Martyana Prihaswati
Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 25 Documents
Articles

Found 25 Documents
Search

KEEFEKTIFAN BUKU PESERTA DIDIK (BPD) DENGAN METODE GROUP INVESTIGATION BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENUNJANG PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI SEGITIGA SMP

Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keefektifan BPD dengan metode Group Investigation berbasis Kontekstual untuk menunjang pembelajaran matematika materi segitiga SMP. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilaksanakan di SMPN 8 Semarang. Pengambilan sampel dengan teknik convenience sampling. Populasinya adalah semua peserta didik kelas VII dengan sampel dalam penelitian ini terdiri kelas VII G sebagai kelas kontrol dan kelas VII F sebagai kelas eksperimen. Variabel yang digunakan adalah keaktikfan sebagai variabel bebas dan prestasi belajar sebagai variabel terikat. Pengumpulan data menggunakan metode observasi untuk keaktifan peserta didik dan pemberian tes untuk mengukur prestasi belajar. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode Group Investigation berbasis kontekstual pada materi segitiga SMP. Metode ini diharapkan dapat menuntut keaktifan peserta didik. Hasil yang diperoleh setelah dianalisis adalah (1) prestasi belajar siswa mencapai kriteria ketuntasan klasikal yaitu 70.53 lebih besar dari KKM sebesar 70 serta mencapai ketuntasan individual lebih dari 75%. (2) Keaktifan siswa berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa sebesar 61,80%. (3) Prestasi belajar siswa kelas uji coba BPD dengan rata-rata 70,53 lebih baik dari pada prestasi belajar siswa pada kelas kontrol dengan rata-rata 65,00. Hal ini menunjukkan bahwa BPD dengan metode Group Investigation berbasis kontekstual efektif untuk menunjang pembelajaran matematika materi segitiga SMP.

EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL CIPP PADA KEJAR PAKET B KOTA SEMARANG

PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.979 KB)

Abstract

Kejar Paket B is a non-formal education which is the same to Junior High Schools. Curriculum of Kejar Paket B is also the same to a given curriculum on Junior High Schools. Although having the same curriculum, but it has different implementation of the learning process. One of these facilities in terms of the learning process, teachers often make the conventional learning.The objective  of this research is to evaluate the implementation of learning mathematics in Semarang Kejar Paket B using CIPP model (Context, Input, Process, Product). This research consists of four evaluation, namely: (1) the context evaluation, (2) the input evaluation, (3) the process evaluation, and (4) the results evaluation. This research used a qualitative approach. The results showed that the instruments used in the evaluation of the learning process using CIPP model can be used with little revision. Moreover the process of implementation of the researchindicates that the process of learning mathematics in Semarang Kejar Paket  B is not well structured from the procurement needs of students, facilities, and the teaching material of mathematics. It is also supported by the unapproriateness of acquisition results of the Final National Exam score.

KEEFEKTIFAN METODE GUIDEDDISCOVERY LEARNING BERNUANSA MULTIPLE INTELLIGENCES UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS

Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan metode guided discovery learning bernuansa multiple intelligences terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapat perlakuan. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Metode pengumpulan data kemampuan pemecahan masalah matematis melalui tes (pre-test dan post-test), angket untuk motivasi, dan observasi untuk keaktifan. Hasil penelitian menunjukkan 87% siswa yang mendapat perlakuan tuntas dengan kriteria ketuntasan minimal 77. Hasil uji pengaruh menunjukkan adanya pengaruh motivasi dan keaktifan belajar siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sebesar 72,8%. Hasil uji banding diperoleh lebih besar dari , artinya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapat perlakuan lebih baik daripada pembelajaran konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode guided discovery learning bernuansa multiple intelligences efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Sedangkan hasil perhitungan indeks gain menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapat perlakuan sebesar 0,7 dengan kriteria peningkatan tinggi. Kata kunci: guided discovery learning, multiple intelligences,kemampuan pemecahan masalah.

