Alwafi Pujiraharjo
Staf Pengajar Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Malang.

Published : 25 Documents
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Ketersediaan Air Baku Di Malang Raya Pujiraharjo, Alwafi; Rachmansyah, Arief; Wijatmiko, Indradi; Anwar, M. Ruslin
Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.711 KB)

Abstract

Air merupakan kebutuhan yang penting dalam kehidupan manusia dimana merupakan sumber daya alam yang harus dijaga ketersediaannya. Perubahan dan penggunaan lahan serta perubahan cuaca dapat menimbulkan perubahan pada kondisi sumber air. Perubahan tersebut dapat mempengaruhi ketersediaan air. Kondisi saat ini di Malang Raya, yang meliputi Kota Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang, terdapat beberapa mata air dan sumur yang mengalami penurunan kuantitas. Apabila tidak dilakukan usaha perlindungan dan perbaikan mata air, maka dapat menimbulkan kondisi dimana tidak ada sumber air yang dapat diambil lagi. Untuk lebih memahami masalah kesediaan air di Malang Raya, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kondisi kesediaan air di Malang Raya. Penelitian akan dilakukan dengan mengumpulkan data-data dan informasi yang dapat digunakan dalam analisis ketersediaan air. Data yang diperoleh dapat berupa data primer dan sekunder, seperti data curah hujan, suhu, topografi, kondisi geologi dan geohidrologi serta kondisi pelayanan air di Malang Raya. Data-data tersebut kemudian juga akan dianalisis melalui perhitungan banjir rencana untuk mengetahui resiko banjir serta melalui perhitungan debit andalan untuk mengetahui resiko kekeringan dengan melihat adanya pengaruh perubahan iklim yang ditandai oleh perubahan suhu. 
Predicting of Tsunami Inundation Area based on Propagation and Runup Numerical Model in Pacitan City Suharyanto, Agus; Pujiraharjo, Alwafi; Yudono, Adipandang; Murakami, Keisuke; Deguchi, Chikashi
Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 2, No 2 (2012): Engineering
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.86 KB)

Abstract

Pacitan city represents one of the regions residing in South East Java ProvinceIndonesia about which on direct with Indian Ocean. In this area there is a meeting of plate of Indo-Australia with plate of Eurasia which is if colliding head-on potency can generate tsunami. Seeing this existing condition, it is needed a study to know how susceptible level of South East Java Province regional to get disaster of tsunami. Based on the tsunami was occurred in Aceh Indonesia on December 26, 2004 was killed more than 200.000 peoples, the tsunami disaster management become very important to study. One of the studies ishow to predict the tsunami runup along shoreline of southern beach of East Java Province Indonesia. According to the geological data, area of east Java Ocean has high potential of earthquake. The history shows that there are many time tsunami occurred in East Java. Based on the initial study, one of the areas predicted as dangerous area for the tsunami is Pacitan city. To minimize the effect of tsunami hazard, prediction of inundation area base on the numerical model simulation of tsunami runup was done for Pacitan city. In this research predicting of inundation area caused by tsunami was studied. GIS was used astool to predict the inundation area. From this research it can be shown that numerical model of tsunami can be used to predict the runup. Base on runup elevation, inundation area can be predicted well by using GIS
SIMULASI NUMERIS PERUBAHAN MORFOLOGI DASAR LAUT PADA DESAIN PELABUHAN DI KABUPATEN GRESIK, INDONESIA Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis; Suharyanto, Agus; Pujiraharjo, Alwafi
Jurnal Teknik Pengairan Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.996 KB)

