Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Konsepsi Siswa Pada Konsep Kinematika Gerak Lurus Pujianto, Agus; Nurjannah, Nurjannah; Darmadi, I Wayan
Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.173 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsepsi siswa pada konsep kinematika gerak lurus. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini dipilih subjek penelitian sebanyak 24 siswa. Data dikumpulkan menggunakan tes konsepsi berbentuk pilihan ganda sebanyak 10 nomor dengan lembar jawaban yang disertai Certainity Response Indeks (CRI) dan wawancara. Tes digunakan untuk mengungkap konsepsi siswa, wawancara digunakan untuk menegaskan hasil tes konsepsi siswa secara lebih dalam mengenai konsep kinematika gerak lurus. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsepsi yang dialami siswa kelas X SMA Negeri 6 Palu pada konsep kinematika gerak lurus adalah sebesar 50,00% mengarah ke miskonsepsi dan siswa dengan pemahaman konsep kinematika gerak lurus yang baik hanya sebesar 21,67%.  Sedangkan siswa yang menjawab benar dengan menebak dan kurang pengetahuan masing-masing sebesar 10,42% dan 17,50%. Hasil wawancara diketahui bahwa salah satu faktor penyebab konsepsi siswa lebih besar mengalami miskonsepsi tersebut adalah pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.
PENGARUH LATIHAN HEEL RAISES DUDUK DAN PANJANG TUNGKAI TERHADAP HASIL LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK Pujianto, Agus
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 38, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.328 KB)

Abstract

This experimental research was aimed to find out: 1) the different effect between the exercise method of sit heel raises the feet on the block compared to on  floor towards the result of the tuck style long jump, 2) the different effect between long leg and short leg towards the result of tuck style long jump, 3) the interaction between the exercise method of sit heel raises and the length of leg toward the result of tuck style long jump. This is an experimental research. The result of the research hypothesis test was analyzed with Analysis of Variance (ANOVA) two ways with significance degree 95%, the result i.e: the first hypothesis test shows that the value of count is 12.29 higher than the F table as amount of 4.11 ( Fo=12.29> Ft=4.11 ). The summary: there is different effect between sit heel raises exercise with feet touches up on the block and the feet touches upon the floor toward the result of tuck style long jump. The second hypothesis test shows the value of F count is 17.97 higher than F table as amount 4,11 ( Fo=17.97 > Ft=4.11 ). The summary: there is different effect between long leg and short leg toward the result of tuck style long jump. The thirdhypothesis test shows F count 4.67 is greater than F table as amount 4.11 ( Fo= 4.67 > Ft=4.11 ). The summary: there is interaction between sit heel raises exercise and the length of leg towards result of tuck style long jump. The further analysis caused by significant Analysis of Variance between the method of sit heel raises exercise and the length of leg towards the result of tuck style long jump tested using F Scheffe test andthe result are as follows: a) Sit heel raises exercise with feet touches upon the block was proven to give a better effect comparing to sit heel raises exercise with feet touches upon the floor towards the result of tuck style long jump ( FSA=11.97>Ft=4.11), b) Long leg was proven to give a better effect comparing to short legs towards the result of tuck style long jump ( FSB=18.47 > Ft=4.11 ). Hopefully this research result will be useful for sport teacher and coaches who intend to develop long jump, if they want to create exercise program, sit heel raises exercise with feet touches upon the block involved in the alternative exercise, and should give interest in the length of leg, because in this research it was proven that long legs had abetter effect compared to short legs towards the result of tuck style long jump.Kata kunci: latihan heel raises duduk, panjang tungkai, lompat jauh gaya jongkok
Modifikasi Pegangan Raket untuk Meningkatkan Kemampuan Teknik Pegangan Bulutangkis Pujianto, Agus
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.42 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menciptakan produk modifikasi pegangan raket untuk meningkatkan kemampuan teknik pegangan dalam permainan bulutangkis. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Hasil penelitian diperoleh nilai aspek 1 tentang “selama mengikuti bulutangkis dengan menggunakan media modifikasi pegangan raket, bagaimana perasaanmu?” Respon 84 siswa atau 84% responden merasa senang. Aspek ke 2. “Apakah penggunaan modifikasi sebagai pegangan handuk dengan perekat, apa yang kamu rasakan?” Respon 79 siswa atau 79% dari responden merasa lebih mudah untuk belajar. Pertanyaan ke-3. “Apa pendapatmu tentang tugas selama proses pembelajaran berlangsung?” Respon 83 siswa atau 83% responden merasa mudah, 15 orang atau 15% responden menjawab biasa-biasa saja, dan 2 orang atau 2% dari responden menjawab sulit. Jawaban untuk aspek no-4. “Apa pendapat anda tentang modifikasi dengan perekat sebagai pegangan “respon 86 siswa atau 86% responden menjawab bisa diteruskan. Penggunaan produk pegangan raket bulutangkis memberikan dampak positif pada mahasiswa untuk belajar teknik pegangan raket The purpose of this study was to create a product modifications to improve the ability of the racquet handle grip technique in the game of badminton. The research approach used is the research development. The results obtained by the first aspect of the “For by using the media to follow badminton racquet grip modification, how do you feel?” Student response 84 people or 84% of respondents feel happy. Aspects in point about No. 2. “Does the use of modifications as a towel holder with adhesive grip, you say?” Student response 79 people or 79% of respondents felt it easier to learn. Aspects of the grain questions 3. “What do you think about the commands or tasks during the learning process take place?” Response of 83 students or 83% of respondents found it easy, 15 people or 15% of respondents answered mediocre, and 2 men or 2 % of respondents answered difficult. Aspects in point question no 4. “ What is your opinion about modifications to the adhesive as the grip.” student response 86 people or 86% of respondents answered could be forwarded. Badminton racquet grip products use a positive impact on the students to learn techniques racket grip.
Pengembangan Senam Konservasi Universitas Negeri Semarang Tahun 2012 Setiawan, Ipang; Pujianto, Agus; Setiawan, Arif
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.861 KB)

