Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR USIA, GAJI DAN BEBAN TANGGUNGAN TERHADAP PRODUKSI HOME INDUSTRI SEPATU DI SIDOARJO (STUDI KASUS DI KECAMATAN KRIAN) Yasin, Muhammad; Priyono, Joko
JEB17 Vol 1, No 01 (2016)
Publisher : JEB17

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor usia, gaji, dan beban tanggungan terhadap produksi home industri sepatu diSidoarjo (studi kasus di Kecamatan Krian) Dari beberapa uraian yang disampaikan peneliti diatas dimana produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh usia, gaji dan beban tanggungan denganrumusan masalah sebagai berikut 1.faktor gaji, usia dan beban tanggungan mempengaruhiproduksi home industri sepatu di Kecamatan Krian?. 2.faktor apa yang paling dominanmempengaruhi produksi home industri sepatu di Kecamatan Krian?. Tujuannya untukmengetahui faktor – faktor produksi yang mendukung tetap eksisnya industri kecil sepatu danuntuk mengetahui faktor yang paling dominan dalam produksi home industri sepatu.Hipotesisnya ialah diduga terdapat pengaruh gaji, usia dan beban tanggungan terhadap produksihome industri sepatu yaitu besarnya gaji, usia dan beban tanggungan berpengaruh terhadapproduksi home industri sepatu dan diduga terdapat pengaruh yang paling dominan terhadapproduksi home industri sepatu yaitu besarnya gaji, usia, dan beban tanggungan yang palingdominan berpengaruh terhadap produksi home industri sepatu. populasi dalam penelitian iniadalah berdasar data statistik yang diperoleh dari ( kantor kecamatan krian) danmenggunakan sampel berdasarkan data cross section yang didapat dari responden. Metodepengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, observasi dan kuisioner.Metode analisisdata regresi berganda yang ditransformasikan ke dalam bentuk linear dengan natural log sebagaiberikut LnY=1,425+0,244LnX1+0,501LnX2+(-0,112)LnX3. Dari hasil tersebut Hasilpengujian dipatkan nilai thitung usia karyawan (X1) = 2,214 dengan demikian thitung (2,214) > ttabel(2,0129), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil pengujian dengan uji t didapatkan nilaithitung gaji karyawan (X2) = 5,160 dengan demikian thitung (5,160) > ttabel (2,0129), sehingga Hoditolak dan Ha diterima. Ini menunjukkan bahwa gaji karyawan secara parsial mempunyaipengaruh yang signifikan terhadap produksi karyawan home industri sepatu di Kecamatan KrianKabupaten Sidoarjo. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian didapatkan nilai thitung bebantanggungan (X3) = (-1,402) dengan demikian thitung (-1,402) ≤ ttabel (2,0129), sehingga Hoditerima dan Ha ditolak. Ini menunjukkan bahwa beban tanggungan karyawan secara parsialtidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produksi karyawan home industri sepatu diKecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo.Dari pembahasan tersebut dapat di simpulkan daripengujian hipotesis secara parsial dan simultan menunjukkan usia dan gaji signifikan terhadapproduksi home indusri sepatu kecuali beban tanggungan tidak signifikan terhadap produksi homeindusri sepatu. Disarankan pihak perusahaan perlu meningkatkan produktivitas kerja karyawandimana para karyawan adalah aset perusahaan yang dibutuhkan untuk produksi dan diharapkanpimpinan memperdulikan kepentingan bawahannya dan dengan pengembangan intelektual,sebagai tindakan pimpinan yang percaya pada bawahan karena sikap pedulinya pada pekerjaan.pimpinan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk turut ambil bagian dalam96Volume 1, Nomor 1 , Maret 2016JEB 17Jurnal Ekonomi & Bisnis, Hal 95 – 120pengambilan keputusan dengan harapan ada masukan – masukan yang lebih komprehensifsehingga keputusan lebih efektif. Serta perhatian pribadi ini hendaknya sebagai pimpinanperusahaan secara pribadi memperhatikan bawahan yang bekerja keras, selalu membimbingbawahan agar dalam produksi tidak ada yang rusak dalam memproduksi sepatu, dan sukamengarahkan bawahan sesuai dengan tingkat kematangannya.Kata Kunci: usia, gaji, dan beban tanggungan terhadap produksi home industri sepatu
ANALISIS FAKTOR USIA, GAJI DAN BEBAN TANGGUNGAN TERHADAP PRODUKSI HOME INDUSTRI SEPATU DI SIDOARJO (STUDI KASUS DI KECAMATAN KRIAN) Yasin, Muhammad; Priyono, Joko
JEB17 Vol 1, No 01 (2016)
Publisher : JEB17

