Gunarwan Prayitno
Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir - BATAN

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

DESAIN PERANGKAT LUNAK DAN PEMODELAN SISTEM IRADIATOR SERBAGUNA Rifai, Ahmad; Shobary, M. Ikhsan; Prayitno, Gunarwan
Jurnal Perangkat Nuklir Vol 4, No 8 (2010): Nopember 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.296 KB)

Abstract

SOFTWARE DESIGN AND MODELLING OF A MUL T/PURPOSE IRRADIA TOR SYSTEM. Software design and simulation model for a multi-purpose irradiator has been done. The studied irradiator consits of 19 carriers which move along a defined irradiation path where 9 stoppers are also located. These stoppers are used to control the movement of the carriers. Commands are sent from the stoppers in order to move a carrier along the irradiation path or to stop its movement. Mathematical model based on state machine method is applied for simulating the carriers movement along the irradiation path. Based on this mathematical model, an algorithm is made and its corresponding interactive computer program will be developed using the standard graphical interface  DESAIN PERANGKAT LUNAK DAN PEMODELAN SISTEM IRADIATOR SERBAGUNA Dilakukan desain perangkat lunak dan model simulasi sistem iradiator serbaguna. Sistem iradiator yang diteliti memiliki 19 carrier yang berjalan pada lintasan medan iradiasi di mana terdapat 9 stopper. Stopper ini berfungsi untuk mengendalikan gerakan seluruh carrier. Pada stopper terdapat mekamisme untuk memerintahkan carrier bergerak sepanjang segmen lintasan atau tetap diam. Metode state machine dipergunakan dalam pembuatan model matematis untuk menirukan mekanisme gerakan carrier pada lintasannya. Berdasarkan model ini maka akan dibangun algoritma dan kemudian perangkat lunak interaktif yang menggunakan antarmuka grafis
RANCANG BANGUN DETEKTOR SOLID STATE Prayitno, Gunarwan; Rifai, Ahmad
Jurnal Perangkat Nuklir Vol 4, No 8 (2010): Nopember 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.169 KB)

Abstract

Much has been charged particle detector radiation detector made by the industry, especially those engaged in the development of detection equipment and components; The d~veloi>iiient and further research will be made solid state detector with silicon mat~iifll. : To be able to detect charged particles (radiation), required the processing of silicon material into the detector material. The method used to make silicon detector material is a lithium evaporations. Having formed an intrinsic region contactor installation process, and with testing Telah banyak detektor pendeteksi radiasi partikel bermuatan dibuat oleh industri, khususnya yang berkecimpung da/am pengembangan peralatan dan komponen deteksi,. Perkembangan dan penelitian lebih Ian jut akan dibuat detektor solid state dengan bahan silikon. Untuk dapat mendeteksi partikel bermuatan (radiasi), diperlukan pengolahan bahan silikon menjadi bahan de,tektor. Metode yang dipakai untuk menjadikan silikon menjadi bahan detektor adalah evaporasi lithium. Setelah terbentuk daerah intrinsik dilakukan proses pemasangan kontaktor, dilanjutkan dengan pengujian.
PERHITUNGAN KETEBALAN BAHAN KOMPOSIT KARET ALAM TIMBAL OKSIDA UNTUK PROTEKSI RADIASI SINAR - X 100 Kev Prayitno, Gunarwan
Jurnal Perangkat Nuklir Vol 3, No 05 (2013): Mei 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.703 KB)

