Articles

Found 20 Documents
Search

The Characterization of Natural Zeolite for Water Filtration System

VALENSI Vol 1, No 5 (2009): Jurnal Valensi Volume 1//No.5//November 2009
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4318.792 KB)

Abstract

Karakteristik Beberapa Jenis Antibiotik Berdasarkan Pola Difraksi Sinar-X (XRD) Dan Spektrum FTIR

VALENSI Vol 1, No 3 (2008): Jurnal Valensi Volume 1//No.3//November 2008
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.768 KB)

Abstract

Telah dilakukan pengukuran karakteristik difraksi sinar-x (XRD) terhadap beberapa jenisantibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristik difraksi sinar-x suatuantibiotik sebagai upaya untuk identifikasi antibiotik secara cepat. Dalam penelitian ini diamatikarakteristik difraksi sinar-x dari 15 (lima belas) antibiotik yang tersedia di pasaran. SpektrumXRD diukur pada sudut 2 antara 5 – 75 untuk dibandingkan dan dievaluasi mengenai bentukkristalnya. Selanjutnya diukur pula spektrum XRD dari pencampuran antibiotik dengan tepungtapioka. Pengukuran spektrum infrared dengan FTIR juga dilakukan untuk menguji konsistensihasil evaluasi spektrum XRD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amoxicillin dan ampicillinmempunyai struktur kristal yang sama, yaitu orthorombic primitif. Sayangnya baik XRDmaupun FTIR, tidak memberikan nilai kuantitatif pada antibiotik. Oleh sebab itu, perbedaankonsentrasi dengan pencampuran tepung tapioka tidak dapat dideteksi. Walaupun demikian,metode ini terbukti dapat digunakan untuk membedakan komposisi zat penyusun antibiotiksecara cepat dan akurat.

Analisis Aksesibilitas dan Level of Service Angkutan Jalan Lintas Surabaya – Kediri

Warta Penelitian Perhubungan Vol 27, No 2 (2015): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aksesibilitas menggambarkan kemudahan untuk mencapai tujuan, sementara level of service menggambarkan standar pelayanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktorfaktor yang menurunkan aksesibilitas dan tingkat pelayanan jalan lintas Surabaya – Kediri. Dengan menggunakan analisis aksesibilitas serta analisis ratio volume dan kapasitas jalan diperoleh hasil bahwa lintas Surabaya – Mojokerto – Jombang menunjukkan aksesibilitas yang buruk (rendah) dan tingkat pelayanan jalan yang menunjukkan arus tidak stabil. Hal ini disebabkan penambahan arus (volume) dari arah barat, yaitu dari Jogya – Solo – Madiun – Nganjuk menuju Surabaya yang bertemu di daerah Kertosono. Sementara arus lalu lintas dari Jombang – Pare/Kertosono – Kediri aksesibilitasnya baik (tinggi) dengan tingkat pelayanan jalan menunjukkan arus yang stabil. Untuk meningkatkan aksesibilitas dan level of service direkomendasikan agar pembangunan jalan Tol Surabaya – Mojokerto dipercepat dan melakukan perawatan jalan secara kontinyu, memperbaiki dan menormalisasikan sistemdrainase serta secara intensif melakukan rekayasa lalu lintas.

The Characterization of Indonesians Natural Zeolite For Water Filtration System

VALENSI Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Kimia Valensi Volume 3//No.2//November 2013
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.623 KB)

Abstract

AbstractThe characterization of Indonesians natural zeolite for water purification has been done. The objective is to obtain a general guidance for development of natural zeolite in molecular sieves, ion exchange and catalyst applications. The zeolites originated frol Lampung (ZL) was characterized by using XRD. It was found that the zeolites indicate belong to clinoptilatite and mordenite groups, respectively. The crystal system for ZL was monoclinic with end-centered lattice and space group of Cm/2 (12). The crystal system for ZB was orthorhombic with end-centered lattice and space group of CmC21 (36). The character of both zeolites were confirm by ICDD standard library. It was also found that the particle size of zeolites did not affect the XRD spectra where zeolite of 40-50 mesh was similar to that XRD spectra of zeolite of 170-200 mesh. The chemical analyses show that both zeolites contain almost similar chemical elements. The contents of Fe, Ca, and K were found higher in ZL as it is compared to ZB. Reciprocally, Na was Pb and Fe elements. These ability were improved by chemical activation of zeolites. These two elements probably were originally exist in the zeolite structure. These characterization is necessary to designing a further development of natural zeolite applications.Keywords : natural zeolite, clinoptilolite, mordenite, x-ray diffraction, water filter

