Articles

Pengembangan Pembangunan Industri Keolahragaan Berdasarkan Pendekatan Pengaturan Manajemen Pengelolaan Kegiatan Olahraga

Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahkan Industri adalah salat Satu pasar terbesarnya di Dunia Dan memberikan kontribusi Besar Yang berdampak positif Ekonomi. Sektor Industri Pariwisata bahkan Masih baru Negara, Dinamis, Dan Berkembang Serta Dalam, tempo relatif yang singkat berubah Drastis. OLAHRAGA JUGA dirancang sebagai Industri modern yang berskala global. Dalam, MEMBANGUN Karakter Bangsa, OLAHRAGA sudah menjadi Identitas Industri Yang memiliki value per share tambah Yang signifikan. Industri OLAHRAGA merupakan Industri Yang menciptakan value per share tambah Artikel Baru memproduksi Dan menyediakan OLAHRAGA. Kondisi Industri OLAHRAGA Yang Masih Kecil sebagaimana disebutkan di Atas tentu Saja Ulasan Sangat bertentangan Artikel Baru tuntutan Arus Pasar prabayar bebas. Industri OLAHRAGA Bisa dibagi menjadi doa, yaitu olahraganya SENDIRI Serta pendukungnya. Industri mikro keolahragaan merupakan upaya kolektif Bahasa Dari berbagai pihak untuk mengembangkan therapy terapi Ekonomi ANTARA PRODUSEN Dan Chicken, Artikel Baru dijembatani Oleh bentuk-bentuk Produksi Barang atau Jasa OLAHRAGA. Materi Utama tulisan inisial berfokus FUNDS pertumbuhan usaha atau kegiatan OLAHRAGA Yang menjadi Ditempatkan Pendirian Pratama Afiliasi Pariwisata, Rekreasi Dan OLAHRAGA sebagai BAGIAN terpisahkan Yang Utama Bahasa Dari pengembangan Industri OLAHRAGA Dan Pengembangan strategi pemasaran. Pengelolaan Serta Manajemen Industri keolahragaan menjadi JUGA Satu diantara beberapa Hal Yang Ulasan Sangat mendasar Dalam, proses penelaahan Pembangunan Dan pengembangan nihil. Secara gari Besar terdapat Tiga segmen Industri OLAHRAGA yaitu: 1) kinerja Sport, 2) Sport Production, 3) Promosi Sport. Saran Dan rekomendasi Yang dapat diberikan Bahasa Dari Penulis diantaranya adalah berkaitan tentang Usage ‘masyarakat, cerminan produktivitas Industri keolahragaan, Dan Pola Pengambilan kebijakan Bahasa Dari pemangku kepentingan berkaitan FUNDS Kepemilikan Modal keolahragaan.

KEANEKARAGAMAN SPESIES BACTROCERA DAN PARASITOIDNYA YANG MENYERANG BERBAGAI JENIS BUAH DI PASAR BANDUNGAN

Agrineḉa Vol 14, No 1 (2014): JURNAL AGRINECA
Publisher : Agrineḉa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.086 KB)

Abstract

Bactrocera fruit flies are important pests which attack many kinds of fruit. The aims of this study were identifying the diversity index and parasitoid of Bactrocera in some fruits attacked in Bandungan Market, Semarang Regency. The are eight kinds of fruit used in this study ie; mango, guava, rose-apple, star fruit, peppers, jackfruit, oranges, and tomatoes. Rotten fruit were brought to the laboratory, Bactrocera were reared until imago and examined the diversity of species and the parasitoids. Five types of them are positive containing  Bactrocera  inside the fruit; mango, guava, rose-apple, and star fruit. There are two species of Bactrocera found, they are Bactrocera carambolae and Bactrocera papaye. The level of diversity of fruit flies was low  (0,11). Bactrocera carambolae  more dominan than Bactrocera papaye. The Bactrocera composition similarity was 75%. Parasitoids found  in this study are Fopius arisanus and Opius dichasmimorpha.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pemeliharaan Kebersihan gigi dan Mulut Ibu Hamil di Puskesmas Kabupaten Kupang

Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 21, No 1 (2014)
Publisher : Majalah Kedokteran Gigi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa kehamilan, rongga mulut mudah mengalami peradangan karena adanya perubahan hormonal yang menyebabkan gingiva menjadi sensitif bila kesehatan mulut tidak terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu hamil di Puskesmas Kabupaten Kupang. Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional dilakukan dengan mengambil subyek penelitian 97 ibu hamil. Variabel bebas terdiri dari pengetahuan, sikap, dan kebiasaan menginang sedangkan variabel terikat terdiri dari perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu hamil. Alat ukur penelitian ini menggunakan kuesioner yang disusun dengan metode Likert untuk mengukur variabel sikap dan perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu hamil. Kuesioner dengan dua pilihan (benar atau tidak benar) untuk mengukur variabel pengetahuan serta kuesioner pilihan ganda untuk mengukur variabel kebiasaan menginang. Kuesioner tersebut telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji korelasi product moment dan regresi berganda pada tingkat signifikan α< 0,05. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan variabel pengetahuan, sikap, dan kebiasaan menginang, berkolerasi secara signifikan dengan perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut (F = 21,890, p= 0,000). Ketiga variabel tersebut secara bersama – sama memberikan kontribusi sebesar 41,6%. Pengetahuan memberikan pengaruh paling besar terhadap perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Semakin baik pengetahuan dan sikap terhadap pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut, dan semakin kurang frekuensi menginang, semakin baik frekuensi kebersihan gigi dan mulut ibu hamil. ABSTRACT: Factors Affecting Oral And Dental Hygiene Maintaining Behaviour Of The Pregnant Women In Public Health Centre Of Kupang Regency. During pregnancy, woman’s oral cavity becomes inflamed easily due to hormonal changes so that gingiva becomes sensitive if the oral hygiene is not well maintained. The purpose of this study is to examine factors that influence the oral and dental hygiene maintaining behavior of pregnant women at Public Health Centre of Kupang Regency. An observational analytical study with cross sectional design was conducted on 97 pregnant women as the subject research. Independent variables were knowledge, attitude and betel chewing habit, and dependant variables were oral and dental hygiene maintaining behavior of pregnant women. Variables of attitude, oral and dental hygiene maintaining behavior of the pregnant women was assed using questionnaire with Likert Scale method. Questionnaire with two options (true and false) was used to measure knowledge variable, and multiple choice questionnaires were used to measure betel chewing habitvariable. Questionnaire was tested its validity and reliability. The data were analyzed using the multiple regression analysis at the significant rate α< 0,05. The result of multiple regression analysis showed that knowledge, attitude and betel chewing habit correlated very significantly on oral and dental hygiene maintaining behavior (F = 22.052, p = 0.000.), and those three variables gave collectively contributionof 41.6% on oral and dental hygiene maintaining behavior, while betel chewing habit correlated negatively on oral and dental hygiene maintaining behavior. Knowledge variable gave the greatest contribution on the oral and dental hygiene maintaining behavior. The better knowledge and attitude on oral and dental hygiene maintaining behavior and the less frequent betel chewing habit were, the better the oral and dental hygiene maintaining behavior will be.

Correlation of predictions to get a new dental caries with residence area and parental socio-economic conditions in adolescents in Sleman DIY

Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi) Vol 49, No 3 (2016): (September 2016)
Publisher : Faculty of Dental Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Adolescence is a period when an individual experiences physical and psychological growth, thus requiring higher energy intake. As a result, they have a high appetite, but at the same time the supervision of parents on their oral hygiene behavior is decreases. They become free to choose their preferred food, sometimes containing high carbohydrates that may increase risks of dental caries and overweight. Sleman is one of districs in Yogyakarta, also considered as an agglomeration area of Yogyakarta town, which still has urban and rural areas. Purpose: This study aimed to examine the correlation between residence area and parental socioeconomic conditions with prediction to get a new dental caries. Method: This study was an analytic survey study conducted on 275 adolescents in Sleman. Samples were selected by using stratified cluster random sampling technique. Prediction to get a new dental caries was measured by using cariogram, involving 10 variables. Residence area was observed based on territorial characteristics, such as urban and rural areas matched to their ID card. Meanwhile, parental socio-economic condition was measured on daily expenses of their parents. A multiple regression analysis with dummy variables was used to analyses the correlation between the independent and dependent variables at a confidence level of 95%. Result: The results showed that the prevalence of caries in those adolescents in urban areas was 70.7%, while 81.95% in rural areas. The DMFT index in urban areas was 2.27, while 2.65 in rural areas. The mean percentage of prediction to get a new dental caries in urban areas was 47.83 ± 23.63, while 53.61 ± 24.68 in rural areas. The results of the statistical analysis then showed that there was no significant correlation of residence area and parental sosio-econimic conditions with prediction to get a new dental caries. Conclusion: In conclusion, residence areas, rural and urban areas, and parental socio-economic conditions, from low to high economic status were not correlated with prediction to get a new dental caries in adolescents.

KEANEKARAGAMAN VEGETASI DAN PROFIL HABITAT DI TAMAN KEHATI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Kehati Unnes merupakan salah satu kawasan yang dirancang sebagai kawasan konservasi tanaman lokal Jawa Tengah.Penelitian tahun sebelumnya telah dilakukan analisis keanekaragaman jenis fauna di Taman Kehati Unnes. Penelitian sebelumnya (2013) menunjukan di Taman Kehati Unnes tercatat sebanyak 24 jenisburung, 63 jenis kupu-kupu, dan 26 jenis herpetofauna (amfibi dan reptil) berhasil diidentifikasi. Keanekaragaman fauna juga ditentukan oleh kondisi habitatnya, oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis profil habitat. Pengambilan data vegetasi dilakukan menggunakan metode garis berpetak berukuran 20 x 20 m untuk tingkat pohon, 10 x 10 m untuk tingkat tiang, 5 x 5 m untuk pancang, 2 x 2 untuk semai, dan 1 x 1 untuk. Profil vegetasi dibuat dari struktur vertikal penutupan tajukdengan membuat petak ukuran pemanfaatan 40 x20 m. Pengukuran dilakukan terhadap kedudukan vegetasi, penutupan tajuk, arah tajuk, tinggi tajuk, tinggi bekas cabang vegetasi, dan diameter batang. Hasil penelitian dari 52 petak sampel vegetasi di Taman Kehati Unnes menunjukkan sebanyak 32 jenis tumbuhan herba atau perdu, 13 jenis Pancang, 12 jenis tiang dan 7 jenis pohon dapat diidentifikasi. Jenis rumput yang paling mendominasi adalah Imperata cylindrica (Alang-alang) dengan nilai INP 37.85 tanaman tersebut adalah jenis gulma yang biasa terdapat ditempat terbuka dan terganggu.Jenis tanaman yang paling mendominasi dari kelas pohon, pancangdan tiang adalahLeucaena leucocephala(Mlandingan). Hasil analisis menunjukan Taman Kehati Unnes memiliki tumbuhan yang sangat seragam, hal ini dapat dilihat dari dominasi Mlandingan (Leucaena leucocephala).