Abstract

The Thickness Calculation Of Lead Oxide Natural Rubber Composite For X-Ray Rodietion Protection. The thickness calculation of lead oxide natural rubber composite for x-ray radiation protection has been done for 100 kev energy x-ray. The calculation is to obtain the thickness of reaietiou protection that was safe for environment or worker who works in radiation field. The calculation of absorption strength of lead oxide natural rubber composite is started by lead oxide composite 550 part per one hundred rubber (pphr) until 1000 part per one hundred rubber. the lead okside natural rubber composite thickness to be calculated is 2.5 mm. The result of calculation shows that the thickness of substance lead oxide natural rubber composite was safe for environment or worker who works in radiation field, if the 550 part per one Iwndrecl rubber lead oxide was mixed with natural rubber. The value of absorption strength on 550 pert per one hundred rubber is standart permitted.  Perhitungan ketebalan Bahan Komposit Karet Alam Timbal Oksida Untuk Proteksi Radiasi Sinar-x 100 Ke
FABRIKASI DETEKTOR PARTIKEL ALPHA MENGGUNAKAN SEMIKONDUKTOR SILIKON TIPE P Prayitno, Gunarwan
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 10, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKFABRIKASI  DETEKTOR  PARTIKEL ALPHA  MENGGUNAKAN SEMIKONDUKTOR SILIKON TIPE P, Pada kegiatan yang lalu telah dilakukan pembuatan detektor tipe gas isian. Radiasi nuklir yang dideteksi adalah alpha,   beta,  dan gamma. Pada kegiatan kali ini dilakukan penelitian untuk membuat detektor nuklir surface barrier dengan bahan semi konduktor tipe p menggunakan lapisan tipis jendela  emas  (Au).   Metode yang dilakukan adalah dengan cara membuat dua tipe sambungan yang berbeda.  Sambungan pertama berupa lapisan doping Li ke dalam semikonduktor silikon. Tipe sambungan ke dua adalah antara LiSi dan Au.   Kedua tipe sambungan   dilakukan   dengan   metode   RF   Sputtering   dan  DC   Magnetron   Sputtering. Karakteristik detektor dilihat dari tegangan reverse bias,  forward bias,  nilai kapasitansi dan pulsa keluaran detektor.  Kemudian dilakukan pengukuran daerah sensitif detektor atau daerah aktif.   Berdasarkan  hasil pengujian  dapat  dilihat  bahwa  detektor Au-SiLi yang  dibuat  telah berhasil  dapat mengeluarkan spektrum energi partikel  alpha,   namun untuk kesempurnaan pembuatan detektor perlu dilakukan penelitian dan analisis lebih lanjutKata kunci : fabrikasi, detektor partikel alpha, semikonduktor silicon tipe p ABSTRACTFABRICATION OF ALPHA PARTICLE USED SILICON SEMICONDUCTOR TYPE P, In several years ago, nuclear radiation detector, specially gas filled detector was fabricated. It detected alpha, beta and gamma rays. Recently, the research is focusing to fabricate a surface barrier nuclear detector by using the semiconductor, specially p type coated by the gold (Au) window thin film. The method was done by developing two different types of junction.   The first junction is silicon semiconductor layer doped with Li.  The second one is junction between SiLi and Au.  Both junctions  are performed by using RF Sputtering and DC Magnetron Sputtering methods.   The  detector  is  characterized  by  evaluating  reverse  bias,   forward  bias,   the capacitance and the detector output pulse.  The sensitifity of detector field or the active detector field is then measured. Result shows that the Au-SiLi detector is success in emitting the alpha particles spectrum energy. Meanwhile, to increase the quality of the detector fabrication,  more detail research and analysis need to be performed.Key words :  fabrication,  alpha particle detector, Silicon Semiconductor tipe p
Proses Pembuatan Selongsong Tabung Pelindung Detector Geiger Muller Tipe Side Window Prayitno, Gunarwan; Sinduningrum, Estu
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 3 (2018): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 3
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.575 KB) | DOI: 10.22236/teknoka.v3i0.2823

Abstract

Pembuatan pelindung detector Geiger Muller salah satunya untuk melindung detector tersebut dari benturan benda keras saat digunakan. Pada waktu penguunaaan umumnya detector diletakan terdepan dalam sistim rangkaian deteksi.untuk mendapatkan hasil cahan maksimum, oleh karena itu setiap detector harus dilindungi oleh suatu bahan yang tahan benturan benda keras, tetapi tidak mengurangi jumlah cacahan detektor. Batangan aluminium solid dibubut  hingga menyerupai tabung, salah satu bagian ujung dibuat drat atau  ulir, dudipersiapkan untuk penutup . sehingga seluruh bagian detector tertutup oleh aluminium, dipilih bahan pelindung yang tidak bersifat penyerap radiasi atau (absorber). Pada pembuatan ini dipilih suatu bahan tipe Alumunium solid, dengan alasan mudah didapat dipasaran dengan harga terjangkau. Pembuatan selongsong tabung detector merupakan penyempurnaan dan penyelesaian tahap akhir pembuatan detector Geiger Muller tipe side window.
SISTEM KELlSTRIKAN PEMBANGKIT LlSTRIK TENAGA NUKLIR Silitonga, Firman; Prayitno, Gunarwan
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 6, No 11 (2009): Juni 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1172.402 KB)

