Sigit Priatmoko
Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Semarang Gedung D6 Lantai 2 Kampus Sekaran Gunungpati Semarang, 50229, Telp. (024)8508035

Published : 28 Documents
Articles

Found 28 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA MELALUI PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER DENGAN MEDIA CHEMO-EDUTAINMENT

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2008): January 2008
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kimiaberbantuan komputer antara yang berpendekatan chemo-edutainment (CET) denganyang tidak berpendekatan CET untuk materi pokok laju raksi pada siswa kelas XI SMAN11 Semarang. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik random sampling, dandiperoleh siswa kelas XI-IA 4 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI-IA 2 sebagaikelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi dantes. Analisis data terdiri atas analisis tahap awal dan analisis tahap akhir. Faktor yang ditelitiadalah peningkatan hasil belajar kognitif yang diukur dengan tes obyektif. Dari hasil penelitiandapat disimpulkan bahwa ada perbedaan peningkatan hasil belajar kimia berbantuankomputer antara yang diberi pendekatan CET dengan yang tidak diberi pendekatan CETdan peningkatan hasil belajar kimia berbantuan komputer yang diberi pendekatan CET lebihbaik daripada yang tidak diberi pendekatan CET untuk materi pokok laju reaksi pada siswakelas XI SMA Negeri 11 Semarang.Kata Kunci: hasil belajar kimia, pembelajaran berbantuan komputer, chemo-edutainment

PENGARUH MODEL LEARNING CYCLE TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2008): January 2008
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian  siswa SMA Negeri  1  Temanggung merasa  kesulitan memahami materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Hal ini dapat diatasi apabila guru menerapkan model pembelajaran learning Cycle. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model learning Cycle terhadap hasil belajar siswa SMA pada pokok bahasan kelarutan dan hasil kali kelarutan. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA semester 2 SMA Negeri  1  Temanggung  tahun  ajaran  2007/2008  yang  berjumlah  143  siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling diperoleh kelas XI  IPA-4  yang  berjumlah  36  siswa  sebagai  kelas  eksperimen  yang  pembelajarannya menggunakan model Learning Cycle dan kelas XI IPA-3 yang berjumlah 36 siswa sebagai kelas control. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa nilai post test rata-rata kelompok  eksperimen  73,79  dan  kelas  kontrol  65,28. Pengujian  terhadap  hipotesis diperoleh harga r11 = 0,53 dan  SE r11 x 1,961 = 0,30. Oleh karena harga r11 > SE r11 x 1,961 dapat  disimpulkan bahwa ada  pengaruh penggunaan model  Learning  Cycle  terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Temanggung pada pokok materi kelarutan dan hasil  kali  kelarutan  tahun  ajaran  2007/  2008. Berdasarkan hasil  perhitungan koefi sien determinasi diperoleh pengaruh sebesar 28,38%.Kata Kunci: model learning cycle

PENGARUH MEDIA PERMAINAN TRUTH AND DARE TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA DENGAN VISI SETS

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2008): January 2008
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilaksanakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh mediapermainan Truth and Dare dalam pembelajaran bervisi SETS terhadap hasil belajar siswa.Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata hasil belajar kimia siswayang diberi media permainan Truth and Dare dengan siswa yang tidak diberi media permainanTruth and Dare dalam pembelajaran bervisi SETS. Metode dokumentasi, observasi, dantes digunakan untuk mengumpulkan data. Uji kesamaan dua varians menunjukkan bahwavarians data hasil belajar kedua kelompok eksperimen tidak berbeda. Pada uji perbedaanrata-rata hasil belajar diperoleh kesimpulan bahwa rata-rata hasil belajar kelompokeksperimen I lebih baik dari kelompok eksperimen II. Pada uji ketuntasan belajar klasikal,persentase siswa kelompok eksperimen I yang telah mencapai ketuntasan belajar lebihbesar dibandingkan dengan kelompok eksperimen II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwamedia permainan Truth and Dare dalam pembelajaran bervisi SETS berkontribusi sebesar30% terhadap hasil belajar siswa. Hasil belajar kimia siswa yang diberi media permainanTruth and Dare lebih baik daripada hasil belajar siswa yang tidak diberi media permainanTruth and Dare. Dengan demikian, media permainan Truth and Dare maupun pembelajaranbervisi SETS dapat menjadi alternatif dalam pencapaian hasil belajar kimia yang lebih baik.Kata Kunci: media Truth and Dare, hasil belajar, pembelajaran bervisi SETS

