Teguh Iman Prastyo
Diponegoro University

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI NaOH PADA PENGAMBILAN SILIKA DARI ABU SEKAM PADI UNTUK SINTESIS ZEOLIT DAN APLIKASI SEBAGAI BUILDER DETERJEN Prastyo, Teguh Iman
Chem Info Journal Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Chem Info Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.186 KB)

Abstract

Deterjen terdiri dari campuran builder, surfaktan, filler dan aditif. Penggunaan sodium tri polyphosphate (STPP) sebagai builder pada deterjen menyebabkan deposit fosfat dalam air sehingga mengakibatkan eutrofikasi. Zeolit mampu menggantikan peran fosfat sebagai builder pada deterjen. Abu sekam padi dapat dimanfaatkan dalam mensintesis zeolit karena kandungan silika yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh konsentrasi NaOH dalam pengambilan silika dari abu sekam padi terhadap karakter zeolit hasil sintesis dan menentukan deterjensi dari surfaktan sodium lauryl sulfate dengan menggunakan zeolit sintesis sebagai builder.   Metode yang digunakan dalam sintesis zeolit dari abu sekam padi adalah sol gel yang dianjutkan dengan hidrotermal. Natrium Silikat (Na2SiO3) dicampur dengan Natrium Aluminat (Na2AlO2) kemudian disetirer sehingga membentuk gel yang selanjutnya dihidrotermaal pada suhu 100oC selama 5 jam. Karakterisasi zeolit hasil sintesis meliputi penentuan menggunakan metode difraksi sinar-x, FT-IR, kapasitas tukar kation pada zeolit dan pengujian daya deterjensi zeolit serta membandingkan dengan STPP dalam peranannya sebagai builder.   Hasil penelitian diperoleh kemampuan deterjensi optimum sebesar 94,313% dengan nilai KTK 65,71 mek/100 g dan ukuran kristal 23,589 nm pada variasi konsentrasi NaOH 6,67M. Berdasarkan karakterisasi XRD dan FT-IR zeolit yang terbentuk adalah zeolit A, Na-A, Na-Y dan Sodalit. Pengaruh konsentrasi NaOH dalam pengambilan silika dari abu sekam padi terhadap zeolit sintesis adalah semakin tinggi konsentrasi NaOH semakin kecil ukuran kristal sehingga daya deterjensi semakin tinggi.
SYNTHESIS OF ZEOLITE FROM BAGASSE AND RICE HUSK ASHES AS SURFACTANT BUILDER ON DETERGENCY PROCESS: VARIATION OF NAOH CONCENTRATION FOR SILICA ISOLATION Arnelli, Arnelli; Fathoni, Bara Yunianto; Prastyo, Teguh Iman; Suseno, Ahmad; Astuti, Yayuk
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 3 (2018): Volume 21 Issue 3 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2262.77 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.3.139-143

Abstract

Zeolite was successfully synthesised from ash bagasse and from rice husk ash as source of silica and applied to surfactant builder. The removal of silica from bagasse ash and from rice husk ash was influenced by NaOH concentration to obtain sodium silicate. This research aimed to synthesize zeolite, determine the optimum concentration of NaOH to synthetic zeolite, identify the zeolite mineral type, morphology, determine cation exchange rate and detergency by using synthesized zeolite as builder. Synthesis of zeolite was undertaken by sol-gel method followed by hydrothermal process. The stages of this study included the production of bagasse and rice husk ashes, isolation of silicate using a variation of NaOH concentration of 1.67, 3.33, 5.00, 6.67 and 8.30 M in the form of sodium silicate. Synthesis of zeolite was carried out by reacting sodium silicate and sodium aluminate using hydrothermal method. The synthesized zeolites were characterized using XRD and SEM. The results of this research indicated the types of zeolite minerals formed, namely, zeolite A, Na-A, Na-Y and sodalite. The morphology of the synthesized zeolites from both samples was quite homogeneous, NaOH concentration used to produce zeolite from bagasse ash was 1.67 M with value of cation exchange capacity (CEC) and detergency were respectively 121.14 mek/100 gram and 92.09% while synthesis zeolite from rice husk ash was generated using 8.3 M NaOH concentration with value of cation exchange capacity (CEC) and detergency were 65,71 mek / 100 gram and 94,313%, respectively.
PENGARUH KONSENTRASI NaOH PADA PENGAMBILAN SILIKA DARI ABU SEKAM PADI UNTUK SINTESIS ZEOLIT DAN APLIKASI SEBAGAI BUILDER DETERJEN Prastyo, Teguh Iman
Chem Info Journal Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Chem Info Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.186 KB)

Abstract

Deterjen terdiri dari campuran builder, surfaktan, filler dan aditif. Penggunaan sodium tri polyphosphate (STPP) sebagai builder pada deterjen menyebabkan deposit fosfat dalam air sehingga mengakibatkan eutrofikasi. Zeolit mampu menggantikan peran fosfat sebagai builder pada deterjen. Abu sekam padi dapat dimanfaatkan dalam mensintesis zeolit karena kandungan silika yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh konsentrasi NaOH dalam pengambilan silika dari abu sekam padi terhadap karakter zeolit hasil sintesis dan menentukan deterjensi dari surfaktan sodium lauryl sulfate dengan menggunakan zeolit sintesis sebagai builder.   Metode yang digunakan dalam sintesis zeolit dari abu sekam padi adalah sol gel yang dianjutkan dengan hidrotermal. Natrium Silikat (Na2SiO3) dicampur dengan Natrium Aluminat (Na2AlO2) kemudian disetirer sehingga membentuk gel yang selanjutnya dihidrotermaal pada suhu 100oC selama 5 jam. Karakterisasi zeolit hasil sintesis meliputi penentuan menggunakan metode difraksi sinar-x, FT-IR, kapasitas tukar kation pada zeolit dan pengujian daya deterjensi zeolit serta membandingkan dengan STPP dalam peranannya sebagai builder.   Hasil penelitian diperoleh kemampuan deterjensi optimum sebesar 94,313% dengan nilai KTK 65,71 mek/100 g dan ukuran kristal 23,589 nm pada variasi konsentrasi NaOH 6,67M. Berdasarkan karakterisasi XRD dan FT-IR zeolit yang terbentuk adalah zeolit A, Na-A, Na-Y dan Sodalit. Pengaruh konsentrasi NaOH dalam pengambilan silika dari abu sekam padi terhadap zeolit sintesis adalah semakin tinggi konsentrasi NaOH semakin kecil ukuran kristal sehingga daya deterjensi semakin tinggi.