Abstract

Sistem Kelistrikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Pada sistem ini, daya listrik disuplai dari dua sistem transmisi luar yang pertama dari main transformer dan house service transformer dan kedua dari reserve transformer. Beban listrik pada sistem ini diklasifikasikan masing-masing sistem listrik dengan safety dan sistem listrik tanpa safety. Pada sistem bolak balik dengan safety dan tanpa safety masing-masing terdapat empat bus tegangan menengah 6,9 kV, dan empat bus sistem tegangan rendah 480 V. Pada sistem arus searah dengan safety terdiri empat sistem daya 125 V dan sistem tanpa safety terdiri dari dua sistem daya 125 V. Peralatan pada sistem kelistrikan ini turbin generator utama, GTG safety, GTG alternate, UPS dan sistem batere dll. Untuk melindungi peralatan dan bangunan lni terhadap ganggua sambaran langsung dan tidak langsung dipasang sistem pembumian netral dan penangkal petir dan untuk melindungi personil terhadap tegangan sentuh dipasang sistem pembumian perala tan dan pemumian stasiun . Sistem pembumian penangkal petir dihubungkan ke sistem pumbumian stasiun. The electrical system of nuclear power plant. In these system ,electrical power system is supplied from two -offsite transmission system resvectives main transformer and house service transformer; and reserve transformer. The electrical load in these system consist of safety electrical system and non - safety electrical system, The safety electrical and non safety electrical systems consist of four 6,9 k V AC medium voltage bus and 480 V AC low voltage bus system. The DC power system consist of four safety 125 V DC power system and the two non-safety 125 DC power systems. The equipment in these electrical system is main turbine-generator ;GTG safety; GTG alternate; uninterrupted power supply(UPS) and battery system. To protect electrical equipment and building to direct stroke and non direct stroke disturbances is installed netral grounding system and lightning protection and protection the personnel to touch-voltage is installed equipment grounding system and station grounding. The lightning arrester system is connected to station station grounding system.
Pembuatan Detektor Neutron Termal Gas lsian 8F3 Prayitno, Gunarwan
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 3, No 5 (2006): Juni 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Detektor   proporsional   neutron   termal  dengan   tekanan  gas  isian  BF3   54  cmHg  telah   dibuat dilaboratorium  instrumentasi  dan Elektronika reaktor Atom  Yogyakarla (BATAN).  Sebagai katoda terbuat dari bahan aluminium dan anoda dari bahan kawat tungsten, masing-masing berdiameter 3 cm dan 0,3 mm. Pendeteksian neutron termal  melalui  reaksi  sekunder yaitu  reaksi  neutron dengan  inti  atom Boron akan  menghasilkan partikel α partikel   ini  .kemudian  akan  mengionisasi gas  BF3.. Dengan adanya medan listrik yang sangat tinggi antara katoda dan anoda, maka pasangan ion yang terbentuk akan terlarik menuju elektroda yang bersesuaian.. Penumpukan  pasangan ion pada elektroda  akan menghasilkan pulsa keluaran detektor yang sebanding dengan energi neutron yang dating.. Dari pengujian karakteristik detektor neutron didapalkan efisiensi detektor sebesar 15, 54 %, dengan cacahan 6,41 x 1010  panjang Plateau 120 volt, dengan tegangan operasi terbaik 1285 volt.. Abstract A  thermal  neutron proportional  detector containing  BF-3 gas  with pressure  of 54 cm Hg has been made in the electronics and instrumentation   laboratory at Yogyakarta nuclear research center (BATAN). The cathode and anode of the detector are made of aluminum and tungsten with 3 cm and 0,3  mm of diameter respectively.   The thermal neutron detection  is made through secondary reactions  of neutron with boron nucleus that produce alpha particle for ionization  of BF-3 gas.   The high electric field between  the cathode and the anode will attract  those pairs of ions to their  respective  electrodes.   The collected  ion pairs  at  the  cathode  will produce  output pulse  detector  which  is equivalent  to the in coming neutron energy.  The neutron detector characteristics test shows that  the detector efficiency is I 5..54  %.  which counts 6.41 x  1010.   Plateau  length to I 20 volt, with optimal voltage operational is 1285 volt.
