Articles

Found 23 Documents
Search

Rancang Bangun Inertial Measurement Unit Untuk Unmanned Aerial Vehicles “Quadrotor”

Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknik ITS (ISSN 2301-9271)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.89 KB)

Abstract

Teknologi robot udara quadrotor semakin berkembang pesat. Salah satu bagian yang marak dikembangkan adalah sensor orientasinya atau yang umum disebut sebagai Inertial Measurement Unit (IMU).  Permasalahan pada IMU yang umum terjadi antara lain adalah ketidakmampuan processing unit untuk mengolah data dengan cepat (output data rate rendah), beban komputasi yang tinggi (algoritma penggabungan data sensor yang berat), luaran Accelerometer ber-noise tinggi yang umumnya berasal dari getaran body UAV dan luaran Gyroscope yang mengalami drift. Pada tugas akhir ini diciptakan sebuah IMU menggunakan Mikrokontroller STM32F4 sebagai pemroses data dan metode determinasi oerientasi dengan representasi Direction Cosine Matrices sebagai  algoritma penyatuan data dan penentu luaran orientasi. Dari hasil pengujian menggunakan gimbal elektronik , Didapati RMS Error Statis paling kecil sebesar 1.030 (pitch), 0.060 (roll), 0.100 (yaw) dan RMS Error Dinamis paling kecil sebesar 1.930 (pitch), 1.790 (roll), 1.420 (yaw)

Rasionalisasi Peran Biochar dan Humat terhadap Ciri Fisik-Kimia Tanah

Jurnal Folium Vol 1, No 2 (2017): Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.846 KB)

Abstract

Kontradiksi peran biochar dan humat terhadap kesuburan tanah banyak didiskusikan. Diantara keduanya, mana yang lebih rasional memperbaiki kesuburan tanah akan direkomendasikan sebagai bahan alternatif. Tujuan penelitian untuk mengkaji potensi campuran biochar dan asam humat dalam memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah-tanah marginal. Metode penelitian meliputi identifikasi dan karakterisasi biochar dan asam humat dari jerami padi serta dampaknya terhadap kemantapan agregat, nilai pH, C-organik, serta kandungan NPK tanah-tanah marginal. Biochar jerami dibuat dengan membakar jerami hingga berwarna hitam namun tidak menjadi abu. Humat diekstrak dari kompos jerami padi dengan NaOH 0.1N dan H2SO4 hingga pH 6. Biochar dan humat dikarakterisasi terhadap nilai KTK, C-Organik,dan pH. Amelioran yang mempunyai nilai KTK dan C-organik tinggi sangat berpotensi memperbaiki pH, C-organik, dan P tersedia tanah masam dan tamah salin. Komposisi campuran  Biochar dan humat yang lebih tinggi  memberi pengaruh yang lebih baik terhadap peningkatan kandungan hara dibanding campuran dengan komposisi yang sama.Kata kunci : asam humat, biochar, kesuburan tanah, tanah marginal