Keterkaitan Jumlah Daerah Termutasi pada Gen β-globin dengan Indeks Korpuskular Pembawa Sifat β-thalassemia

Jurnal Penelitian Sains Vol 18, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thalassemia is a genetic dissorder caused by point mutation on the globin gene that decreasing the corpuscular index on thalassemian, included the carrier of thalassemia. Three to five percents of Indonesian is thalassemia carrier, β- thalassemia is the most common type. This research aimed to identify the relationship between the number of mutated region on β-globin gene and the decreasing of corpuscular index on β-thalassemia carrier. The data was collected during 2012 to 2014 in Yogyakarta. Hematological analysis was performed by corpuscular index included mean corpuscular volume (MCV), mean corpuscular haemoglobin (MCH), and mean corpuscular haemoglobin concentration (MCHC) in Prodia Laboratory. Molecular analysis was performed by the polymerase chain reaction-single stand conformation polymorphism (PCR-SSCP) method in Laboratory of Genetics and Laboratory of Falitma, Biology Faculty, University of Gadjah Mada. Of a total of 96 individual screeaned, there were 9 suspects β-thalassemia carrier with 1 β-globin gene mutated region showed the average of MCV 63,1 fl, MCH 19,76 pg and MCHC 32,34 g/dl. Seven suspects β-thalassemia carrier with 2 β-globin gene mutated regions showed the average of MCV 61,16 fl, MCH 19,74 pg, and MCHC 32,3 g/gl. One suspect β-thalassemia carrier with 3 β-globin gene mutated regions showed the average of MCV 64,2 fl, MCH 19,5 pg, and MCHC 30,4 g/dl. The number of β-globin gene mutated region was not the main factor of decreasing the corpuscular index on β-thalassemia carrier.

HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEBERADAAN ESCHERICHIA COLI PADA MAKANAN DI TEMPAT PENGOLAHAN MAKANAN (TPM) BUFFER AREA BANDARA ADI SOEMARMO SURAKARTA

Biomedika Vol 8, No 1 (2016): Biomedika Februari 2016
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.203 KB)

Abstract

Keberadaan Escherichia coli dalam sumber air atau makanan merupakan indikasi pasti terjadinya  kontaminasi tinja manusia. Kontaminasi ini dapat berdampak pada Kejadian Luar Biasa keracunan makanan di negara berkembang, termasuk di Indonesia. Adanya kontaminasi Escherichia coli pada makanan dapat disebabkan faktor personal hygiene penjamah makanan yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan personal hygiene penjamah makanan dengan Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian adalah 65 penjamah makanan dan 65 sampel makanan di 22 tempat pengolahan makanan buffer area Bandara Adi Soemarmo Surakarta. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan personal hygiene dengan keberadaan Escherichia coli pada makanan di Tempat Pengolahan Makanan Buffer Area Bandara Adi Soemarmo Surakarta dengan uji statistik dengan Chi Square didapatkan p value (0,000) dan kekuatan hubungan sedang dengan nilai C (0,477). Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan terdapat hubungan personal hygiene penjamah makanan dengan keberadaan Escherichia coli pada makanan di tempat pengolahan makanan (TPM) buffer area Bandara Adi Soemarmo Surakarta. Kata kunci. Personal Hygiene, Escherichia coli, Buffer Area

Comparative Cytogenetic Study on Male and Female Captive Sumatran Elephant in Elephant Training Center, Way Kambas National Park

-
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.059 KB)

Abstract

Sumatran elephant (Elephas maximus sumatranus) was one of five big mammals in Way Kambas National Park (WKNP). Cytogenetic study was a part of conservation effort for sumatran elephant, especially in conservation genetic field. Captive sumatran elephant’s blood in Elephant Training Center (ETC) WKNP was collected to karyotype analysis. Captive sumatran elephant’s chromosome was analyzed by squashing technique with pretreating cells in a hypotonic solution. The study of karyotypes were made by giemsa staining applied to captive elephant’s blood cell. The diploid number of captive sumatran elephant was 56 both in male and female. The karyotype analysis performed different fundamental number in male and female, both of total fundamental number (FN) and autosomal fundamental number (FNa). Chromosome of female sumatran elephant showed the FN = 8, and FNa = 6, but in male sumatran elephant FN = 7, and FNa = . The karyotypes of X chromosome was large submetacentric and Y chromosome was small acrocentric.. The karyotype presented here will compilled with DNA fingerprinting analysis of all captive sumatran elephant in ETC WKNP as references in future breeding policy.

