Bambang Pudjianto
Departemen Teknik Sipil FT. UNDIP Jl. Prof. H. Soedarto SH., Tembalang, Semarang 50275

Published : 37 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : TEKNIK

ANALISIS POTENSI PENERAPAN KERJASAMA PEMERINTAH SWASTA (KPS) DALAM PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI DI PERKOTAAN (Studi Kasus Kota Semarang) Setianto Kurniawan, Eri; Pudjianto, Bambang; Wicaksono, Y.I.
TEKNIK Volume 30, Nomor 3, Tahun 2009
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The role of Local Government (Province and District / City) become very important in creating atransportation infrastructure that can support a regional transportation activities and implementing thePublic Private Partnership (PPP) model as an alternative financing strategies other than APBN / APBD.The purpose and goal of this research is to conduct a comprehensive study in order to obtain a picture of thepotential level of urban transport infrastructure development (case study of Semarang City) who performedwith the Public Private Partnership (PPP) model, viewed from the perspective of related stakesholder.Research methodology using descriptive statistical approach and SWOT analysis with the matrix space model.The research concluded that the potential application of PPP policies in the development of transportationinfrastructure in the city of Semarang is located at the conservative level, which means that although there area number of external strategic factors which potentially threat to the implementation of the PPP policies,there is still a commissioner of the strength of internal factors that can be optimized.
Penentuan Skala Prioritas Penanganan Jalan Kabupaten di Kabupaten Kudus Dengan Metode Analytical Hierarchy Process Irawan, Hafit; Ismiyati, Ismiyati; Pudjianto, Bambang
Teknik Vol 37, No 2 (2016): (Desember 2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1489.017 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v37i2.8411

Abstract

Pelaksanaan penanganan jalan di Kabupaten Kudus banyak terjadi ketidakseimbangan paket-paket pekerjaan penanganan jalan seperti banyaknya jalan yang belum mendapat penanganan baik pemeliharaan maupun peningkatan. Selama ini yang digunakan dalam penentuan skala prioritas penanganan jalan didasarkan pada ketersediaan anggaran dan nilai manfaat finansial jalan saja. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh urutan prioritas penanganan jalan di Kabupaten Kudus, secara tepat dengan melibatkan pihak-pihak yang terkait. Penelitian ini menggunakan metode AHP dengan 5 (lima) kriteria yang dipakai untuk menentukan prioritas penanganan jalan, yaitu kerusakan jalan, mobilitas, volume lalu lintas, tingkat aksesibilitas, dan pengembangan wilayah. Berdasarkan analisa AHP diperoleh tingkat kepentingan bobot masing-masing kriteria untuk menentukan prioritas penanganan jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria kerusakan jalan memperoleh bobot tertinggi, yaitu 45,06% kemudian kriteria mobilitas 20,62%, kriteria volume lalu lintas 14,53%, kriteria tingkat aksesibilitas 12,78%, dan kriteria pengembangan wilayah 7,01%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa perlu adanya kriteria-kriteria sebagai tolok ukur untuk menentukan dalam prioritas penanganan jalan agar pengalokasian anggaran tepat sasaran.Saran dari penelitian ini dalam menentukan prioritas penanganan jalan di Kabupaten Kudus sebaiknya mempertimbangkan beberapa kriteria sebagai dasar prioritas penanganan jalan. [Title: The Determination of The scale Priorities for Handling in Kudus Use Analytical Hierarchy Process Method]. The implementation of the road handling in Kudus, in fact is found many imbalances packets roads handling jobs like many roads yet had a good handling maintenance and enhancement. So far in setting priorities scale was based on an assessment of the availability of the budget and the value of the financial benefits. The purpose of this study is to obtain an assessment of the priority order in Kudus appropriately involving related parties. This study used AHP with 5 (five) criteria that were used to determine the priority of the road, which is damage to roads, mobility, traffic volume, accessibility, and regional development. Based on AHP analysis, we can found the level of importance weight of each criterion for determining priority road handling. The results showed that the damage criteria to obtain the highest weight, i.e. 45.06% and 20.62% mobility criteria, the criteria of traffic volume 14.53%, 12.78% level of accessibility criteria, and the criteria for regional development 7.01%. Therefore, we need criteria as a benchmark to determine the priority of the road so that the budget allocation is well targeted. The suggestion of this research in deciding the priority of roads handling in Kudus should consider some criteria as the basic priorities for the handling of the road.
Kajian Perilaku Dinamik Struktur Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) 2 Lantai Akibat Beban Manusia yang Bergerak Indarto, Himawan; Pudjianto, Bambang; Nurhuda, Ilham
TEKNIK Vol 38, No 1 (2017): (Juli 2017)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.82 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v0i0.9546

Abstract

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dengan bentang panjang dan JPO dengan lantai bertingkat, mulai banyak di bangun di kota-kota besar di Indonesia. JPO dibangun sebagai sarana penghubung dari satu bangunan ke bangunan lainnya, sekaligus berfungsi sebagai jembatan penyeberangan lalu lintas yang berada di bawahnya. Bentuk struktur yang langsing membawa konsekuensi, bahwa struktur JPO rentan terhadap masalah getaran. Masalah munculnya getaran pada struktur JPO pada saat orang melewati jembatan, akan menyebabkan ketidak-nyamanan bagi pengguna jalan. Getaran yang muncul pada JPO dapat diakibatkan oleh karena frekuensi getar alami dari struktur JPO yang terlalu besar, atau terjadinya resonansi yang diakibatkan karena frekuensi getar beban yang melewati JPO mendekati frekuensi getar alami dari struktur. Pada perencanaan struktur JPO, asumsi bahwa beban pejalan kaki merupakan beban statik dengan hanya satu arah komponen beban kearah vertikal, adalah tidak tepat. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa beban orang yang bergerak merupakan beban dinamik yang mempunyai tiga komponen arah beban, yaitu arah vertikal, longitudinal, dan lateral. Dari hasil penelitian diketahui bahwa, beban pejalan kaki yang bersifat dinamik pada struktur JPO 2 Lantai, akan menyebabkan deformasi struktur 1,55 kali lebih besar  dibandingkan dengan deformasi yang didapat dari analisis statik. Hal ini kiranya perlu diperhatikan di dalam perencanaan struktur JPO, agar didapatkan perencanaan yang memenuhi syarat kekuatan dan kekakuan, sehingga tidak menyebabkan terjadi permasalahan getaran pada saat digunakan.