Heru Prastawa
Industrial Engineering Departement Diponegoro University Jl. Prof. Sudarto, SH Tembalang Semarang 50239 Telp. 0247460052

Published : 34 Documents
Articles

Found 34 Documents
Search

PENILAIAN TEKNOLOGI DENGAN METODE TEKNOMETRIK DI PT. INDO ACIDATAMA CHEMICAL INDUSTRY SOLO Purwaningsih, Ratna; Prastawa, Heru; Fanani R, Zainal
Jurnal Transistor Vol 5, No 1 (2005): Jurnal Transistor Volume 5 Nomor 1 Tahun 2005
Publisher : Jurnal Transistor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia industri yang terus menerus berkembang menuntut perusahaan agar dapat mengikuti perkembangan teknologi sehingga dapat lebih berperan dalam persaingan industri.Untuk itu perusahaan harus dapat mengidentifikasi tingkat muatan teknologi yang digunakan. Salah satu alat yang dapat digunakan adalah dengan metode teknometrik yang dikembangkan oleh UNESCAP.Teknologi bedasarkan pengertian UNESCAP dapat dilihat dalam empat komponen : komponen technoware, humanware, infoware, dan orgaware. Yang masing-masing akan memberikan kontribusi pada industri manufaktur itu sendiri. Pada penelitian ini pengukuran kontribusi teknologi dilakukan dengan mengidentifikasi dan menilai komponen teknologi perusahaan. Obyek penelitian ini adalah PT. Indo Acidatama Chemical Industry yang merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang proses kimia (dengan produk utama alkohol, asam asetat dan ethyl asetat). Melalui penilaian ini dapat diketahui seberapa besar kontribusi tiap-tiap komponen serta klasifikasi perusahaan terhadap teknologi. Dari hasil pengukuran komponen teknologi pada PT. Indo Acidatama Chemical Industry, dapat diketahui bahwa komponen yang memiliki kontribusi yang paling tinggi adalah komponen orgaware, disusul technoware, humanware dan yang terkecil adalah infoware. Berdasarkan skala penelitian TCC yang diusulkan UNESCAP (1989) maka nilai TCC pada PT. Indo Acidatama Chemical Industry berada pada klasifikasi sedang. Sedangkan prioritas tindakan perusahaan dalam memperbaiki maupun meningkatkan komponen teknologi dapat dimulai dari komponen yang memiliki intensitas kontribusi teknologinya yang terbesar, yaitu humanware, orgaware, technoware dan infoware. KATAKUNCI : Teknologi, Technoware, Humanware, Infoware, Orgaware,Kontribusi Komponen Teknologi
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PADA DIVISI CETAK KORAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN USE-PDSA DI PT MASSCOM GRAPHY SEMARANG Sari, Diana Puspita; Prastawa, Heru; Yuliana Rahmasari, Yuliana Rahmasari
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Masscom Graphy merupakan industri manufaktur yang bergerak di bidang percetakan. Penelitian ini dilakukan di divisi cetak Koran, karena pada divisi ini persentase waste melebihi target yang ditetapkan perusahaan.  Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi akar penyebab dan memberikan usulan perbaikan. Metode yang digunakan untuk melakukan penelitian yaitu metode USE-PDSA (Understand, State, Evaluate, Plan, Do, Study and Act). Metode USE-PDSA  merupakan langkah-langkah analisis dan solusi masalah kualitas yang secara sistematis,  rasional, ilmiah, efisien, dan efektif dalam melaksanakan perbaikan berkesinambungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar penyebab permasalahan adalah penggantian plate, kertas putus dan kotor kurang setelan. Rekomendasi yang diusulkan adalah perlu diadakan  pelatihan bagi karyawan, perbaikan alat pada mesin cetak koran, dan pemberian reward pada karyawan. Kata Kunci : Divisi cetak koran , PT Masscom Graphy, USE-PDSA, Waste
SISTEM PENGUKURAN KINERJA DENGAN METODE PERFORMANCE PRISM (Studi Kasus di RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG) Prastawa, Heru; Pujotomo, Darminto; Arvianto, Ary; Khoirunnisa, Fithria
TEKNIK Volume 32, Nomor 1, Tahun 2011
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.358 KB)

