Agus Priambodo
Staf Pengajar Bagian Bedah FK Undip Semarang

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETERLAMBATAN BEROBAT PADA PASIEN PATAH TULANG YANG MENGGUNAKAN SISTEM PEMBIAYAAN JAMKESMAS (Studi Kasus di RS dr. Kariadi Semarang) Sari, Ayu Puspita; Priambodo, Agus; Pramono, Dodik; Yudhanto, Eka; Budijitno, Selamat
MEDIA MEDIKA MUDA 2012:MMM VOLUME 1 NUMBER 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Background : Delayed treatments made bone fracture cases more difficult and required more intensive treatments. The Jamkesmas program was created to give the poor and the needy easy access to get health services.Aims : To analyze factors related to the delayed treatment on bone fracture patients who used Jamkesmas payment method in dr. Kariadi Hospital in Semarang.Methods : The type of this research is observational analysis with cross sectional design. The research was held from May 2012 until June 2012, at the Surgery in-patient installation of dr. Kariadi Hospital in Semarang. Interviews were conducted to patients by using questionnaires. Chi Square and Fischer exact test were used for the statistical test.Results : There are 90% of patients who do not have delayed treatment (< 72 hours) and 10% who have delayed treatment (> 72 hours). Most patients have low level of education (72%), sufficient level of knowledge about bone fracture (55,1%), good level of knowledge about Jamkesmas (69%), have good attitude toward bone fracture (96,6%), and have medical behaviors in searching for initial treatment of bone fracture (82,8%). Most of health facilities are affordable (96,9%). There is a significance between patient behaviors in searching for initial treatment of bone fracture (p<0.05) with the delayed treatment on patients who use Jamkesmas. There is no significance between the level of education (p>0.05), level of bone fracture knowledge (p>0.05), level of Jamkesmas knowledge (p>0.05), the affordable health facilities (p>0.05) and attitude toward bone fracture (p>0.05) with the delayed treatment on patients who used Jamkesmas.Conclusion : The patient behaviors in searching for initial treatment of bone fracture has a significant relationship with the delayed treatment on bone fracture patients who used Jamkesmas.Key words: delayed treatment, bone fracture, Jamkesmas
KUALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA KASUS BEDAH ORTHOPEDI DI BANGSAL BEDAH RSUP Dr. KARIADI Waridiarto, Dimas Susilo; Priambodo, Agus; Lestari, Endang Sri
JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 4, No 4 (2015): MEDIA MEDIKA MUDA
Publisher : Jurusan Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping yang merugikan seperti timbulnya resistensi terhadap antibiotik. Penggunaan antibiotik tanpa indikasi yang jelas banyak terjadi pada kasus bedah, saat ini data tentang kualitas penggunaan antibiotik pada kasus bedah masih belum banyak tersedia.Tujuan: Mengetahui kualitas penggunaan antibiotik pada kasus bedah orthopedi di bangsal bedah RSUP Dr. KariadiMetode: Penelitian dengan desain deskriptif dilakukan di bangsal bedah RSUP Dr. Kariadi dengan subjek penelitian 50 pasien bedah orthopedi yang menjalani operasi. Data diperoleh dari catatan medik yang dianalisis menggunakan kriteria Gyssens untuk menentukan kualitas antibiotik.Hasil: Dari 150 peresepan, penggunaan antibiotik yang rasional (kategori I) sebesar 45,3% dan penggunaan antibiotik yang tidak rasional (kategori IIIA, IVD, dan V) sebesar 53,3%Kesimpulan: Kualitas penggunaan antibiotik pada kasus bedah orthopedi di bangsal bedah RSUP Dr. Kariadi masih belum sesuai dengan yang diharapkan.
KUANTITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN BEDAH ORTOPEDI RSUP DR. KARIADI SEMARANG Haryanto, Anangga; Priambodo, Agus; Lestari, Endang Sri
JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Jurusan Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.308 KB)

