Articles

Found 34 Documents
Search

EVALUASI DISAIN TRITISAN PLAT BETON UNTUK PERUMAHAN DI SEMARANG Prianto, Eddy
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2004: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL-HASIL PENELITIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7269.483 KB)

Abstract

Disain tritisan suatu bangunan tropis sangatlah bervariasi. Hal ini sangat penting dalam usaha mengatasi pancaran sinar matahari dan tampias curah hujan yang masuk dalam bangunan.Kecenderungan yang berkembang di lapangan, pemakaian tritisan sudah tidak lagi memperhatikan fungsi awalnya. Hal ini ditunjukkan dengan pemakaian tritisan diatas pintu & jendela-jendela pada bangunan di kota Semarang yang berdimensi kurang dari 1.00m.Tulisan ini bertujuan untuk mengevaluasi kembali ketepatan pemakaian tritisan datar kecil tersebut dan bagaimana sebaiknya untuk bangunan perumahan di Kota Semarang ?Penelitian yang didukung dengan sarana simulasi komputer ini, memungkinkan kita untuk mendapatkan banyak animasi dan variasi temuan, disamping effisensi waktu dibanding penelitian lapangan. Pada akhirnya didapatkan bahwa bangunan dikota Semarang harus lebih serius mempertimbangkan bentuk dan dimensi tritisan orientasi ke Utara. Rasio tinggi bangunan dan lebar tritisan 2:3 untuk orientasi Utara dan 1:3untuk orientasi Selatan.
Pengaruh Bukaan Terhadap Kenyamanan Thermal pada Bangunan Publik di Daerah Tropis ( Studi kasus : Masjid Raya Al-Mashun Medan ) Amin, Muhammad; Danusputra, Hernowo; Prianto, Eddy
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2004: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL-HASIL PENELITIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9648.368 KB)

Abstract

Bangunan yang baik adalah hangunan yang dapat mewadahi semua aktifitas penggunanya. Masjid sebagai salah satu bangunan ibadah bagi agama islam, yang mewadahi segala kegiatan ritual ibadah. Sebagai salah satu contoh kegiatan ibadah yang dilaksanakan di dalam masjid adalah shalat. Dimana dalam pelaksanakan ibadah shalat terkait di dalamnya bahwa pengguna berada dalam kenyamanan fisik maupun psikologis dimana akan tercapainya maksud dari ibadah tersebut yaitu untuk mendekatkan diri kepadaNyaDisini yang dapat diukur adalah kenyamanan thermal para pengguna bangunan Masiid dan memperbandingkannya dengan program kenyamanan yang telah dipublikasikan oleh DR. Riciard de Dear. Akan dilihat sejauh mana pengaruh bukaan terhadap kenyamanan thermalpada saat pengukuran langsung di lapangan dengan sensasi thermal yang dirasakan oleh para pengguna bangunan. Disini akan dibahas Masjid Raya Al-Mashun Medan sebagai studi kasus dari penulisan ini
ALTERNATIF DISAIN ARSITEKTUR DAERAH TROPIS LEMBAB DENGAN PENDEKATAN KENYAMANAN THERMAL Prianto, Eddy
DIMENSI (Jurnal Teknik Arsitektur) Vol 30, No 1 (2002): JULY 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One important challenge to provide comfort in tropical humid region is an elevated air temperature and a high relative humidity. In this climate, it could be solved by providing high interior air flows. Air flows in building theoretically needed to restore comfort , therefore, the buildings should be designed to provide cross ventilation. Air movements inside a building depend not only on external wind velocity, but also a number of architectural design element. This study aims to find out the effect of architectural design in naturally ventilated building to obtain thermal comfort in tropical humid regions. The applicability of some architectural design elements such as balcony configuration, and internal division established by numerical modelled was assessed. The analysis shows that balcony configurations and interior division plays a significant role in modifying the indoor thermal condition but it doesnt always need a higher air speed. Abstract in Bahasa Indonesia : Suhu udara dan tingkat kelembaban yang tinggi (T>28°C, RH >70%) di daerah tropis lembab merupakan suatu kendala untuk mendapatkan kenyamanan. Namun hal ini dapat diatasi dengan penciptaan aliran udara di dalam ruangan dengan kecepatan yang cukup tinggi.Sirkulasi udara di dalam ruangan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan udara exterior tetapi juga oleh penempatan element design arsitektur. Study ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari design arsitektur suatu bangunan berventilasi alamiah dalam tercapainya situasi nyaman. Beberapa alternative design arsitektur seperti keberadaan balkon dan penataan tata ruang interior yang dibangun dengan modelisasi numerik diuji coba dalam penelitian ini. Hasil analisis menunjukan bahwa keberadaan balkon dan penataan interior mempunyai peranan yang signifikan dalam usaha memperbaiki kondisi kenyamanan thermal di dalam ruangan, akan tetapi hal tersebut tidaklah selalu membutuhkan kecepatan udara yang tinggi. Kata kunci: Daerah tropis lembab, kenyamanan thermal, design arsitektur, simulasi numerik,kecepatan udara di dalam ruangan.
PROFIL PENUTUP ATAP GENTENG BETON DALAM EFFESIENSI KONSUMSI ENERGI LISTRIK PADA SKALA RUMAH TINGGAL Prianto, Eddy; Dwiyanto, Agung
MODUL Vol. 13 No. 1 Januari –Juni 2013
Publisher : MODUL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.661 KB)