PENERAPAN MODUL EKOSISTEM BERBASIS KONSTRUKTIVISME DI SMP YPE SEMARANG

Journal of Biology Education Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One factorthat cansupport thesuccess ofthe learning processis the selection ofteaching materialswithappropriate learningmethod. Teaching materialsin learningmust beadapted tocharacteristics of students, basic competencies, andindicators ofachievementareexpected afterthe learning process. The results ofresearchers interviewswithBiology teacherandsome students, it was concluded that themain problems facedin learningbiology is thelack of duelearningsupport facilitiesthathandlestudentteaching materials. This research aims to testthe effectiveness of the modules implemented ecosystem-based constructivist learning in junior YPE Semarang. The population inthis research were allstudents of classVIIconsists oftwoclasses.This research was conductedwith the designcontrol grouppretest-posttest. Based on the resultsof t-testonstudent learning outcomesacquiredthitung>ttablethenH0is rejectedandH1accepted,so itwas concluded thatthe results ofstudyingthe experimental groupis higherthan theresults ofstudyingthe control group withthe percentage ofmastery learningclassicalexperimental groupreached 90% while the control groupat 50%. The results ofthe analysis ofthe teacherand thestudents to themodulereachesa percentage of100%with avery goodcriteriaindicatesthat themoduleis appliedtoattract studentstostudy the materialecosystem. Based on these resultsit can be concludedthat theEcosystem-Based ModuleConstructivismappliedeffectively usedasteaching materialin juniorYPESemarang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan modul ekosistem berbasis konstruktivisme yang diterapkan dalam pembelajaran di SMP YPE Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang terdiri dari dua kelas. Penelitian ini dilakukan dengan desain control group pre test-post test. Berdasarkan hasil uji t terhadap hasil belajar siswa diperoleh thitung>ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga disimpulkan bahwa hasil belajar kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar kelompok kontrol dengan presentase ketuntasan belajar klasikal kelompok eksperimen mencapai 90% sedangkan kelompok kontrol hanya mencapai 50%. Hasil analisis tanggapan guru dan siswa terhadap modul mencapai presentase 100% dengan kriteria sangat baik menunjukkan bahwa modul yang diterapkan dapat menarik minat siswa untuk mempelajari materi ekosistem. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Modul Ekosistem Berbasis Konstruktivisme yang diterapkan efektif digunakan sebagai bahan ajar di SMP YPE Semarang. .

KEEFEKTIFAN MEDIA SPESIMEN DENGAN METODE TWO STAY-TWO STRAY PADA MATERI ARTHROPODA

Journal of Biology Education Vol 1 No 3 (2012)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGEMBANGAN BUKLET BERBASIS PENELITIAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR MATERI PENCEMARAN LINGKINGAN DI SMA

Journal of Biology Education Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstract Bookletbased research can be made as learning resources because its helping students to understand the material with its simple form and the experiment result. Bookletbased research is a conventional learning model with the use of scientific journal based interactive.The objective of the study was to know the importance of booklet development, how to developing and the effectiveness in learning process. The type of study was Research and Development (R&D). The data were detemined from development booklet requirement by teacher, the feasibility validation of booklet based research by validator, student’s responses, and the last was student’s achievement in kognitive and affective. The teacher gives positive feedback with the booklet development as learning resources. The result of booklet based research feasibility which was determined from the expert could be said very suitable with the average score 91,5%. Student’s completeness achievement with the score ≥80 in application trial reached 93,5%. The score 92,5% showed positive student’s response about this booklet and 88% for the affective score. Based on this study, it can be concluded that the developing of booklet is necessary, booklet based research was very suitable to be applied in learning process of environmental pollution material; and it also proved the effectiveness of this method by student’s achievement. Abstrak___________________________________________________________________Buklet berbasis penelitian dapat dijadikan sumber belajar karena bentuknya sederhana serta menyediakan data akurat yang dapat membantu siswa memahami konsep materi. Buklet berbasis penelitian merupakan sebuah model pembelajaran konvensional dengan pemanfaatan jurnal ilmiah yang bersifat interaktif. Tujuan pengembangan adalah untuk mengetahui pentingnya, cara pengembangan serta efektivitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) melalui tahapan identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk dan menghasilkan produk final. Data yang diambil adalah kebutuhan pengembangan buklet oleh guru, kelayakan buklet yang divalidasi validator, tanggapan siswa mengenai kelayakan buklet dan hasil belajar kognitif dan afektif siswa. Hasil penelitian diketahui bahwa guru memberikan tanggapan positif terhadap penggunaan buklet. Hasil penilaian kelayakan buklet dari pakar materi dan media memperoleh skor rata-rata 91,5% dengan kriteria sangat layak. Ketuntasan hasil belajar siswa dengan nilai ≥80 pada uji coba pemakaian 93,5%. Siswa memberikan tanggapan yang sangat layak ditunjukkan dengan perolehan skor rata-rata sebesar 92,5% dan perolehan nilai afektif mencapai 88%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa buklet dikembangkan berdasarkan angket kebutuhan oleh guru dan observasi awal pada siswa, buklet dikembangkan dengan penambahan jurnal ilmiah, dan buklet efektif terhadap hasil belajar siswa pada materi pencemaran lingkungan. 

PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI HEWAN MELALUI LESSON STUDY

Journal of Biology Education Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimedat knowing the inquiry-based learning of animal biodiversitythrough lesson study to improve the quality of learning at SMA Muhammadiyah Purwodadi. This research was Lesson Study research with inquiry-based learning used inquiry terbimbing methode through lesson study consist of three step that are plan, do, and reflection Sample was collected by a purposive random sampling technique and XD was object of research. The findings showed that student activity of lesson, student’s achievment and performance of teacher  always increase, from first inquiry-based learning untill the fourth lesson ,trough lesson study first untill the end . Student activity of lesson increased from 73.3% , to 79.2%, 83.8%, and 88.3%. Student’sachievment outcomes indicated by mastery learning on the cognitive aspects increasedfrom 76.7% to 83.3%, 90% then 100%. Psychomotor aspects of 60%, an increase of 80% ,100%, 100%. The performance of teachers thatstarted at 60%, increased 80%, 90%, and 100%. Students and teachers gave very positive feedback for lesson, students feedback was 84% and teachers feedback with 57 scored. The conclusion of this researchwas that the application of inquiry-based learning through lesson study to improve the quality of learning the material in animal biodiversity SMA Muhammadiyah Purwodadi class XD. Penelitian ini bertujuan mengetahui pembelajaran berbasis inkuiri pada materi keanekaragaman hayati hewan melalui lesson study untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMA Muhammadiyah Purwodadi. Penelitian ini merupakan penelitian Lesson Study dengan pembelajaran berbasis inkuiri menggunakan metode inkuiri terbimbing melalui lesson study yang terdiri dari tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel yang digunakan yaitu kelas XD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa, hasil belajar, dan kinerja guru mengalami  peningkatan dari pembelajaran berbasis inkuiri tahap pertama sampai keempat melalui lesson study I sampai IV. Aktivitas siswa meningkat dari 73,3%, 79,2%, 83,8%, menjadi 88,3%. Hasil belajar siswa dengan ketuntasan belajar pada aspek kognitif  meningkat dari 76,7%  menjadi 83,3%, 90% kemudian 100%. Aspek psikomotorik meningkat dari 60% menjadi 80%, 100%, 100%. Kinerja guru yang semula dari 60%, meningkat menjadi 80%, 90%, dan mencapai 100%. Siswa dan guru memberikan tanggapan positif terhadap pembelajaran yang dilaksanakan, tanggapan siswa mencapai 84% dan tanggapan guru mencapai 93%. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis inkuiri melalui lesson study dapat meningkatkan kualitas pembelajaran pada materi keanekaragaman hayati hewan di SMA.

EFEKTIVITAS PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN BAHAN AJAR BERBASIS KONSEP MATERI VERTEBRATA

Journal of Biology Education Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : FMIPA UNNES