KOMPARASI HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MEDIA MACROMEDIA FLASH DAN MICROSOFT POWERPOINT YANG DISAMPAIKAN MELALUI PENDEKATAN CHEMO-EDUTAINTMENT

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 2, No 2 (2008): July 2008
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan chemo-edutainment (CET) ditawarkan untuk membantu pemahaman siswa terhadap materi menggunakan media pembelajaran. Rumusan masalah penelitian adalah adakah perbedaan hasil belajar yang disampaikan melalui pendekatan CET dengan media Macromedia Flash  dan media Microsoft Powerpoint. Tujuan  penelitian  ini  untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kimia pokok bahasan Struktur Atom, Sistem Periodik, dan Ikatan Kimia yang disampaikan melalui pendekatan CET dengan media Macromedia Flash dan media Microsoft Powerpoint. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA reguler semester I SMA N 1 Ungaran tahun pelajaran 2007/2008. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, diperoleh kelas XI IPA-3 sebagai kelas eksperimen I dan kelas XI IPA-4 sebagai kelas eksperimen II. Analisis tahap awal dilakukan uji normalitas dan homogenitas populasi, diperoleh data nilai ketiga kelas terdistribusi normal dan homogen. Analisis  tahap  akhir meliputi  uji  normalitas,  uji  kesamaan  dua  varians,  dan  uji  hipotesis diperoleh data nilai hasil belajar kedua kelas sampel terdistribusi normal dan homogen, uji hipotesis diperoleh thitung= 2,6492 sedangkan ttabel = 1,66. Simpulan penelitian ini adalah ada perbedaan hasil belajar kimia siswa yang disampaikan melalui pendekatan CET dengan media Macromedia Flash dan media Microsoft Powerpoint pada pokok bahasan Struktur Atom, Sistem Periodik, dan Ikatan Kimia. Kata Kunci: chemo-edutainment, macromedia flash

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER DENGAN PENDEKATAN CHEMO-EDUTAINMENT TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 2, No 2 (2008): July 2008
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan media pembelajaran berbasis komputer dengan pendekatan Chemoedutainment(CET) merupakan salah satu alternatif proses pembelajaran kimia yang variatifdan mampu meningkatkan hasil belajar kimia siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiada tidaknya pengaruh positif penggunaan media pembelajaran berbasis komputer denganpendekatan CET terhadap hasil belajar kimia siswa kelas XI SMA Negeri 16 Semarang.Populasi penelitian terdiri atas 78 siswa yang terbagi ke dalam 2 kelas. Kelas XI–IA 1 sebagaikelompok eksperimen diberikan pembelajaran menggunakan media berbasis komputerdengan pendekatan CET dan kelas XI-IA 2 sebagai kelompok kontrol yang diberikanpembelajaran secara konvensional. Berdasarkan hasil analisis uji kesamaan dua rata-ratadata hasil pre test, diketahui bahwa kedua kelompok berangkat dari kondisi awal yang sama.Hasil uji t data post test menunjukkan bahwa rata-rata hasil post test kelompok eksperimenlebih baik dibanding kelompok kontrol. Analisis pengaruh penggunaan media pembelajaranberbasis komputer dengan pendekatan CET menghasilkan harga koefi sien korelasi biseri(rb) sebesar 0,676 dengan pengaruh positif terhadap hasil belajar sebesar 45,70%. Kata Kunci: media berbasis komputer, chemo-edutainment

