Heni Pujiastuti
Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA KNISLEY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL MATEMATIS SISWA SMP Septiyana, Wieka; Pujiastuti, Heni; Ihsanudin, Ihsanudin
Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 9 Nomor 1 Februari 2016
Publisher : Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.912 KB)

Abstract

Tujuan  utama penelitian ini untuk menyelidiki pencapaian dan peningkatan kemampuan pemahaman konseptual matematis siswa baik yang mendapat pembelajaran dengan model pembelajaran matematika Knisley (MPMPK) maupun dengan model pembelajaran langsung. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan model penggabungan kuantitatif dan kualitatif. Desain penelitian yang digunakan yaitu concurrent embedded design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Kota Serang dengan sampelnya siswa kelas VIII A dan B. Peneliti menerima keadaan subjek penelitian seadanya dan sampel dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data kuantitatif dalam penelitian ini dengan menggunakan uji-t dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pencapaian dan peningkatan kemampuan pemahaman konseptual matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran MPMK lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran langsung.
Peranan Pengetahuan Awal dan Self Esteem Matematis Terhadap Kemampuan Berpikir Logis Mahasiswa Pamungkas, Aan Subhan; Setiani, Yani; Pujiastuti, Heni
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan pengetahuan awal, self esteem matematis dan kemampuan berpikir logis. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan IPA FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa tahun pertama berjumlah 34 mahasiswa yang diambil dengan teknik simple random. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pengetahuan awal dan kemampuan berpikir logis serta skala self esteem matematis. Analisis data dalam penelitian ini adalah dengan analisis statistic deskriptif untuk mengetahui gambaran ketiga variabel tersebut dan analisis regresi ganda serta anova satu jalur untuk melihat pengaruh variable pengetahuan awal dan self esteem matematis terhadap kemampuan berpikir logis serta analisis anova satu jalur untuk melihat perbedaan kemampuan berpikir logis ditinjau dari pengetahuan awal dan self esteem matematis. Berdasarkan hasil analisis data deskriptif didapatkan gambaran bahwa (1) pengetahuan awal mahasiswa 35% termasuk kategori tinggi, 41% kategori sedang dan 24% kategori rendah; (2) self esteem matematis 29% kategori tinggi dan rendah serta 41% kategori sedang; (3) kemampuan berpikir logis 24% kategori tinggi, 65% kategori sedang dan 12% kategori rendah. Sedangkan berdasarkan analisis regresi dan anova satu jalur menunjukkan bahwa (1) terhadap hubungan yang signifikan antara pengetahuan awal dan self esteem matematis terhadap kemampuan berpikir logis; (2) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir logis mahasiswa ditinjau dari pengetahuan awal dan self esteem matematis.This study aims to assess the role of prior knowledge, mathematical self-esteem and logical thinking skills. This study is a correlational study with a quantitative approach. The population at the same sample in this study were all students of the Department of Science Education University of Sultan Ageng Tirtayasa first year amounted to 34 students were taken by simple random. Data collection technique used tests of prior knowledge, tests of logical thinking and mathematical self esteem scale. Analysis of the data in this research is the analysis of descriptive statistics, multiple regression analysis and one way ANOVA. Based on the results of descriptive data analysis, it was shown that (1) the prior knowledge of students categorized as high 35%, as midde 41% and as low 24%; (2) 29% mathematical self esteem high and low categories and 41% middle category; (3) the logical thinking high category 24%, middle catehory 65% and lower catgeory 12%. While based on regression analysis and one way ANOVA shows that (1) the significant relationship between prior knowledge and mathematical self esteem to logical thinking skills; (2) there are significant differences logical thinking skills of students in terms of prior knowledge and mathematical self esteem.
Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematis pada materi himpunan Hidayat, Deden Wahyu; Pujiastuti, Heni