Abstract

Conservation gymnastic consisting of three a part which is instillation parts, a part fundamental and a part refrigerations. This research constitute research that aims to result product as developmental as Conservation gymnastic. Steps that is utilized in this research utilizes 7 (seven) main stage.  Base observational result ” college student response,  84 % respondent perceive pleasings,  or 14 % respondent answer so-sos, and 2 % respondent answer discontented. Developmental aspect ” college student response 79 % respondent perceive to make easy studyings, 19 % respondent answer so-sos, and 2 % respondent answer to get into a mess studyings. Aspect processes learning ” college student response 83 % respondent perceive are easily, 15 % respondent answer so-sos, and 2 % respondent answer distresses. Expectation aspect ” college student response 86 % respondent answer Can be kept on,  reason makes easy learning, 2 % respondent answer Can be kept on,  reason up to haven’t available the other gymnastic,  and 2 % respondent answer don’t be kept on, reason gets into a mess studying, and 0 % or no respondent.  Simpulan pengembangan is conservation gymnastic can help to increase lecturer earthly concern fitness, employee, college student and society.   Gymnastic stirred development conservation and conservation gymnastic music,  was updated is assessed apropos and truth,  progressively simple its power, progressively lucid,  its music gets menggungah spirit,  can do by whoever.
Analisis Konsepsi Siswa Pada Konsep Kinematika Gerak Lurus Pujianto, Agus
Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 1, No 1 (2013): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.478 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsepsi siswa pada konsep kinematika gerak lurus. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini dipilih subjek penelitian sebanyak 24 siswa. Data dikumpulkan menggunakan tes konsepsi berbentuk pilihan ganda sebanyak 10 nomor dengan lembar jawaban yang disertai Certainity Response Indeks (CRI) dan wawancara. Tes digunakan untuk mengungkap konsepsi siswa, wawancara digunakan untuk menegaskan hasil tes konsepsi siswa secara lebih dalam mengenai konsep kinematika gerak lurus. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsepsi yang dialami siswa kelas X SMA Negeri 6 Palu pada konsep kinematika gerak lurus adalah sebesar 50,00% mengarah ke miskonsepsi dan siswa dengan pemahaman konsep kinematika gerak lurus yang baik hanya sebesar 21,67%.  Sedangkan siswa yang menjawab benar dengan menebak dan kurang pengetahuan masing-masing sebesar 10,42% dan 17,50%. Hasil wawancara diketahui bahwa salah satu faktor penyebab konsepsi siswa lebih besar mengalami miskonsepsi tersebut adalah pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.
PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PRESTASI BELAJAR IPS Pujianto, Agus; Darsono, Darsono; Pujiati, Pujiati
Jurnal Studi Sosial Program Pascasarjana P-IPS Vol 1, No 4 (2013): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.823 KB)