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor usia, gaji, dan beban tanggungan terhadap produksi home industri sepatu diSidoarjo (studi kasus di Kecamatan Krian) Dari beberapa uraian yang disampaikan peneliti diatas dimana produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh usia, gaji dan beban tanggungan denganrumusan masalah sebagai berikut 1.faktor gaji, usia dan beban tanggungan mempengaruhiproduksi home industri sepatu di Kecamatan Krian?. 2.faktor apa yang paling dominanmempengaruhi produksi home industri sepatu di Kecamatan Krian?. Tujuannya untukmengetahui faktor – faktor produksi yang mendukung tetap eksisnya industri kecil sepatu danuntuk mengetahui faktor yang paling dominan dalam produksi home industri sepatu.Hipotesisnya ialah diduga terdapat pengaruh gaji, usia dan beban tanggungan terhadap produksihome industri sepatu yaitu besarnya gaji, usia dan beban tanggungan berpengaruh terhadapproduksi home industri sepatu dan diduga terdapat pengaruh yang paling dominan terhadapproduksi home industri sepatu yaitu besarnya gaji, usia, dan beban tanggungan yang palingdominan berpengaruh terhadap produksi home industri sepatu. populasi dalam penelitian iniadalah berdasar data statistik yang diperoleh dari ( kantor kecamatan krian) danmenggunakan sampel berdasarkan data cross section yang didapat dari responden. Metodepengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, observasi dan kuisioner.Metode analisisdata regresi berganda yang ditransformasikan ke dalam bentuk linear dengan natural log sebagaiberikut LnY=1,425+0,244LnX1+0,501LnX2+(-0,112)LnX3. Dari hasil tersebut Hasilpengujian dipatkan nilai thitung usia karyawan (X1) = 2,214 dengan demikian thitung (2,214) > ttabel(2,0129), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil pengujian dengan uji t didapatkan nilaithitung gaji karyawan (X2) = 5,160 dengan demikian thitung (5,160) > ttabel (2,0129), sehingga Hoditolak dan Ha diterima. Ini menunjukkan bahwa gaji karyawan secara parsial mempunyaipengaruh yang signifikan terhadap produksi karyawan home industri sepatu di Kecamatan KrianKabupaten Sidoarjo. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian didapatkan nilai thitung bebantanggungan (X3) = (-1,402) dengan demikian thitung (-1,402) ≤ ttabel (2,0129), sehingga Hoditerima dan Ha ditolak. Ini menunjukkan bahwa beban tanggungan karyawan secara parsialtidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produksi karyawan home industri sepatu diKecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo.Dari pembahasan tersebut dapat di simpulkan daripengujian hipotesis secara parsial dan simultan menunjukkan usia dan gaji signifikan terhadapproduksi home indusri sepatu kecuali beban tanggungan tidak signifikan terhadap produksi homeindusri sepatu. Disarankan pihak perusahaan perlu meningkatkan produktivitas kerja karyawandimana para karyawan adalah aset perusahaan yang dibutuhkan untuk produksi dan diharapkanpimpinan memperdulikan kepentingan bawahannya dan dengan pengembangan intelektual,sebagai tindakan pimpinan yang percaya pada bawahan karena sikap pedulinya pada pekerjaan.pimpinan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk turut ambil bagian dalam96Volume 1, Nomor 1 , Maret 2016JEB 17Jurnal Ekonomi & Bisnis, Hal 95 – 120pengambilan keputusan dengan harapan ada masukan – masukan yang lebih komprehensifsehingga keputusan lebih efektif. Serta perhatian pribadi ini hendaknya sebagai pimpinanperusahaan secara pribadi memperhatikan bawahan yang bekerja keras, selalu membimbingbawahan agar dalam produksi tidak ada yang rusak dalam memproduksi sepatu, dan sukamengarahkan bawahan sesuai dengan tingkat kematangannya.Kata Kunci: usia, gaji, dan beban tanggungan terhadap produksi home industri sepatu
ANALISIS FAKTOR USIA, GAJI DAN BEBAN TANGGUNGAN TERHADAP PRODUKSI HOME INDUSTRI SEPATU DI SIDOARJO (STUDI KASUS DI KECAMATAN KRIAN) Yasin, Muhammad; Priyono, Joko
JEB17 Vol 1, No 01 (2016)
Publisher : JEB17

