Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT DI TANAH ALUVIAL Raharjo, Bambang Raharjo; Priyono, Suko; Budi, Setia
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.134 KB)

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frustescens L.) adalah salah satu tanaman sayuran yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Tanah aluvial atau Inceptisol yang bermasalah adalah sulfaquepts mengandung horizon sulfuric (cat clay) yang sangat masam. Budidaya cabai rawit merupakan upaya meningkatkan hasil cabai rawit dengan cara meminimalkan penggunaan pupuk kimia, dengan demikian menggunakan pupuk hayati pada tanaman cabai rawit diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai rawit di tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Pupuk Hayati terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit di tanah aluvial. Penelitian ini dilakukan di dalam rumah plastik yang berlokasi di Jalan Alianyang gang kencana 1 Kota Pontianak,  Propinsi Kalimantan Barat. Penelitian dimulai  April 2012 sampai November 2012.  Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dalam bentuk Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor yaitu faktor pupuk hayati. Ada 6 perlakuan terdiri dari 4 ulangan, setiap perlakuan terdapat 3 tanaman sampel. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), waktu keluar bunga pertama (hari), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman (g), jumlah cabang produktif tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman (cm), waktu keluar bunga pertama (hari), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman (g), jumlah cabang produktif tanaman. Kata kunci : Pupuk Hayati, Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit, Tanah aluvial.
KAJIAN DAUN NANAS KERANG PADA KARAKTER FISIKOKIMIA DAN SENSORI “LIANG TEH” PONTIANAK -, Rosita; S.K.D, Yohana; Priyono, Suko
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.31 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kandungan  nanas kerang yang menghasilkan karakter fisikokimia dan sensori “liang teh” Pontianak. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri satu faktor perlakuan yaitu kandungan nanas kerang sebanyak tujuh taraf terdiri dari kandungan 0 g, 10 g, 20 g, 30 g, 40 g, 50 g, dan 60 g per 1000 ml air diulang sebanyak tiga kali. Variabel pengamatan meliputi vitamin C, pH, total asam, total padatan terlarut dan uji sensori, jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Uji sensori menggunakan metode Kruskal-Wallis selanjutnya untuk mendapatkan perlakuan terbaik dilakukan uji indeks efektifitas. Hasil penelitian menunjukkan pembuatan “liang teh” dengan kandungan nanas kerang menghasilkan formulasi terbaik dengan kandungan nanas kerang 40 g. “liang teh” yang dihasilkan memiliki karakter fisikokimia vitamin C 21,12 %; pH 6,69 %; total asam 0,82 %; total padatan terlarut 6,33% dan karakter sensori adalah aroma 3,08 % (agak wangi); kekelatan 3,32 % (agak kelat); warna  2,80 % (merah keunguan); kekeruhan 2,72 % (agak keruh); dan kesukaan 3,28 % (agak suka). Kata kunci : liang teh, fisikokimia, karakter sensori,  nanas kerang
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN AIR KELAPA DAN KONSENTRASI GULA PASIR TERHADAP KARAKTERISTIK DAN ORGANOLEPTIK NATA DE COCO Laras, Franelia Angela; -, Zakiatulyaqin; Priyono, Suko
