Antonius Totok Priyadi
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Untan, Pontianak

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

PANDANGAN DAN SIKAP HIDUP SUKU DAYAK BAKATI YANG TERCERMIN DALAM CERITA RAKYAT DAYAK BAKATI

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 7 (2013): Juli 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.342 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pendeskripsian pandangan hidup dan sikap hidup suku Dayak Bakati yang tercermin dalam cerita (Batu Bidai, Batu Labi-labi, dan Batu Menangis). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, berbentuk kualitatif dan menggunakan pendekatan sosiologi karya sastra. Berdasarkan hasil analisis data, maka dihasilkan simpulan sebagai berikut: 1) Pandangan  hidup yang tercermin dalam cerita (Batu Bidai, Batu Labi-Labi, dan Batu menangis): a. Tuhan sebagai penentu hidup, b. Adil pada sesama (Adil Ka’ Talino), c. Berserah pada Tuhan (Basengat Ka’ Jubata). 2) Sikap hidup yang tercermin dalam cerita (Batu Bidai, Batu Labi-Labi, dan Batu menangis):  a. sikap tegas, b. sikap merasa kasihan, c. sikap penyesalan Kata kunci: pandangan hidup, sikap hidup, cerita rakyat Dayak Bakati   Abstract: This research aims to description of theoutlook on life and attitudes of Dayak Bakati reflected in the story (Stone splint, Labi-Labi Stone, and Crying Stone). This qualitative approach study uses a descriptive method, using a sociological approach to literature. Based on  the result of data analysis, the conclusion are as follow. 1) Outlook on life that is reflected in the story (Stone splint, Labi-Labi Stone, and Crying Stone): a. God as a determinant of life, b. Justice to each other (Adil Ka’ Talino), b. It depends on God (Basengat Ka’ Jubata). 2) Attitude to life which is reflected in the story (Stone splint, Labi-Labi Stone, and Crying Stone): a. assertiveness, b. Attitude of feeling sorry, c. Attitude of feeling sorry   Key words: philosophy of life, attitudes, Dayak bakati folkore

CITRA DAN PERAN GURU DALAM NOVEL MANDI CAHAYA REMBULAN KARYA ABDUL MUTAQIN

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4, No 6 (2015): JUNI 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.808 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra dan peran guru dalam novel Mandi Cahaya Rembulan karya Abdul Mutaqin. Metode penelitian yang digunakan adalahdeskriptif artinya data yang diperoleh dianalisis dan diuraikan menggunakan kata-kata ataupun kalimatbukan dalam bentuk angka-angka atau menggunakan perhitungan. Hasil analisis data menghasilkan kesimpulan, pertama; citra fisik yang terdapat pada tokoh utama dalam novel Mandi Cahaya Rembulan, kedua; citra nonfisik dalam novel Mandi Cahaya Rembulan yang terdapat pada tokoh utamaketiga; Peran dalam novel Mandi Cahaya Rembulan yang terdapat pada tokoh utama. Ketiga jenis unsur tersebut dihasilkan dari analisis citra dan peran guru pada novel Mandi Cahaya Rembulankarya Abdul Mutaqin, sehingga memperoleh beberapa karakteristik yang terdapat pada guru.   Kata kunci: citra fisik, nonfisik, peran, novel.   Abstract:The purpose of this research is to describe the use of image and teacher role in novel Mandi Cahaya Rembulan by Abdul Mutaqin . The research method is descriptive,meaning that the data obtained are analyzed and described using words or phrases not in the form of numbers or use calculations. The conclusion of data analysis are, first;physicalimage of main character in making novel Mandi Cahaya Rembulan,,second;non physical  image of main character, and third; Role in the novelMandi Cahaya Rembulanlocated on the main character.The three types of elements are generated from image analysis and the role of the teacher in the novel Mandi Cahaya Rembulan by Abdul Mutaqin, so as to obtain some of the characteristics contained in the teacher Key word: physical image, nonphysical, image, novel.

NILAI BUDAYA DALAM NOVEL KAU, AKU, DAN SEPUCUK ANGPAU MERAH KARYA TERE LIYE

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4, No 10 (2015): Oktober 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.436 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menemukan nilai budaya yang terdapat dalam novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah sosiologi karya sastra. Sumber datanya adalah novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye. Datanya adalah nilai budaya dalam novel berupa kata, frasa, dan kalimat yang menunjukkan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, karya, dan alam. Hasil analisis (1) hubungan manusia dengan Tuhan, meliputi: percaya kepada takdir Tuhan, berdoa, percaya takhayul; (2) hubungan manusia dengan sesama, meliputi: kegotongroyongan, kebersamaan, kepedulian, persahabatan, cinta kasih, kesopanan, keramahan, kebaikan, kecurangan, kesalahpahaman, kemarahan, kekecewaan, kepatuhan, bekerja keras, berpengharapan, kesedihan, kejujuran, kesederhanaan, kebijaksanaan, kesabaran, kerajinan, keingintahuan, kegelisahan; (3) hubungan manusia dengan karya, meliputi: keterampilan, berprofesi; (4) hubungan manusia dengan alam, meliputi: polusi, perkembangan teknologi, keadaan alam, kebiasaan masyarakat, memanfaatkan alam; dan (5) implementasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia dilihat dari segi kurikulum, tujuan pembelajaran sastra, pemilihan bahan ajar, dan tingkat keterbacaan layak dijadikan sebagai bahan ajar di SMA. Kata kunci: nilai, budaya, novel Abstrack: This study aims to discover the cultural value contained in the novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah by Tere Liye. The method used in this research is descriptive method with a form of qualitative research. The approach is a sociological approach literature. The source is the novel entitled Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah by Tere Liye. The data in this study of the cultural value in the novel are words, phrases, and sentences that show the human relationship with God, another human, the work, and the nature. The result the analysis novel are (1) the relationship of man with God include: believe in destiny God, praying, superstitious, (2) the relationships with another human, including: mutual cooperation, togetherness, caring, friendship, love, courtesy, friendliness, kindness, cheating, misunderstanding, anger, disappointment, obedience, hard work, hopelessness, sadness, honesty, simplicity, wisdom, patience, diligence, curiosity, anxiety, (3) the relationship of humans with the work include: skills, profession, (5) the relationship of man with nature, include: pollution, technological developments, natural conditions, people’s habits, utilizing natural, and (6) the implementation of cultural value in learning Indonesian novel in terms of curriculum, learning objectives of literature, the selection of teaching materials, and readability level worthy as teaching materials at senior high school. Keywords: value, culture, novel