Jurnal Analisa Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.817 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan dan persentase kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematis khususnya pada materi Himpunan. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMP Negeri Satu Atap 4 Maja kabupaten lebak. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya yaitu tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan pedoman wawancara. Langkah-langkah penyelesaian masalah yang dianalisis terdiri atas empat tahap, yaitu; memahami soal, menyusun rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali solusi yang diperoleh. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kesalahan memahami soal sebesar 4,4%; kesalahan menyusun rencana sebesar 16,5%; kesalahan melaksanakan rencana sebesar 17,0%; dan kesalahan memeriksa kembali solusi yang diperoleh sebesar 14,8%. Kesalahan melaksanakan rencana disebabkan siswa kurang hati-hati dalam melakukan perhitungan matematika dan siswa juga kurang hati-hati dalam menentukan kesimpulan terhadap permasalahan yang diberikan.
Peranan Pengetahuan Awal dan Self Esteem Matematis Terhadap Kemampuan Berpikir Logis Mahasiswa Pamungkas, Aan Subhan; Setiani, Yani; Pujiastuti, Heni
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan pengetahuan awal, self esteem matematis dan kemampuan berpikir logis. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan IPA FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa tahun pertama berjumlah 34 mahasiswa yang diambil dengan teknik simple random. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pengetahuan awal dan kemampuan berpikir logis serta skala self esteem matematis. Analisis data dalam penelitian ini adalah dengan analisis statistic deskriptif untuk mengetahui gambaran ketiga variabel tersebut dan analisis regresi ganda serta anova satu jalur untuk melihat pengaruh variable pengetahuan awal dan self esteem matematis terhadap kemampuan berpikir logis serta analisis anova satu jalur untuk melihat perbedaan kemampuan berpikir logis ditinjau dari pengetahuan awal dan self esteem matematis. Berdasarkan hasil analisis data deskriptif didapatkan gambaran bahwa (1) pengetahuan awal mahasiswa 35% termasuk kategori tinggi, 41% kategori sedang dan 24% kategori rendah; (2) self esteem matematis 29% kategori tinggi dan rendah serta 41% kategori sedang; (3) kemampuan berpikir logis 24% kategori tinggi, 65% kategori sedang dan 12% kategori rendah. Sedangkan berdasarkan analisis regresi dan anova satu jalur menunjukkan bahwa (1) terhadap hubungan yang signifikan antara pengetahuan awal dan self esteem matematis terhadap kemampuan berpikir logis; (2) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir logis mahasiswa ditinjau dari pengetahuan awal dan self esteem matematis.This study aims to assess the role of prior knowledge, mathematical self-esteem and logical thinking skills. This study is a correlational study with a quantitative approach. The population at the same sample in this study were all students of the Department of Science Education University of Sultan Ageng Tirtayasa first year amounted to 34 students were taken by simple random. Data collection technique used tests of prior knowledge, tests of logical thinking and mathematical self esteem scale. Analysis of the data in this research is the analysis of descriptive statistics, multiple regression analysis and one way ANOVA. Based on the results of descriptive data analysis, it was shown that (1) the prior knowledge of students categorized as high 35%, as midde 41% and as low 24%; (2) 29% mathematical self esteem high and low categories and 41% middle category; (3) the logical thinking high category 24%, middle catehory 65% and lower catgeory 12%. While based on regression analysis and one way ANOVA shows that (1) the significant relationship between prior knowledge and mathematical self esteem to logical thinking skills; (2) there are significant differences logical thinking skills of students in terms of prior knowledge and mathematical self esteem.
MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA KNISLEY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL MATEMATIS SISWA SMP Septiyana, Wieka; Pujiastuti, Heni
KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2018): KALAMATIKA November 2018
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.268 KB)

