Sri Lestari Purnamaningsih
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 24 Documents
Articles

Found 24 Documents
Search

PERLAKUAN PEMATAHAN DORMANSI TERHADAP DAYA TUMBUH BENIH 3 VARIETAS KACANG TANAH (Arachis hypogaea) Nurussintani, Widya; Damanhuri, Damanhuri; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.204 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan metode yang lebih efektif dan efisien daripada perlakuan oven kering sampai 7 hari (rekomendasi ISTA), serta mempelajari pengaruh perbedaan varietas terhadap perlakuan pematahan dormansi, telah dilaksanakan di UPT PSBTPH Surabaya dari Juni sampai Agustus. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan pematahan dormansi berpengaruh nyata pada parameter pengamatan kecambah normal, abnormal, benih mati, intensitas dormansi dan vigor benih. Metode perendaman benih dengan larutan KNO3 0,2% selama 48 jam  memberikan efektivitas yang sama dengan metode rekomendasi ISTA (International Seed Testing Association) dan lebih praktis dalam pelaksanaan, dengan batasan nilai uji daya tumbuh lebih dari 80% dan jumlah benih dorman kurang dari 5%. Varietas Lokal Tuban dan Bison memberikan respon baik hanya pada perlakuan P1 (perendaman dengan larutan KNO3 0,2% selama 48 jam), P2 (perendaman dengan air kelapa selama 48 jam) dan P3 (pemanasan dalam oven bersuhu 40oC selama 7 hari), sedangkan varietas Kelinci memberikan respon baik pada semua perlakuan.
PENAMPILAN SEPULUH GENOTIPE CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) Ramadhani, Rizki; Damanhuri, Damanhuri; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.398 KB)

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui penampilan morfologi, agronomi dan ketahanan terhadap hama dan penyakit sepuluh genotipe cabai merah pada lahan terinfestasi hama dan patogen secara alami telah dilaksanakan di kelurahan Dadaprejo, kecamatan Junrejo, kota Batu dari Maret sampai Agustus 2012. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan genotipe sebagai perlakuan yang diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman karakter morfologi masih terdapat dalam genotipe     CB 051, CB 053, CB 113, CB 116 dan         CB 118. CB053 menunjukkan nilai Koefisien Keragaman Fenotipe (KKF) tinggi pada karakter tebal daging buah, jumlah buah baik, bobot buah baik, jumlah buah jelek, bobot buah jelek, jumlah buah total per tanaman, dan bobot buah total per tanaman.  CB 051 memiliki nilai KKF tinggi hanya pada karakter jumlah buah jelek dan bobot buah jelek. Individu CB 053.23, CB 053.24, CB 053.33 tahan terhadap aphid, CMV, layu fusarium;  CB 055.32 tahan terhadap tungau dan CMV; CB 056.21, CB 056.31 tahan terhadap CMV dan layu fusarium; CB 113.17, CB 113.18 tahan terhadap tungau dan rebah semai. Individu-individu tersebut didukung keunggulan agronomi karakter jumlah buah total per tanaman dan bobot buah total per tanaman lebih tinggi dari individu lain dalam masing-masing genotipe.
KERAGAMAN DAN PENDUGAAN NILAI KEMIRIPAN 18 TANAMAN DURIAN HASIL PERSILANGAN Durio zibethinus DAN Durio kutejensis Hadi, Shabrina Kusuma; Purnamaningsih, Sri Lestari; Ashari, Sumeru
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.432 KB)

