Articles

ANALISA DEFORMASI TANAH LEMPUNG BENTONITE Tama A, Wahyu Adi; Priadi, Eka; ., Aprianto
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3704.806 KB)

Abstract

Tanah lempung merupakan jenis tanah yang memiliki sifat kompresibeldan plastis. Kedua sifat ini jika ditambah dengan angka pori yangtinggi, merupakan unsur yang mendukung proses pengembangan ( swelling)pada tanah. Tanah akan mengalami penurunan atau penyusutan volume jika diberipembebanan. Penyusutan yang terjadi akan lebih besar pada tanah yang memilikikandungan air lebih tinggi karena air sebagai pembasah pada partikel tanah akanmenghasilkan efek pemadatan yang lebih besar. Tanah lempung yang telahmengalami penyusutan tersebut jika mengalami kontak dengan air akan menunjukkanperilaku khas partikel lempung yang akan menarik molekul air dengan kemampuanyang bergantung pada jenis dan jumlah kandungan mineral yang terdapat padamineral tersebut. Penelitian ini ingin menyelidiki seberapa besar pengembangandan tekanan pengembangan pada tanah lempung bentonite yang diamati denganbeberapa kadar air yang berbeda. Untuk menunjang penelitian utama tersebutdilakukan penelitian atas indeks properti untuk menjelaskan perilakutanah lempung bentonite. Hasil yang didapat yaitu tanah lempung bentonite yangdiamati merupakan tanah dengan kadar plastisitas tinggi. Nilai maksimumdari indeks plastisitas lempung sebesar 26,499 %. Mineral lempung yangterkandung pada tanah tersebut yaitu jenis montmorillonite dengantingkat pengembangan yang tinggi. Pengukuran besarnya swelling dengancara CBR rendam diperoleh swelling sebesar 8,532 %, sertapengukuran swelling pressure dengan menggunakan alat geonor swellingtest diperoleh nilai sebesar 4,438 kg/cm². Kata-kata kunci:  tanah lempung, pengembangan, mineral lempung, indeksproperti
STUDI PEMAMPATAN TANAH TIMBUNAN REKLAMASI PELABUHAN KENDAWANGAN KABUPATEN KETAPANG ., Fery; Priadi, Eka; ., Aprianto
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.979 KB)

Abstract

Penurunan Konsolidasi (Consolidation Settlement) adalah perpindahan vertical permukaan tanah sehubungan dengan perubahan volume pada suatu tingkat dalam proses konsolidasi. Penurunan massa tanah dikontrol oleh perubahan tegangan massa tanah, beban struktur diatas tanah dan penurunan muka air tanah.Tanah akan mengalami penurunan atau penyusutan volume jika diberi pembebanan. Penyusutan yang terjadi akan lebih besar pada tanah yang memiliki kandungan air lebih tinggi karena air sebagai pembasah atau pelumas pada partikel tanah akan menghasilkan efek pemadatan yang lebih besar. Penggunaan daya dukung dari perkuatan tanah harus lebih besar dari beban timbunan. Perkuatan tanah dengan menggunakan cerucuk (dolken) dapat divariasikan dengan diameter dan panjang yang berbeda dengan cerucuk existing, dengan menambah jumlah cerucuk, karena dapat menaikan daya dukung.
Uji Beban Lateral Pada Tiang Spunpile Pada Pembangunan PLTU II Tanjung Gundul Sadri, Ahmad; Alwi, Abubakar; Priadi, Eka
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.879 KB)