Abstract

ABSTRAK Pengembangan konstruksi Indonesia yang cepat akhir-akhir ini salah satunya dipicu dengan kebijakan tol laut dengan cara pembangunan pelabuhan baru. Salah satunya adalah di Kabupaten Gresik sebagai bongkar barang curah cair dan curah padat. Dibangunnya pelabuhan ini adalah mengurangi beban dan lama tunggu bongkar muat di Tanjung Perak sebagai pelabuhan utama. Besaran lahan reklamasi untuk pelabuhan dan panjang dermaga yang direncanakan akan berhubungan terhadap perubahan morfologi dasar laut. Untuk memahami kondisi tersebut studi dilakukan dengan menggunakan model numeris 2D Coastal Modeling System-Flow (CMS Flow). CMS-Flow menyelesaikannya dengan depth-integrated continuity dan persamaan momentum menggunakan metode volume-hingga. Formula transpor sedimen unified, van Rijn, dan formula transpor non-equilibrium (NET). Pemodelan jangka menengah dijalankan dengan waktu simulasi tiga bulan dengan 5 macam alternatif. Besaran sedimentasi yang minimum di dalam kolam pelabuhan adalah inti dari peninjauan studi. Alternatif yang ketiga dengan desain lolos air memberikan nilai erosi-sedimentasi yang paling kecil, sehingga membuat arus pasang surut dan sungai lebih stabil. Pengembangan dari reklamasi pelabuhan di masa depan disarankan maksimum pada jarak 2700m atau kurang dari garis pantai untuk mencegah turbulensi lebih lanjut. Key words: Perubahan morfologi, analsis hidrodinamik, alternatif pelabuhan, USACE CMS-Flow ABSTRACT The rapid development of Indonesia leads to Sea Toll Policy by Indonesian government. One of the potential locations is in Gresik Regency as solid and liquid bulk cargo. Purpose of the new harbor is to reduce dwelling time in Tanjung Perak harbor. The amount of land reclamation and the size of the port is strictly related with local sea bed morphological change. This study is conducted using the Coastal Modeling System-Flow (CMS-Flow) 2D numerical model. The unified sediment transport formula, the van Rijn, and a non-equilibrium transport formula (NET) were applied for the computation of sediment transport and morphology change. 5 alternatives medium-term CMS-Flow runs, with simulated times of three months. Minimum sedimentation rate inside harbor is key of the assessment. The chosen alternative model 3 with permeable design gives the lowest rate of erosion and sedimentation that makes tidal and river current are more stable. Development of port reclamation is suggested maximum 2700 m from the shoreline or less to prevent further turbulences. Key words: Morphological changes, hydrodynamic analysis, harbor alternatives, USACE CMS-Flow
Studi Dampak Rencana Reklamasi Di Teluk Lamong Propinsi Jawa Timur Terhadap Pola Arus Pasang Surut Dan Angkutan Sedimen Pujiraharjo, Alwafi; Rachmansyah, Arief; Pudyono, Pudyono; Suharyanto, Agus; Devia, Yatnanta Padma; Nur F., Dwi Ratna
Rekayasa Sipil Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.115 KB)