Abstract

Sultan Agung Islamic Hospital Semarang is a healthcare institution owned by Yayasan Badan Wakaf SultanAgung. To survive against the competitors, the hospital must have a good performance. Thus, a properperformance measurement system is required to assist the company in informing the hospital, so they know howfar has their effort worked in achieving the company’s vision and mission, including to analyze how far has thecompany developed. The researcher intends to design a performance measurement system using theperformance prism method at Sultan Agung Islamic Hospital Semarang. Designing a performance measurementsystem by implementing the performance prism method is sequenced by several phases. Firstly, identify thesatisfaction and stakeholder’s contribution, strategy identification phase, process, and capability, KeyPerformance Indicator (KPI) identification phase, weighing KPI by Analytical Hierarchy Process (AHP) phase,achieving performance targets by an Objective Matrix (OMAX) phase, and the calculation phase of performancevalue in numbers. After we calculate the weighed KPI and performance value, a simulation is conducted to knowthe criteria and KPI elements that is prioritized a suggestion, improvement recommendation that could beapplied to enhance the performance of Sultan Agung Islamic Hospital Semarang
EVALUASI KUALITAS LAYANAN PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP 4 D(DISCONFIRMATION, DISSATISFACTION, DISSONANCE, DISAFFECTION) DAN PENGARUHNYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR (Studi Kasus Program Studi XX) prastawa, heru; susanty, aries
J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 4, No. 3, September 2009
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.574 KB)

Abstract

p { margin-bottom: 0.08in; } Kualitas pelayanan jasa dari suatu perguruan tinggi dapat mempengaruhi persepsi yang dimiliki oleh mahasiswanya. Disonansi atau diskonfirmasi dapat terjadi apabila pelayanan jasa yang diberikan oleh perguruan tinggi tersebut tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh mahasiswanya. Perguruan tinggi akan menghadapi masalah, yaitu timbulnya sejumlah besar mahasiswa yang disafeksi, apabila perguruan tinggi tersebut memiliki terlalu banyak mahasiswa yang mengalami disonansi atau diskonfirmasi. Pada akhirnya, perguruan tinggi tersebut akan kehilangan reputasi dan pangsa pasar. Oleh karena itu, pengelola perguruan tinggi harus dapat mengelola diskonfirmasi, disatisfaksi, disonansi, dan disafeksi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh diskonfirmasi, disatisfaksi, disafeksi, dan disonansi yang dirasakan oleh mahasiswa dari program studi XX terhadap penilaian kualitas layanan yang diberikan oleh program studi tersebut. Penelitian ini juga bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh kualitas layanan terhadap peningkatan motivasi dari mahasiswa. Untuk membuktikan hal tersebut, penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 220 mahasiswa yang berasal dari 4 (empat) angkatan, yaitu angkatan 2005, 2006, 2007 dan 2008. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling [SEM] dan modelnya diukur dengan Second Order Confirmatory Factor Analysis [Second Order CFA]. Hasil pengolahan data dengan menggunakan software LISREL 8.8 menunjukkan bahwa peningkatan diskonfirmasi, disatisfaksi, dan disafeksi memberikan pengaruh negatif yang signifikan terhadap penilaian kualitas layanan dan peningkatan kualitas layanan memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap motivasi dari mahasiswa.
DISAIN SISTEM DATABASE ORDER PRODUKSI PADA DEPARTEMEN LOOM – WEAVING 4, DIVISI DENIM PT APAC INTI CORPORA Prastawa, Heru; Sriyanto, Sriyanto; Suhalim, Monika
J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 4, No. 1, Januari 2009
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.363 KB)