Abstract

This research aims to apply inquiry learning that can increase student’s critical thinking ability and student’s learning achievement. To increase student’s critical thinking ability and student’s learning achievement with classroom action research by using inquiry learning. The data collecting technique was through observation, questionnaire and written test. Based on the observation and the questionnaire of critical thinking ability the students got an increase in each cycles. Based on the result of written test it was known that students’ learning achievement got an increase that in cycle 1 the percentage of completion reached 51,85 %, after the application of cycle 2 the percentage of completion reached 70,37% and after the application of cycle 3 the percentage of completion reached 92,59%.Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan pembelajaran inkuiri yang dapat meningkatkan  kemampuan berpikir kritis siswa dan prestasi belajar siswa. Untuk meningkatakan kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajar siswa dengan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pembelajaran inkuiri. Teknik pengumpulan data dengan observasi, angket dan tes tertulis. Berdasarkan observasi dan angket  kemampuan berpikir kritis siswa mengalami  peningkatan untuk setiap siklusnya.  Berdasarkan hasil tes tertulis diketahui prestasi belajar siswa mengalami peningkatan yaitu  pada saat siklus 1 persentase ketuntasan mencapai 51,85 %, setelah pelaksanaan tindakan pada siklus 2 persentase ketuntasan mencapai 70,37 % dan setelah pelaksanaan tindakan siklus 3 persentase ketuntasan mencapai 92,59 %.Kata kunci: pembelajaran inkuiri, kemampuan berpikir kritis, prestasi belajar
PENGARUH VARIASI SUDUT PENGAPIAN DAN PROSENTASE CAMPURAN BENSIN-ETANOL PADA SEPEDA MOTOR MATIC Pujianto, Agus
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 1 (2014): Edisi Desember 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada motor bakar perubahan energi panas yang terjadi dari hasil pembakaran campuran bahan bakar dihasilkan daya output tidak lebih dari 30% saja . Hal ini disebabkan oleh banyaknya kerugian yang terjadi selama proses berlangsung, kerugianitu antara lain dikarenakan gesekan, gas buang, dan pendinginan. Sehingga diperlukan suatu perencaraan yang dapat meningkatan kinerja mesin sepeda motor. Pengujian menggunakan mesin sepeda motor matic 113 cc dengan merubah sudut pengapian (MAP) dan berbahan bakar bensin-etanol dengan perbandingan 5%, 10%, dan 15% . Parameter unjuk kerja mesin yang diteliti yaitu daya, torsi,konsumsi bahan bakar spesific (sfc), dan emisi gas buang.Pengujian dilakukan di atas Chasis Dynamometer di bengkel Mototech. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : 1) Perubahan sudut pengapian berpengaruh terhadap kenaikan daya mesin. Daya mesin mengalami peningkatan pada MAP 2 dengan campuran etanol 5% dan mengalami penurunan pada MAP 3 dari semua campuran. Pada campuran 10 % dan 15 % terjadi penurunan dari semua MAP. 2) Perubahan sudut pengapian berpengaruh terhadap kenaikan torsi mesin. Daya mesin mengalami peningkatan pada MAP 2 dengan campuran etanol 5% dan mengalami penurunan pada MAP 3 dari semua campuran. 3) Perubahan sudut pengapian dan campuran bahan bakar bensin-etanol berpengaruh terhadap penurunan konsumsi bahan bakar spesifik mesin. 4) Perubahan sudut pengapian dan campuran bahan bakar bensin-etanol mengurangi emisi karbon monoksida (CO) pada campuran 5% namun akan cenderung naik pada campuran etanol 10% dan 15%, sedangkan untuk emisiHidro Karbon (HC) terjadi kenaikan pada MAP 2 dengan semua campuran kemudian mengalami penurunan pada MAP 3 dengan semua campuran juga.
PROFIL KONDISI FISIK DAN KETERAMPILAN TEKNIK DASAR ATLET TENIS MEJA USIA DINI DI KOTA SEMARANG Pujianto, Agus
Journal of Physical Education Health and Sport Vol 2, No 1 (2015): Journal of Physical Education Health and Sport
Publisher : Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.72 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kondisi fisik dan keterampilan teknik dasar pada atlet tenis meja usia dini di Kota Semarang. Populasi penelitian ini adalah atlet tenis meja di Kota Semarang yang berjumlah 36 orang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling, yaitu semua populasi atlet tenis meja di Kota Semarang berjumlah 36 orang. Variabel penelitian meliputi kondisi fisik dan keterampilan teknik dasar tenis meja.Untuk memperoleh data, maka dalam penelitian ini menggunakan metode survey dan teknik tes. Untuk instrument kondisi fisik yang digunakan adalah tes: lari cepat (sprint) 30 meter, lari 1.600 meter, lari bolak-balik 4x5 meter, sit and reach, sitting on the wall, loncat tegak (vertical jump), dan angkat tubuh (Flexed Arm Hang). Sedangkan untuk keterampilan dasar tenis meja, tes yang digunakan adalah tes: memegang bed, pengaturan kaki, memukul bola, blok serangan lawan, dan servis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik atlet tenis meja di Kota Semarang termasuk dalam kategori sedang. Sebanyak 64% atlet putra dan 86% atlet putri dalam kategori sedang. Keterampilan teknik tenis meja dalam kategori baik. Sebanyak 73% atlet