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor usia, gaji, dan beban tanggungan terhadap produksi home industri sepatu diSidoarjo (studi kasus di Kecamatan Krian) Dari beberapa uraian yang disampaikan peneliti diatas dimana produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh usia, gaji dan beban tanggungan denganrumusan masalah sebagai berikut 1.faktor gaji, usia dan beban tanggungan mempengaruhiproduksi home industri sepatu di Kecamatan Krian?. 2.faktor apa yang paling dominanmempengaruhi produksi home industri sepatu di Kecamatan Krian?. Tujuannya untukmengetahui faktor – faktor produksi yang mendukung tetap eksisnya industri kecil sepatu danuntuk mengetahui faktor yang paling dominan dalam produksi home industri sepatu.Hipotesisnya ialah diduga terdapat pengaruh gaji, usia dan beban tanggungan terhadap produksihome industri sepatu yaitu besarnya gaji, usia dan beban tanggungan berpengaruh terhadapproduksi home industri sepatu dan diduga terdapat pengaruh yang paling dominan terhadapproduksi home industri sepatu yaitu besarnya gaji, usia, dan beban tanggungan yang palingdominan berpengaruh terhadap produksi home industri sepatu. populasi dalam penelitian iniadalah berdasar data statistik yang diperoleh dari ( kantor kecamatan krian) danmenggunakan sampel berdasarkan data cross section yang didapat dari responden. Metodepengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, observasi dan kuisioner.Metode analisisdata regresi berganda yang ditransformasikan ke dalam bentuk linear dengan natural log sebagaiberikut LnY=1,425+0,244LnX1+0,501LnX2+(-0,112)LnX3. Dari hasil tersebut Hasilpengujian dipatkan nilai thitung usia karyawan (X1) = 2,214 dengan demikian thitung (2,214) > ttabel(2,0129), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil pengujian dengan uji t didapatkan nilaithitung gaji karyawan (X2) = 5,160 dengan demikian thitung (5,160) > ttabel (2,0129), sehingga Hoditolak dan Ha diterima. Ini menunjukkan bahwa gaji karyawan secara parsial mempunyaipengaruh yang signifikan terhadap produksi karyawan home industri sepatu di Kecamatan KrianKabupaten Sidoarjo. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian didapatkan nilai thitung bebantanggungan (X3) = (-1,402) dengan demikian thitung (-1,402) ≤ ttabel (2,0129), sehingga Hoditerima dan Ha ditolak. Ini menunjukkan bahwa beban tanggungan karyawan secara parsialtidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produksi karyawan home industri sepatu diKecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo.Dari pembahasan tersebut dapat di simpulkan daripengujian hipotesis secara parsial dan simultan menunjukkan usia dan gaji signifikan terhadapproduksi home indusri sepatu kecuali beban tanggungan tidak signifikan terhadap produksi homeindusri sepatu. Disarankan pihak perusahaan perlu meningkatkan produktivitas kerja karyawandimana para karyawan adalah aset perusahaan yang dibutuhkan untuk produksi dan diharapkanpimpinan memperdulikan kepentingan bawahannya dan dengan pengembangan intelektual,sebagai tindakan pimpinan yang percaya pada bawahan karena sikap pedulinya pada pekerjaan.pimpinan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk turut ambil bagian dalam96Volume 1, Nomor 1 , Maret 2016JEB 17Jurnal Ekonomi & Bisnis, Hal 95 – 120pengambilan keputusan dengan harapan ada masukan – masukan yang lebih komprehensifsehingga keputusan lebih efektif. Serta perhatian pribadi ini hendaknya sebagai pimpinanperusahaan secara pribadi memperhatikan bawahan yang bekerja keras, selalu membimbingbawahan agar dalam produksi tidak ada yang rusak dalam memproduksi sepatu, dan sukamengarahkan bawahan sesuai dengan tingkat kematangannya.Kata Kunci: usia, gaji, dan beban tanggungan terhadap produksi home industri sepatu
ANALISIS FAKTOR USIA, GAJI DAN BEBAN TANGGUNGAN TERHADAP PRODUKSI HOME INDUSTRI SEPATU DI SIDOARJO (STUDI KASUS DI KECAMATAN KRIAN) Yasin, Muhammad; Priyono, Joko
JEB17: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 01 (2016)