Abstract

Hingga bulan oktober 2012, Isyu kenaikan harga BBM kini menjadi ajang mencari simpati masyarakat luas oleh kalangan politik, karena mereka mengetahui bahwa kuota terbesar dari pemakaian listrik di Indonesia ada pada masyarakat kalangan menengah kebawah (wong cilik), terutama pada sektor rumah tinggal. Satu sisi, fenomena pendekatan Arsitektur Green kini juga sedang jadi ‘trend’ diberbagai kalangan, letlebih pada dunia Perancangan Arsitektur. Karena salah satu aspek Effesiensi energy berada pada satu diantara 6 (enam) parameter ranking Green Building, baik pada standart Green versi LEED-Internasional ataupun GBCI (Green Building Council Indonesia) Dua beban panas dalam suatu bangunan yang mempengaruhi kenyamanan penghuni, yaitu beban internal (aktivitas penghuni) dan beban eksternal (salah satunya peran kulit bangunan). Mencapai 40% konsumsi listrik rumah tinggal dalam mengatasi suhu panas ruangan disebabkan perangaruh keberadaan aspek kulit bangunan ini. Kulit bangunan berupa atap rumah tinggal berperan secara fungsional dalam memberikan perlindungan terhadap iklim (pancaran sinar matahari dan hujan), disamping perannanya secara estetis yang juga dibutuhkan oleh masyarakat kita. Dari beberapa ragam material atap (genteng tanah, genteng beton, polycarbonate, seng dan asbes)yang diuji cobakan pada RUMAH MODEL, ternyata posisi bahan atap ini menunjukan adanya  profil penurunan suhu dalam ruangan secara signifikan. Untuk daerah panas, seperti kota Semarang, pemakaian bahan penutup atap berupa Genteng Beton dapat menekan konsumsi energy hingga 17% dibanding material lain. Kata kunci : Bahan Penutup Atap, Effesiensi Listrik, Rumah Tinggal, Model, Green Design
GEDUNG PAMER DAN PERAGA IPTEK KELAUTAN DI SEMARANG ratna, desy; prianto, eddy; setioko, bambang
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi setiap tahunnya semakin berkembang pesat, hal ini ditunjukkan dengan adanya berbagai macam teknologi yang dapat memudahkan manusia khususnya siswa dalam memahami pelajaran. Indonesia memiliki kekayaan alam berupa dasar laut yang beragam, namun tidak semua masyrakat Indonesia mengetahui hal ini sehingga masih banyak masyarakat yang belum sadar untuk menjaga dan melestarikan lingkungan laut. Berdasarkan Keputusan Menteri No. 75/M/Kp/XI/2001 perlu adanya wadah mengenai IPTEK di setiap provinsi, kenyataanya Indonesia hanya memiliki empat wadah, diantaranya Taman Mini Indonesia Indah (Jakarta), Taman Pintar (Yogyakarta), Science Center Trams Studio (Bandung), IPTEK Sundial (Padalarang). Kota Semarang yang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah memiliki dua buah pintu masuk kedalam Provinsi Jawa Tengah, yaitu ditunjukan dengan adanya Pelabuhan Tanjung Mas dan Bandara Internasional Ahmad Yani. Namun dengan potensi tersebut Semarang belum mampu mengolah dan mengembangkannya, terutama disektor pariwisata. Sedangkan disektor masyarakat dan pendidikan, Semarang memiliki 6 universitas negeri. Salah satu diantaranya merupakan universitas terbaik di Jawa Tengah yaitu Universitas Diponegoro, dengan kata lain masyarakat kota Semarang mempunyai kualitas pelajar yang berkompeten, hanya saja kurangnya fasilitas edukasi yang dapat mendukung kualitas masyarakat kota Semarang.
STADION AKUATIK DI BANDUNG ahmadi, ichsan; prianto, eddy; setioko, bambang
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prestasi Indonesia di bidang olahraga air yang semakin meningkat, namun terdapat kekurangan dalam perkembangan proses pembibitan dan pelatihan bagi atlet-atlet renang Indonesia untuk generasi yang akan datang. Salah satu faktor kekurangannya dikarenakan oleh fasilitas-fasilitas olahraga renang yang belum memadai, melainkan hanya terdapat satu stadion olahraga renang yang sesuai dengan standar kompetisi dengan vanue yang memadai baik skala nasional maupun internasional yaitu Jakabaring Aquatic Stadium di Palembang. Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan ajang pentas olahraga paling megah di Indonesia yang diselenggarakan setiap empat tahun. Sebagai ibukota Jawa Barat, Bandung terpilih sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun 2016. Salah satu tanggapan dari pemerintah Provinsi Jawa Barat yaitu pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membangun kolam renang bertaraf nasional maupun internasional sebagai persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun 2016.
Evaluasi Keberadaan Pohon Pada Perumahan Di Daerah Perbukitan Terhadap Peraturan Menteri PU Nomor 05/Prt/M/2008 Kurniawan, Andri; Murtini, Titien Woro; Prianto, Eddy
MODUL Vol 14, No 2 (2014): MODUL Volume 14 No.2 Tahun 2014
Publisher : MODUL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.575 KB)