Abstract

Penjadwalan dalam organisasi industri mempunyai peranan penting terutama pada level operasional. Untuk mencapai sebuah penjadwalan yang baik, semua data pendukung harus diatur untuk mendukung proses penjadwalan. Departemen Loom-Weaving 4, Divisi Denim, PT. APAC INTI Corpora, khususnya pada Departemen PPC membutuhkan sebuah sistem database untuk mendukung proses penjadwalan. Untuk menjalankan fungsinya, Departemen PPC membutuhkan informasi yang cepat, akurat dan aktual untuk dibagi dengan bagian Marketing sebagai dasar pengambilan keputusan dalam menerima atau menolak order dan menginformasikan status pembuatan order. Departemen PPC juga harus menyediakan informasi untuk pelaksanaan pembelian order oleh Departemen Produksi. Penelitian ini mengembangkan sebuat sistem database untuk memfasilitasi PPC dalam manajemen data dan menyediakan informasi order. Sistem database didesain untuk menyediakan bantuan dalam penyimpanan data order, pelaporan produksi dan merencakan perbaikan jika terdapat order tambahan. Kata Kunci: penjadwalan, order produksi, sistem database     Abstract   Scheduling in an industrial organization has an important role especially in operational level. To reach a good scheduling, all of the assistive data have to be arranged to support the scheduling process. Loom Department at Weaving 4 - Denim Division, PT Apac Inti Corpora, especially at PPC Department needs a database system to support the scheduling process. In running its function PPC Department required to provide the information quickly, accurate and actual to share with Marketing as base of decision making in accepting or refusing an order and inform the status of order workmanship. PPC Department also must provide the information for buyer order execution by Production Department. This research develops a database system to facilitate the PPC in managing data and provide the order information. Database system is designed to provide aid in archives of order data, production reporting, and plan revise when there is additional order. Keyword : sheduling, production order, database system
USULAN PERBAIKAN SISTEM PERSEDIAAN UNTUK MINIMASI BIAYA TOTAL PERSEDIAAN PADA PT. SEMARANG AUTOCOMP MANUFACTURING INDONESIA Hartini, Sri; Prastawa, Heru; Jayaningtyas, Sitoarum
J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 5, No.1, Januari 2010
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.497 KB)

Abstract

Sistem pemesanan produk dari customer mengijinkan adanya revisi demand dengan fluktuasiyang telah disepakati. Sistem persediaan PT. SAMI selama ini belum dapat mengakomodasi perubahandemand tersebut. Sering terjadi shortage dan overstock yang berpengaruh pada besarnya biaya totalpersediaan yang harus dikeluarkan. Minimasi biaya total persediaan dapat dicapai dengan peramalandemand aktual dan sistem persediaan yang tepat. Saat ini PT. SAMI tidak melakukan peramalan untukmemperoleh perkiraan demand aktual. Perkiraan kebutuhan produksi dan sistem pemesanan materialnyahanya berdasarkan pada perkiraan demand dari customer tanpa pertimbangan apapun denganmenganggap bahwa fluktuasi perkiraan demand dari customer dalam batas yang telah disepakati. Melaluiidentifikasi pola data masa lalu, diusulkan 5 metode peramalan dan metode Winter EksponentialSmoothing (WES) mempunyai tingkat error paling kecil. Selanjutnya metode WES yang terpilih. Selainitu, diusulkan 3 alternatif dalam sistem pemesanan, yaitu perbaikan perkiraan demand, sistem order up toleveldan sistem optional replenishment. Ketiganya mampu menurunkan biaya total masing-masing18,81%, 22,55%, 23,58%.Kata kunci: biaya total persediaan, peramalan, order up to-level, optional replenishment The product ordering system from customer is allowing for demand revision with the fluctuationwhich has been agreed before. The inventory system that now day PT. SAMI run couldn’t accommodatethose demand change. There’s often happen shortage & over stock which impact on the total inventorycost that PT. SAMI have to spend. Minimalisation of total inventory cost could be achieved with theeffective actual demand forecasting and inventory system. Today PT. SAMI is not conducts forecasting toget the actual demand forecast. The production requirement forecast and material order system is basedonly on demand forecast from supplier without any consideration and PT SAMI just assume that demandforecast fluctuation from customer is still within range of agreement that have been approved. Throughpast data pattern identification, we tried 5 method and we can get Winter Exponential Smoothingforecasting method proposal with better degree of accuracy than the current demand forecast method.Besides,this article proposes 3 alternatives in ordering system, such as demand forecast improvement, upto-level order system and optional replenishment system. Three of them could cut the total cost down until18,81%, 22,55%, 23,58%.Keyword: Total inventory cost, forecasting, up to-level order, optional replenishment.
ANALISIS TINGKAT KEPENTINGAN ATRIBUT PERPUSTAKAAN BERBASIS RISET MELALUI METODE CONJOINT ANALYSIS STUDI KASUS DI UNIVERSITAS DIPONEGORO Sari, Diana Puspita; Prastawa, Heru; Lintang, Dyah
J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 5, No.2, Mei 2010
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.757 KB)