Abstract

Rencana pengembangan Teluk Lamong yaitu peningkatan kapasitas bongkar muat dan terminal peti kemas, pengembangan water front city, dan terminal multi purpose dikhawatirkan akan berdampak negative terhadap pola arus dan sedimentasi di Teluk Lamong, kondisi lingkungan, dan kondisi social masyarakat di sekitar Teluk Lamong. Dampak dari sedimentasi ini dikhawatirkan akan menyebabkan pendangkalan alur pelayaran sungai di Selat Madura. Selain itu juga dikhawatirkan akan mengganggu habitat satwa di Pulau Galang yang merupakan wilayah konservasi. Penelitian ini hanya mengkaji dampak dari rencana reklamasi terhadap perubahan pola arus pasang surut dan sedimentasi di Teluk Lamong. Studi dilakukan dengan menggunakan bantuan simulasi model numerik untuk memprediksi perubahan pola arus dan perubahan pola angkutan dan endapan sedimen di Teluk Lamong dengan adanya reklamasi. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data batimetri dan topografi Teluk Lamong, data karakteristik sedimen, data detail rencana reklamasi, data debit sungai dan data pasang surut. Data topografi, batimetri dan detail rencana reklamasi digunakan sebagai input geometri Teluk Lamong. Sedangkan data pasang surut, karakteristik sedimen, dan debit sungai digunakan sebagai kondisi batas dalam simulasi pola arus dan sedimen. Analisis hasil simulasi dilakukan terhadap 5 skenario model yang dipilih. Dari hasil simulasi diketahui pola arus pasang surut dan pola penyebaran sedimen di Teluk Lamong. Berdasarkan hasil simulasi ini juga diperoleh prediksi ketebalan endapan sedimen di Teluk Lamong berikut dampaknya terhadap alur pelayaran Selat Madura. Hasil simulasi menunjukkan bahwa perlu perbaikan bentuk, posisi dan luas area reklamasi terhadap rencana reklamasi yang sudah ada. Perbaikan bentuk area reklamasi disarankan mengikuti Model 5. 
Analisis Multiple Resource Pada Proyek Konstruksi Dengan Metode Jumlah Kuadrat Terkecil (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gudang Barang Inventaris, Gedung Penunjang 3 lt, Pagar, Gapura dan Jembatan Penghubung di Jakarta) Yudha P. A., Gde Agus; Pujiraharjo, Alwafi; Unas, Saifoe El
Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.098 KB)

Abstract

Pada proyek konstruksi sering dijumpai adanya fluktuasi pemakaian tenaga kerja yang disebabkan karena volume pekerjaan yang tidak merata sepanjang periode pelaksanaan proyek. Selain itu pada penjadualan banyak terjadi overlap antara aktivitas satu dengan aktivitas yang lainnya, sehingga menyebabkan kebutuhan puncak tenaga harian menjadi tinggi. Pada penelitian ini, dilakukan pemerataan terhadap tenaga kerja (resource leveling), dengan asumsi waktu penyelesaian proyek dibatasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh leveling suatu tenaga kerja terhadap tenaga kerja lainnya, leveling tenaga kerja yang memberikan optimasi biaya yang paling baik dan besarnya optimasi biaya yang dihasilkan. Leveling dilakukan dengan metode jumlah kuadrat terkecil. Tenaga kerja yang di-leveling yaitu pekerja, tukang batu dan tukang kayu. Hasil leveling kemudian dibandingkan dengan hasil leveling program software Primavera Project Planner (P3) yang digunakan sekaligus sebagai alat bantu pemrosesan dan visualisasi hasil leveling. Hasil analisis menunjukkan bahwa hasil leveling metode jumlah kuadrat terkecil dan software P3 keduanya memberikan solusi penggunaan tenaga kerja yang lebih baik pada leveling tukang batu dibandingkan pada leveling pekerja dan tukang kayu. Besarnya optimasi biaya yang dihasilkan pada kasus penelitian ini adalah 4,9 % dibandingkan dengan biaya pada schedule awal, sedangkan software P3 mampu melakukan leveling secara simultan (multiple resource) dengan hasil efisiensi biaya sebesar 9,3 %. Jadi leveling yang dilakukan pada schedule awal dapat memberikan penghematan biaya tenaga kerja. 
Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Ketersediaan Air Baku Di Kabupaten Mojokerto Pujiraharjo, Alwafi; Rachmansyah, Arief; Wijatmiko, Indradi; Suharyanto, Agus; Zaika, Yulvi; Pudyono, Pudyono; Hasyim, M. Hamzah
Rekayasa Sipil Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.72 KB)