Abstract

Tanaman durian termasuk dalam famili Bombaceae, diduga tanaman ini berasal dari hutan tropis Indonesia. Di Indonesia, masih sedikit buah durian lokal mutu tinggi yang dijual dipasaran. Dalam rangka meningkatkan hasil buah durian perlu melakukan beberapa program pertanian dan program pemuliaan. Salah satu program pemuliaan tanaman adalah menghasilkan kultivar yang baru antara durian yang brebeda. Pada penelitian ini durian hasil persilangan diharapkan menghasilkan durian yang memiliki daging buah berwana pink merah muda (dari Durio kutejensis) dan daging buah yang tebal (dari Durio zibethinus). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatikerto, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, pada April-Juni 2013. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu dengan cara pengamatan karakter vegetatif kemudian menjabarkan secara deskriptif. Data karakterisasi untuk karakter kualitatif dikelompokkan menurut nilai kemiripannya dengan analisis kluster, sedangkan karakter kuantitatif dihitung keragamannya dengan menghitung standard deviasi dan koefisien keragaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman 18 tanaman durian yang ditunjukkan pada karakter tinggi tanaman, tinggi batang, lingkar batang, diameter tajuk, panjang daun dan lebar daun. Terdapat sebelas kelompok nilai kemiripan pada 18 tanaman durian : 100%, 96%, 93%,  91%, 90%, 87%, 86%, 85%, 84%, 82%, 81%. Pada persilangan antara Durio zibethinus ( ♀ ) >< Durio kutejensis ( ♂ ) dan Durio kutejensis ( ♀ ) ><Durio zibethinus ( ♂ ) semua individu tanaman memiliki kemiripan pada tetua kutejensis. Kata kunci : Keragaman, Nilai kemiripan, Durio zibethinus, Durio kutejensis
PENAMPILAN DELAPAN GALUR KACANG PANJANG (Vigna sesquipedalis L. Fruwirth) PADA DUA MUSIM TANAM Marmadion, Tomy; Purnamaningsih, Sri Lestari; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.905 KB)

Abstract

Peningkatan produktivitas kacang panjang dapat dilakukan dengan merakit varietas unggul, namun perbedaan musim tanam berpengaruh pada tingkat adaptabilitas terhadap lingkungan yang berbeda. Penelitian bertujuan mengetahui penampilan dan hasil produksi dari 8 galur kacang panjang pada musim tanam yang berbeda. Percobaan dilaksanakan pada bulan Maret sampai Agustus 2013 di Kebun Percobaan Jatikerto Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nested Design dengan 8 perlakuan yang diulang 3 kali. Perlakuan tersebut terdiri dari 6 galur kacang panjang ungu (UBPU 1 41, UBPU 1 130, UBPU 1 222, UBPU 1 365, UBPU 2 202, UBPU 3 153) dan 2 varietas kacang panjang hijau (Brawijaya 4 dan Bagong 2). Data dianalisis menggunakan uji F dengan taraf 5%, apabila berbeda nyata antar perlakuan diuji dengan BNT 5%. Untuk mengetahui perbandingan antar galur kacang panjang ungu dengan kacang panjang hijau serta perbandingan antar galur kacang panjang ungu dilakukan pengujian orthogonal kontras. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan penampilan antar musim tanam terdapat pada variabel umur panen, jumlah biji/polong, berat biji dan produktivitas. Perbedaan penampilan antar galur terdapat pada variabel awal muncul bunga, umur panen, panjang polong, jumlah polong, berat polong segar/tanaman, bobot rerata/polong. Perbedaan penampilan yang dipengaruhi oleh interaksi genotip x musim terdapat pada variabel awal muncul bunga. Kata kunci: Vigna sesquipedalis L. Fruwirth, penampilan 2 musim tanam, kacang panjang ungu, produksi
UJI KESERAGAMAN DAN ANALISIS SIDIK LINTAS ANTARA KARAKTER AGRONOMIS DENGAN HASIL PADA TUJUH GENOTIP PADI HIBRIDA JAPONICA Rachmawati, Rizia Yasminda; Kuswanto, Kuswanto; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.987 KB)