Abstract

Setiap Perguruan Tinggi mempunyai tugas untuk menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu mendukung kegiatan pendidikan atau pengajaran, pengabdian masyarakat dan penelitian. Kegiatan penelitian dan perpustakaan memiliki hubungan yang saling terkait. One can not complete his research work without the help of library. Di satu sisi kegiatan penelitian tidak akan terselesaikan tanpa bantuan perpustakaan dan sisi lain tidak dimungkinkan pula dihasilkan suatu penelitian yang baik tanpa sebuah perpustakaan. Maka konsekuensi logis dari perubahan status Universitas Diponegoro menjadi Research University akan menuntut perpustakaan Universitas Diponegoro  untuk mengakselerasi dirinya dari tahap gudang buku ke tahap pendidikan dan penelitian. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode Analisis Konjoin. Tujuan  dari penelitian ini adalah memberikan suatu konsep rekomendasi dalam membangun perpustakaan riset yang dibangun dengan pusat kajian detail fenomena tertentu dengan prioritas pada pengembangan wilayah pesisir dan laut tropis. Hasil dari penelitian ini adalah utility function untuk tiap-tiap taraf atribut. Karakteristik atribut yang terpilih berdasarkan pada identifikasi preferensi stakeholder adalah perpustakaan riset yang dibangun dengan standar khusus jenis riset fundamental, dengan permasalahan bidang kajian lingkungan hidup, sumber informasi yang diprioritaskan berasal dari jurnal, koleksi yang diprioritaskan pada disiplin ilmu oseanografi, adanya kebijakan alokasi hibah dana untuk meningkatkan hasil kegiatan penelitian, jejaring informasi yang berformat digital library silang layan, sistem pelayanan perpustakaan yang closed access dan sumber daya manusia yang ahli teknologi informasi. Kata Kunci : Universitas Diponegoro, perpustakaan riset, analisis konjoin.     Every colleges had assignment to enforce Threedharma, they are support of education and instruction, serving the community and research at all levels. Research and library are inter related. One can not complete his research work without the help of library and no good research is possible without a library. So, the logical from the Diponegoro University status changes to be a research university will be trundle Diponegoro University library’s to regenerate it from store house period to educational and research period. The methods used in this research is Conjoint Analysis. Steerage  from applied this method is give a rough copy recommendation to created a research library, it is special library generally treat only one subject matter is coastal area and tropical newcastles expansion. The results from this research is utility function for each an item of all. For an item have the best of identifying stakeholders’ preferences are the research library would have been created with special criterion research kind fundamental, with the investigates life surroundings, the predominant information resources from journal, the predominant branch of science church collection oceanography, there are the donation grant to increase research results, the information networking with the form digital library service crosswise, service system closed access and human resources good at information technology. Keywords : Diponegoro University, research library, conjoint analysis.
PENGHITUNGAN WAKTU PENGERINGAN KAYU JATI METODE PROGRESIF DENGAN LOGIKA FUZZY (STUDI KASUS CV. DWI TUNGGAL – BAWEN) Fanani, Zainal; Prastawa, Heru; Suswianti, Suswianti
J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 1, No.2, Mei 2006
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.735 KB)