Rancang Bangun Attenuator 105 MHz-990 MHz Permana, Agus Mulya; Wibowo, Priyo; Mandaris, Dwi; Prayitno, Gunarwan; Fayakun, Kun; Harjadi, R. Harry
Rekayasa Teknologi Vol 1 No 1 (2011): Rekayasa Teknologi
Publisher : Rekayasa Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Band Stop Filter pada Attenuator banyak digunakan karena rentang frekuensi attenuasi yang besar, serta perhitungan komponen yang tidak rumit. Penggunaan dioda pada rangkaian digunakan sebagai pemotong level tegangan pada sisi rangkaian pararel dan penahan arus DC pada sisi rangkaian serial. Model tipe π digunakan dengan cara pemberian arus pada baterai agar dapat memberikan level attenuasi yang besar. Rangkaian didalam attenuator ini menggunakan komponen pasif dimana komponen yang digunakan adalah sebuah dioda sebagai penyearah, kapasitor, resistor dan induktansi dan lain-lain. Metode pembuatan alat ini dengan cara merancang sebuah rangkaian yang telah ditentukan nilai komponennya. Di dalam pengujian alat ini digunakan sebuah spectrum analyzer atau function generator untuk melihat frekuensi gelombang radio yang sudah diredam.
Merancang Konfigurasi IP Address dan Management Bandwidth dengan Metode Queue Simple Menggunakan Mikrotik pada Warnet Mainem Net Dinulhaki, Aditama; Roza, Emilia; Prayitno, Gunarwan
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 1
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin banyaknya pengguna jasa internet pada warnet, maka akan semakin banyak problem yang di timbulkan disebabkan IP Address yang selalu berubah-ubah pada satu Personal Computer (PC) dengan bergantinya pengguna PC tersebut sehingga admin kesulitan dalam mengontrol pemakaian dan adanya satu atau lebih client yang menghabiskan kapasitas bandwidth yang menyebabkan pengguna jasa internet yang lain mengeluh tentang lambatnya kecepatan internet yang sedang di gunakan. Oleh karena itu, perlu adanya tambahan mikrotik pada topologi jaringan agar konfigurasi IP Address tidak berubah-ubah lagi dan pembagian bandwidth terdistribusi merata pada setiap PC yang digunakan pada Warnet Mainem Net. Hal ini akan dapat memberikan kemudahan dalam mengontrol pemakaian di setiap PC dan pengguna akan mendapatkan distribusi bandwith yang sama.
Penerapan Logika Fuzzy Pada Alat Pengering Lada Otomatis Berbasis Mikrokontroler DHT-22 Aprianda, Aprianda; Hilda, Atiqah Meutia; Prayitno, Gunarwan
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 2 (2017): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 2
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan berkembangnya teknologi , logika fuzzy  mulai digunakan untuk kontrol kecerdasan berbagai macam alat sehari–hari seperti mesin cuci, penanak nasi, penghangat ataupun pendingin ruangan. Dalam hal ini penulis akan mencoba menerapkan konsep logika fuzzy pada alat pengering lada otomatis. Dengan adanya alat pengering lada otomatis diharapkan bisa merubah cara pengeringan lada yang digunakan petani lada Indonesia pada umumnya dan petani lada Belitung khususnya. Dimana pada saat ini petani lada di Belitung masih menggunakan cara pengeringan lada tradisional yaitu dengan dijemur di bawah sinar matahari, pengeringan tradisional dengan sinar matahari ini sangat banyak sekali kekurangannya diantaranya memerlukan waktu yang lama karena sinar matahari tidak konstan dan memerlukan tenaga manusia untuk menjaga lada pada saat pengeringan untuk mengantisipasi hujan tiba–tiba. Dipilihnya logika fuzzy untuk mengontrol alat pengering lada ini adalah karena dengan logika fuzzy dapat mengatur suhu optimal yang digunakan untuk mengeringkan lada dengan kondisi kelembaban tertent. Dalam penggunaannya alat ini menggunakan sebuah microcontroller Arduino, sensor kelembaban DHT22 dan juga alat pemanas. Metode yang digunakan adalah Research & Development ( R & D ).  Cara kerja alat ini adalah sensor kelembaban membaca kelembaban dan suhu lada yang ada di wadah, jika kelembaban masih tinggi maka mikrokontroller menyalakan alat pemanas sampai kelembaban lada sesuai dengan kelembaban yang diinginkan dan suhu pada saat proses tidak melebihi batas maksimum. Dengan diterapkannya logika fuzzy pada alat pengering lada otomatis ini petani tidak perlu lagi tergantung dengan sinar matahari serta tidak perlu menjaga lada saat proses pengiringan, karena pengeringan lada bisa dilakukan di dalam rumah sehingga bisa menghemat waktu , tenaga, dan juga kualitas lada lebih terkontrol.