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.03 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu penyimpanan air kelapa dan konsentrasi gula pasir yang optimal terhadap karakteristik dan organoleptik Nata de Coco. Penelitian ini dilaksanakan diLaboratorium Teknologi Hasil Pertanian danLaboratorium Hama dan Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian UNTAN selama dua bulan dari bulan Juni sampai dengan Agustus 2012.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu faktor pertama lama penyimpanan air kelapa (P) dan faktor kedua pemberian konsentrasi gula pasir (G). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalahberat basah, ketebalan, kadar air, kadar abu, serta organoleptik yang meliputi warna, tekstur dan kesukaan terhadap hasil Nata de Coco.Hasil penelitian menunjukkan penambahan gula pasir yang optimal untuk berat basah, ketebalan, dan kadar abu Nata de Coco adalah penambahan 75 g gula pasir. Perlakuan terbaik organoleptik Nata de Coco adalahtanpapenyimpanan air kelapadengan penambahan gula pasir sebanyak 75g dengan karakteristik 3,00 (agak cerah), 3,52 (agak kenyal) dan 3,12 (agak disukai) dengan rerata berat basah 850 g, rerata ketebalan 17mm, rerata kadar abu 0,88%, dan rerata kadar air 98,59%. Kata Kunci : Air Kelapa, Gula Pasir, Nata de Coco
PEMANFAATAN AGAR-AGAR SERBUK SEBAGAI PENAMBAH PEKTIN PADA BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) UNTUK FORMULASI SELAI LEMBARAN Ulfa, Dini; Priyono, Suko; Bandem, Putu Dupa
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The aims of this research is to get the seaweed formulation as a pectin addition to papaya concentrate for resulting physicochemical and sensory characteristic of the best papaya jam. This research design used is Randomized Block Design (RBD) consisting of one factor threatment is the addtion of the concentration of seaweed powder that consist of nine standards treatment are a1=5 g, a2= 7 g, a3= 9 g, a4=11 g, a5= 13 g, a6= 15 g, a7= 17 g, a8= 19 g dan a9= 21 g. The variables measured were the physicochemical and sensory character. The addition of seaweed powder concentrate has a effect unreal to water content, vitamine C, jam pH and total dissolved solids. Based on the physicochemical and sensory test sheet concentration addition papaya jam jelly powder yields a value of 7 g treatment (NP) the best is 0.636 with a water content of 48.941%, vitamine C 58.667mg/100g, jam pH 3.877, total dissolved solids 49.266% and sensory character that plasticity (a little plasticity), 3.17, plasure 3.14 (like), taste 3.97 (too sweet and  acid), aroma 3.17 (its not papaya aroma) and appearance 2.31 (a little firm).   Keywords: powder seaweed, physicochemical, sensory, papaya jam sheet
KAJIAN PENAMBAHAN JAMUR TEMPE PADA FERMENTASI KRIM SANTAN TERHADAP KUALITAS VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Rina, -; Priyono, Suko; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jumlah  jamur tempe yang tepat dalam fermentasi krim santan pada pembuatan VCO. Penelitian ini dilaksanakan di labolatorium teknologi hasil pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian dilakukan mulai Januari 2015 sampai dengan April 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 7 perlakuan 4 ulangan yaitu r0= 0g, r1= 1 g, r2= 3g, r3= 5g, r4=7g, r5= 9g, r6= 11g. Variabel yang diamati adalah karakter fisikokimia dan sensori, hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi minyak VCO menghasilkan Rendemen 23,35%, ALB 0,21%, pH 4,09, Bilangan Iod 10,78%, dan kadar air 0,35%. Fermentasi minyak VCO berpengaruh nyata terhadap rendemen dan asam lemak bebas, namun tidak berpengaruh nyata terhadap pH, bilangan iod dan kadar air berdasarkan uji fisikokimia dan sensori fermentasi minyak VCO 5g jamur tempe menghasilkan nilai terbaik (NP) :  3,34 Hasil analisis sensori terbaik yaitu  3,77 (suka), warna 3,70 (jernih), rasa 4,00 (khas kelapa), dan butir air 4,80 (sangat sedikit butir air).