Abstract

Air merupakan kebutuhan yang penting dalam kehidupan manusia dimana merupakan sumber daya alam yang harus dijaga ketersediaannya. Perubahan dan penggunaan lahan serta perubahan cuaca dapat menimbulkan perubahan pada kondisi sumber air. Perubahan tersebut dapat mempengaruhi ketersediaan air. Kondisi saat ini di Kabupaten Mojokerto, terdapat beberapa mata air dan sumur yang mengalami penurunan kuantitas. Apabila tidak dilakukan usaha perlindungan dan perbaikan mata air, maka dapat menimbulkan kondisi dimana tidak ada sumber air yang dapat diambil lagi. Untuk lebih memahami masalah kesediaan air di Kabupaten Mojokerto, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kondisi kesediaan air di Kabupaten Mojokerto. Penelitian akan dilakukan dengan mengumpulkan data-data dan informasi yang dapat digunakan dalam analisis keterssediaan air. Data yang diperoleh dapat berupa data primer dan sekunder. Data-data tersebut kemudian juga akan dianalisis dengan adanya pengaruh perubahan iklim. Akibat perubahan iklim debit banjir andalan dari aliran permukaan (run off) diperkirakan menurun drastis, begitu pula air hujan yang akan meresap menjadi air tanah. 
Peluang Investasi Pada Kawasan Wisata Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) Di Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah Dengan Sistem Built Operate Transfer (BOT) Parayogi, Laras Mitra; Anwar, M. Ruslin; Pujiraharjo, Alwafi
Rekayasa Sipil Vol 8, No 3 (2014)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.998 KB)

Abstract

The development of the tourism sector in Indonesia is one of the potential investment is promising. But not all potential can be developed .Such is the case with the tourism sector in Kotawaringin Barat exspecially is the Tanjung Puting National Park (TNTP). One of the barriers are is the limitation of funds and Government resources in developing this sector. Therefore required partnership with the private sector is a Built Operate Transfer (BOT). The purpose of this research are: (1) to know the means of tourism is needed at the time of a visit in the area of tourism, (2) to test the feasibility of financial investments on the TNTP without a BOT system, (3) to test the feasibility of financial investments on the TNTP without a BOT system. The research method used questionnaire for tourist at TNTP, and count financial feasibility with Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), Profitability Index (PI), and descriptive statistical analysis methods.Survey at TNTP location to know real condition and interview with employee Balai Taman Nasional Tanjung Putting. The result of this research is that the facility is needed, campground cottage - inn, restaurant, boat kelotok, audio visual room, trackking area, gift shop, health clinic, and investment in the area of TNTP judged worth doing with BOT for maximum concession periode 18 years. If investment more than 18 years, prefer doing without BOT. 
EVALUASI DAN PERENCANAAN DRAINASE DI JALAN SOEKARNO HATTA MALANG Faisal, Muhammad; Pujiraharjo, Alwafi; Wijatmiko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.544 KB)

Abstract

Kota Malang adalah salah satu kota yang berkembang dan sering terkena banjir, salah satu titiknya adalah Jl.Soekarno Hatta. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi saluran eksisting untuk mengetahui kondisi dan debit kapasitas saluran yang ada. Setelah itu menghitung debit rancangan dengan kala ulang 5, 10, 25, 50 dan 100 tahun. Hasil penelitian ini adalah saluran existing sudah tidak mampu menampung debit rancangan. Oleh karena itu direncanakan saluran baru di bawah permukaan tanah dengan 80% debit rancangan kala ulang 25 tahun sebesar 13,7795 m3/dt.. Kata kunci : evaluasi , drainase, banjir
PENGARUH KOMPETENSI MANAJER PROYEK TERHADAP KEBERHASILAN PROYEK PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR DI KABUPATEN MALANG Prianto, Khusnul; Dewi, Sri Murni; Pujiraharjo, Alwafi
Jurnal Media Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Jurnal Media Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.548 KB)