Abstract

Untuk menyiasati kendala yang dihadapi perusahaan mebel dalam memperoleh bahan baku jati tua, salah satunya adalah menggunakan kayu jati muda dan melakukan metode pengeringan progresif. Selama menggunakan metode pengeringan progresif ini ternyata sering terjadi keterlambatan pemenuhan order. Belum adanya model prediksi waktu proses pengeringan menyebabkan pengambilan keputusan due date order oleh pihak manajemen kurang akurat. Proses pengeringan progresif yang dibahas pada penelitian in adalah pengeringan di udara terbuka (open drying). Waktu pengeringannya ditentukan oleh faktor evaporasi, ketebalan kayu dan kandungan air dalam kayu (MC/ Moisture Content). Untuk mendapatkan waktu pengeringan, faktor-faktor yang mempengaruhinya diinterpolasikan dengan logika inferensi fuzzy sehingga didapatkan hitungan kuantitatif. Input perhitungan adalah data historis dan pengalaman bagian wood center yang biasa melakukan proses pengeringan kayu. Toolbox fuzzy dari Matlab digunakan untuk menguji dan melakukan perhitungan dari model yang telah dibuat. Validasi model dilakukan dengan dua cara, yaitu menguji model fuzzy dengan input-input dengan nilai tertentu dan nilai sembarang untuk menguji make sensenya model serta dengan cara membandingkan hasil perhitungan dari toolbox yang telah diprogram dengan waktu pengeringan yang ada di lapangan. Dari proses validasi yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa model fuzzy yang telah dibangun adalah valid atau sesuai dengan sistem yang ada. Kata kunci      : pengeringan progresif  logika inferensi fuzzy
PENENTUAN FAKTOR DAN TARAF FAKTOR DALAM PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI BENANG PCM DI PT APAC INTI CORPORA DENGAN METODE DESAIN EKSPERIMEN Pujotomo, Darminto; Prastawa, Heru; Simbolon, Foibe DR
J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 1, No.3, September 2006
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.575 KB)