putra dan 93% atlet putri memiliki keterampilan teknik dasar yang baik.The purpose of this research was to assess the physical condition and basic engineering skills at an early age table tennis athletes in Semarang. The population was table tennis athletes in the city of Semarang, amounting to 36 people. Sampling using total sampling, ie all populations table tennis athletes in Semarang numbered 36 people. Variables include the study of physical conditions and basic technical skills of table tennis . To obtain data, so in this research using survey methods and testing techniques. For the instrument used is the physical condition of the test: sprint (sprint) 30 meter, 1,600-meter run, running back and forth 4x5 meters, sit and reach, sitting on the wall, vertical jump, and flexed Arm Hang. As for the basic skills of table tennis, the test used is the test: grip technique, footwork technique, stroke, block, and service. Data were analyzed using descriptive percentages. The results showed that the physical conditions of table tennis athletes in Semarang included in the medium category. As many as 64% of men and 86% of athletes women athletes in the medium category. Skills table tennis techniques in both categories. A total of 73% men and 93% of athletes women athletes have good basic engineering skills. It was concluded that the profile was moderate physical condition and basic engineering skills in table tennis athletes in Semarang in 2013 in both categories
Modifikasi Pegangan Raket untuk Meningkatkan Kemampuan Teknik Pegangan Bulutangkis Pujianto, Agus
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 2, No 1 (2012): July 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menciptakan produk modifikasi pegangan raket untuk meningkatkan kemampuan teknik pegangan dalam permainan bulutangkis. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Hasil penelitian diperoleh nilai aspek 1 tentang “selama mengikuti bulutangkis dengan menggunakan media modifikasi pegangan raket, bagaimana perasaanmu?” Respon 84 siswa atau 84% responden merasa senang. Aspek ke 2. “Apakah penggunaan modifikasi sebagai pegangan handuk dengan perekat, apa yang kamu rasakan?” Respon 79 siswa atau 79% dari responden merasa lebih mudah untuk belajar. Pertanyaan ke-3. “Apa pendapatmu tentang tugas selama proses pembelajaran berlangsung?” Respon 83 siswa atau 83% responden merasa mudah, 15 orang atau 15% responden menjawab biasa-biasa saja, dan 2 orang atau 2% dari responden menjawab sulit. Jawaban untuk aspek no-4. “Apa pendapat anda tentang modifikasi dengan perekat sebagai pegangan “respon 86 siswa atau 86% responden menjawab bisa diteruskan. Penggunaan produk pegangan raket bulutangkis memberikan dampak positif pada mahasiswa untuk belajar teknik pegangan raket The purpose of this study was to create a product modifications to improve the ability of the racquet handle grip technique in the game of badminton. The research approach used is the research development. The results obtained by the first aspect of the “For by using the media to follow badminton racquet grip modification, how do you feel?” Student response 84 people or 84% of respondents feel happy. Aspects in point about No. 2. “Does the use of modifications as a towel holder with adhesive grip, you say?” Student response 79 people or 79% of respondents felt it easier to learn. Aspects of the grain questions 3. “What do you think about the commands or tasks during the learning process take place?” Response of 83 students or 83% of respondents found it easy, 15 people or 15% of respondents answered mediocre, and 2 men or 2 % of respondents answered difficult. Aspects in point question no 4. “ What is your opinion about modifications to the adhesive as the grip.” student response 86 people or 86% of respondents answered could be forwarded. Badminton racquet grip products use a positive impact on the students to learn techniques racket grip.
Handling Standard Operating Procedure Export Document Ocean Freight Ricardianto, Prasadja; Setiawan, Agus; Pujianto, Agus
JURNAL MANAJEMEN TRANSPORTASI & LOGISTIK Vol 2, No 1 (2015): JURNAL MANAJEMEN TRANSPORTASI & LOSGISTIK
Publisher : STMT Trisakti

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Schenker Petrolog Utama is one of the most prominent companies in Indoneisa that handle services in domestic cargo delivery. In analyzing the problems in handling Standard Operating Procedure (SOP) especially for export documents, the author uses a tree analysis consisting of problem tree, target tree, and alternative tree. The first analysis is done in the process of handling export documents. After that, analysis on the root of problem in handling export documents by using questionnaires—it successfully identifies four problems: lack of human resources, poor communication among the employees in handling export documents, computer network system which is in problem, and slow response from the customer to confirm the export documents. Subsequently, analysis on the solutions or alternative actions for such problems in handling export documents. Key words: Standard Operating Procedure, Export Documents, Tree Analysis.