DESAIN EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL CIPP PADA KEJAR PAKET B

Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi proses pembelajaran matematika yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara menyeluruh, tentunya tidak sekedar dilakukan oleh guru saja. Namun proses evaluasi dilakukan oleh seluruh masyarakat sekolah yang berada pada lingkungan tersebut. Diantaranya oleh : kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, tenaga kependidikan dan lingkungan sekitar sekolah. Untuk menghasilkan proses evaluasi pembelajaran matematika yang maksimal dan sesuai dengan tujuan evauasi maka perlu adanya perencanaan dan desain evaluasi proses pembelajaran matematika secara matang. Proses evaluasi pembelajaran tidak hanya pada sekolah formal namun pada sekolah nonformal dalam hal ini khusus pada kejar paket B, dimana perlu adanya evaluasi pembelajaran matematika. Hal ini dikarenakan pada proses pembelajaran matematika pada kejar paket B masih terkesan seadanya. Sehingga perlu adanya perencanaan dan desain evaluasi proses pembelajaran matematika yang menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product), dengan objek evaluasi adalah pengelola, tutor/guru matematika, dan siswa kejar paket B..Kata Kunci: Desain evaluasi pembelajaran matematika, Model CIPP.

STRES MAHASISWA SAINS DAN STRATEGI KOPING: STUDI PADA MAHASISWA FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA

Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres banyak dialami oleh mahasiswa dari permasalahan akademik. Stres dapat dilihat dari berubahnya kebiasan tidur, pola makan, terlalu banyak mencari waktu untuk berlibur bahkan membolos, meningkatnya pekerjaan atau tugas yang harus diselesaikan. Penelitian ini akan mengukur beban akademik yang menyebabkan permasalahan kesehatan, munculnya gejala psikosomatis, ketidakpedulian dengan perkuliahan serta beban akademik yang justru memicu semangat mahasiswa. 90 mahasiswa menjadi responden dengan 40 mahasiswa yang menjadi sampel. Penarikan sampel dilakukan secara acak dari mahasiswa tahun pertama sampai mahasiswa tahun ketiga tahun ajaran 2013/2014. Kuesioner Pscyocomatic Scale (PSS) dan Stres Questionnaire for Student dipilih sebagai alat survei karena dapat mengukur prevalensi, distribusi, dan hubungan antar variabel. Kuesioner terdiri dari tiga bagian, yaitu tingkat stres, konflik diri, dan strategi koping. Data diolah dengan analisis reliabilitas dan validitas, kemudian dicek ulang secara manual. Hasil memperlihatkan bahwa walaupun beban akademis tinggi tetapi mahasiswa tidak mendapatkan IPK rendah, mahasiswa tidak datang terlambat ke kelas, dan mahasiswa tidak bermasalah dengan dosen. Sumber stres mahasiswa pada banyaknya kegiatan yang dilakukan mahasiswa di luar perkuliahan. Sedangkan jenis koping yang terlihat dipilih oleh mahasiswa adalah melakukan kegiatan yang mereka sukai dan liburan. Kata Kunci : Stres, Koping, Mahasiswa 

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIK SISWA MATERI DIMENSI TIGA KELAS X SMA

PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2015: Prosiding Bidang Pendidikan,Humaniora dan Agama The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.977 KB)

Abstract

Aim of this study was to develop learning tools of mathematics by model of Experiencing, Applying, Cooperating, and Transferrin (REACT) which was valid and practical. Learning tools developed include syllabi, lesson plan, Student Worksheet, and the student book. The development refers to the Plomp models of development model of learning device, which consists of five phases, namely the initial investigation phase, the design phase, the phase of realization, evaluation and revision of the test phase. The research instruments used in this study were the validation sheet of learning tools, questionnaire sheet of student responses to the learning implementation, and questionnaire sheet of teacher responses to the learning tools. Validator assessment results indicate that the learning tools developed were valid with an average value for validation of syllabus, lesson plans, student worksheets, and the student book were 3.23 (good), 3.21 (good), 3.29 (very good), and 3.39 (very good), respectively. Field trials showed that the application of the learning tools developed was practical. A total of 82.40% of students responded positiv to the application of the learning tool in class, while the teacher assess that learning tool that is used with a value of 4.29 (good criteria)Keywords: React, lerning tool, mathematical connection, three-dimensional

KEEFEKTIFAN METODE GUIDEDDISCOVERY LEARNING BERNUANSA MULTIPLE INTELLIGENCES UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS

Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan metode guided discovery learning bernuansa multiple intelligences terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapat perlakuan. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Metode pengumpulan data kemampuan pemecahan masalah matematis melalui tes (pre-test dan post-test), angket untuk motivasi, dan observasi untuk keaktifan. Hasil penelitian menunjukkan 87% siswa yang mendapat perlakuan tuntas dengan kriteria ketuntasan minimal 77. Hasil uji pengaruh menunjukkan adanya pengaruh motivasi dan keaktifan belajar siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sebesar 72,8%. Hasil uji banding diperoleh lebih besar dari , artinya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapat perlakuan lebih baik daripada pembelajaran konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode guided discovery learning bernuansa multiple intelligences efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Sedangkan hasil perhitungan indeks gain menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapat perlakuan sebesar 0,7 dengan kriteria peningkatan tinggi. Kata kunci: guided discovery learning, multiple intelligences,kemampuan pemecahan masalah.