PENGARUH MEDIA VIS UAL DI RUANG KELAS TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 3, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam belajar, seseorang harus dapat berinteraksi dengan lingkungan Untuk ituruang kelas harus dirancang sedemikian rupa agar tercipta suatu situasi interaktif yangkondusif sebagai tempat belajar. Salah satu cara agar ruang kelas menjadi interaktifadalah dengan cara memasang media visual di dinding ruang kelas. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui pengaruh media visual di ruang kelas dan seberapa besar pengaruhnyaterhadap minat dan hasil belajar kimia siswa materi pokok larutan elektrolit dan konsepredoks kelas X di SMA Negeri 1 Boja. dimana kedua kelompok sampel tersebut diberiperlakuan yang berbeda. Kelompok sampel dalam penelitian ini adalah kelas X-4 sebagaikelompok eksperimen dan kelas X-7 sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberipembelajaran menggunakan media visual di ruang kelas, sedangkan kelompok kontroldiberi pembelajaran tanpa menggunakan media visual Hasil penelitian diperoleh bahwaada pengaruh media visual di ruang kelas yaitu sebesar 57,2964%. Media visual di ruangkelas dapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa kelompok eksperimen rata-rata sebesar3,20 dengan kisaran nilai 0-10. Penggunaan media visual di ruang kelas berpengaruhterhadap minat belajar kimia siswa. Hal ini ditunjukkan dari presentase minat belajar kimiasiswa kelompok eksperimen (70,67%) yang lebih tinggi dari pada minat belajar kimia siswakelompok kontrol (48,54% ). Kata Kunci: media visual, minat, hasil belajar kimia

ANALISIS KESULITAN BELAJAR KIMIA SISWA SMA DALAM MEMAHAMI MATERI LARUTAN PENYANGGA DENGAN MENGGUNAKAN TWO-TIER MULTIPLE CHOICE DIAGNOSTIC INSTRUMENT

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 4, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui letak kesulitan, faktor penyebab, dan caramengatasi kesulitan siswa dalam memahami materi larutan penyangga. Penelitian dilakukandi SMA Negeri 1 Pemalang dengan subjek penelitian sebanyak 126 siswa kelas XI PSIA.Penelitian dilakukan melalui observasi proses pembelajaran, tes tertulis dengan Two-tierMultiple Choice Diagnostic Istrument, dan wawancara. Letak kesulitan siswa untuk konseppada materi larutan penyangga adalah (1) konsep pengertian larutan penyangga 35,52%,(2) konsep perhitungan pH dan pOH Larutan Penyangga dengan menggunakan prinsipkesetimbangan 26,03%, (3) konsep perhitungan pH larutan penyangga pada penambahansedikit asam atau basa 40,83%, dan (4) konsep fungsi larutan penyangga dalam tubuhmakhluk hidup dan dalam kehidupan sehari-hari 68,26%. Faktor penyebab kesulitansiswa antara lain kurangnya minat dan perhatian siswa pada saat proses pembelajaranberlangsung, kurangnya kesiapan siswa dalam menerima konsep baru, kurangnyapenekanan pada konsep-konsep prasyarat yang penting, penanaman konsep yang kurangmendalam, strategi belajar, dan kurangnya variasi latihan soal. Cara mengatasi kesulitansiswa dalam memahami materi larutan penyangga adalah meningkatkan minat dan perhatiansiswa pada saat proses pembelajaran berlangsung, mengkondisikan siswa agar siap dalammenerima konsep baru, pembahasan dan penanaman konsep-konsep prasyarat secaramendalam, serta banyaknya latihan soal yang bervariasi.Kata kunci:Two-tier Multiple Choice Diagnostic Instrument

