA NEGERI KABUPATEN TEMANGGUNG Purnamasari, Iin
Paramita: Historical Studies Journal Vol 21, No 2 (2011)
Publisher : Paramita: Historical Studies Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teaching Learning model is the basis for learning practices that are designed based on the analysis of the implementation of the curriculum and its implications at the operational level in the classroom. There is a conceptual framework that describes a systematic procedure of organizing learning experiences to achieve the learning objectives. History study is a combination of learning and teaching activities that studying past events which closely related to the present. It is expected that the use of historical sources including local historical sites in the study of history, can improve the quality of students learning process which can be seen from the motivation and learning achievement. Based on the results of this study, it can be concluded that (1) The Development of Teaching learning model of history study based on local history sites can improve the quality of learning (2) local historical sites can be used as one of the effective teaching materials.   Key words: learning history, historical sites, high school   Model Belajar Mengajar adalah dasar dalam praksis pembelajaran yang dirancang berdasarkan analisis pelaksanaan kurikulum dan implikasinya pada tingkat operasional di kelas. Ada kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur yang sistematis mengorganisir pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Mempelajari sejarah adalah kombinasi dari belajar dan mengajar kegiatan yang mempelajari peristiwa masa lalu yang berkaitan erat dengan saat ini. Diharapkan bahwa penggunaan sumber-sumber sejarah termasuk situs sejarah lokal dalam studi sejarah, dapat meningkatkan kualitas proses belajar siswa yang dapat dilihat dari motivasi dan prestasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa (1) Pengembangan model pembelajaran studi Pengajaran sejarah berdasarkan situs sejarah lokal dapat meningkatkan kualitas pembelajaran (2) situs sejarah lokal dapat digunakan sebagai salah satu bahan ajar yang efektif. Kata kunci: belajar sejarah, situs sejarah, SMA  
REKONSTRUKSIONISME-FUTURISTIK DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA Purnamasari, Iin
CIVIS Vol 5, No 2/JULI (2015): CIVIS
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aliran rekonstruksionisme berkeyakinan bahwa tugas penyelamatan dunia merupakan tugas semua manusia. Karenanya, pembinaan kembali daya intelektual dan spiritual yang sehat melalui pendidikan yang tepat akan membina kembali manusia dengan nilai dan norma yang benar pula demi generasi sekarang dan generasi yang akan datang, sehingga terbentuk dunia baru dalam pengawasan umat manusia. Sebagai upaya pencapaian tujuan pokok, rekonstruksionisme berupaya mencari kesepakatan antar sesama manusia agar dapat mengatur tata kehidupan manusia dalam suatu tatanan dan seluruh lingkungannya. Maka proses dan lembaga pendidikan dalam pandangan rekonstruksionisme perlu merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang baru. Maka diperlukanlah kerja sama antar umat manusia. Ilmu-ilmu sosial, seperti antropologi, ekonomi, sosiologi, sains politik, dan psikologi merupakan landasan kurikuler yang amat membantu kalangan rekonstruksionis untuk mengidentifikasi lingkup persoalan utama kontroversi, konflik, dan inkonsistensi. Peran pendidikan adalah mengungkapkan lingkup persoalan budaya manusia dan membangun kesepakatan seluas mungkin tentang tujuan-tujuan pokok yang akan menata umat manusia dalam tatanan budaya dunia. Teori belajar rekontstruksi merupakan teori-teori yang menyatakan bahwa peserta didik itu sendiri yang harus secara pribadi menemukan dan menerapkan informasi kompleks, mengecek informasi baru dibandingkan dengan aturan lama dan memperbaiki aturan itu apabila tidak sesuai lagi. Kemudian mengenai dimensi-dimensi pembelajaran, rekonstruksionisme yang integratif dengan pandangan  futurisme diartikan dengan memadukan antara pembelajaran rekonstruksionisme dengan pandangan futurisme yang bertujuan membantu menyiapkan warga dalam hal ini generasi muda untuk merespon perubahan dan membuat pilihan-pilihan cerdas mengingat umat manusia bergerak ke masa depan yang memiliki lebih dari satu konfigurasi. Sehingga filsafat rekonstruksionisme-futuristik bertujuan mengembangkan masa depan yang lebih menyenangkan melalui pendidikan. Kata Kunci: rekonstruksionisme, futurisme, pendidikan
EFFECT OF MUSIC THERAPY ON THE IMPROVEMENT OF QUALITY SLEEP ELDERLY Purnamasari, Iin; Supriyadi, Supriyadi; Suparti, Sri