DNA Isolation on Captive Sumatran Elephant in Elephant Training Center, Way Kambas National Park: A First Step towards Its ID Card

-
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.698 KB)

Abstract

Elephant Training Center (ETC) Way Kambas National Park (WKNP) was built to support human-elephantmitigation conflict. The small population of captive sumatran elephant in ETC WKNP need a comprehensivestrategy in order to maintain the genetic variation of each individual and avoid inbreeding drive. Currently, geneticstudies have opened new field studies in ecology, included conservation ecology. Patterns in variation of populationhas been investigated by molecular method supporting species conservation effort. The captive sumatran elephant’sID Card is a necessary in database building, which included morphology, health status, and genetic profile. Geneticprofile in each ID Card was filled by cytogenetic and molecular profile for RADP result, that initiated with DNAisolation. The DNA sources collected by blood sampling protocol described by Asiyah et al. (2016) from captivesumatran elephant in ETC, WKNP, and be carried to laboratory in cold condition. The DNA sources stored at 4oCand isolated following commercial protocol. The result of DNA isolation stored at -20oC until amplificationanalysis. DNA isolation was successfully done, for further individual genetic ID building.

Pengembangan dan Peningkatan Konektivitas Angkutan Barang di Jawa Timur

Warta Penelitian Perhubungan Vol 28, No 3 (2016): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.74 KB)

Abstract

Kesiapan insfrastruktur transportasi angkutan barang di Jawa Timur sangat penting untuk memperlancar arus barang, jasa, dan manusia.Sehingga tercipta iklim investasi yang kondusuf dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi konektivitas angkutan barang di Jawa Timur.Apa hambatan dan solusi terkait dengan pengembangan konektivitas angkutan barang serta bagaimana strategi mengembangkan dan meningkatkan konektivitas angkutan barang di Jawa Timur. Dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif hasil penelitian ini menyebutkan bahwa konekvitas angkutan barang di Jawa Timur masih belum bisa memenuhi harapan masyarakat karena terbatasnya sarana transportasi seperti misalnya beberapa kabupaten belum memiliki terminal angkutan barang.Ases jalan ke tempat tujuan sering terganggu dengan adanya kemacetan di jalan yang disebabkan oleh volume kendaraan yang meningkat serta adanya pasar tumpah, kondisi jalan yang rusak dan berlubang serta juga adanya biaya-biaya yang tidak resmi selama melakukan pengiriman barang.Pertumbuhan panjang jalan dan sistem transportasi angkutan masal tidak sebanding dengan pertambahan jumlah kendaraan bermotor.Angkutan barang dengan menggunakan angkutan kereta api belum terwujud dengan baik. Volume lalu lintas cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Untuk itu direkomendasikan, yaitu, pertama, mengupayakan agar pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota duduk bersama mensinkronkan kebijakan transportasinya. Kedua, segera merealisasikan dan memfungsikan terminal angkutan barang.Ketiga, segera merealisasikan pembangunan jalan lingkar dan jalan tol. Keempat, melakukan perbaikan jalan dan pelebaran jalan baik oleh pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten dan kota serta meninjau kondisi kelas-kelas jalan.

STRATEGI PENGUATAN PELABUHAN TANJUNGWANGI *)

CAKRAWALA Vol 1, No 1: Desember 2006
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2670.617 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengintentarisir dan mengetahui posisi strategis pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi. Posisi strategis dimaksud adalah kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang dikuantitatifkan dengan menggunakan analisis SWOT. Data yang digunakan adalah data primer berupa persepsi kualitatif yang dikuantitatifkan. Hasil perhitungan dan analisa menunjukkan bahwa posisi pelabuhan Tanjungwangi berada pada kuadran IV, yaitu kompetitif. Berdasarkan kenyataan ini untuk bergerak dan menembus ke kuadran sempurna, yaitu kuadran I agesif maka pihak koordinator dan operator pelabuhan sebaiknya segera membenahi kinerjanya dengan cara mengupayakan peningkatan fasilitas peralatan bongkar muat dan teknologinya, meningkatkan kualitas SDMnya, menjalin kerjasama dengan pelanggan, mengantisipasi perubahan perundang-undangan kepelabuhan, memaksimalkan jam kerja efektifnya dari tujuh jam ke delapan jam per gangnya per hari, serta segera menyusun standardisasi kinerja pelayanan kapal dan barang.