Abstract

Pembangunan perumahan merupakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan akan tempat tinggal. Kawasan perbukitan menjadi sasaran pengembang untuk mendirikan suatu hunian dengan potensi view yang menarik.  Sesuai Kebijakan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum, Nomor: 05/PRT/M/2008 Tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan, seharusnya menjadi acuan bagi para pengembang  dalam penyediaan RTH untuk perumahannya. Namun,  yang terjadi saat ini, RTH  yang disediakan oleh developer (pengembang) perumahan justru sudah banyak dirubah oleh pemilik rumah, baik itu berubah fungsi maupun berubah bentuk, sehingga ruang terbuka hijau yang disediakan pengembang sudah tidak sesuai lagi dengan desain awal perumahan. Studi kasus penelitian dilakukan di  Perumahan  Syailendra,  Villa Pinus dan Villa Krista yang terdapat di Daerah Gedawang, Kota Semarang. Hasil penelitian membuktikan bahwa terjadi  perubahan pada RTH di tiga lokasi studi kasus namun mayoritas masih sesuai dengan peraturan yang ada. Faktor luas perkerasan, lamanya masa huni, serta adanya reward dan punishment akan berpengaruh tehadap jumlah pepohonan yang ada. Reward dan punishment dapat digunakan sebagi tools yang akan menjaga kelangsungan RTH di kawasan perumahan di daerah perbukitan. Kata Kunci : Perumahan, Peraturan Pemerintah, RTH
Simulasi Intensitas Suara Dari Model Bukaan Jendela Pada Bangunan Kuno Di Semarang Prianto, eddy; Roesmanto, Totok; Sujono, Bambang
MODUL Vol 14, No 2 (2014): MODUL Volume 14 No.2 Tahun 2014
Publisher : MODUL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.082 KB)

