Nurul Pratiwi
Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

TEKNOLOGI PEMANFAATAN LIMBAH PADAT PENGOLAHAN KERIPIK SINGKONG MENJADI PAKAN PELET AYAM PEDAGING DI DESA BARATAN KABUPATEN JEMBER

Journal of Livestock Science and Production Vol 2, No 1 (2018): Journal of Livestock Science and Production
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1273.293 KB)

Abstract

      Baratan Village, Patrang Sub-district, Jember District has a high potential production of cassava chips by Home Industry (IRT). Solid waste of cassava (cassava husk) from cassava processing into cassava chips has not been utilized properly. Cassava husk can be used as raw material for animal feed. The purpose of this program is the empowerment of the community of Baratan IRT in the processing of cassava husk into broiler feed and to increase the value of the waste and can improve the economic of the IRT in Baratan Village. Cassava husk has a deficiency because of the antinutrient content (Cyanide Acid) and dangerous when consumed. The methods used in this program are counseling and chipping of cassava with chipping tools, counseling and training of utilitation of cassava waste, counseling and training of broiler feed formulation, pelet making, mentoring, monitoring and evaluation. The result of this program is the IRT Baratan Village Jember Regency is able to process the solid waste from processing of cassava chips into broiler feed (pelet). Guidebooks can be used by IRT well so they can treat the waste into feed independently. IRT cassava chips as a partner of this program can implement and apply the technology that has been given and strive to always continuous in the manufacture of feed and pellet product development in an effort to improve the welfare and sustainability of the program.Keywords: cassava waste, pelet feed, Baratan Village

MORPHOLOGICAL ANALYSIS OF COMPOUND ADJECTIVES IN SENTENCES IN BROOKE’S HEARTLAND

ELTS JOURNAL Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : ELTS JOURNAL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.19 KB)

Abstract

This research was aimed at finding out the patterns of compound adjectives used in Heartland novel and the way on how Brooke (2001) developed them in her writing. To reach the objective, the writer focused on attributive adjectives in every sentence. Content analysis approach was applied to analyze the data. The writer found that there are eight patterns based on the morphological processes happened. Seven of those patterns agree with theory by Delahunty and Garvey (2010), while one pattern remaining includes irregular compound adjective. The eight patterns of compound adjectives consist of: A-A (54); Adv-A (11); A-N (5); N-A (5); V-N (2); P-N (1); V-A (1); and irregular compound adjective (2). Furthermore, Brooke (2001) wrote those compound adjectives in some different ways: putting commas (,), giving hyphen (-), ordering according to the rules, putting space, or writing closely. At the end, these findings are expected to give contribution to language learning, specifically writing descriptive paragraph. Students will have more detailed and vivid writing which can arise the emotional feelings of the readers only by imitating and adjusting the pattern and the way of writing compound adjectives. Keywords: Morphology; Compound Adjective; Pattern

Fabrication of Hydrophobic Indonesia Bamboo Modified by Octa Fluoro 1-Pentanol (OFP) Based on TiO2 Thin Film for Self-cleaning Application

The Journal of Pure and Applied Chemistry Research Vol 7, No 2 (2018): Edition May-August 2018
Publisher : Chemistry Department, The University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The ultra-hydrophobic surface on Indonesia bamboo timber has been successfully prepared using OFP (2,2,3,3,4,4,5,5-octafluoro-1-pentanol) as a modifier agent. The hydrothermal method has been used to fabricate anatase TiO2 film followed by OFP modification. Maximal water contact angle of 123ο has been obtained for the composition of 10 mL of OFP and 15 mL of 2-propanol (B-T-OFP10). XRD analysis showed the existence of pure anatase TiO2 film on bamboo timber, confirmed by EDS result. SEM image of a TiO2-coated and a typical ultra-hydrophobic bamboo timber revealed irregular aggregates of spherical TiO2 on the surface and compact ultra-hydrophobic  surface, respectively. The optimum sample (B-T-OFP10) showed excellent mechanical stability, self-cleaning property, and flame retardancy compared to pure bamboo timber. 