Abstract

Suatu perencanaan pondasi dikatakan benar apabila beban yang diteruskan oleh pondasi ke tanah tidak melampaui kekuatan tanah yang bersangkutan. Dalam skripsi ini akan dibahas tentang analisa daya dukung tiang spunpile dengan metode lateral loading test. Daya dukung yang akan dipelajari adalah daya dukung lateral pondasi tiang pancang spunpile untuk kondisi tiang tunggal. Dalam penelitian ini akan ditentukan defleksi lateral pondasi tiang pancang spunpile dengan analisis perhitungan menggunakan metode broms. Kemudian mengetahui defleksi lateral pondasi tiang pancang spunpile dari hasil analisis daya dukung tiang uji pembebanan statik (loading test). Dari hasil analisis kemudian membandingkan daya dukung yang didapat terhadap hasil analisis daya dukung tiang uji pembebanan statik (loading test). Lokasi tempat pengujian dalam hal ini akan dilaksanakan di PLTU II Tanjung Gundul Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat, lokasi yang akan dilakukan pengujian yaitu Boiler, Turbin, dan Chimney. Penelitian ini juga dapat digolongkan sebagai penelitian studi literatur karena dalam pembahasannya digunakan literatur-literatur yang berisikan teori-teori yang mendukung penelitian dan bahasan tentang analisa daya dukung tiang spunpile dengan metode Broms dan metode lateral loading test yang digunakan pada proyek PLTU II Tanjung Gundul Kalimantan Barat. Pengujian ini dilakukan pada tiga lokasi di proyek pembangunan PLTU 2 x 27,5 MW yaitu Boiler, Turbine, dan Chimney. Berdasarkan hasil analisis metode broms didapat defleksi ijin (yo) pada lokasi Boiler sebesar 0,034 m, dan lokasi Turbine sebesar 0,034 m, nilai defleksi ijin ini didapat ketika pembebanan 200 %, sedangkan untuk lokasi Chimney sudah mengalami keruntuhan sebesar 0,027 m pada pembebanan 75% jadi pada lokasi Chimney dianggap tidak baik. Sedangkan menurut hasil analisis lapangan loading test setelah pembebanan 200% didapat yo pada lokasi Boiler sebesar 0,014 m, lokasi Turbine sebesar 0,019 m, Perbandingan nilai defleksi ijin menggunakan metode Broms dengan loading test terhadap defleksi dari static loading test menghasilkan perkiraan nilai defleksi lateral yang lebih kecil dari kenyataan yang dapat dipikul oleh tiang. Untuk besar perpindahan tiang terjadi pada setiap lokasi berdasarkan hasil analisis metode broms dan loading test, secara keseluruhan perpindahan yang didapat masih dalam toleransi yang wajar terkecuali untuk lokasi Chimney yang mengalami keruntuhan karna faktor sifat fisik tanah yang kurang mendukung. Kata kunci: daya dukung lateral, spunpile, Metode Broms, Lateral Loading Test
STUDI KARAKTERISTIK MATERIAL KOLOM-SEMEN PADA TANAH LUNAK DI KOTA PONTIANAK Kurnia, Sherly; Alwi, Abu Bakar; Priadi, Eka
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1326.428 KB)

Abstract

Tanah gambut mempunyai sifat-sifat fisik yang kurang baik bagi keperluan konstruksi, mengingat tanah tersebut memiliki kekuatan geser yang rendah dan memiliki kembang susut yang tinggi disebabkab kurangnya kandungan mineral di dalamnya. Masalah utama pada tanah gambut adalah kadar air yang tinggi, kandungan mineral tanah yang rendah, kompressibilitas tinggi serta terdapat zat humat/humic acid (COOH) di dalam bahan organic dari tanah gambut sehinga menyebabkan sulitnya dilakukan stabilisasi pada tanah gambut. Di tengah tuntutan kebutuhan kawasan pembangunan yang meningkat terus untuk pembangunan infrastruktur baru, maka meningkat pula pemanfaatan kawasan lahan gambut untuk kebutuhan konstruksi baik kebutuhahan industri maupun pemukiman. Penelitian ini melakukan perbaikan tanah dengan cara stabilisasi tanah gambut dengan bahan kimia berupa Semen, Bentonite, Kapur maupun bahan kimia lainnya, untuk selanjutnya dilakukan penambahan pasir dan kemudian diinjeksikan ke dalam tanah dengan alat khusus guna membentuk kolom-semen yang akan mendukung beban konstruksi jalan dan lalu lintas diatasnya. Penelitian ini menyajikan perbaikan jalan menggunakan stabilisasi tanah gambut sebagai timbunan jalan yang ringan, dan melakukan perbaikan tanah dasar jalan menggukanan kolom-semen.Hasil penelitian merupakan sebuah desain yang dapat diaplikasikan sebagai perbaikan tanah dasar pada konstruksi jalan di lahan gambut. Hasil pengamatan nilai shear strength undisturb vane shear tertinggi sebesar 4,8 kg/cm2, pada kolom 3 stroke di kedalaman 150 cm. Kata-kata kunci: kolom-semen, kuat geser, daya dukung
Uji Beban Lateral Pada Tiang Spunpile Pada Pembangunan PLTU II Tanjung Gundul Hidayat, Efan; Alwi, Abubakar; Priadi, Eka
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.629 KB)

