I Ketut Eddy Purnama
Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Published : 29 Documents
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengembangan Graph Mining untuk Prediksi Jaringan Kerja Sistem Pembayaran dalam Real Time Gross Settlement Berbasis Clearing House Bukhori, Saiful; Hariadi, Mochamad; Purnama, I Ketut Eddy; Purnomo, Mauridhi Heri
Jurnal Teknik Industri Vol 12, No 1 (2010): JUNE 2010
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

This research develops the settlement mechanism in the Real Time Gross Settlement using so called clearing house through a serious game method. In this approach banks are represented as nodes that do the settlement process according to the simple rules. Moreover, the graph mining approach is used for predicting the activity networks on those banks. As the result, for constant nodes indicate that the more the activity networks among banks are available, the more the activity networks can be identified. Furthermore, the smaller the differences among the bank health’s level are, the greater the network activities can be identified. This behavior is a consequence of chosen fixed point assumption.
Automatic Segmentation of Impaired Joint Space Area for Osteoarthritis Knee on X-ray Image using Gabor Filter Based Morphology Process Anifah, Lilik; Purnama, I Ketut Eddy; Hariadi, Moch; Purnomo, Mauridhi Hery
IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 22, No 3 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20882033.v22i3.72

Abstract

Segmentation is the first step in osteoarthritis classification. Manual selection is time-consuming, tedious, and expensive. The system is designed to help medical doctors to determine the region of interest of visual characteristics found in knee Osteoarthritis (OA). We propose a fully automatic method without human interaction to segment Junction Space Area (JSA) for OA classification on impaired x-ray image. In this proposed system, right and left knee detection is performed using using Contrast-Limited Adaptive Histogram Equalization (CLAHE) and template macthing. The row sum graph and moment methods are used to segment the junction space area of knee. Overall we evaluated 98 kneess of patients. Experimental results demonstrate an accuracy of the system of up to 100% for detection of both left and right knee and for junction space detection an accuracy 84.38% for the right knee and 85.42% for the left. The second experiment using gabor filter with parameter α=8, θ=0, Ψ=[0 Π/2], γ=0,8 and N=8 and row sum graph give an accuracy 92.63% for the right knee and 87.37% for the left. And the average time needs to process is 65.79 second. For obvious reasons we chose the results of the fourth to segment junction area in both right and the left knee.
Cyst and Tumor Lesion Segmentation on Dental Panoramic Images using Active Contour Models Nurtanio, Ingrid; Purnama, I Ketut Eddy; Hariadi, Mochamad; Purnomo, Mauridhi Hery
IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 22, No 3 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20882033.v22i3.66

Abstract

Active contours, or snakes, are computer-generated curves that move within images to find object boundaries. They are often used in computer vision and image analysis to detect and locate objects, and to describe their shape. Thus active contour can be used for object segmentation, especially the lesion in medical images. This paper presents the application of active contour models (Snakes) for the segmentation of lesions in dental panoramic image. The aim is to assist the clinical expert in locating potentially cyst or tumor cases for further analysis (e.g. classification of cyst or tumor lesion). In order to apply the snake formulation, color images were converted into gray images. Then, with correct parameters, we can create a snake that is attracted to edges or termination. Initializing contour, choosing parameter value and number of iteration affect the behaviour of the snake in a particular way. Using Receiver Pperating Characteristic (ROC), an average accuracy rate of 99.67 % is obtained. Examples of Snake segmentation results of lesions are presented.
KALIBRASI PARAMETER KAMERA DENGAN PROYEKSI PATERN MENGGUNAKAN PROJECTOR PADA PROSES REKONSTRUKSI 3D BERBASIS STRUCTURED LIGHT Adityo, R Dimas; Yuniarno, Eko Mulyanto; Purnama, I Ketut Eddy; Purnomo, Mauridhi Hery
Semantik Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1527.417 KB)

Abstract

Sebelum melakukan proses rekonstruksi 3D, Parameter kamera dan karakteristik kamera harus diketahui dengan cara melakukan Kalibrasi, proses kalibrasi biasanya menggunakan media checker board yang diletakkan pada sebuah papan.Pada percobaan kami, Patern checker board yang dijadikan acuan ditampilkan dengan cara melakukan proyeksi patern menggunakan LCD Projector. Tujuan dari Kalibrasi ialah untuk mendapatkan parameter instrinsik dan extrinsik, Parameter intrinsik meliputi geometri internal kamera dan parameter optik seperti, focal length, koefisien distorsi lensa.Parameter ekstrinsik meliputi orientasi posisi kamera terhadap sistem koordinat dunia. Teknik dalam pengiriman patern atau pola menggunakan projector disebut dengan Structured Light.Kata Kunci: Kalibrasi, Focal Length.
IDENTIFIKASI OBYEK PISAU PADA CITRA X-RAY DI BANDARA Arif, Isturom; Purnama, I Ketut Eddy; Hariadi, Moch
Semantik Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.153 KB)

