Sugiharto Pujangkoro
Universitas Sumatera Utara (USU)

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

PERANCANGAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS IMPORTANCE PERFORMANCE DAN POTENTIAL GAIN CUSTOMER VALUE (STUDI KASUS DI PT. XYZ) Linus, David; Sinaga, Tuti Sarma; Pujangkoro, Sugiharto
Jurnal Teknik Industri USU Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.85 KB)

Abstract

Kualitas pelayanan merupakan faktor utama perusahaan pemberi jasa dalam menghadapi persaingan pasar, oleh sebab itu salah satu perusahaan pendistribusian produk konveksi, PT XYZ merasa perlu memperbaiki pelayanannya karena cenderung terjadinya penurunan tingkat penjualan. Kondisi ini perlu diperbaiki dengan mengukur bagaimana tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan perusahaan, sehingga dapat dirumuskan strategi pemasaran perusahaan di masa yang akan datang. Analisis kepuasan pelanggan ini dilakukan dengan dua metode yaitu metode Analisis Importance Performance (AIP) dan Potential Gain Customer Value (PGCV). Metode ini dimulai dengan penyusunan kuesioner dan disebarkan kepada para pelanggan, dimana di dalam kuesioner tersebut dimasukkan atribut-atribut pelayanan menurut Philip Kotler. Hasil dari Metode Importance Performance menunjukkan adanya dua prioritas atribut perbaikan yaitu ketepatan waktu dalam mengirim produk (P1) dan lead time pengiriman produk (P2), sedangkan dengan metode PGCV dihasilkan tiga prioritas atribut perbaikan yaitu lead time pengiriman produk (P2), standar prosedur pelayanan perusahaan (P6), dan sistem pembelian credit dan cash and carry (P6). Kedua metode ini menghasilkan satu atribut yang sama yaitu perbaikan pada atribut P2 (lead time pengiriman produk), oleh sebab itu dilakukan uji korelasi untuk melihat pengaruh lead time pengiriman produk yang tidak sesuai dengan harapan pelanggan terhadap  jumlah permintaan. Hasil uji korelasi antara atribut P2 terhadap total permintaan pelanggan adalah sebesar -0.79. Hasil ini membuktikan bahwa lead time pengiriman produk memiliki efek yang cukup kuat terhadap jumlah permintaan pelanggan. Hasil dari analisis fishbone diagram adalah perlu dilakukannya produksi di Medan serta pelatihan terhadap karyawan yang dilaksanakan setiap tiga bulan.
USULAN PERBAIKAN FASILITAS KERJA PADA STASIUN PEMOTONGAN UNTUK MENGURANGI KELUHAN MUSCULOSKELETAL DI CV. XYZ Maulana, Tengku Fuad; Pujangkoro, Sugiharto; M. Kes, Anizar
Jurnal Teknik Industri USU Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.083 KB)

Abstract

CV. XYZ adalah sebuah perusahaan yang memproduksi suku cadang mesin-mesin pengolahan kelapa sawit. Proses pemotongan dalam produksi suku cadang di CV.XYZ dilakukan dengan postur kerja jongkok. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bahaya kondisi proses pemotongan dan merancang perbaikan fasilitas kerja. Metode yang digunakan adalah SNQ, QEC dan anthropometri. Hasil SNQ yang diperoleh adalah rata-rata operator mengalami keluhan pada bagian punggung dan kaki. Hasil QEC adalah rata-rata kategori tindakan dalam waktu dekat pada proses pemotongan. Hasil analisis QEC juga menunjukkan proses pemotongan tergolong berbahaya dan dapat menyebabkan keluhan musculoskeletal disorder (MSDs). Hasil antropometri adalah rancangan fasilitas kerja yang dibuat untuk mengurangi keluhan musculoskeletal disorder (MSDs). Rancangan fasilitas kerja berupa meja pemotongan dan kursi operator. Dimensi meja pemotongan adalah tinggi 66 cm, lebar 60 cm, panjang 315 cm dan tebal 13 cm. Dimensi kursi operator adalah lebar sandaran 44 cm, lebar kursi 44 cm, tinggi sandaran 42 cm, dan tinggi tempat duduk 40 cm
Analisis Implementasi Lean Manufacturing dengan Lean Assessment dan Root Cause Analysis pada PT. XYZ Trisnal, Trisnal; Pujangkoro, Sugiharto; Huda, Listiani Nurul
Jurnal Teknik Industri USU Vol 3, No 3 (2013): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.859 KB)