Abstract

Suatu perencanaan pondasi dikatakan benar apabila beban yang diteruskan oleh pondasi ke tanah tidak melampaui kekuatan tanah yang bersangkutan. Dalam skripsi ini akan dibahas tentang analisa daya dukung tiang spunpile dengan metode lateral loading test. Daya dukung yang akan dipelajari adalah daya dukung lateral pondasi tiang pancang spunpile untuk kondisi tiang tunggal. Dalam penelitian ini akan ditentukan defleksi lateral pondasi tiang pancang spunpile dengan analisis perhitungan menggunakan metode broms. Kemudian mengetahui defleksi lateral pondasi tiang pancang spunpile dari hasil analisis daya dukung tiang uji pembebanan statik (loading test). Dari hasil analisis kemudian membandingkan daya dukung yang didapat terhadap hasil analisis daya dukung tiang uji pembebanan statik (loading test). Lokasi tempat pengujian dalam hal ini akan dilaksanakan di PLTU II Tanjung Gundul Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat, lokasi yang akan dilakukan pengujian yaitu Boiler, Turbin, dan Chimney.   Penelitian ini juga dapat digolongkan sebagai penelitian studi literatur karena dalam pembahasannya digunakan literatur-literatur yang berisikan teori-teori yang mendukung penelitian dan bahasan tentang analisa daya dukung tiang spunpile dengan metode Broms dan metode lateral loading test yang digunakan pada proyek PLTU II Tanjung Gundul Kalimantan Barat.   Penelitian ini dilakukan pada tiga lokasi di proyek pembangunan PLTU 2 x 27,5 MW yaitu lokasi Boiler, Turbine, dan Chimney. Berdasarkan hasil analisis LPILE Plus didapat defleksi ijin (yo) pada lokasi Boiler sebesar 0.1659 m, lokasi Turbine sebesar 0.1259 m nilai defleksi ini didapat ketika pembebanan 200% sedangkan lokasi chimney sebesar 0.048 m nilai defleksi ini didapat ketika pembebanan 75%. Sedangkan menurut hasil analisis lapangan loading test setelah pembebanan 200% didapat yo pada lokasi Boiler sebesar 0,014 m, lokasi Turbine sebesar 0,019. Sedangkan untuk lokasi Chimney mengalami keruntuhan sebesar 0.027 m pada pembebanan 75%, jadi pada lokasi Chimney dianggap tidak baik. Perbandingan nilai defleksi ijin menggunakan LPILE Plus dan rumus metode broms terhadap defleksi dari static loading test menghasilkan perkiraan nilai defleksi lateral yang lebih besar dari kenyataan yang dapat dipikul oleh tiang. Untuk besar perpindahan tiang terjadi pada setiap lokasi berdasarkan hasil analisis LPILE Plus dan metode broms, secara keseluruhan perpindahan yang didapat tidak masuk dalam kondisi yang di ijinkan kecuali pada hasil analisis uji lapangan (Loading Test) masih dalam toleransi yang wajar terkecuali untuk lokasi chimney yang mengalami keruntuhan karena factor sifat fisik tanah yang kurang mendukung.
STUDI DAYA DUKUNG PONDASI KOLOM-SEMEN PADA TANAH LUNAK DI KOTA PONTIANAK Aisamuddin, Gusti; Alwi, Abubakar; Priadi, Eka
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.581 KB)