medisains Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : medisains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background :The good quality of sleep is a poor quality, and quantity of sleep a person. The of elderly at risk of disruption of sleep patterns. The patients with sleep disorders, generally difficult to sleep at night time, wakeup not in their fresh state should feel lethargic, weak, lacking spirit, still sleepy when I wake from sleep. One ofthe alternative to get a good sleep quality in the elderly with music therapy.Objective :To determine the effect of music therapy on sleep quality improvement Kedunggede elderly in thevillage of Banyumas district Banyumas.Method :Pre-design experiment with this type of design one-group pretest   posttes design. Sample size of thisstudy were 42 elderly. Statistical tests using independent samples T-test.Result :Mean score sleep quality of the elderly before the classical music therapy is 30.19, traditional musictherapy is 30.33 and after classical music therapy 41.57, traditional therapy 48.67. The results showed there isa effect of music therapy improved sleep are elderly before and after the p-value of 0.032.Conclusion :There is effect of music therapy on improving the quality of sleep in older adults. The result isexpected to be one of the alternative therapies to improve quality of sleep elderly.Key Words : music therapy, quality of sleep, ederly.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS BERITA PADA MATA KULIAH KONSEP DASAR IPS purnamasari, iin; djariyo, Djariyo; martin, riana
Media Penelitian Pendidikan Vol 6, No 1 (2012): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan judul "Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Berita Pada MataKuliah Konsep Dasar IPS" mempunyai tujuan untuk mengembangkan model pembelajaranberbasis berita pada mata kuliah Konsep Dasar IPS bagi mahasiswa PGSD dan mengetahuikendala dalam pengembangan model pembelajaran berbasis berita pada mata kuliah KonsepDasar IPS. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metodeResearch and Development (R&D), yang menghasilkan produk berupa suplemen bahan ajartentang pembelajaran berbasis berita pada Mata Kuliah Konsep Dasar IPS. Fokus dari penelitianini adalah merancang dan menyusun suplemen sebagai salah satu pendukung bahan ajar dalammata kuliah Konsep Dasar IPS berbasis berita bagi mahasiswa PGSD. Simpulan yang dapatdiambil dari penelitian ini adalah metode pengembangan model pembelajaran berbasis beritapada Mata Kuliah Konsep Dasar IPS dapat membantu meningkatkan kemampuan mahasiswadalam mengemukakan pendapat, keinginan mahasiswa mengakses berita terbaru dan keseriusanmengerjakan tugas, pemanfaatan media massa (surat kabar, televisi, rekaman berita dan internet)sebagai media pembelajaran bisa dijadikan sebagai bahan ajar yang menyenangkan,pengembangan model pembelajaran dengan menggunakan rekaman berita dan suplemen dapatmemberikan kontribusi dalam melengkapi perkuliahan.Kata Kunci: model pembelajaran, berita, IPS
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN IPS TERPADU BERBASIS LINGKUNGAN SEKITAR Purnamasari, Iin
MALIH PEDDAS Vol 1, No 1/ Juli (2011): MALIH PEDDAS
Publisher : MALIH PEDDAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SARI   It must be recognized that the subjects belonging to the education of Social Sciences (IPS) in Indonesia have not recognice from the public. There are some indications to justify this statement. First, the national exam originally did not include exams that must be tested. Second, parents are more proud if his son has high score in mathematic, despite he has low score of sosial studies.. Third, social study learning did less seriously or carelessly. Less respect for social studies in schools is determined by several factors. First, the myth that believe only those who pursue science lesson was the one who will be successful in life. Although in fact they are not. Second, the sosial studies material that is too big has less relevance to the real world of students. Third, unprofessional social studies teacher also determines the student disinterest.   Apart from that problem, social studies education has a strategic significance to increase student’s personality so that they can become a good members of the public. It must be received that social studies is needed to give the students a balance of thinking, so that the right brain and left brain can function optimally so that it can succeed in the midst of modern society that has full of change. The question is whether todays social studies education has been able to those function? If it’s not, so how the strategy to restore the function of learning social studies in order to have benefits for students, especially elementary school and the community? Keywords: sosial sudies Integrated Learning, Environment