Publisher : JEB17: Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor usia, gaji, dan beban tanggungan terhadap produksi home industri sepatu diSidoarjo (studi kasus di Kecamatan Krian) Dari beberapa uraian yang disampaikan peneliti diatas dimana produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh usia, gaji dan beban tanggungan denganrumusan masalah sebagai berikut 1.faktor gaji, usia dan beban tanggungan mempengaruhiproduksi home industri sepatu di Kecamatan Krian?. 2.faktor apa yang paling dominanmempengaruhi produksi home industri sepatu di Kecamatan Krian?. Tujuannya untukmengetahui faktor – faktor produksi yang mendukung tetap eksisnya industri kecil sepatu danuntuk mengetahui faktor yang paling dominan dalam produksi home industri sepatu.Hipotesisnya ialah diduga terdapat pengaruh gaji, usia dan beban tanggungan terhadap produksihome industri sepatu yaitu besarnya gaji, usia dan beban tanggungan berpengaruh terhadapproduksi home industri sepatu dan diduga terdapat pengaruh yang paling dominan terhadapproduksi home industri sepatu yaitu besarnya gaji, usia, dan beban tanggungan yang palingdominan berpengaruh terhadap produksi home industri sepatu. populasi dalam penelitian iniadalah berdasar data statistik yang diperoleh dari ( kantor kecamatan krian) danmenggunakan sampel berdasarkan data cross section yang didapat dari responden. Metodepengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, observasi dan kuisioner.Metode analisisdata regresi berganda yang ditransformasikan ke dalam bentuk linear dengan natural log sebagaiberikut LnY=1,425+0,244LnX1+0,501LnX2+(-0,112)LnX3. Dari hasil tersebut Hasilpengujian dipatkan nilai thitung usia karyawan (X1) = 2,214 dengan demikian thitung (2,214) > ttabel(2,0129), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil pengujian dengan uji t didapatkan nilaithitung gaji karyawan (X2) = 5,160 dengan demikian thitung (5,160) > ttabel (2,0129), sehingga Hoditolak dan Ha diterima. Ini menunjukkan bahwa gaji karyawan secara parsial mempunyaipengaruh yang signifikan terhadap produksi karyawan home industri sepatu di Kecamatan KrianKabupaten Sidoarjo. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian didapatkan nilai thitung bebantanggungan (X3) = (-1,402) dengan demikian thitung (-1,402) ≤ ttabel (2,0129), sehingga Hoditerima dan Ha ditolak. Ini menunjukkan bahwa beban tanggungan karyawan secara parsialtidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produksi karyawan home industri sepatu diKecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo.Dari pembahasan tersebut dapat di simpulkan daripengujian hipotesis secara parsial dan simultan menunjukkan usia dan gaji signifikan terhadapproduksi home indusri sepatu kecuali beban tanggungan tidak signifikan terhadap produksi homeindusri sepatu. Disarankan pihak perusahaan perlu meningkatkan produktivitas kerja karyawandimana para karyawan adalah aset perusahaan yang dibutuhkan untuk produksi dan diharapkanpimpinan memperdulikan kepentingan bawahannya dan dengan pengembangan intelektual,sebagai tindakan pimpinan yang percaya pada bawahan karena sikap pedulinya pada pekerjaan.pimpinan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk turut ambil bagian dalam96Volume 1, Nomor 1 , Maret 2016JEB 17Jurnal Ekonomi & Bisnis, Hal 95 – 120pengambilan keputusan dengan harapan ada masukan – masukan yang lebih komprehensifsehingga keputusan lebih efektif. Serta perhatian pribadi ini hendaknya sebagai pimpinanperusahaan secara pribadi memperhatikan bawahan yang bekerja keras, selalu membimbingbawahan agar dalam produksi tidak ada yang rusak dalam memproduksi sepatu, dan sukamengarahkan bawahan sesuai dengan tingkat kematangannya.Kata Kunci: usia, gaji, dan beban tanggungan terhadap produksi home industri sepatu
INTERVENSI KEMANUSIAAN DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN KOSMOPOLIT Priyono, Joko
MASALAH-MASALAH HUKUM Vol 40, No 3 (2011): Masalah-Masalah Hukum
Publisher : MASALAH-MASALAH HUKUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The end of the cold war has open the opportunities to some liberal states to encourage their hegemony by strengthen of human rights principles, democracy and environment. Humanitarian intervention has obtained the legitimacy on the global level and be strengthened by the cosmopolit thinking of scholars such as Immanuel Kant, Emmanuel Levinas and Jacques Derrida. Cosmopolit approach has spawned a new principle called Responsibily to Protect (R2P). Its approach permit and legitimate states in humanitarian intervention both collectively and by Securffy Council mechanism or by another mechanism in international  organization such as NATO. In order to reduce that excessive hegemony, empowering civil society has to be strengthened.