Abstract

Pemindaian barang di Bandara merupakan bagian dari usaha menjaga keamanan dan keselamatan penumpang. Proses pemindaian barang-barang bawaan penumpang selama ini masih dilakukan secara manual oleh petugas security bandara dengan mengamati monitor display mesin X-ray. Salah satu tujuannya adalah untuk memeriksa apakah terdapat barang berbahaya seperti pisau didalam tas penumpang. Penelitian ini mengimplementasikan identifikasi obyek pisau pada citraX-ray menggunakan color based segmentation untuk mengurangi kelalaian petugas dalam memeriksa barang penumpang akibat kelelahan. Proses identifikasi dilakukan dengan menghitung boundary object dan round value untuk menentukan apakah objek hasil pemindaian tersebut adalah pisau atau bukan.Kata kunci : Citra X-Ray, Color based Segmentation, Boundary Object, Round Value
Penerapan Sinematografi Dalam Penempatan Posisi Kamera Dengan Menggunakan Logika Fuzzy Junaedi, Hartarto; Hariadi, Mochamad; Purnama, I Ketut Eddy
Khazanah Informatika Vol. 4 No. 2 Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1276.54 KB) | DOI: 10.23917/khif.v4i2.7028

Abstract

Penempatan posisi kamera secara manual membutuhkan proses dan perhitungan yang berulang-ulang untuk sebuah adegan, tentu saja hal ini akan membutuhkan banyak waktu dan biaya. Oleh karena itu dibuat sebuah sistem penempatan posisi kamera secara otomatis dalam lingkungan virtual yang sesuai dengan kaidah sinematografi. Sistem akan menangani pengaturan kamera untuk mendapat sudut, jarak dan ketinggian? yang cocok untuk setiap adegan. Penelitian ini akan menggunakan simulasi permainan komputer dengan beberapa aksi dengan dua macam gaya penempatan posisi kamera yaitu kamera statis dan kamera dinamis. Metode yang digunakan adalah logika fuzzy dengan metode mamdani. Terdapat 3 tahapan yang dilakukan yaitu tahap masukan dari pengguna berupa kombinasi penekanan tombol untuk melakukan sebuah aksi. Tahap kedua adalah sistem inferensi fuzzy yang akan mengolah input menjadi output. Tahap terakhir adalah perekaman aksi berdasarkan posisi kamera yang telah ditentukan. Selain itu dalam simulasi permainan ini akan dipasang modul event selector? untuk validasi aksi dan modul state director untuk operator transisi kamera virtual. Uji coba dilakukan dengan cara merekam 7 macam aksi dan akan divalidasi berdasarkan profiling dan responden.? Dari uji coba didapatkan nilai 3.66 untuk kamera statis dan 4.08 untuk kamera dinamis. Hal ini menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu melakukan penempatan posisi kamera sesuai kaidah sinematografi.
EKSTRAKSI FITUR SECARA OTOMATIS UNTUK PENGENALAN POLA GERAKAN MATA Nurcahya, Eka Dwi; Purnama, I Ketut Eddy; Purnomo, Mauridhi Hery
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2012): Computation And Instrumentation
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.083 KB)

Abstract

Mata manusia menyimpan berbagai informasi, termasuk isyarat dari gerakan mata. Mata manusia digerakkan oleh otot mata (ocular muscle) yang diatur oleh syaraf motorik. Ada beberapa jenis pergerakan mata antar lain pergerakan mata cepat atau tiba-tiba yang disebut gerakan saccadic dan fixation yaitu kontrol mata yang terfokus pada objek yang diam dapat digunakan sebagai penentu pola pergerakan mata. Pola pergerakan mata didapatkan dari perubahan titik tengah mata. Video gerakan mata dengan durasi 6 detik menghasilkan 150 frame sebanyak 72,8% berhasil mengidentifikasi area pupil sebagai titik tengah mata. Pola pergerakan mata yang didapatkan untuk dijadikan fitur adalah saccadic latency, durasi saccadic, kecepatan puncak dan tingkat kecepatan atau deviasi.
CONTENT BASED IMAGE RETRIEVAL BERDASARKAN FITUR BENTUK MENGGUNAKAN METODE GRADIENT VECTOR FLOW SNAKE Hastuti, Ida; Hariadi, Mochammad; Purnama, I Ketut Eddy
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2009): Computatinal
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.078 KB)