Abstract

Padi Hibrida Japonica merupakan adalah satu solusi untuk mendapatkan padi berdaya hasil tinggi pada daerah dataran tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menduga tingkat keseragaman, nilai korelasi dan mempelajari hubungan antara komponen agronomis dengan hasil pada tanaman Padi Hibrida Japonica. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian yang berlokasi di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Tempat ini memiliki suhu minimum 26oC dan suhu maximum 32oC dengan rata-rata curah hujan 1.328 s/d 1.448 mm/tahun. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2012 sampai dengan bulan Mei 2013. Bahan yang digunakan digunakan untuk penelitian ini adalah benih tujuh genotipe padi hibrida Japonica yaitu BioJap 1, BioJap 2, BioJap 3, BioJap 4, BioJap 5, BioJap 6 dan Taiken. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode single plant. Data hasil pengamatan dianalisis dengan koefisien keragaman genetik, estimasi nilai koefisien korelasi, kemudian dianalisis dengan analisis sidik lintas. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat keragaman genetik yang rendah pada seluruh karakternya, terdapat korelasi positif nyata pada karakter jumlan anakan, jumlah malai, dan jumlah daun.  Berdasarkan hasil analisis sidik lintas, terdapat nilai pengaruh langsung positif yang cukup besar pada karakter agronomis  jumlah malai, dan terdapat pengaruh tidak langsung  yang bernilai tinggi berhubungan dengan karakter jumlah malai. Kata kunci : Padi Hibrida Japonica, uji keseragaman, analisis sidik lintas
EFEK XENIA PADA PERSILANGAN BEBERAPA GENOTIP JAGUNG (Zea mays L.) Wardhani, Rahmi Kusuma; Purnamaningsih, Sri Lestari; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.077 KB)

Abstract

Persilangan merupakan salah satu cara untuk menimbulkan keragaman genetik yang diperlukan di dalam program pemuliaan tanaman jagung. Pada pewarisan sifat, ekspresi gen hasil persilangan dari tetua jantan dan tetua betina baru dapat diekspresikan pada generasi berikutnya. Namun adanya efek xenia, hasil persilangan dapat diekspresikan secara langsung pada organ tetua betina saat persilangan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2013 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efek xenia berpengaruh nyata terhadap karakter warna biji dan tipe biji sedangkan untuk karakter panjang tongkol (cm), panjang tangkai tongkol (cm), diameter tongkol (cm), diameter janggel (cm), diameter rachis (cm), jumlah biji per baris, jumlah baris biji, panjang biji (mm), lebar biji (mm), tebal biji (mm), susunan baris biji, warna janggel dan bentuk tongkol tidak terdapat pengaruh xenia. Urutan dominansi warna biji adalah ungu, putih, ujung kuning, oranye, merah, loreng, kuning, ujung putih, dan coklat sedangkan urutan dominansi tipe biji adalah semi gigi kuda, mutiara, gigi kuda dan semi mutiara. Kata kunci: jagung, persilangan, xenia, dominansi
POTENSI HASIL BEBERAPA GENOTIPE CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DI DATARAN RENDAH Martasari, Astri Dwi; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21176/protan.v6i8.829

Abstract

Rata-rata produktivitas cabai rawit (Capsicum  frutescens L.)di dataran rendah berkisar antara 3,76 t ha-1-5,89 t ha-1 sedangkan potensinya bisa mencapai 9,32 t ha-1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil dari enam genotipe cabai rawit yang dilakukan lahan pertanian dengan ketinggian ±15 m dpl. Perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam genotipe cabai rawit memiliki potensi hasil lebih tinggi dibandingkan cakra putih. Tiga genotipe diantaranya memiliki potensi hail tinggi berturut-turut CRUB 4 (9,65 t ha-1), CRUB 2 (8,66 t ha-1), dan CRUB 3 (8,20 t ha-1).
PENAMPILAN TUJUH GENOTIP PADI (Oryza sativa L.) HIBRIDA JAPONICA PADA DUA MUSIM TANAM Afandi, Sutanto Wahyu; Soetopo, Lita; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.708 KB)