Abstract

Mathematical conceptual understanding is a provision in solving problems and finding other concepts. Therefore, this research should be conducted to determine the mathematical learning model that can enhance these capabilities. The main objective is to investigate and describe the achievement as well as an increase in the mathematical ability of conceptual understanding both got teaching Knisley mathematics learning model and direct learning model. The method used mixed method (mixed methods) with the incorporation of quantitative and qualitative models. The study design used concurrent embedded design. The population in this research is class VIII SMP with sample class VIII A and B. Class selected as sample using purposive sampling technique. Quantitative data analysis in this study using the samples Independent-T test and Mann-Whitney. Results of descriptive statistical analysis showed the experimental class =0.83, =14.92 and =0.58. And a control class shows = 0.89, = =10.27 and =0.39. Based on the test results of the samples Independent-T test to determine achievement and test scores N-gain KPKM each student obtained the data with sig (one-tailed) and =0.05 is 0.000. Because of sig < 0.05 then rejected that hypothesis is accepted. Thus, the research concludes that the attainment and improved conceptual understanding of mathematical ability of students who get teaching mathematics learning model Knisley better than who received direct instruction.
KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS: ANALISIS BERDASARKAN GAYA KOGNITIF SISWA Mirlanda, Ela Priastuti; Pujiastuti, Heni
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol 3 No 2 (2018): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.237 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran matematis siswa SMA yang ditinjau dari gaya kognitif Field Independent dan Field Dependent. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Rangkasbitung dengan sampel sebanyak dua kelas. Instrumen penelitian berupa tes GEFT untuk mengukur gaya kognitif dan tes tulis berbentuk essay untuk mengukur kemampuan penalaran matematika. Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 45% siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent (FD) memiliki nilai rata-rata tes kemampuan penalaran matematis sebesar 58,95 sementara 55% siswa yang memiliki gaya kognitif field independent (FI) memiliki nilai rata-rata tes kemampuan penalaran matematis sebesar 61,87. Hasil uji statistik menunjukkan gaya kognitif Field Dependent berpengaruh terhadap kemampuan penalaran matematis sebesar 14,6% dan gaya kognitif Field Independent berpengaruh terhadap kemampuan penalaran matematis sebesar 31,3%. Dari tiga indikator kemampuan penalaran matematis yang diteliti, kemampuan menggunakan pola, menganalisis situasi matematis dan memberi penjelasan menggunakan model dalam penyelesaian masalah matematika merupakan hal yang masih sulit dikuasai oleh siswa. Sementara kemampuan melaksanakan perhitungan berdasarkan aturan atau rumus tertentu telah dikuasai oleh siswa dengan nilai rata-rata baik. Untuk itu kegiatan pembelajaran matematika harus dirancang sedemikian rupa agar dapat menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan penalaran matematis siswa. Gaya kognitif Field Independent dan Field Dependent dapat menjadi dasar / landasan untuk guru merancang pembelajaran yang sesuai dan tepat.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA SMP PADA MATERI HIMPUNAN Rahayu, Yuyun; Pujiastuti, Heni
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol 3 No 2 (2018): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.619 KB)

Abstract

This research is a type of descriptive research that aims to describe the ability to understand students' mathematical concepts in solving problems, especially related to the concept of set. The subjects of this study were seventh grade students of SMP Negeri 1 Cibadak Lebak Regency 2018/2019 Academic Year as many as 30 people. The instrument used in this study is a test of mathematical comprehension ability in the form of description. The data obtained were analyzed descriptively to find out the mean, mode, percentage of ideal scores, standard deviations and variances. In addition, it also describes the ability of students' mathematical understanding for each indicator. The results of the analysis are obtained: 1) Overall the average ability of students' mathematical understanding is 70% of the ideal score; 2) The average mathematical ability of students on indicator 1 is 56% of the ideal score; 3) The average ability of students on indicator 2 is 88%; 4) The average mathematical ability of students on indicator 3 is 79% of the ideal score; 5) The average mathematical ability of students on indicator 4 is 54% of the ideal score; 6) The average mathematical ability of students on indicator 5 is 84% ​​of the ideal score. The ability of students' mathematical understanding based on the average of each indicator, the lowest is the fourth indicator, namely the ability to present the concept. And the highest average is the second indicator, namely the ability to identify examples and not examples because the questions given are counted easily. Included in the category of very high mathematical understanding ability there are 7 people, 11 people high, 8 people enough, and 4 people low. Overall students who are able to understand mathematically 18 people who get a score above KBM (Minimum Learning Criteria) of 30 students.
Pengaruh model pembelajaran generatif terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari kemampuan awal matematis siswa Qonaah, Aan; Pujiastuti, Heni; Fatah, Abdul
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.337 KB)