Teknologi Pemanfaatan Limbah Padat Pengolahan Keripik Singkong Menjadi Pakan Pellet Ayam Pedaging di Desa Baratan Kabupaten Jember

Warta Pengabdian Vol 12 No 2 (2018): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.557 KB)

Abstract

Desa Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember memiliki potensi tinggi dalam usaha produksi keripik singkong yang dikelola oleh Industri Rumah Tangga (IRT). Limbah padat berupa kulit singkong yang dihasilkan dari pengolahan singkong menjadi kripik singkong belum termanfaatkan dengan baik. Kulit singkong dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ternak. Tujuan dari program ini adalah pemberdayaan masyarakat IRT Desa Baratan dalam pengolahan kulit singkong menjadi pakan pelet ayam pedaging sehingga menambah nilai guna dari limbah tersebut dan mampu meningkatkan ekonomi para pelaku IRT keripik singkong di Desa Baratan. Kulit singkong memiliki kekurangan karena kandungan antrinutrisi (Asam Sianida) yang berbahaya apabia dikonsumsi. Metode yang digunakan dalam program ini yaitu penyuluhan dan percontohan pemotongan singkong dengan alat chipping, penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan limbah kulit singkong, penyuluhan dan pelatihan formulasi pakan ayam pedaging, pembuatan pelet, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Hasil dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah kelompok IRT Desa Baratan Kabupaten Jember mampu mengolah limbah padat pengolahan keripik singkong menjadi pakan pelet ayam pedaging. Buku panduan dapat digunakan oleh masyarakat dengan baik sehingga IRT dapat mengolah limbah menjadi pakan secara mandiri. IRT keripik singkong selaku mitra program pengabdian ini dapat melaksanakan dan menerapkan teknologi yang telah diberikan dan berusaha untuk selalu kontinu dalam pembuatan pakan serta pengembangan produk pelet sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan program.  Kata kunci: limbah kulit singkong, pakan, Desa Baratan

TAMAN KONSERVASI KIMA BERBASIS EKOWISATA DAN EDUKASI UPAYA MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT PULAU SEMBILAN KABUPATEN SINJAI

JURNAL PENA Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.105 KB)

Abstract

Kima (Tridacnidae) merupakan moluska laut yang hidup di ekosistem terumbu karang dan ditemukan di wilayah perairan Indo-Pasifik. Kima memiliki banyak manfaat, sehingga banyak yang melakukan eksploitasi Kima secara berlebihan sehingga menyebabkan penurunan jumlah kima di dunia. Konservasi kima merupakan upaya yang dilakukan dalam melindungi dan melestarikan populasi Kima yang telah menurun jumlah populasinnya serta meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir salah satunya pada perekonomian masyarakat pesisir Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (Library reasearch) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data  dalam penelitian ini yakni jenis data sekunder yang diperoleh melalui studi literature dan internet searching yang berupa Buku, Jurnal, Skripsi, dan website resmi. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Rancangan taman konservasi kima, terbagi atas tiga sub utama yakni (1) under sea area (area bawah laut), (2) indoor area (area dalam), (3) outdoor area (area luar). Penerapan Taman Konservasi Kima Berbasis Ekowisata dan Edukasi untuk  menarik perhatian pengunjung berwisata di Pulau Sembilan, sehingga memberikan peluang kepada masyarakat setempat upaya meningkatkan perekonomian Masyarakat Pulau Sembilan Kabupaten Sinjai melalui: (1) layanan transportasi Air bagi Wisatawan, (2) biaya tiket kunjungan wisata Taman Konservasi Kima, dan (3) hasil budidaya Kima. Taman Konservasi Kima berupa gagasan atau rancangan, sehingga perlu adanya strategi dalam merealisasikan gagasan tersebut  upaya meningkatkan perekonomian masyarakat serta melestarikan populasi Kima di pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai. Kata kunci: Edukasi, Ekowisata,  Perekonomian Masyarakat,  Taman Konservasi Kima