SOSIALISASI UU NO. 15 TAHUN 2001 TENTANG HAK MEREK BAGI PENGUSAHA KECIL DAN MENENGAH DI KOTA SEMARANG

Abdimas Vol 14, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan tentang perlindungan hak merek pada masyarakat Kota Semarang merupakan permasalahan yang penting bagi para pengusaha baik pengusaha kecil maupun menengah. Arti pentingnya perlindungan hak merek bagi produk maupun jasa usaha para pengusaha akan sangat terasa apabila para pengusaha memahami secara benar pentingnya dari hak merek tersebut. Merek bagi sebuah produk jasa maupun barang merupakan hal penting. Awalnya merek berasal dari dunia perdagangan dan hukum kebiasaan yang berlaku dalam perdagangan. Merek dari produk dilakukan dengan memberi suatu ciri khas khusus pada produk tersebut agar berbeda dengan produk lainnya yang sejenis. Merek juga merupakan salah satu cara untuk menembus pasar perdagangan. Tidak hanya untuk menjual produknya kepada konsumen saja, tetapi juga untuk menjalin ikatan psikologis dengan konsumen pemakai produk tersebut. Ketika ikatan dan kepercayaan itu terjadi, hal ini menjadi suatu mesin uang bagi produsen karena dengan sendirinya produknya akan laku dipasaran dengan lebih mudah dan memiliki pasar konsumen yang loyal. Adapun Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: 1). mmberikan pemahaman dan pengetahuan praktis kepada masyarakat, khususnya para pengusaha kecil dan menengah tentang arti pentingnya hak merek dalam dunia perdagangan, 2). mmberikan pendampingan di bidang hukum, khususnya yang terkait dengan masalah hak merek bagi pengusaha kecil dan menengah. Guna mencapai tujuan yang diharapkan maka dalam kegiatan ini dilakukan dalam upaya pendidikan dan penyadaran di bidang hukum. Pendidikan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya pada masyarakat Kota Semarang yang merupakan bagian dari para pengusaha, akan arti pentingnya perlindungan hak merek. Selain itu kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan bentuk kegiatan berupa penyuluhan dan dialog interaktif. Model ini digunakan agar masyarakat tidak merasa digurui sehingga hasilnya diharapkan efektif. Berdasarkan pengamatan selama melakukan tahapan-tahapan kegiatan pengabdian ini, maka tim pengabdian mengambil kesimpulan bahwa para peserta kegiatan pengabdian menaruh perhatian yang cukup besar terhadap kegiatan sosialisasi penanggulangan kekerasan terhadap anak di sekolah. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyan seputar materi yang disampaikan dalam kegiatan sosialisasi. Atas dasar kesimpulan diatas, maka tim pengabdian memberikan saran agar kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan secara terus menerus dan konsisten serta melibatkan peserta yang lebih banyak dan luas lagi. Kata kunci : Sosialisasi, HKI, Hak Merek

THE EFFECT OF ENVIRONMENT ANDAUDITOR INDIVIDUAL FACTORS ON AUDITOR JUDGMENT

Journal of Economics, Business, and Accountancy | Ventura Vol 16, No 3 (2013): Desember 2013
Publisher : STIE Perbanas Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research examinesfactors influence auditors, when they make ortake judgments during audit client’s financial statement. Those factors were divided into two groups; environmental factors and auditor individual factors. Environmental factors are consists of internal auditor quality and communication between auditor and client. Whereas individual factors consist of auditor’s experience and auditor’s attitude under time pressure. Furthermore,this research used empires data are 86 respondents. The characteristic of those respondents were auditors who work in public accounting firms on Surabaya, had experience three years minimum, ever audit client who had internal audit departmentand ever audit the same client morethan once. The results of researches analysis could be learned that there are many factors influencing auditor judgment. In conclusion, this study found that internal auditor quality, auditor’s experience and auditor’s attitude under time pressure has influence toward auditor judgment. Whereas, communication between auditor and client doesn’t have influence toward auditor judgment.

PROPOSISI HUKUM ANTARA SURAT EDARAN BANKINDONESIA NOMOR 13/28/DPNP PERIHAL PENERAPAN STRATEGI ANTI FRAUD BAGI BANK UMUM DENGAN PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/25/2009TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO

PRIVAT LAW No 7 (2015)
Publisher : Fakultas Hukum UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang bersifat preskriptif dengan pendekatan perundang-undangan (statue approach). Sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang didukung dengan bahan hukum sekunder. Untuk mencegah kerugian pada bank, sebelumnyaBank Indonesia menerbitkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/25/PBI/2009 tentang Perubahan Peraturan Bank Indonesia No. 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum. Pada intinya, peraturan ini mewajibkan bank untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dalam melaksanakanproduk terstruktur yang dapat mengontrol potensi kerugian yang timbul dari seluruh kegiatan bank. Aturan yang diharapkan dapat mencegah kerugian pada sektor perbankan tersebut ternyata kurang efektif. Untuk menanggulangi kelemahan PBI tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum, Bank Indonesia menerbitkan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/28/DPNP tentang Penerapan Strategi Anti Fraud bagi Bank Umum. Penelitian hukum ini bertujuan untuk mengetahui proposisi hukum antara Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/28/DPNP tentang Penerapan Strategi Anti Fraud bagi Bank Umum denganPeraturan Bank Indonesia No. 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum.