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada permasalahan rendahnya kemampuan komunikasi matematis dalam pembelajaran matematika. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan penelitian dengan menggunakan model pembelajaran generatif. Penelitian ini mengkaji masalah peningkatan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang mendapat pembelajaran matematika dengan model generatif dan ekspositori ditinjau dari Kemampuan Awal Matematis (KAM) siswa (tinggi, sedang, dan rendah). Selain itu, diungkap pula hubungan interaksi antara model pembelajaran dengan KAM terhadap kemampuan komunikasi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment, disain  penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design dengan menggunakan Purposive Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 6 Pandeglang  kelas XI Tahun Pelajaran 2018/2019. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa nilai KAM dan tes kemampuan komunikasi matematis. Analisis data dilakukan secara kuantitatif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan uji-t  dan  uji Anova dua jalur. Hasil penelitian menunjukan (1) Peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa  yang  diberi  perlakuan pembelajaran generatif  lebih baik  daripada siswa  yang mendapat pembelajaran ekspositori; (2) Terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan KAM  terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa; (3) Terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis pada siswa dengan KAM tinggi; (4) Tidak terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis pada siswa dengan KAM sedang dan rendah. Kata kunci: pembelajaran generatif, kemampuan komunikasi matematis, dan Kemampuan Awal Matematis (KAM)
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Berdasarkan Perbedaan Gender Nugraha, Tonnie Hari; Pujiastuti, Heni
Edumatica : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 1 (2019): Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matemarika PMIPA FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.9 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa yang ditinjau berdasarkan perbedaan gender. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 60 siswa kelas IX di SMPN 1 Cikulur. Instrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan komunikasi matematis. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan setiap aspek kemampuan komunikasi matematis siswa. Hasil penelitian diperoleh bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa: 1) kemampuan komunikasi matematis secara keseluruhan, siswa perempuan lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki; 2) bagi siswa perempuan, aspek menggambar lebih tinggi dibandingkan dengan aspek ekspresi matematika dan aspek menulis; 3) bagi siswa laki-laki, aspek menulis lebih tinggi dibandingkan dengan aspek menggambar dan ekspresi matematika; 4) pada aspek menggambar (drawing), siswa perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan siswa laki-laki; 5) pada aspek ekspresi matematika (mathematical expression), siswa perempuan lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki dan 6) pada aspek menulis (written texts), siswa laki-laki lebih tinggi dari siswa perempuan.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Pemahaman Matematis Ditinjau dari Kemampuan Awal Matematika Yelvalinda, Yelvalinda; Pujiastuti, Heni; Fatah, Abdul
Edumatica : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 1 (2019): Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matemarika PMIPA FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.469 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Pemahaman Matematis Ditinjau Dari Kemampuan Awal Matematika. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik analisis Anova dua jalur. Sampel penelitian berjumlah 32 orang untuk kelas eksperimen dan 31 orang untuk kelas kontrol di SMK Negeri 1 Pandeglang, dengan menggunakan metode quasi eksperimen. Penelitian ini menggunakan desain pretest dan postest sehingga dapat dilihat perbedaan peningkatan&nbsp; pemahaman matematis dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran PBL lebih tinggi dari siswa yang mendapatkan&nbsp; pembelajaran ekspositori. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh sig. 0,027 &lt; 0,05 maka H0 ditolak , maka dapat disimpulkan peningkatan pemahaman matematis siswa yang mendapat model pembelajaran PBL lebih tinggi dari siswa yang mendapat pembelajaran ekspositori. Hasil uji Anova dua jalur faktor pembelajaran dan KAM menimbulkan adanya interaksi dengan&nbsp; sig.0,004 &lt; 0,05 . Hal ini berarti interaksi yang sangat signifikan antara model pembelajaran dan KAM terhadap pemahaman matematis. Dari hasil uji-t untuk KAM tinggi diperoleh sig. 0,00 &lt; 0,05 maka H0 ditolak dan untuk KAM rendah diperoleh sig. 0,647 &gt; 0,05 maka H0 diterima. Dengan demikian pembelajaran matematika dengan model PBL dapat dijadikan suatu alternatif untuk meningkatkan pemahaman matematis siswa. Kata kunci: problem based learning, pemahaman matematis, kemampuan awal matematika &nbsp; &nbsp; Abstract The purpose of this paper is to determine the effect of Problem Based Learning Model on Mathematical Understanding viewed from Early Mathematics Ability (EMA). The writer used quantitative analysis method and two-way anova analysis. This paper use primary data, 32 people from experimental class and 31 people from control class in SMK negeri 1 Pandeglang was taken as a interviewees for our research sample using the quasi-experimental method. This study used a pretest and post-test design therefore it can be seen the differences in the increase of mathematical understanding ability from experimental class and control class. The result of this study indicate that students who had PBL learning have higher mathematical understanding ability than students who had expository learning. Based on the hypothesis test sig. 0.027&lt;0.05 H0 is rejected, so it can be concluded that the increase in mathematical understanding ability of students who had PBL learning models is higher than students who had expository learning. The test results with two ways ANOVA of learning factors and EMA generate an interactions with sig. 004 &lt;0.05. This imply that there is a very significant interaction between the learning model and EMA on mathematical understanding skills. From the results of the t-test for high EMA is sig. 0.00 &lt;0.05 H0 is rejected and for low EMA is sig. 0.647&gt; 0.05 H0 is accepted. Therefore we can conclude that learning mathematics using the PBL model can become an alternative way to improve students mathematical understanding ability. Keywords: problem based learning, mathematical understanding, early mathematics ability.