GAYA BAHASA DALAM NOVEL SANDIWARA BUMI KARYA TAUFIQURRAHMAN AL-AZIZY

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4, No 12 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.614 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa dalam novel Sandiwara Bumi karya Taufiqurrahman Al-Azizy. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif artinya data yang diperoleh dianalisis dan diuraikan menggunakan kata-kata ataupun kalimat bukan dalam bentuk angka-angka atau menggunakan perhitungan. Hasil analisis data menghasilkan kesimpulan, pertama; Gaya bahasa perbandingan yang meliputi majas antonomasia berjumlah 5 buah, hiperbola berjumlah 22 buah, metafora berjumlah 3 buah, personifikasi berjumlah 4 buah, simile berjumlah 14 buah. Kedua, Gaya bahasa pertentangan yang meliputi majas antitesis berjumlah 3 buah, kontradiksio berjumlah 10 buah; dan prolepsis/antisipasi berjumlah 1 buah. Ketiga, Gaya bahasa sindiran yang meliputu majas ironi berjumlah 2 buah; dan inuendo 2 buah. Keempat, Gaya bahasa perulangan yang meliputi majas alonim berjumlah 4 buah, asindeton berjumlah 10 buah, pizeukis berjumlah 27 buah, epanalepsis berjumlah 1 buah, polisindeton berjumlah 7 buah, klimaks berjumlah 10 buah; dan zeugma berjumlah 5 buah. Kata Kunci: Gaya Bahasa, Novel   Abstract: This study aimed to describe the style languague in the novel Sandiwara Bumi Al-Azizy Taufiqurrahman work. The method used is descriptive meaning that the data obtained were analyzed and described using words or phrases not in the form of numbers or use calculations. Results of the data analysis resulted in the conclusion, first; a style that includes the figure of speech antonomasia ratio amounted to 5 pieces, hyperbole totaling 22 pieces, totaling 3 pieces metaphor, personification consists of 4 pieces, simile amounted to 14 pieces. Secondly, the language style that includes the figure of speech antithetical opposition amounted to 3 pieces, kontradiksio totaling 10 pieces, prolepsis/anticipation numbered 1 pieces. Third, the language style of satire which includes irony figure of speech amounted to 2 pieces;  and inuendo amounted to 2 pieces. Fourth, the language style looping covering alonim figure of speech amounted to 4 pieces, asyndeton totaling 10 pieces, epizeukis totaling 27 pieces, numbered 1 pieces epanalepsis, polisindeton amounted to 7 pieces, 10 pieces totaling climax, and zeugma amounted to 5 pieces. Keyword: Style language, Novel

NILAI PENDIDIKAN KARAKTER YANG TERCERMIN DALAM NOVEL MIMPI ANAK PULAU KARYA ABIDAH EL KHALIEQY

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 5, No 1 (2016): JANUARI 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.938 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas tentang nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Mimpi Anak Pulau. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif artinya data yang diperoleh, dianalisis, dan diuraikan menggunakan kata-kata ataupun kalimat bukan dalam bentuk angka-angka atau menggunakan perhitungan. Hasil analisis data menghasilkan simpulan bahwa konsep pendidikan karakter dalam novel Mimpi Anak Pulau mencakup beberapa nilai yaitu: nilai jujur (jujur dalam menjawab pertanyaan, jujur kepada diri sendiri dan Tuhan, jujur kepada diri sendiri dan orang tua, jujur mengakui kekurangan, jujur dalam berpendapat, dan jujur mengakui kesalahan). Nilai tanggung jawab (tanggung jawab terhadap keluarga, tanggung jawab terhadap Tuhan, dan tanggung jawab kepada pekerjaan). Nilai cerdas (cerdas dalam menghitung, cerdas dalam menjawab pertanyaan, cerdas dalam berpendapat, dan cerdas mempunyai ide). Nilai peduli (peduli sosial). Kata kunci: Nilai, Pendidikan, Karakter, Novel     Abstract: This study aims to know clearly about the values of character education in the novel Island Dream Child. The method used is descriptive method means that the data obtained, analyzed, and described using words or phrases not in the form of numbers or use calculations. Results of the data analysis resulted in the conclusion that the concept of character education in the novel Dream Child Island includes several values which are: the value of honest (honest in answering questions, be honest to yourself and God, honest to themselves and parents, honestly admit shortcomings, honest opinion, and honestly admit mistakes). The value of responsibility (family responsibilities, responsibilities towards God, and responsibility to the job). Value intelligent (smart in calculating, smart in answering questions, intelligent in thought, and intelligent have an idea). The value of care (social care). Keywords: Values, Education, Character, Novel