Abstract

Galur padi hibrida Japonica merupakan galur introduksi dari Jepang, resisten terhadap suhu rendah yang umumnya di daerah sub tropis. Seperti Indonesia yang memiliki dua musim yaitu kemarau dan hujan. Penelitian untuk mengetahui penampilan tujuh genotip padi hibrida Japonica pada dua musim tanam. Analisis yang digunakan adalah Rancangan Tersarang, dalam setiap musim menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Sebagai perlakuan adalah enam galur padi hibrida Japonica yaitu Bio-Jap 1, Bio-Jap 2, Bio-Jap 3, Bio-Jap 4, Bio-Jap 5, Bio-Jap 6 dan Taiken sebagai pembanding yang diulang 3 kali. Populasi tanaman padi per petak adalah 400 tanaman. Jumlah sampel yang diamati 10 tanaman per petak. Hasil penelitian diperoleh penampilan berbeda diantara tujuh genotip padi hibrida Japonica pada dua musim tanam ditunjukkan pada karakter panjang daun bendera, jumah anakan, panjang malai, bobot gabah per petak dan persentase gabah bernas. Tujuh genotip padi hibrida Japonica menunjukkan perbedaan karakter kualitatif pada warna tepi daun, warna pelepah daun, warna leher daun, warna telinga daun, warna pangkal batang, warna  stigma, warna ujung gabah dan karakter kuantitatif pada karakter tinggi tanaman, umur berbunga, lebar daun bendera, umur panen, jumlah gabah per malai dan bobot 1000 butir. Musim tanam menunjukkan perbedaan penampilan pada karakter umur berbunga, lebar daun bendera, umur panen, jumlah gabah per malai dan bobot 1000 butir.   Kata kunci: Padi Hibrida Japonica, Tujuh Genotip, Penampilan, Musim Tanam.
UJI KADAR ANTOSIANIN DAN HASIL ENAM VARIETAS TANAMAN BAYAM MERAH (Alternanthera amoena Voss) PADA MUSIM HUJAN Pebrianti, Charolin; Ainurrasjid, Ainurrasjid; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.021 KB)

Abstract

Bayam merah (Alternanthera amoena Voss) ialah salah satu jenis dari varietas bayam cabut yang mempunyai ciri khusus yaitu tanamannya berwarna merah. Dikenal sebagai salah satu sayuran bergizi tinggi karena banyak mengandung protein, vitamin A, vitamin C dan garam-garam mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dan mengandung antosianin yang berguna dalam menyembuhkan penyakit anemia. Antosianin adalah senyawa fenolik yang masuk kelompok flavonoid dan berfungsi sebagai antioksidan (Damanhuri, 2005). Bayam terkenal dengan sayuran sumber zat besi, selain mengandung vitamin A, vitamin C, dan kalsium (Suwita, Maryam, dan Rizqa, 2010). Purnawijayanti (2009), juga menyebutkan bahwa bayam mengandung karotenoid dan flavonoid yang merupakan zat aktif dengan khasiat antioksidan.  Penelitian ini menitikberatkan pada tingkat kadar antosianin dan hasil enam varietas bayam merah pada musim hujan. Varietas yang digunakan yaitu varietas Clara, Delima, Abbang, Red Leaf, Baret Merah dan Red Spinach. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Lawang, Malang pada bulan Desember 2013 – Maret 2014. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman bayam merah pada varietas Red Leaf menghasilkan tertinggi kadar antosianin pada daun sebesar 6350 ppm dan kadar antosianin pada batang sebesar 2480 ppm. Sedangkan bobot segar terberat yaitu varietas Delima 13 ton/ Ha. Kata kunci: Kadar Antosianin, Enam Varietas, Bayam Merah, Hasil Produksi
TINGKAT VIABILITAS BENIH MENTIMUN (Cucumis sativus L.) HASIL PERSILANGAN Rahmi, Yusvita Maulidia; Purnamaningsih, Sri Lestari; Ashari, Sumeru
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.144 KB)

Abstract

Dalam usaha budidaya pertanian, benih memegang peran yang sangat penting. Penggunaan benih untuk budidaya akan menentukan hasil panen. Kualitas benih yang dapat diperoleh melalui persilangan antar tetua unggul. Viabilitas benih yang tinggi dapat membantu para petani untuk meminimalisir pemborosan benih. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui viabili-tas benih hasil persilangan varietas Panda dan varietas Marissa. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Landungsari, Keca-matan Dau, Kabupaten Malang dengan ketinggian tempat lebih kurang 400-700 meter diatas permukaan laut dan laborato-rium pemuliaan tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian berlang-sung pada Juni sampai Oktober 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mentimun hasil persilangan alami varietas Panda menghasilkan viabilitas benih terbaik. Kata Kunci: Mentimun, Benih, Persilangan, Viabilitas