Kajian Kualitas Jelly Kering Lidah Buaya (Aloe vera) Dengan Substitusi Kulit Buah Naga Super Merah (Hylocereus costaricensis) HAKIKI, ADE M; PRIYONO, SUKO; RAHARJO, DWI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jelly Kering lidah buaya dengan subtitusi kulit buah naga super merahmerupakan variasi dari kue jelly yang mengutamakan manfaatnya untukkesehatan dengan menggunakan kulit buah naga yang selama ini dianggap sebagailimbah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan komposisi lidah buayadan Kulit Buah Naga terbaik pada pembuatan jelly kering lidah buaya dengansubstitusi Kulit Buah Naga berdasarkan sifat fisikokimia dan sensori. Penelitianini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yangterdiri dari tujuh perlakuan yaitu lidah buaya dengan substitusi Kulit Buah Naga80 g : 20 g, 70 g : 30 g, 60 g : 40 g, 50 g:50 g, 40 g:60 g,30 g: 70 g dan 20 g:80g. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Variabel pengamatan meliputikadar air, kadar abu, pH, total padatan terlarut, vitamin C, total asam, tingkatkekerasan dan uji sensori yang meliputi tekstur, keasaman, dan warna. Hasilpenelitian terbaik jelly kering lidah buaya dengan substitusi kulit buah nagaadalah lidah buaya 30g dan kulit buah naga 70 g dengan hasil analisis kadar air(29,62%), kadar abu (0,69 %), pH (3,07), total padatan terlarut (25,82 0brix),vitamin C (30,80 mg/100), total asam (2,88%), tingkat kekerasan (0,03 %). Hasiluji organoleptik terbaik yaitu tekstur 3,44 (agak suka), rasa 3,80 (suka) dan warna3,68 (suka).Kata kunci : jelly kering, lidah buaya,buah naga super merah,substitusi
KAJIAN SUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN PASTA JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata sturt) PADA PEMBUATAN KUE BINGKE Imanuel, Riko; Priyono, Suko; Hartanti, Lucky
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2019): Mei (2019)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.467 KB) | DOI: 10.26418/jft.v2i1.38022

Abstract

Bingke was a traditional cake that resembles a kue lumpur that was made of wheat flour, sugar, milk, coconut milk, egg, and salt. The purposes of this research were to know the best substitution of wheat flour and sweetcorn pasta in the making of Bingke cake and to find out the product of sweetcorn composition that the most preferred of consumers. This research used a randomized complete block design (RCBD) one factor that was the ratio of formulation between wheat flour and sweetcorn pasta was repeated four times by six levels. The observing parameters were measured of water content, developmental power and sensory. The data obtained were analyzed by the ANOVA test of a 5% test level. The results showed the best treatment for Bingke 15 g sweetcorn and 10 g wheat flour, water content 63.53% and developmental power 8.75%. The sensory characteristics of sweetcorn Bingke were the taste 4.0 (like), sweetness level 4.1 (like), texture 4.3 (like), and preference 4.4 (like). 
PENGARUH FORMULASI KARAGENAN DAN PATI SAGU TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA, DAN ORGANOLEPTIK ES KRIM UBI JALAR UNGU Karami, Asrul; Rahayuni, Tri; Priyono, Suko
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 1, No 1 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.675 KB) | DOI: 10.26418/jft.v1i1.31396

Abstract

Purple sweet potato ice cream is an ice cream made from purple sweet potato paste as main ingredient. In general, ice cream production use of stabilizer for effecting the characteristic. One of the ingredients as the stabilizers are carrageenan and sago starch. This research aimed to find out the effect of carrageenan and sago starch formulation on physical, chemical and sensory properties of purple sweet potato ice cream. The research design was using a randomized block design of 1 factor which is comparison different ratios of carrageenan and sago starch  that consist of 6 level of treatment (0.5%:0.0% , 0.4%:0.1% , 0.3%:0.2%, 0.2%:0.3%, 0.1%:0.4  and 0.0%:0.5%) with 4 replication. The research showed that the most preferred of ice cream at carrageenan 0% and sago starch 0.5% formulation with the physical (melting time is 2.01 minute/g, the viscosity is 4.25 d.PaS and overrun 38.79%),  the chemical (11.11% of fat and 34.60°Brix of TDS), and sensory such as aroma 3.77(like), taste 4.03 (like), and texture 3.80 (like)