Abstract

Semakin berkembangnya sistem penyimpanan dari berbagai informasi digital maka semakin menimbulkan masalah dalam pencarian dan pengolahannya. Teknik pencarian berbasis teks yang ada saat ini belum dapat digunakan untuk mempresentasikan isinya karena nama dari sebuah file yang berupa teks harus mengetahui kata kunci yang tepat sehingga image yang kita inginkan dapat ditampilkan. Untuk mengatasi masalah ini diperlukan pendekatan Content Based Image Retrieval (CBIR) yang merupakan teknik pencarian image yang berbasis content dan berhubungan dengan karakteristik dari sekumpulan image. Pada penelitian ini menggunakan karakteristik image berupa informasi fitur bentuk baik pada image query maupun image database melalui proses GVF yang terlebih dahulu melalui proses convert dan blur pada image setelah itu meminimalkan energi pada image yang diblur sehingga dapat diperhitungkan GVF field yang menangkap snake sampai lekungan image. Selanjutnya filter pada tepi yang tampak menghasilkan tepi image. Berdasarkan tepi image berupa fitur bentuk dapat dilakukan teknik pencarian yang dibandingkan satu persatu melalui proses matching antara image query dan image database. CBIR dengan menggunakan GVF snake ini dapat diinisialisasi didalam atau diluar image sehingga lebih akurat ketelitian dalam mengenal fitur bentuk sesuai dengan yang diinginkan.
KLASIFIKASI DIATOM MENGGUNAKAN SIGNATURE DAN SUPPORT VECTOR MACHINE Setyasmara, Nofiandri; Hardiristanto, Stevanus; Purnama, I Ketut Eddy
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2012): Computation And Instrumentation
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.247 KB)

Abstract

Diatom merupakan jenis alga bersel tunggal yang ukurannya sangat kecil, dalam orde mikrometer, hidup di air tawar maupun air laut. Keberadaan diatom dapat dimanfaatkan untuk memonitor kualitas air, mendeteksi adanya polusi pada air, mempelajari perubahan iklim dan lingkungan di masa lalu hingga digunakan untuk menganalisis penyebab kematian pada ilmu forensik. Pemanfaatan diatom untuk berbagai keperluan tersebut dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan mengklasifikasi jenisnya. Setiap jenis diatom dibedakan dari bentuknya sehingga proses melakukan analisis bentuk diatom adalah bagian penting dalam membangun sebuah sistem identifikasi dan klasifikasi otomatis. Penelitian ini bertujuan membangun sistem klasifikasi diatom otomatis dengan menggunakan metode Signature pada proses ekstraksi fitur bentuk diatom dan metode Support Vector Machine (SVM) pada proses klasifikasinya. Data citra diatom yang digunakan diambil langsung dari perairan di Indonesia. Kinerja klasifikasi yang didapatkan dari hasil pengujian mencapai akurasi 96% hingga 100%.
Analisis Kinerja Protokol Routing Reaktif dan Proaktif pada MANET Menggunakan NS2 Alamsyah, Alamsyah; Setijadi, Eko; Purnama, I Ketut Eddy; Purnomo, Mauridhi Hery
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI) Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.423 KB) | DOI: 10.22146/jnteti.v7i2.414

Abstract

The development of mobile ad-hoc network (MANET) is becoming popular and interesting to research because it has a fast characteristic, cost-effective deployment, able to manage topology change independently, and can be applied to emergency locations such as forest fire detection, military operation, and health monitoring. However, the problems faced by MANET are dynamic network topology changes, limited energy consumption, and without the support of existing infrastructure. In order to overcome dynamic topology changes and to obtain reliable network quality, then routing protocol selection is critical in designing MANET. This study aims to analyze the performance of AODV, DSR, DSDV, and OLSR routing protocols based on the quality of service (QoS). Scenarios based on the number of vertices, packet size, a broad area of simulation, length of simulation, simulation speed, mobility model, and propagation model. The simulation has been done to produce four graphs, each of which describes the PDR, throughput, packet loss, and delay. The simulation results show that OLSR performs better than DSR, AODV, and DSDV in terms PDR, throughput, packet loss, and delay. OLSR average value in PDR by 39.997%, throughput by 417.383 Kbps, packet loss by 60.003%, and delay of 15.52 milliseconds.