KERUSAKAN LAHAN UNTUK PRODUKSI BIOMASSA DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Bustan, Bustan; Dahlan, M; Priyono, Joko
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v1i1.5

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi (tingkat kerusakan) lahan di Lombok Barat saat ini, khususnya yang berkaitan dengan kemampuan lahan memproduksi biomasa, Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survai. Pekerjaan itu diawali dengan pembuatan peta dasar (skala 1:50.000) menggunakan citra satelit Alos Avnir-2, sebagai peta sementara; kemudian dioverlay dengan peta topografi dan landuse. Selanjutnya, dilakukan penentuan titik sample (sampling site), pengecekan kondisi lahan riil kelapang, dan pengambilan  sample. Peta dasar dikoreksi berdasarkan hasil pengamatan lapang, dan selanjutnya dibuat peta sebaran lahan berdasarkan tingkat produktivitasnya sebagai penghasil biomassa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas penghasil biomassa, selain kawasan hutan konservasi, pemukiman, dan tubuh air di Kabupaten Lombok Barat adalah 96,050.43 ha atau 91.13 % dari luas wilayah secara keseluruhan 105392.00 Ha. Secara keseluruhan, tingkat kerusakan lahan berdasarkan produksi biomassa di Kab. Lombok Barat  yang tergolong sangat baik dan baik (produktif) sebagai penghasil biomasa adalah 57,236 ha (54 %), tingkat kerusakan lahan yang tergolong sedang dan buruk adalah 47,594 ha (45 %), dan tingkat kerusakan lahan yang tergolong sangat buruk (tidak produktif sebagai penghasil biomasa) hanya seluas 561.21 ha (±1 %).  Persentase tutupan lahan oleh vegetasi dan kemiringan lereng merupakan faktor pembatas umum kekritisan lahan di kawasan lindung/hutan; sedangkan pada lahan usahatani, faktor pembatas utama berkaitan dengan keterbatasan sumberdaya air untuk usahatani.Kata Kunci : Kerusakan Lahan, Biomassa
ANALISIS PENERIMAAN DAERAH DARI SEKTOR PARIWISATA KOTA SURABAYA TAHUN 2010-2014 Rizal, Abu; Priyono, Joko
JEB17: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 02 (2016)
Publisher : JEB17: Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Every Local government strives to improve its own regional economy as Own Resource Revenue (PAD). One of the efforts is optimizing the potential economy in the tourism sector. The connection of tourism sector with local revenue is run through sharing tax or non-tax. The successful development of the tourism sector is increasing income in the reception area where tourism becomes the main component by considering some factors that influence it, such as: the number of tourist attractions on offer, the number of tourists visiting both domestic and international, and of course income per capita. And during the last 5 years, there is fluctuate contribution of tourism receipts to Own-resource Revenue (PAD). It should be able to examine the potential and factors that affect local revenues from the tourism sector beside improving facilities that can support the activities of tourists during a visit in a tourist attraction. Quantitative method is used by researcher in type and source the data with secondary observation period 2010-2014. The research variables consist of regional revenue dependent variable (Y), The number of independent variables, Tourism Object (X1), The number of tourists (X2) and Income Per Capita(X3). Multiple linear regression, t-test, f and the coefficient of determination are used as method of collecting data. Based on the results of multiple linear regression analysis, the results are : Y = -3,342E13 + 3,657E10 166,168.483 X1 + X2 + X3 + e 3,080E9. It also find the value t of tourism amounted to 15.115, the number of tourists amounted to 14.110 andincome percapita amounted to 13.099 t 2.13185 table. As for testing simultaneously or jointly acquired 217.657 F count> F table 216. Thus H0 is rejected and Ha is accepted. The conclusion from this study indicates that the amount of tourism attraction, the number of tourists and the income per capita in partial and simultaneously have positive and significant influence to Own Resource Revenue in Surabaya. While the number of tourists variable X2 is a variable that is the most dominant in the reception area of Surabaya in tourism sector.Keywords: PAD, Surabaya City, Tourism Sector, Tourism Industry
ANALISIS PENGARUH PENYERAPAN TENAGA KERJA DAN UPAH MINIMUM PEKERJA TERHADAP JUMLAH KEMISKINAN DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2009-2015 Priyono, Joko; ansori, an
JEB17: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 3, No 01 (2018)