Abstract

Keberadaan dan keberlangsungan bangunan kuno di Indonesia, konfigurasi arsitekturnya telah banyak mengalami evolusi yang kuat dalam upaya menyesuaikan iklim tropis lembab. Dan kondisinya sekarang hingga kini tetap eksis telah membuktikan atau telah teruji karena dalam merespond factor iklim setempat. Salah satu karekter bangunan colonial tersebut adalah deminsi bukaan jendela yang besar dalam upaya merespond iklim panas dan minimnya kecepatan udara yang masuk dalam ruangan dari suatu bangunan dis suatu perkotaan, seperti yang ditemukan di Kota Semarang. Kini, dengan effek dari perkembangan kota yang pesat, faktor eksternal yang kerap kita jumpai pada suatu perkotaan besar adalah kebisingan yang kini menjadi tuntutan suatu disain bangunan. Apakah disain keberadaan jendela pada suatu bangunan kuno tersebut telah mempertimbangkan effek ini pada jamannya ? Karena keberhasilan mengatasi permasalahan lingkungan dan iklimnya merupakan point dalam usaha pelestariannya. Pengamatan pada jendela berdaun ganda pada sebuah bangunan kuno di Semarang dijadikan studi kasus untuk menjawab pertanyaan tersebut. Dan dari pensimulasian terhadap 6 (enam) model bukaan jendela, terbukti bahwa pilihan kualitas suara didapatkan dengan mengoperasionalkan type-type bukaan jendelanya, sehingga kenyamanan penghuni dalam gedung ini ditentukannya sendiri dalam usaha merespond kebisingan yang tidak dikehendaki. Artinya konstruksi jendela seperti ini ternyata bukan hanya sekedar berfungsi memasukan suara / menghindari kebisingan yang tidak dikehendaki, tetapi jupi juga berperan dalam mengatur kualitas suara. Semoga keberadaannya dapat mendukung usaha pelestarian bangunan kuno yang lain dan menginspirasi disain bangunan masa kini.
Trees Configuration Model for Hot Humid Tropic Urban Parks Wardoyo, Jono; Budihardjo, Eko; Prianto, Eddy; Nur, Muh
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 9, No 2 (2011)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Main climatic thermal problems in urban park in hot humid tropic area are how to minimize high solar radiation and to optimize the wind. Trees have potentials in ameliorating urban park microclimate. Trees configuration is one of determining factors to get benefit of vegetation potential in hot humid urban park.Microclimate simulation of 3 (three) different tree configurations in selected urban park model is carried out with three-dimensional numerical model, ENVI-Met V.3.1 which simulates the microclimatic changes within urban environments in a high spatial and temporal resolution. The simulation results show that an east – west orientation tree line configuration model has a higher temperature reduction compared with the base case model.Keywords: Urban park, hot humid tropic, tree configuration model
RUANG DAGANG DI KOTA LAMA KUDUS Sardjono, Agung Budi; Nugroho, Satrio; Prianto, Eddy
MODUL Vol 15, No 1 (2015): Modul Volume 15 Nomer 1 Tahun 2015
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik UNDIP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.3 KB)

Abstract

Masyarakat Kudus dikenal sebagai masyarakat Pedagang Santri. Dua aspek kehidupan penting pada masyarakat ini adalah Perdagangan dan Keagamaan. Kehidupan sebagai masyarakat muslim sangat mewarnai keseharian masyarakat Kudus. Hal ini menimbulkan pertanya’an, bagaimana dengan aspek perdagangan yang seolah menjadi sisi lain dan penyeimbang religiositas terhadap bentukan arsitekturnya?. Penelitian ini bertujuan untuk menggali kehidupan perdagangan masyarakat Kudus dan cerminannya pada bentuk arsitektur rumah tinggalnya. Penelitian dilakukan dibawah paradigma penelitian kualitatif. Data digali dari beberapa responden yang mewakili ragam kegiatan perdagangan masyarakat serta arsitektur rumah tinggalnya. Analisa dilakukan langsung dilapangan yang mengarah pada konsep dibalik kegiatan terpola serta kaitannya dengan arsitektur sebagai wadah kegiatan tersebut. Temuan penelitian berupa konsep “ruang dagang” pada masyarakat Kudus. Terdapat dua macam kegiatan dagang yakni yang menyangkut tahapan produksi serta tahapan distribusi. Kegiatan dagang dilakukan dengan memanfaatkan ruang-ruang yang ada atau mengadakannya secara tersendiri manakala kegiatan yang ada mulai berkembang besar. Ruang dagang ini merupakan ruang publik di rumah yang mempunyai pencapaian langsung ke luar untuk kegiatan dagang atau tidak langsung untuk kegiatan produksi.