Hubungan Faktor Lingkungan Kerja dan Praktek Pengelolaan Pestisida dengan Kejadian Keracunan Pestisida Pada Tenaga Kerja di Tempat Penjualan Pestisida di Kabupaten Subang

JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN INDONESIA Vol 8, No 2 (2009): Vol 8, No 2 (2009)
Publisher : JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN INDONESIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.023 KB)

Abstract

ABSTRACT Background: The production of agriculture in developing countries increase because of pesticides using to control pest in agriculture. Pesticides are poison and dangerous materials. It can cause negative effects. District of Subang is one of many district in West Java producted of agriculture. This research was conducted in District of Subang when found 330 seller/retailer of pesticide and they are not cholinesterase activity examination. The aim of this research was to study was factors that related to pesticide poisoning on worker who work in pesticide retailers. Method: The research done observationally through cross sectional approach, the population was all worker of pesticide retailers at Sub District of Pamanukan, Pusakanagara, Pusakajaya and Tambak Dahan. The sample of this research were 62 people taken with simple random sampling. Data would be analyzed using Chi-square and logistic regression techniques. Result: The research showed significant relationship between working environment sanitation (p=0,018), protective equipment (p=0,012) and practice of pesticide management (p=0,002). The analytic data using logistic regretion test was found 2 variable had influence directly, namely personal protectif equipment (p=0,049) and practice of pesticide management (p=0,021). Conclusion:The cholinesterase examination on worker of pesticide retailers who protective got pesticide poisoning was measwed 66,1%. To avoid pesticide poisoning, it is suggested to give training to the owner and workers, use personal protective equipment, inspection related to the health of the worker periodically, and improve the environment sanitation of the working environment. Keywords : Working Environment, Practice of  Pesticide Management, Worker, Pesticide Poisoning.

PROPOSISI HUKUM ANTARA SURAT EDARAN BANKINDONESIA NOMOR 13/28/DPNP PERIHAL PENERAPAN STRATEGI ANTI FRAUD BAGI BANK UMUM DENGAN PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/25/2009TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO

PRIVAT LAW 1 No 7 (2015)
Publisher : Fakultas Hukum UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang bersifat preskriptif dengan pendekatan perundang-undangan (statue approach). Sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang didukung dengan bahan hukum sekunder. Untuk mencegah kerugian pada bank, sebelumnyaBank Indonesia menerbitkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/25/PBI/2009 tentang Perubahan Peraturan Bank Indonesia No. 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum. Pada intinya, peraturan ini mewajibkan bank untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dalam melaksanakanproduk terstruktur yang dapat mengontrol potensi kerugian yang timbul dari seluruh kegiatan bank. Aturan yang diharapkan dapat mencegah kerugian pada sektor perbankan tersebut ternyata kurang efektif. Untuk menanggulangi kelemahan PBI tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum, Bank Indonesia menerbitkan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/28/DPNP tentang Penerapan Strategi Anti Fraud bagi Bank Umum. Penelitian hukum ini bertujuan untuk mengetahui proposisi hukum antara Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/28/DPNP tentang Penerapan Strategi Anti Fraud bagi Bank Umum denganPeraturan Bank Indonesia No. 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum.

Evaluasi Keamanan Informasi Pada Divisi Pengembangan Teknologi Informatika PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Berdasarkan Indeks Keamanan Informasi SNI ISO/IEC 27001:2009

Journal of Information System Vol 1, No 01 (2016)
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.205 KB)

Abstract

Adanya rencana untuk meningkatkan keamanan informasi sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain rencana tersebut, ditemukan kurangnya kesadaran dari masing-masing staff PTI PDAM Tirta Moedal Kota Semarang terkait dengan keamanan informasi menyebabkan terjadinya berbagai masalah salah satunya penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh staff PTI yaitu dengan mengubah sistem operasi yang telah ditetapkan oleh PTI PDAM dan kejadian tersebut berdampak pada proses bisnis. Ditemukan pula bahwa kurangnya pengamanan pada ruang server yang ada di divisi PTI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat kelengkapan dan tingkat kematangan keamanan informasi pada divisi PTI serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan tingkat kelengkapan dan tingkat kematangan keamanan informasi. Dari hasil studi dokumen, wawancara, dan kuesioner berdasarkan Indeks Keamanan Informasi SNI ISO/IEC 27001:2009 dihasilkan tingkat kelengkapan keamanan informasi sebesar 325 dan tingkat kematangan berada pada tingkat I+ dimana sudah ada pemahaman mengenai perlunya pengelolaan kemanan informasi akan tetapi penerapan langkah pengamanan masih belum teratur. Untuk mencapai tingkat kematangan V dan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) PTI PDAM Tirta Moedal Kota Semarang dapat melakukan strategi perbaikan secara bertahap. Kata Kunci: Indeks Keamanan Informasi, SNI ISO/IEC 27001:2009, Evaluasi Keamanan Informasi, Tingkat Kelengkapan, Tingkat Kematangan