Abstract

Penerapan lean manufacturing di perusahaan akan mempengaruhi efektifitas proses produksi. Jika proses produksi perusahaan memiliki kinerja yang baik, maka akan menghasilkan produk yang sesuai dengan yang diharapkan dan begitu sebaliknya. Analisis implementasi lean manufacturing dilakukan dengan menggunakan lean assessment, sehingga efektifitas proses produksi yang sedang berjalan dapat diketahui. Pengukuran efektifitas proses produksi perusahaan dilakukan dengan menggunakan Overall Labor Effectiveness (OLE). Setelah tahap pengukuran dengan OLE, analisis masalah dilakukan dengan menggunakan Root Cause Analysis (RCA). Hasil yang diperoleh adalah nilai OLE perusahaan sebesar 60%. Hal ini berarti terjadi proses produksi yang tidak efektif di perusahaan. Berdasarkan RCA akar penyebab masalah proses produksi yang tidak efektif adalah operator sebelumnya tidak menyelesaikan tugas tepat waktu, mesin stamping rusak dan conveyor oven terus berjalan, rantai pegangan tray longgar dan operator bagian stamping lalai dalam menjalankan tugas. Solusi yang diberikan terhadap akar penyebab masalah adalah dengan membuat visual control yang ditempel pada communication boad dan Standard Operating Procedures (SOP), sehingga diharapkan mampu meningkatkan OLE perusahaan hingga mencapai 80%.
ANALISIS BEBAN KERJA OPERATOR AIR TRAFFIC CONTROL BANDARA XYZ DENGAN MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX Budiman, Jerry; Pujangkoro, Sugiharto; M. Kes, Anizar
Jurnal Teknik Industri USU Vol 3, No 3 (2013): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.839 KB)

Abstract

ATC (Air Traffic Control) merupakan pemandu lalu lintas udara yang menjadi rekan terdekat penerbang. Penelitian ini dilakukan di ATC Bandara XYZ yang sudah menjadi bandara berskala internasional yang membuat terjadinya kompleksitas lalu lintas udara baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri sehingga tugas bagian ATC menjadi sangat sibuk. Operator ATC diharuskan mempunyai kecepatan dan ketepatan untuk mengolah informasi yang diperoleh dalam membuat keputusan yang tepat agar tidak terjadi kecelakaan. Persentase perkiraan penyebab kecelakaan transportasi udara di Indonesia adalah 60,71 % disebabkan oleh faktor manusia. Informasi tentang kecelakaan pesawat udara yang disebabkan oleh human error khususnya operator bagian ATC telah terjadi di Indonesia khususnya di Bandara XYZ yang disebabkan kesalahmengertian komunikasi antara ATC dengan pilot. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai beban kerja yang dirasakan operator ATC khususnya bagian APP dan ACC. Pengukuran beban kerja secara subjektif yang digunakan adalah NASA-TLX yang terdiri dari  enam dimensi ukuran beban kerja, yaitu mental demand, physical demand, temporal demand, performance, effort, dan frustation level. Berdasarkan hasil pengolahan yang dilakukan diperoleh 4 orang operator menilai beban kerja yang dirasakan optimal load (skor antara 40 sampai 60) sedangkan sisanya 8 orang operator menilai beban kerja yang dirasakan overload (di atas 60) dan dari operator ACC terdapat 4 orang operator yang merasakan optimal load dan sisanya 12 orang operator merasakan overload. Dari hasil uji pasti Fisher-Irwin diperoleh bahwa beban kerja operator APP independent terhadap pembagian shift kerja dan beban kerja operator ACC dependent terhadap pembagian shift kerja.
PENGARUH GAJI, UPAH, DAN TUNJANGAN KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. XYZ Batubara, Khairunnisa; Buchari, Buchari; Pujangkoro, Sugiharto
Jurnal Teknik Industri USU Vol 3, No 5 (2013): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.349 KB)