Publisher : JEB17: Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKThis research starts from the writers observation on the amount of poverty in East Java Province from year to year which change, either the amount of poverty which tends to decrease or vice versa that is increase. The results of the study are, positive influence of employment absorption, and the positive influence of minimum wage of workers on the amount of poverty in East Java Province. In an effort to mendororng the decline in the number of poverty as part of the effort to prosper the community, the government needs to do equality of employment, especially in areas that have not reached by the government so that the absorption of labor can run maximally and the government also needs to conduct policies that progressive and systematic to the minimum wage of workers in order to reduce the number of poverty, especially in East Java Province Keyword : Labor Absorption, Minimum Wage, and Poverty
Effect of Ball Milling under Various Conditions on Several Physicochemical Properties of Rock Phosphate Fertilizer PRIYONO, JOKO
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) No 25 (2007): Juli 2007
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2017/jti.v0i25.274

Abstract

A laboratory study was conducted to identify the effects of milling under various conditions, including use of water and potassium as milling lubricants, on several physicochemical properties of rock phosphate fertilizer. The identified properties were the XRD patterns, particle size distribution, surface area, and NaHCO3-extractable P of the fertilizer. Milling for 2 hourssignificantly reduced particle size, promoted amorphization,increased surface area and amount of extractable P in 1N NaHCO3 of rock phosphate fertilizer, with those effects for dry milling were much greater than for wet milling. Wet milling and use of additives (KCl and K-feldspar) minimized the occurrence of agglomeration during milling process. Although further tests in soil-plant system are required, dry milling may be recommended as a simple method for manufacturing an agronomically effective P + K fertilizer.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK SiPlus TERHADAP INTENSITAS SERANGAN HAMA PENGISAP (Helopeltis antonii) DAN PENGGEREK BUAH KAKAO Lutfi, Muhamad; Priyono, Joko; Muthahanas, Irwan
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 9 No 2 (2016): jurnal Crop Agro Januari 2016
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk SiPlus terhadap intensitas serangan hama pengisap (Helopeltis antonii) dan penggerek buah kakao. Penelitian dilaksanakan di perkebunan kakao milik Pemerintah Provinsi NTB di Desa Lingsar, Lombok Barat. Penelitian menggunakan rancangan  acak lengkap  diulang  5 kali.  Perlakuan  aplikasi  SiPlus  terdiri  atas  kontrol  (tanpa  SiPlus), diberi SiPlus 1,2,3 kali/bulan masing-masing dengan cara disemprot dan diinfus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  aplikasi  pupuk  SiPlus menurunkan  intensitas  serangan  hama  pengisap   dan penggerek  buah  kakao, makin  lama  penggunaan  SiPlus makin  intensif    penurunan  serangan  hama pengisap  dan penggerek terutama pada bulan ke-2 sampai dengan ke-4. Pada bulan ke-2, intensitas serangan  hama helopeltis  pada kontrol 6,9 %, turun menjadi  2,22–5,1 %. Pada bulan ke-4, pada kontrol  tetap pada  kisaran  5,92%,  turun menjadi  0,64 - 1 %. Pemberian  SiPlus  yang paling  efektif adalah diinfus sekali/bulan. Dapat disimpulkan bahwa SiPlus efektif digunakan untuk menurunkan intensitas serangan Helopeltis dan penggerek buah kakao. ABSTRACT This research was aimed  to identify  the effect of SiPlus fertilizer application on the intensity attach  of  cocoa  bot  borer  and  sucker  (Helopeltis  antonii).  The  research  was  conducted  in NTB provincial  government  cocoa  plantations  located  in Lingsar  village,  West  Lombok.  This  research applied a completely randomized  design with 5 replications.  The treatment consisted of control (no SiPlus), applied SiPlus  for 1, 2, and 3 times/months each of which was by spraying the leaf, steam and fruit  and  by  inpush  methods.  Results  showed  that  the  application  of  SiPlus   fertilizer  significantly reduced the intensity attach of cocoa bot borer and sucker, the effects was more intens for longer period of SiPlus application especialy in the second month until the fourth month. In the second month the disease intensity in the control was 6,9 %, while of that for the treated with SiPlus was 2,22-5,1 %. In the 4th months, that was from 5,92 % decreased to 064 –1 %. The most effective application of SiPlus was by spraying SiPlus  once per month,   It may be concluded  that applying  SiPlus  was an   effective method to  avoid cocoa bot borer and Helopeltis.