Menciptakan Mutu Perguruan Tinggi (Higher Educations) Berskala Internasional Melalui Strategi Penerapan Tata Kelola Universitas Yang Baik (Good University Governance)

AKRUAL: JURNAL AKUNTANSI Vol 3, No 1: AKRUAL: JURNAL AKUNTANSI (OKTOBER 2011)
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi UNESA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study sought to strip the university in the era of globalization, and the application of good governance. Globalization has changed the university (colleges) that exist in the world vying to become world class University. Most universities (colleges) in Indonesia have transformed itself from the university for teaching to be research university. Several models of approaches can be adopted to implement good governance in the face of global challenges that can be done through a model or framework of bureaucratic, political, collegial, and symbolic. Besides the university (college) should be able to guarantee transparency, accountability, rensponsive, reponsibility, independency, and fairness as well as other additional principle should be in accordance with the vision and mission of the university.

Analisis Tata Kelola Teknologi Informasi Dengan Menggunakan Framework Cobit 5 Domain DSS01 (Manage Operations) Pada BPS Provinsi Jawa Tengah

Journal of Information System Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.36 KB)

Abstract

Fokus penelitian adalah proses monitoring operasional TI. Pada pengamatan yang telah dilakukan, ditemukan permasalahan mengenai proses monitoring operasional yang dikelola oleh bidang IPDS yang menangani kinerja Teknologi Informasi (TI). Penyebabnya adalah kurangnya monitoring secara real time, sistem pengolahan yang masih eror, dan server down. Berdasarkan permasalahan tersebut maka diperlukan analisis tata kelola TI terkait proses monitoring operasional TI dalam upaya meningkatkan kinerja pada BPS Provinsi Jawa Tengah. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kapabilitas dan memberikan saran dan strategi perbaikan terkait proses monitoring operasional TI. Metode yang digunakan dalam mengukur kinerja tata kelola TI adalah framework COBIT 5 domain DSS01 (Manage Operations) yang bertujuan untuk memberikan hasil layanan operasional TI seperti yang direncanakan. Dari hasil penelitian berdasarkan COBIT 5 terkait proses monitoring operasional TI (DSS01) level kapabilitas pada BPS Provinsi Jawa Tengah saat ini adalah level 1 (Performed) dengan status Largely Achieved sebesar 68,88% atau setara 1,68%. Agar dapat mencapai level kapabilitas yang diinginkan yaitu level 3 BPS Provinsi Jawa Tengah dapat melakukan strategi perbaikan secara bertahap dari proses tiap atribut level 1 sampai dengan level 3. Kata Kunci: COBIT 5, Tata kelola TI, Manage Operations (DSS01) The focus of research is the process of monitoring IT operations. In the observations that have been made, discovered a problem concerning the operational monitoring process managed by IPDS fields that deal with the performance of the Information Technology (IT). The reason is the lack of monitoring in real time, which was an error processing system, and the server is down. Based on the problems it is necessary to analyze the relevant IT governance IT operational monitoring process in an effort to improve the performance of the BPS Central Java Province. The aim of research to determine the level of capability and provide advice and monitoring process improvement strategies related to IT operations. The method used to measure the performance of IT governance is COBIT 5 framework DSS01 domain (Manage Operations) which aims to provide the results of operations of IT services as planned. From the results of research based on COBIT 5 process related IT operational monitoring (DSS01) level of capability to the CPM Central Java province today is level 1 (Performed) with status Largely Achieved by 68.88% or equal to 1.68%. In order to achieve the desired level of capability that is level 3 BPS Central Java Province can make strategy a gradual improvement of the process of each attribute level 1 to level 3 Keywords: COBIT 5, Governance of IT, Manage Operations (DSS01)