Abstract

Penelitian ini melakukan perbaikan tanah gambutdengan cara stabilisasi tanah menggunakan bahan kimia dengan komposisiKapur15%, Semen PC:Bentonite = 85% : 15% = 300Kg/M3, dan Pasir 10% dan kemudian diinjeksikan ke dalam tanah dengan alat khusus guna membentuk kolom-semen yang akan mendukung beban konstruksi jalan dan lalu lintas diatasnya.Pengujian dilakukan di lapangan dengan uji pembebanan (loading test) terhadap tanah gambut asli dan tanah gambut yang telah di stabilisasi, dimana  kolom-semen yang akan diuji berdiamter 30cm, dengan kedalaman 1m, 1,5m,dan 2m, dan dilakukan pengadukan/pencampuran sebanyak 3stroke serta diberi masa curring time lebih dari 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan ternyata instalasi kolom-semen tidak terjadi homogenitas dan daya dukung tanah asli lebih besar dari daya dukung tanah yang telah distabilisasi dengan kolom-semen, karena pada ujung kolom-semen belum menyentuh tanah yang relatif padat sehingga terjadi fenomena negative skin friction, semakin panjang kolom-semen maka akan semakin rendah daya dukungnya. Daya dukung untuk tanah asli, kolom-semen 1 m, 1,5m, dan 2myaitu 270kg, 138kg, 125kg, dan 115kg.   Kata kunci : Stabilisasi Tanah Gambut, Kolom-Semen, Loading Test, Homogenitas
PERBAIKAN TANAH DASAR AKIBAT TIMBUNAN PADA JALAN AKSES JEMBATAN TAYAN Aprillia, Ayu; Faisal, Ahmad; Priadi, Eka
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.955 KB)

Abstract

Suatu perencanaan pondasi dikatakan benar apabila beban yang diteruskan oleh pondasi ke tanah tidak melampaui kekuatan tanah yang bersangkutan. Dalam skripsi ini akan dibahas tentang Perbaikan Tanah Dasar Akibat Timbunan Pada Jalan Akses Jembatan Tayan. Diharapkan dari perhitungan daya dukung tanah dasar yang diperoleh dapat memberikan gambaran tentang kemampuan tanah untuk menahan beban tanpa mengalami keruntuhan akibat geser yang juga ditentukan oleh kekuatan geser tanah.Penelitian ini dilakukan pada dua lokasi pada jalan akses jembatan tayan yaitu, Desa Kawat dan Desa Piasak. Dimana untuk Desa Kawat, memiliki kondisi tanah tidak baik yaitu terdapat tanah lunak, sedangkan di Desa Piasak merupakan lokasi yang mempunyai lapisan tanah gambut, dimana kedua jenis tanah tersebut dikategorikan dengan tanah yang kurang baik dan sudah tidak memungkinkan untuk mengganti material tersebut, maka dilakukanlah perbaikan dengan memberikan perkuatan tiang pancang.Dalam penelitian ini, karena hasil data menunjukkan daya dukung tanah tersebut tidak mampu menahan beban yang ada, maka dilakukanlah perbaikan tanah dengan memberikan perkuatan tiang pancang.
KAJIAN STABILITAS LERENG PADA JALAN AKSES JEMBATAN TAYAN DAN PENANGGULANGANNYA Asta, Robie; Faisal, Ahmad; Priadi, Eka
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.352 KB)