Abstract

Background : The development of technology nowadays gives a lot of benefits, however it creates some negative effects such as decreasing physical activity that can cause obesity in the population. Obesity creates some chronic diseasessuch as cancer and heart disease. The composition of body consists of fat mass and fat free mass. Zumba is one of the most popularphysical exercise that can decrease percentage of body fat.Aim : To observe the effect of Zumba exercise on body fat percentage in young females.Method: This is an analytic observasional study with cross sectional design. Research subjects were females aged 20-25 years who experienced Zumba exercise (n=24). The percentage of body fat was measured with Bioelectric Impedance Analysis (Glass Body Analyzer 835) weight scales. Correlation between the period of Zumba exercise and body fat percentage was analyzed using Spearman’s rho correlation test.Results: The body fat percentage in subjects who were conducted Zumba for ≥8 weeks was lower compared to subjects who were conducted Zumba for <8 weeks. The body fat percentage average in subjects who experienced Zumba for<8 weeks is 31,97 ± 5,27 with 25,7 was the lowest score and 42,9 was the highest score, and the average percentageof subjects who experienced Zumba for ≥8 weeks was 27,47±2,96 with 22,6 was the lowest score and 42,9 was the highest. There was a negative correlation with moderate degree of body fat percentage with Zumba exercise (r=-0,421; p=0,04) in Spearman’s rho test.Conclusion : The study found thedifferences between the average of body fat percentage in subjectswhoexperiencedZumbaexercisefor<8 weeks and≥8weeks. This study also showed a negative correlation with moderate degree between body fat percentage and Zumba exercise period.
Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok dengan Permainan Kartu Karir Terhadap Sikap Pilihan Karir Priambodo, Agus
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 6 No 3 (2017): September 2017
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to find out whether the guidance group with a media career card game can have an effect on the attitudes of students career choice. This type of research uses experimental research design research with one group pre test and post test. The population in this research is the grade IX E SMP N 1 Ungaran which amounted to 35 students. The sampling technique using a purposive sampling, with a sample of 10 students. Data collection tools using interviews and career options attitude scale. Analytical techniques descriptive data using the wilcoxon test and the percentage of pairs match. Research results show that the attitude of students career choice before and after given the guidance group with media card game career experienced an increase of 11,82%. It indicates that the guidance group with a media career card game media effect on the attitude of students career choices.
PERBANDINGAN UJI TARIK DUA SKRUP PEDIKEL DENGAN PENGHUBUNG ANTARA METODE MAGERL DAN METODA ROY CAMILLE (Suatu penelitian biomekanik dengan model vertebra thorakolumbal cadaver) Priambodo, Agus; Sapardan, Subroto
Media Medika Muda Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pedikel adalah bagian yang terkuat dari vertebra. Dalam pemasangan skrup pedikel, yang cukup popular dilakukan di Indonesia adalah metoda menurut Magerl dan Roy Camille. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur selisih kekuatan fiksasi dua skrup pedikel antara teknik pemasangan menurut Magerl dan teknik pemasangan menurut metoda Roy Camille.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian biomekanik yang dilaksanakan dengan disain penelitian eksperimental.Hasil: Dengan metode Roy Camille, nilai rata-rata kekuatan tarikan yang dibutuhkan untuk terjadinya pullout adalah sebesar 2016,7 Newton, sedangkan dengan metode Magerl sebesar 1891,7 Newton. Mean perbandingan kekuatan melawan tarikan antara kedua metode sebesar 125, dengan standar deviasi 113,1. dengan menggunakan uji rangking Wilcoxon menunjukkan bahwa perbedaan kekuatan melawan tarikan antara kedua metode bermakna (p=0,002 )Simpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna pada kekuatan yang dibutuhkan untuk melepas dua skrup pedikel yang dipasang menurut metode Roy Camille dengan yang dipasang menurut metode Magerl. Kata kunci: skrup pedikel, Roy Camille, Magerl
HUBUNGAN JENIS TOTAL HIP ARTHROPLASTY TERHADAP DERAJAT FUNGSIONAL PANGGUL DAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN FRAKTUR COLLUM FEMORIS Perwiraputra, Reinardo Dafon; Priambodo, Agus; Julianti, Hari Peni
JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.831 KB)

Abstract

Latar Belakang Insidensi fraktur collum femoris meningkat seiring dengan usia dan merupakan fraktur paling sering pada usia lanjut. Salah satu penanganan fraktur collum femoris adalah dengan Total Hip Arthroplasty (THA) dimana tindakan ini berhubungan dengan derajat fungsional panggul dan kualitas hidup.Tujuan Menganalisis hubungan antara jenis THA terhadap derajat fungsional panggul dan kualitas hidup pada pasien fraktur collum femoris.Metode Penelitian observasional analitik studi belah lintang menggunakan data rekam medis serta kuesioner SF-36 dan Hip Score pada pasien fraktur collum femoris yang mendapatkan tindakan THA di RSUP Dr. Kariadi.Hasil Terdapat 25 kasus yang ditemukan, terdiri dari 12 kasus cemented  dan 13 kasus uncemented. Dari 12 pasien yang dilakukan cemented THA, 11 diantaranya termasuk dalam SF-36 kategori baik sedangkan 1 pasien kategori buruk. Dari 13 pasien yang dilakukan uncemented THA, 12 diantaranya termasuk dalam SF-36 kategori baik sedangkan 1 pasien kategori buruk. Pada pemeriksaan Hip Score, dari 12 pasien yang dilakukan cemented THA, 9 diantaranya tidak ada keluhan, 2 pasien kategori ringan-sedang, dan 1 pasien kategori sedang-berat. Pada 13 pasien yang dilakukan uncemented THA, 11 diantaranya tidak ada keluhan, 1 pasien kategori ringan-sedang, dan 1 pasien kategori sedang-berat. Hubungan jenis THA terhadap derajat fungsional panggul dan kualitas hidup pada pasien fraktur collum femoris adalah tidak bermakna (p > 0,05).Kesimpulan Tidak ada perbedaan derajat fungsional panggul dan tingkat kualitas hidup terhadap jenis THA.