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA FISIKA 5 DENGAN PENDEKATAN CHEMO-ENTREPRENEURSHIP MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 4, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Physical Chemistry 5 is a main and diffi cult course for students because of itsrelation to microsspic properties and abstract with the result that the visualization isnecessity. Therefore, the appealing learning that can manure the students’ creativenessand innovation and motivate students to be entrepreneurs is necessity. Such learning is alearning using chemo-entrepreneurship (CEP) approach. Lesson study activity is potentialin learning community and collaboration development effectively. Therefore, the learning ofPhysical Chemistry 5 using CEP approach through lesson study activity is necessity. Thisresearch was aimed to improve the students’ achievement on Physical Chemistry 5 lectureusing CEP approach through lesson study activity. This research was conducted by quasiexperiment method involving students on seventh semester of Chemistry Programme assubject. Lesson study activity was conducted by three stages i.e. planning, doing, andrefl ecting. The instrument of research included the achievement test, observation sheets,and questionnaire sheets. The results showed that the achievement of experimental groupwas higher than of controlled group. The learning completeness of experimental group washigher than of controlled group. It was shown that this learning can improve students’ life skill. Key words: achievement, chemo-entrepreneurship, lesson study

PENGARUH PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING BERORIENTASI HOTS (HIGHER ORDER THINKING SKILLS) TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 7, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the effect of problem solving learning with HOTS (Higher Order Thinking Skills) oriented on the results of class X students of chemistry subject on the concept of electrolyte solution and redox. The population are 286 high school students of class X in Semarang. Sampling is done by cluster random sampling technique, one was selected as the experimental class and one as a control class. The average value of cognitive learning outcomes  1051  for experimental class 84.06, while the control class 77.60. Both classes are normally distributed and have the same variance, whereas the t test of the two-part generated -t table (-2.00)<t count (4.32)>t table (2.00) which means there is a significant difference between the two classes. On the right side of the t test obtained t count (4,32)>t table (1,67) which means that the average students cognitive learning outcomes experimental class was better than the control class. The results of the correlation analysis obtained r=0.5079, so it was significant with coefficient of determination of 25.79%, which means the use of problem solving learning with HOTS oriented has contribution 25.79% on the student learning outcomes, whereas 74.21% is explained by other variables. It can be concluded that the use of problem solving learning with HOTS oriented have positive effect on students learning outcomes. Problem solving learning can stimulate students higher order thinking skills such as critical and creative thinking.

PENGARUH PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING BERORIENTASI HOTS (Higher Order Thinking Skills) TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 6, No 2 (2012): July 2012
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran problem solving berorientasi HOTS (Higher Order Thinking Skills) terhadap hasil be/ajar kimia siswa kelas X materi pokok larutan elektrolit dan konsep redoks. Populasinya adalah 286 siswa kelas X suatu SMA di Semarang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling dengan satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Rata-rata nilai hasil be/ajar kognitif kelas eksperimen sebesar 84,06, sedangkan kelas kontrol 77,60. Kedua kelas berdistribusi normal dan mempunyai varians yang sama, sedangkan pada uji t dua pihak dihasilkan -trabel (-2,00)<thitung(4,32)>ttabei(2,00) yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelas. Pada uji t satu pihak kanan diperoleh thitung (4,32)>trabe1 (1,67) yang berarti bahwa rata-rata hasil be/ajar kognitif siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Hasil analisis korelasi diperoleh angka r=0,5079, sehingga signifikan dengan harga koefisien determinasi sebesar 25, 79%, berarti penggunaan pembe/ajaran problem solving berorientasi HOTS memiliki kontribusi sebesar 25,79% terhadap hasil be/ajar siswa, sedangkan 74,21% dijelaskan oleh variabel lain. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan pembelajaran problem solving berorientasi HOTS berpengaruh positif terhadap hasil be/ajar kimia siswa. Pembelajaran problem solving dapat merangsang kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa seperti berpikir kritis dan kreatif.