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan bahan ajar berbasis konsep materi vertebrata terhadap hasil belajar di SMA Kesatrian 1 Semarang. Penelitian dilakukan dengan quasi experimental design. Sampel yang digunakan adalah kelas X MIA 6 (kelas kontrol) dan X MIA 3 (kelas eksperimen) yang diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan rata-rata ketuntasan klasikal siswa kelas eksperimen mencapai 83,3% sedangkan kelas kontrol 55,5%. Berdasarkan analisis data aktivitas siswa aspek afektif siswa kelas eksperimen (81,09%) lebih baik daripada kelas kontrol (61,2%). Analisis aspek psikomotorik siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol dengan persentase kriteria sangat baik sebesar 92,2%, sedangkan kelas kontrol diperoleh kriteria sangat baik sebesar 84,5%. Hasil analisis uji menunjukkan thitung 8,114> ttabel 1,994 dengan taraf signifikan 0,05 sehingga terlihat adanya perbedaan peningkatan hasil belajar kedua kelas. Hasil rata-rata angket tanggapan siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan kriteria baik sebesar 77,4% dan 88,2% siswa mengatakan terlaksana dengan sangat baik. Secara umum guru dan siswa memberikan tanggapan sangat baik terhadap pembelajaran yang diterapkan. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan bahan ajar berbasis konsep efektif diterapkan pada materi vertebrata siswa kelas X MIA SMA Kesatrian 1 Semarang. The aim of this research was to analyze the effectiveness of implementation of guided inquiry learning aided teaching materials based on the concept of vertebrate material to the learning outcome at SMA Kesatrian 1 Semarang. The research was done by quasi experimental design. The samples was X MIA 6 class as the control group and X MIA 3 class as the experimental group which taken by purposive sampling technique. The result showed that the classical completeness average of the experimental group was 83,3%, while the control group was 55,5%. Data analysis on affective aspects in the experimental group was better than the control group. The analysis of the psychomotor aspects of the experimental group was better than the control group. T-test showed that both classes were significantly different. The average of the students questionnaire responses after joining the learning was in good criteria. Generally the teacher and the students also gave good responses in the implementation of the learning. It can be concluded that implementation of guided inquiry learning aided teaching materials based on the concept was effective to be implemented in the vertebrate material for tenth graders of X MIA in SMA Kesatrian 1 Semarang.

Co-Authors - Supriyanto Agus Pujianto Aisyah, Afrin Nur Akhmad Herman Yuwono Al Supartinah Santoso, Al Supartinah Alexander Danang Ardianto, Alexander Danang Anne Zulfia Syahrial, Anne Zulfia Applonia Applonia, Applonia Arina Yusriya, Arina Ariza Naila Safufia, Ariza Naila Biliandri, Bhayu Candrawati, Devy Dewi Mustikaningtyas Dibyo Pramono DUHITA ENDRAWILA PINASTHIKA Dwi Fitriani Dwi Wahini Nurhajati, Dwi Wahini Dyah Rini Indriyanti Dyah Rini Indriyanti Endri Fajar Setyarsono, Endri Fajar Etty Soesilowati Evvy Kartini F. Putut Martin H.B, F. Putut Martin Fajar Adi Purnomo Farkhana Farkhana, Farkhana Fatkhurrohman Fatkhurrohman, Fatkhurrohman Hadi Musthofa, Hadi Hari Kusnanto HB, F Putut Martin Heri Jodi, Heri Hidayah, Isnaini Nurul Ibnul Mubarok Ikke Widyaningrum, Ikke johansyah johansyah Juliadi, Juliadi Kukuh Santosa Lia Retnaningsih, Lia Lina Herlina M. Abdullah Margareta R Margareta Rahayuningsih Margareta Rahyuningsih, Margareta Mario Marfelly, Mario Muhammad Abdullah Munawwaroh, Eka Lailatul Mutia Imtihana, Mutia Niken Subekti Niken Widyanti Sriyono, Niken Widyanti Niken Widyanti, Niken Ning Setiati Ningsih, Margareta Rahayu Nur Cholidah, Nur Nurmilla, Mauliya Fatiya Parmin Parmin Prayitno Prayitno Priyantini Widiyaningrum Putut Martin HB, Putut Martin Raini Anggun Mukhlisa, Raini Anggun Ratna Oqtafiana, Ratna Retno Sri Iswari Saiful Ridlo Sandy, Leny Pratiwi Arie Sherlly Ferdiana Arafah, Sherlly Ferdiana Siti Rokhanah, Siti Sri Mulyani Endang Susilowati, Sri Mulyani Sri Ngabekti Sri Sukaesih Supriyanto Supriyanto Supriyono Supriyono Susani, Devi Erfa Sutrisnowati, Intan Indah Tia Ristiasari, Tia Tjetjep Rohendi Rohidi, Tjetjep Rohendi Tuti Widianti Wahid Muhamad Furkon Rahmatulloh, Wahid Muhamad Furkon Yandi, Satria Yanuarti Nur Isnaini Yuli Setyaningsih, Yuli Yulia Hafsah Wulandari, Yulia Hafsah