Abstract

Pembangunan jalan akses Jembatan Tayan memiliki kendala karena akan dibangun di daerah lereng. Pembangunan jalan akses akan menambah beban pada tanah. Apabila beban tersebut memberikan tegangan geser yang melebihi tahanan geser tanah, maka akan menyebabkan kelongsoran. Untuk itu perlu dilakukan kajian terhadap stabilitas lereng dan memberikan alternatif penanggulangannya.Analisiskestabilan lereng dilakukan secara analisis manual menggunakan metode Simplified Bishop maupun secara komputerisasi menggunakan program GeoStudio.Hasil analisis menunjukkan bahwa keempat lereng dalam kondisi tidak stabil pada posisi Toe Failure dan Base Failure, untuk itu dilakukan perkuatan pada kaki lereng dengan dinding penahan tanah. Akan tetapi perkuatan dengan dinding penahan tanah tidak dapat dilakukan karena dinding penahan tanah tidak mampu menahan gaya overturning, sliding dan bearing capacity, maka perkuatan diganti dengan turap. Setelah melakukan kontrol pada lereng dengan perkuatan turap menggunakan program Plaxis, hasilnya lereng masih menunjukkan kondisi yang tidak stabil. Setelah mengkaji ulang dengan meninjau ketinggian kritis dan pembebanan lereng, dilakukan analisis ulang terhadap lereng dengan beberapa ketinggian menggunakan program GeoStudio. Hasilnya adalah dengan menurunkan ketinggian menjadi 12 meter, lereng menunjukkan kondisi yang stabil tanpa perlu perkuatan. Alternatif lain yang dapat dilakukan apabila ketinggian lereng tidak dapat diturunkan adalah dengan memberikan perkuatan berupa penulangan tanah agar lereng tetap stabil.   Kata kunci: stabilitas lereng, penanggulangan kelongsoran, dinding penahan tanah
STRATEGI PENGEMBANGAN PRASARANA PERMUKIMAN DI JAGOI BABANG SEBAGAI PENUNJANG KAWASAN PERBATASAN DI KABUPATEN BENGKAYANG Kurniadi, Gabriel Roy; Mulki, Gusti Zulkifli; Priadi, Eka
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.202 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v17i2.23879

Abstract

Secara geografis dan kemudahan akses jangkauan bahwa letak Kabupaten Bengkayang (Jagoi Babang) menjadi sentral di wilayah Utara Kalimantan Barat yang juga dihubungkan dengan perlintasan antar Kabupaten (Aruk/Kabupaten Sambas, Entikong/Kabupaten Sanggau, Bengkayang sebagai Ibukota Kabupaten Bengkayang ) serta  akses ke Perbatasan Malaysia Timur  (Serikin) dengan Ibukota Kuching. Potensi sumber daya alam di kawasan perbatasan Kalimantan Barat cukup besar dan memiliki nilai ekonomi yang baik, akan tetapi masih belum memadainya fasilitas infrastruktur yang mendukung konsentrasi pengembangan kawasan perbatasan tersebut khususnya infrastruktur pengembangan kawasan permukiman. Hal ini dikaji agar kawasan perbatasan di Jagoi Babang khususnya akan menjadi kawasan penunjang di perbatasan yakni sebagai pusat aktifitas lokal dan regional yakni di Take. Dalam pelaksanaan penelitian ini menggunakan penelitian deskrifptif yang relevan dengan strategi pengembangan prasarana permukiman di Jagoi Babang sebagai penunjang kawasan perbatasan, dimana proses pengkajiannya diperlukan pemaparan secara deskriptif dan terperinci terhadap obyek penelitian yang diamati. Teknik pengumpulan data yang dilaksanakan diantarannya dilakukan dengan wawancara, angket dan observasi. Metode analisis yang digunakan adalah Location Quotion (LQ) yang mengkaji sub-sektor yang paling potensial untuk dikembangkan menjadi komoditas unggulan di Kecamatan Jagoi Babang, khuusnya di kawasan perbatasan yaitu tanaman pangan (padi dan kacang kedelai) dan komoditi perkebunan (lada dan kelapa sawit). Demikian pula penggunaan metode analisis SWOT yang berada di kuadran II memiliki kekuatan internal yang cukup baik, namun namun daya tarik bidang kegiatan lemah serta peluang relatif kecil, strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang diantaranya: (a) Merevitalisasi kawasan permukiman padat di pusat perdagangan kota; (b) Mengatur perkembangan permukiman yang tidak terkendali; (c) Menyediakan sarana dan prasarana dasar pendukung pengembangan kawasan; (d) Mengendalikan pengembangan kawasan permukiman dengan pembatasan kepadatan dan luasan; (e) Mengembangkan kawasan permukiman baru dengan konsep hunian berimbang; (f) Penyediaan infrastruktur baru.Upaya pengambangan perdagangan di kawasan perbatasan Jagoi- Serikin dengan tujuan untuk meningkatkan usaha ekonomi masyarakat lokal khususnya masyarakat di Jagoi Babang. Selanjutnya mendorong upaya Kawasan Take menjadi Kota yang mandiri  dan berkelanjutan yakni kawasan tersebut menjadi kota mandiri yang mampu memenuhi dan suplai dengan keberadaan produksi yang menjadi daya tarik kawasan sekitar Take tersebut dan meminimalkan ketergantungan dengan pasar Serikin ( Malaysia Timur). Kata kunci : Permukiman, Kota Mandiri, Berkelanjutan
ANALISIS KOMBINASI PRELOADING MEKANIS DAN ELEKTROKINETIS TERHADAP KUAT GESER TANAH LUNAK PONTIANAK ., Irfiansyah; ., Rustamadji; Priadi, Eka
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.275 KB)