Abstract

Kinerja karyawan merupakan hal yang sangat penting di dalam perusahaan. Rendahnya gaji, upah,dan tunjangan menjadi salah satu faktor rendahnya kinerja karyawan, sehingga PT. XYZ sering sekali tidakdapat memenuhi pesanan pelanggan dan tidak tercapainya target produksi, yang mengakibatkan PT. XYZharus meminta bantuan kepada perusahaan sejenis untuk menyelesaikan order. Bulan Januari 2012- Juli 2012,tercatat selama 6 bulan PT. XYZ tidak dapat memenuhi pesanan pelanggan. Oleh karena itu PT. XYZ inginmengetahui faktor apa yang paling berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Metode pengumpulan dataadalah dengan penyebaran kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai gaji, upah, dan tunjangan kepadakaryawan. Setelah kuesioner disebar dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas untuk mengetahui kelayakankuesioner. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software SPSS dan melalui beberapa tahap yaituanalisis regresi linier berganda, uji statistik f, dan uji statistik t. Hasil yang didapat menunjukkan secarasimultan gaji (upah) dan tunjangan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji fyang menghasilkan nilai Fhitung > Ftabel yaitu 25,854 > 3,32. Secara parsial, faktor yang berpengaruh terhadapkinerja karyawan adalah faktor gaji (upah). Hal ini dapat dilihat dari hasil uji t yang menghasilkan nilai thitung >ttabel, yaitu 6,927 > 2,042 untuk gaji dan 3,646 > 2,570 untuk upah.
EVALUASI SUPPLIER BAHAN BAKU PEMBUATAN TIANG PANCANG PADA PT.XYZ DENGAN MENGGUNAKAN AHP DAN LOSS FUNCTION Ginting, Efraim S.; Pujangkoro, Sugiharto; Sinaga, Tuti Sarma
Jurnal Teknik Industri USU Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ is a manufacturing company that produces spun poles and piles. The company have contracts with three suppliers of pebbles. In cooperation with these suppliers, they unable to meet the quality standards of the pebbles’s diameter in the range of 10 mm-20 mm. Material defects from the suppliers are bigger than 10%. Process evaluation of the suppliers performed to look for suppliers that meet the criteria of the company and to know the criteria to be advantages and weaknesses of suppliers. In this study, supplier evaluation process is carried out using AHP and Loss Function by using quality, price, quantity, delivery time, capacity, experience, partnering, and the response to the claim as the criterias. This study used data from January 2013 to June 2013. The results showed that the best supplier that meets the company criteria is supplier number 2 (S2) with Loss of Rp. 56.036.4. The advantages of this supplier is at price and quality. S2 can provide high quality materials with low price.
ANALISIS PENGARUH EKUITAS MEREK TERHADAP RETENSI PELANGGAN UNTUK PRODUK INDIHOME DI PT. TELKOM INDONESIA WITEL MEDAN FINA, FINA; SALIM, OPIM; PUJANGKORO, SUGIHARTO
Al-Irsyad Vol 6, No 2 (2016): JURNAL AL-IRSYAD
Publisher : Al-Irsyad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.019 KB)

Abstract

Parameters of LIS (Line in Service) customers and sales Indihome the endof 2015 showed symptoms that customers are reluctant to migrate existingservices to Indihome. One of the factors that affect customer retention is the brand equity. This study aims to determine the significance of brand equity influence on customer retention. The results showed that the overall contribution of the influence of the independent variables, namely: differentiation, relevance, esteem, and knowledge, are air-alike on the migratory behavior (customer retention) to Indihome was 60.3%. The remainder of the contribution is determined by factors other than the so-called predictor in this study. The study thus shows that both the variable relevance, differentiation, knowledge, and awards have significantly influenced the migration service, with variable relevance seba-gai factors that most influence on customer retention. In connection with the results and discussion of this study, it is expected that their further studies to investigate other indicators (39.7%) affecting existing customers willing to migrate to Indihome. Based on the results of research of this addition, the company management needs to formulate strategic policies related variables relevance, differentiation, knowledge, and awards to increase the number of existing customers who are willing to migrate to Indihome.Keywords: Ekuitas Merek, Telkom, Pelanggan.
ANALISIS PENETAPAN NILAI PENGGANTI WAJAR DALAM PENGADAAN TANAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM DI KOTA LHOKSEUMAWE (Studi Kasus Pembuatan Jalur Rel Kereta Api Di Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe) Dulmuzid, Dulmuzid; Sinulingga, Sukaria; Pujangkoro, Sugiharto
JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI) Vol 2 No 1 (2019): JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI)
Publisher : LPPM Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penetapan nilai pengganti wajar dalam  pembebasan tanah untuk kepentingan umum di Kota  Lhokseumawe dilakukan oleh tim appraisal dengan memperhatikan nilai fisik dan nilai non fisik sesuai dengan UU No 2 tathun 2012 dan Standar Penilaian Indonesia. Hambatan-hambatan dalam pelaksanaan pemberian ganti kerugian dalam pengadaan tanah untuk pembangunan rel kereta api Kota Lhokseumawe  adalah hambatan yang berasal dari masyarakat pemegang hak atas tanah, bangunan dan tanaman serta benda-benda yang berkaitan dengan tanah adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk berperan serta dalam pembangunan dan kurang pemahaman terhadap arti kepentingan umum, fungsi sosial hak atas tanah.