Abstract

Khusnul Prianto1, Sri Murni Dewi2 & Alwafi Pujiraharjo31, 2 & 3Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya MalangAlamat Korespondensi : Jl. MT. Haryono No 167 Malang, Indonesiaazdotagroup@yahoo.comABSTRACTThis study aims to determine how big a role simultaneously and partially between knowledge,skills and attitude of the project manager to project success, and to know the most dominant factorthat affects the success of a project. This research uses survey research conducted at contractorcompanies in Malang. The population in this study is the management of the contractor as theproject manager supervisor leader contractor (director) or authorized by the company. Primary datawas collected through questionnaires. Secondary data obtained from the literature to form iteratur,journals, and data from agencies with an interest in this study, such as professional associations andrelated agencies.The results of descriptive analysis using respondents’ answers showed knowledge variable,variable skills, attitudes and behavior / work commitment, top management variables on averagehave an important influence to determine the success of the project. Test results using regressionanalysis and test assumptions Multiple Linear Regression analysis shows simultaneously betweenthe variables of knowledge, skills, work commitment and top management significantly influencethe success of the project amounted to 0.831. Partially between the variables of knowledge, skills,work commitment and top management significantly influence the success of the project amountedto 0.286, 0.296, 0.280 and 0.147.Dominant variable affecting the level of success of a project is a skill / expertise.Keywords: Competence, Project Manager, Contracting Company
Model Numerik 2-Dimensi Perambatan Gelombang pada Perairan Dalam Sampai Peraiaran Dangkal Menggunakan Persamaan Boussinesq Cahyono, M.; Pujiraharjo, Alwafi
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 4 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.032 KB)

Abstract

Abstrak. Pada penelitian ini telah dikembangkan suatu model numerik 2-dimensi perambatan gelombang pada perairan relatif dalam sampai perairan dangkal. Model numerik didasarkan pada persamaan Boussinesq yang diturunkan oleh Nwogu [1993]. Persamaan Boussinesq diselesaikan dengan teknik pemisahan operator untuk menyederhakan penyelesaian masalah perambatan gelombang yang kompleks menjadi lebih sederhana dengan beberapa nilai awal yang meliputi masalah konveksi, propagasi, dan dispersi satu dimensi. Persamaan konveksi dan propagasi diselesaikan dengan skema beda hingga eksplisit MacCormack, sedangkan untuk suku-suku dispersi diselesaikan dengan skema beda hingga terpusat orde empat. Model diujikan untuk beberapa simulasi transformasi gelombang yaitu shoaling, refraksi, dan difraksi gelombang reguler pada beberapa kondisi batimetri hasil percobaan laboratorium oleh peneliti sebelumnya, seperti percobaan pengaruh perubahan kedalam terhadap refraksi-difraksi gelombang oleh Berkhoff dkk pada tahun 1982 [lihat Wei dan Kirby, 1998], percobaan refraksi-difraksi oleh Whalin pada tahun 1971 [lihat Wei dan Kirby, 1998] dan percobaan shoaling oleh Chawla [1995]. Perbandingan antara hasil-hasil simulasi model dengan data percobaan menunjukkan kemiripan. Hal ini membuktikan bahwa model yang dikembangkan mampu memprediksi transformasi gelombang akibat pengaruh pendangkalan dengan baik.Abstract. Two-Dimensional model of wave propagation from relatively deep water to shallow water has been developed in this study. The model was based on the extended Boussinesq equations derived by Nwogu [1993]. The Equations were solved using a time splitting technique in which the two-dimensional Boussinesq equations were split into several one-dimensional initial value problems including convection, propagation and dispersion problems respectively. The convection and propagation problems were solved using Explicit MacCormack scheme while dispersion problems were solved using fourth order central scheme. The model has been used to simulate shoaling, refraction and diffraction of regular wave setup in laboratories by previous authors, including, effect of bathymetric variation to wave refraction-diffraction by Berkhoff et al in 1982 [Wei and Kirby, 1998], wave refraction-diffraction by Whalin in 1971 [Wei and Kirby, 1998] and shoaling experiment by Chawla [1995].  omparisons between the model predictions and data show good agreement. Thus, the model is capable of predicting wave transformation due to varying bathymetry.