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME TERHADAP PRESTASI BELAJAR

Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization dengan pendekatan konstruktivisme terhadap prestasi belajar siswa materi turunan fungsi kelas XI. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilaksanakan di SMAN 15 Semarang. Pengambilan sampel dengan teknik cluster random sampling. Populasinya adalah semua siswa kelas XI IPS dengan sampel dalam penelitian ini terdiri kelas XI IPS 1 sebagai kelas kontrol dan kelas XI IPS 4 sebagai kelas eksperimen. Variabel yang digunakan adalah motivasi dan keaktifan sebagai variabel bebas dan prestasi belajar sebagai variabel terikat. Pengumpulan data menggunakan metode angket untuk mengukur motivasi siswa, metode observasi untuk mengukur keaktifan siswa dan pemberian tes untuk mengukur prestasi belajar. Hasilnya menunjukkan bahwa (1) ketuntasan prestasi belajar tercapai dengan nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 86,1 dengan persentase ketuntasan adalah 94,4%, (2) secara bersama-sama motivasi dan keaktifan berpengaruh terhadap prestasi belajar yaitu sebesar 87,7%, (3) rata-rata kelas eksperimen adalah 86,1 lebih baik dari rata-rata kelas kontrol yaitu 78,7. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization dengan pendekatan konstruktivisme terhadap prestasi belajar siswa materi turunan fungsi kelas XI efektif. Kata Kunci : Keefektifan, Pembelajaran Kooperatif,  Pendekatan Konstruktivisme, Prestasi   Belajar, Team Assisted Individualization

DESAIN EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL CIPP PADA KEJAR PAKET B

Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi proses pembelajaran matematika yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara menyeluruh, tentunya tidak sekedar dilakukan oleh guru saja. Namun proses evaluasi dilakukan oleh seluruh masyarakat sekolah yang berada pada lingkungan tersebut. Diantaranya oleh : kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, tenaga kependidikan dan lingkungan sekitar sekolah. Untuk menghasilkan proses evaluasi pembelajaran matematika yang maksimal dan sesuai dengan tujuan evauasi maka perlu adanya perencanaan dan desain evaluasi proses pembelajaran matematika secara matang. Proses evaluasi pembelajaran tidak hanya pada sekolah formal namun pada sekolah nonformal dalam hal ini khusus pada kejar paket B, dimana perlu adanya evaluasi pembelajaran matematika. Hal ini dikarenakan pada proses pembelajaran matematika pada kejar paket B masih terkesan seadanya. Sehingga perlu adanya perencanaan dan desain evaluasi proses pembelajaran matematika yang menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product), dengan objek evaluasi adalah pengelola, tutor/guru matematika, dan siswa kejar paket B..Kata Kunci: Desain evaluasi pembelajaran matematika, Model CIPP.

KEEFEKTIFAN PENGGABUNGAN MODEL KUMON DAN TEAMS GAMES TOURNAMENT BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI STATISTIKA KELAS VII

Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model pembelajaranKumon dan Teams Games Tournament berbasis Pendidikan Karakter. Metodepenelitian yang digunakan adalah eksperimen. Analisis telah dilakukan dan mendapatkan hasil yaitu peserta didik yang diberi model pembelajaran Kumon dan Teams Games Tournament berbasis Pendidikan Karakter telah mencapai ketuntasan prestasi belajar dengan rata-rata prestasi belajar yang diperoleh adalah 81,81 dengan kriteria ketuntasan minimum 77. Uji Pengaruh menunjukkan bahwa keaktifan memilikipengaruh sebesar 0,1 %, sedangkan keterampilan proses memiliki pengaruh sebesar0,2 % serta keaktifan dan keterampilan proses memiliki pengaruh sebesar 0,2 %. Ujibeda menunjukkan bahwa model berbasis masalah dibandingkan dengan model Kumon dan Teams Games Tournament berbasis Pendidikan Karakter tidak memiliki perbedaan.Namun secara statistika model berbasis masalah lebih baik daripada model Kumon danTeams Games Tournament berbasis Pendidikan Karakter karena memiliki nilai 84,91 lebih dari 81,81. Dapat diambil kesimpulan bahwa penelitian ini kurang efektif. Kata kunci: Kumon dan Teams Games Tournament, keaktifan, keterampilan proses