STRATEGI PEMBELAJARAN ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS III UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS DI SD NEGERI GROGOL 2 KECAMATAN KARANGTENGAH TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Purnamasari, Iin; Setyo S, Riris; Nurfarikhin, Yazid
MALIH PEDDAS Vol 2, No 1/ juli (2012): malih peddas
Publisher : MALIH PEDDAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi sekolah yang kurang kondusif dan sarana prasarana yang kurang memadahi, serta kurangnya guru dalam memanfaatkan media pembelajaran dan menyampaikan materi pembelajaran secara konvesional. Model pembelajaran Role Playing merupakan cara penguasaan bahan belajar melalui pengetahuan imajinasi dan penghayatan siswa, dengan memerankan sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permasalahan dalam pelaksanan tindakan kelas ini adalah apakah dengan pembelajaran Role Playing pada materi jenis-jenis pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari pada kelas III dapat mencapai ketuntasan belajar, apakah dengan pembelajaran role playing dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini untuk mencapai ketuntasan belajar siswa tentang jenis-jenis pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari, serta meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPS. Subyek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas III semester II SD Negeri Grogol 2 kecamatan karangtengah tahun pelajaran 2011/2012 yang terdiri dari dua puluh siswa yang terdiri atas siswa laki-laki sepuluh dan sepuluh siswa perempuan. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata kelas dari 51.95 menjadi 67.45 Dengan presentase ketuntasan belajar klasikal pada siklus I 65% siklus II 85%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang dapat diberikan yaitu, agar guru terlatih dalam menggunakan model pembelajaran role playing yang diharapkan mampu menarik minat dan antusiasme siswa dalam belajar.KATA KUNCI: role playing, hasil belajar siswa.
MEMPERTAHANKAN INTEGRITAS BANGSA INDONESIA MELALUI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Purnamasari, Iin; Mushafanah, Qoriati
MALIH PEDDAS Vol 2, No 2/ Desember (2012): malih peddas
Publisher : MALIH PEDDAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan multikultural sebagai proses penanaman cara hidup menghormati, tulus, dan toleran terhadap keanekaragaman budaya yang hidup di tengah masyarakat plural. Dengan pendidikan multikultural, diharapkan adanya kekenyalan dan kelenturan mental bangsa menghadapi benturan konflik sosial, sehingga persatuan bangsa tidak mudah retak. Multkulturalisme adalah sebuah ideologi yang mengagungkan perbedaan budaya, atau sebuah keyakinan yang mengakui dan mendorong terwujudnya pluralisme budaya sebagai suatu corak kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat menjadi pengikat dan jembatan yang mengakomodasi perbedaan-perbedaan termasuk perbedaan kesukubangsaan dan suku bangsa dalam masyarakat multikultural. Dalam konteks Indonesia, yang dikenal dengan muatan yang sarat kemajemukan, maka pendidikan multikultural menjadi sangat strategis untuk dapat mengelola kemajemukan secara kreatif, sehingga konflik yang muncul sebagai dampak dari transformasi dan reformasi sosial dapat dikelola secara cerdas dan menjadi bagian dari pencerahan kehidupan bangsa ke depan.Kata Kunci : pendidikan multikultural, integritas
KELOMPOK DARMA WANITA TENTANG KECEMASAN WANITA YANG MENGHADAPI MENOPAUSE Suyati, Tri; IKIP PGRI Semarang, Mudzanatun; Reffiane, Fine; Purnamasari, Iin
E-DIMAS Vol 2, No 01/Maret (2011): E-DIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Menopause is known as the end of having menstruation. Usually, women feel afraid of being menopause. Generally, the indication of being Menopause starts at the end of 40 – 45 years old. Most of women complain and worried about it. Especially for those 50 women who could be classified like; 3 teachers, 1 nurse, 1 bank female officer, and 44 are housewives. And the aged level classification is like; age 40 – 50 years old are 25 women, ages 30 – 39 are 15 women, ages 20 – 29 is 1 woman. This team of community service gives them the training how to overcome if they get the menopause period, and how to protect the frustration of being menopause. This training was done through some discipline of aspects like; through biology, sociology and physiology. The team wants to solve their problems seen from the proper aspect. So that, they will understand that menopause will always happen to them, but they also have prepared how to overcome and protect the frustration of being menopause seen from the aspect of biology, sociology and physiology.   Key words: menopause, menstruation