STUDI KASUS KUALITAS MINYAK SISA PENGGORENGAN MAKANAN JAJANAN DI JALAN SEPAKAT II PONTIANAK DOROTHEA, FEBRIANA; PRIYONO, SUKO; RAHARJO, DWI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Indonesia memiliki ketergantungan terhadap minyak goreng. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian tentang kualitas dan tingkat kerusakan minyak goreng berulang pada pedagang makanan jajanan gorengan di Jalan Sepakat II Pontianak. Analisis penggunaan minyak goreng penjaja makanan dilakukan dengan survei. Untuk mengetahui kualitas minyak goreng, dilakukan analisis laboratorium yang meliputi pengukuran asam lemak bebas, bilangan asam, bilangan peroksida, bilangan penyabunan dan bilangan iod. Metode pengambilan sampel penelitian ini adalah menggunakan purposive sampling dan membandingkan blanko minyak goreng curah sebelum pemakaian, 1 jam pemakaian dan 2 jam pemakaian penggorengan. Hasil penelitian diperoleh karakteristik uji kualitas minyak goreng dari 12 sampel uji rata-rata berkisar antara : asam lemak bebas 0.32-0,44%b/b, bilangan asam 0.23-1.58 mgKOH/g, bilangan perioksida 20-36,6 mekO2/kg, bilangan penyabunan 144.21-196,65 ml/gr dan bilangan iod 7,45-17,57 gI2/100g. Dari kedua belas pedagang gorengan menunjukkan bahwa minyak goreng yang digunakan belum memenuhi syarat mutu SNI 01-3741-2013, SNI 01-3741-1995 dan AOAC Internasional. Sedangkan pengujian pada minyak goreng blanko pada minyak sebelum pemakaian, 1 jam pemakaian dan 2 jam pemakaian diperoleh hasil antara lain, asam lemak bebas 0,20-21 %b/b, bilangan asam 0,50-0,57mg/KOH/g, bilangan peroksida 11,4-14 mekO2/kg, bilangan penyabunan 199,89-198ml/gr dan bilangan iod 21,76-18,60 gI2/100g. Dari keseluruhan blanko minyak goreng curah masih memenuhi persyaratan kualitas minyak goreng menurut SNI 01-3741-2013, SNI 01-3741-1995 dan AOAC Internasional.Kata Kunci : kualitas minyak, Minyak goreng, makanan jajanan.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG KETAN DENGAN PATI SAGU TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORI DODOL LABU KUNING (Cucurbita moschata Duch) LESTARI, NOVITA; Rahayuni, Tri; Priyono, Suko
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ketan dengan pati sagu terhadap sifat fisikokimia dan sensori dodol labu kuning.Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu substitusi tepung ketan denganpati sagu terhadap pembuatan dodol labu kuning dengan taraf perlakuan masing-masing perbandingannya yaitu (100:0 %), (90:10 %), (20:80 %), (70:30 %), (60:40 %) dan (50:50 %) diulang sebanyak 4 kali. Variabel pengamatan meliputi kadar air, kadar lemak, total padatan terlarut, uji tingkat kekerasan, aktivitas air (Aw) dan uji sensori, jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan uji BNJ 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung ketan denganpati sagu pada pengolahan dodol labu kuning memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, kadar lemak, total padatan terlarut, uji tingkat kekerasan, aktivitas air (Aw) dan warna namun tidak berpengaruh nyata terhadap aroma, rasa dan tekstur. Dodol labu kuning pada perlakuan 50 % tepung ketan : 50 % pati sagu memiliki karakteristik fisikokimia dan sensori terbaik menghasilkan kadar air 30,26 %, kadar lemak 3,75 %, total padatan terlarut 23,42 0Brix, tingkat kekerasan 0,56Kg Force dan Aw 0,79 %. Hasil analisis sensori terbaik yaitu tekstur 3,28 (agak elastis), rasa 4,00 (manis), warna 3,40 (agak kuning kecoklatan) dan aroma 3,20 (agak beraroma labu kuning)   Kata kunci: dodol, labu kuning, pati sagu, substitusi, tepung ketan