Abstract

Tanah lunak menutupi sebagian besar wilayah Kota Pontianak dan daerah pesisir. Secara umum tanah lunak mempunyai sifat geoteknis yang kurang menguntungkan bagi konstruksi, yaknimemiliki kuat geser yang sangat rendah. Rendahnya kuat geser sangat membatasibebanyang bekerja di atasnya. Mengatasi permasalahan geoteknis tersebut diperlukan upaya perbaikan tanah, pada tulisan ini perbaikan tanah dilakukan dengan mengkombinasikan metode preloadingdan metode elektrokinetik. Pengujian elektrokinetik dilakukan dilaboratorium dengan model uji berupa tabung pipa PVC panjang 19cm dan diameter 15cm dengan menggunakan 5 batang lidi. Pengujian dilakukan untuk melihat pengaruh dari besar arus listrik dan preloading yang diberikanselama pengujian elektrokinetik, serta pengarunya terhadap sifat fisik dan mekanis tanah setelah pengujian. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa, kadar air setelah pecobaan mengalami penurunan, penurunan kadar air sampel A1 sebesar 1,15%, A2 sebesar 4,72%, A3 sebesar 6,59%, B1 sebesar 2,96%, B2 sebesar 3,57%, B3 sebesar 8,78% dan B4 sebesar 11,60%. Penurunan kadar ini berpengaruh terhadap meningkatnya berat volume tanah, berat volume tanah tersebut masing-masing untuk sampel A1 sebesar 1,481 gr/cm3, A2 sebesar 1,515 gr/cm3, A3 sebesar 1,522 gr/cm3, B1 sebesar 1,491 gr/cm3, B2 sebesar 1,507 gr/cm3, B3 sebesar 1,529 gr/cm3 dan B4 sebesar 1,536 gr/cm3. Modulus elastisitas tanah berbanding lurus dengan daya dukung tanah, semakin besar daya dukung tanah maka semakin besar pula nilai modulus elastisitas tanah tersebut. Arus listrik dan preloading yang diberikan berpengaruh terhadap kuat geser tanah dan daya dukung tanah, semakin besar arus listrik  dan semakin lama preloading maka semakin besar pula peningkatan nilai kohesi, sudut geser dalam dan daya dukung tanah. Kombinasi preloading dan elektrokinetik mempunyai pengaruh yang paling besar yaitu sampel yang diberikan perlakuan preloading selama 5 hari bersamaan diberikannya arus listrik sebesar 30 mA setelah itu dilanjutkan dengan tegangan bertambah, persentase peningkatan kohesi dan sudut geser dalam tanah tersebut masing-masing ialah sebesar 23,6869% dan 17,3277%, sedangkan peningkatan daya dukungnya sebesar 86,2264%. Penggunaan arus listrik 15 mA mengalami peningkatan daya dukung lebih besar dibandingkan dengan preloading0,01 kg/cm2 yang dibiarkan selama 5 hari maupun 10 hari,peningkatannyamasing-masing sebesar 48,60%, 34,02% dan 36,13%. Katakunci :Kuat geser tanah, elektrokinetik, preloading.