Abstract

PT. APAC Inti Corpora merupakan salah satu perusahaan tekstil yang terbesar di Asia Tenggara dimana salah satu jenis produknya adalah benang PCM yang dihasilkan oleh departemen spinning 4. Permasalahan yang muncul adalah produk akhir yang cacat melebihi target perusahaan sebesar 0,8% dari total produksi, sedangkan perusahaan dituntut untuk menghasilkan produk cacat seminimal mungkin. Masalah ini muncul karena masih banyaknya cacat yang timbul pada benang PCM yang didominan oleh cacat crossing (24,67%),  cacat ring cone (21,98%), cacat tanpa ekor (16,02%) dan kontaminasi (12,50%). Penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan penilaian terhadap proses yang terjadi dan apabila ternyata memang terjadi proses yang tidak terkendali maka selanjutnya akan dilakukan identifikasi dan analisa faktor-faktor yang mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap ttimbulnya cacat crossing pada benang PCM. Metode yang digunakan untuk menilai proses operasi adalah metode pengendalian proses statistik (statistical process control), sedangkan metode yang digunakan untuk menganalisa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap timbulnya cacat benang PCM adalah metode desain eksperimen faktorial.  Dari grafik pengendali dan penentuan kemampuan proses dapat diketahui bahwa proses operasi yang terjadi berada di luar kontrol karena menghasilkan cukup banyak produk cacat. Faktor-faktor yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah faktor ukuran benang, umur mesin dan kecepatan mesin yang masing-masing faktor terdiri dari 2 taraf faktor. Faktor ukuran benang terdiri dari tipis dan tebal. Faktor umur mesin terdiri dari mesin lama dan mesin baru.Faktor kecepatan mesin terdiri dari 900 MPM dan 1000 MPM. Berdasarkaan perhitungan analisa variansi (ANAVA) dan test hipotesa, faktor yang signifikan menyebabkan timbulnya cacat crossing adalah faktor ukuran benang  dan umur mesin.   Kata kunci : cacat crossing, pengendalian kualitas, ANAVA   PT.APAC Inti Corpora is the largest textile company in the Southeast Asian. One of the main products is PCM yarn. The problem of this company is the non-standard production target not be achieved that bigger 0.8% from total productions. The non-standard product PCM yarn are crossing (24,67%), ring cone (21,98%), without tail (16,02%) and contamination (12,50%). Based on the problem above, the company needs such program for controlling product qualility. The aim of this research is to conduct process evaluation. When uncontrolled process happens, the analysis of factors that have significant effect in producing PCM yarn is needed. Statistical process control and factorial experimental deisgn method are used to analyse this process. These methods analyse of factors that significant effect to product rejected. From control graphic result, the operation process is out of control. Because the process has a lot of product rejects. Acording to analysis of variance, factors and level of factor that used are two level of factors (thickness and old machine). Based on the factorial experimental design, the get best result are 900 MPM dan 1000 MPM Key words: crossing, quality control, analysis of variance
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP CACAT DALAM PADA PRODUK SLAB BAJA (STUDI KASUS DI SLAB STEEL PLANT-2 PT. KRAKATAU STEEL) Handayani, Naniek Utami; Prastawa, Heru; Nuryanti, Nuryanti
J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 2, No.2, Mei 2007
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.263 KB)

Abstract

PT Krakatau Steel Plant-2, sebagai perusahaan penghasil Slab Baja, selalu berusaha untuk dapat menungkatkan kualitas produknya agar mampu bersaing di era global. Untuk dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi hanya dapat dicapai dengan serangkaian pengendalian proses produksi yang baik, konsisten dan ketat. Hasil pengamatan di lapangan diketahui terdapat permasalahan adanya cacat segregasi. Cacat segregasi adalah cacat internal yang paling dominan dari jenis cacat yang lain, dari catatan departemen QC diketahui bahwa  tingkat kelas cacat internal segregasi slab baja melebihi kelas. Adapun rincian jumlah cacat adalah sebagai berikut,jumlah cacat kelas 1 (37.84%), jumlah cacat kelas 1-2 (45.40%), jumlah cacat kelas 2 (46.84%) dan jumlah cacat kelas 2-3 (33.33%). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis cacat yang paling berpengaruh terhadap cacat/retak dalam, mengetahui perbedaan pengaruh diantara faktor-faktor tersebut sehingga tercipta suatu sistem kerja yang baik, maka faktor-faktor ini perlu diteliti. Faktor-faktor yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah faktor shift kerja, temperatur tundish dan casting speed ( kecepatan pencetakan). Masing-masing faktor terdiri dari 3 level. Faktor shift terdiri shift pagi, siang dan malam. Faktor temperatur terdiri, yaitu 15450C, 15500C dan 15550C. Dan faktor kecepatan 1.3m/menit, 1.4m/menit dan 1.5m/menit. Ukuran untuk kualitas slab baja yang dihasilkan dari proses ini dinyatakan dalam tingkat kelas cacat slab yang terjadi. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda perancangan eksperimen dengan model faktorial. Untuk pengolahan data digunakan analisa variansi (ANOVA) dan test hipotesa. Hasil pengujian hipotesa dengan tingkat kepercayaan 95% menyatakan bahwa ada perbedaan yang berarti (signifikan) diantara pengaruh faktor temperatur tundish. Kata kunci: kualitas produk, desain eksperimen, cacat segregasi