Nanik Prasetyoningsih
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

STUDI IMPLEMENTASI NILAI-NILAI HAM DALAM PERATURAN DAERAH DAN DAMPAKNYA BAGI PEMENUHAN HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA DI KABUPATEN BANTUL PROVINSI DIY Prasetyoningsih, Nanik; S.H., M.H., Mujiyana; Wijayanti, Septi Nur
Hukum Dan Dinamika Masyarakat Vol 10, No 1 (2012): Hukum dan Dinamika Masyarakat
Publisher : Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human rights conditions still have not significant progress yet. It will be shown in the absence of serious measures and well-planned by the government for the fulfillment of human rights both in the field of economic, social and cultural as well as in the field of civil and political rights. This research was conducted to describe the problems as follows: (1) How is the process of formulating the values of human rights in the draft of local regulations?, and (2) What is the impact of local regulations in the fulfillment of ESC rights of citizens? The aims of the study are: identify and assess the process of formulating the values of human rights in the draft regulations, and the impact of local regulations in the fulfillment of ESC rights. This is a normative legal research, its find the truth based on the logic of the legal thougth. The analysis conducted on the laws and regulations, which its containing norms of protection and fulfillment of ESC rights. In terms of empirical conducted to assess the impact of the local regulation on the community. The research conclusion are the Government District of Bantul have included ESC rights values into ones that are made in the period 2005-2009, although not all values can be accommodated into the local regulation. Regulation set a positive impact in the effort to fulfill the responsibility of the local government in fulfillment and protection of ESC rights.
Pendampingan Penanggulangan Penyelesaian Kasus Adopsi Anak dan Tindak Kekerasan dalam Rumah Tangga Prasetyoningsih, Nanik; Lailam, Tanto
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.1.1.2018.26-39

Abstract

tatacara adopsi anak yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan penanganan tindak kekerasan dalam rumah tangga. Pengabdian dilakukan dengan maksud untuk memberikan informasi yang akurat untuk meningkatkan pemahaman masyarat Dusun Kemiri mengenai adopsi anak dan penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga. Permasalahan yang ditemukan adalah sebagai berikut: (1) proses adopsi anak dilakukan berdasarkan kebiasaan yang berlaku di masyarakat, (2) kesadaran masyarakat masih rendah mengenai pentingnya bukti formal adopsi anak; (3) ketidakjelasan status anak adopsi menimbulkan tindak kekerasan dalam rumah tangga; dan (4) kasus kekerasan dalam rumah tangga masih belum belum teratasi dan terselesaikan. Metode pelaksanaan pengabdian adalah sebagai berikut: (1) melakukan sosialisasi tata cara adopsi anak sesuai hukum Indonesia; (2) melakukan sosialisasi penanggulangan kekerasan dalam rumah tangga; (3) melakukan Pelatihan dan Pembentukan Kader Pelindung Anak dan Satgas Anti kekerasan dalam rumah tangga; dan melakukan pendampingan Penyelesaian Kasus Adopsi Anak dan Kasus kekerasan dalam rumah tangga. Simpulan yang dapat diambil dari pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah semua program kegiatan yang direncanakan telah terrealisasi dengan baik dan sesuai dengan jadwal dan rancangan yang telah ditentukan. Permasalahan adopsi anak sudah terpecahkan melalui beberapa tahap pengabdian. Demikianhalnya dengan penanganan Kasus kekerasan dalam rumah tangga. Pengabdian ini telah memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai tata cara adopsi anak dan perlindungan kekerasan dalam rumah tangga. Pemahaman hukum dan kesadaran hukum mulai meningkat dan terjaga, karena senantiasa ada Kader Perlindungan Anak dan Satgas Anti kekerasan dalam rumah tangga yang aktif melakukan sosialisasi dan upaya-upaya penyadaran sosial bagi masyarakat.
THE IMPLEMENTATION OF SIYASAH SYAR’IYAH PRINCIPLES IN THE CONSTITUTIONAL COURT DECISION REGARDING TO THE SIMULTANEOUS ELECTION 2019 Prasetyoningsih, Nanik; Wijayanti, Septi Nur; Syaroni, Anang; Lailam, Tanto
Jurnal Hukum Progresif Vol 7, No 2 (2019): Volume: 7/Nomor2/Oktober/2019
Publisher : Law Science Doctorate Program, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hp.7.2.108-128

Abstract

This study aims to examine the Constitutional Court's Decision which carries out General Elections simultaneously from the Syiyasah Syar'iyah perspective, especially on the principle of justice. This research is a doctrinal research and uses two approaches namely the statutory approach and the concept approach. Based on Syiyasah Syar'iyah's perspective, the decision of the Constitutional Court is fair for political parties participating in elections for people who are willing to become candidates/vice presidents, and for people who want to test their electability. This decision also aims to reduce the number of non-voter groups. The Constitutional Court's decision also contains the principle of unity and alliance, because it aims to stop the practical political interests that lead to the collapse of unity.
Pendampingan Penanggulangan Penyelesaian Kasus Adopsi Anak dan Tindak Kekerasan dalam Rumah Tangga Prasetyoningsih, Nanik; Lailam, Tanto
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.1.1.2018.26-39

Abstract

tatacara adopsi anak yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan penanganan tindak kekerasan dalam rumah tangga. Pengabdian dilakukan dengan maksud untuk memberikan informasi yang akurat untuk meningkatkan pemahaman masyarat Dusun Kemiri mengenai adopsi anak dan penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga. Permasalahan yang ditemukan adalah sebagai berikut: (1) proses adopsi anak dilakukan berdasarkan kebiasaan yang berlaku di masyarakat, (2) kesadaran masyarakat masih rendah mengenai pentingnya bukti formal adopsi anak; (3) ketidakjelasan status anak adopsi menimbulkan tindak kekerasan dalam rumah tangga; dan (4) kasus kekerasan dalam rumah tangga masih belum belum teratasi dan terselesaikan. Metode pelaksanaan pengabdian adalah sebagai berikut: (1) melakukan sosialisasi tata cara adopsi anak sesuai hukum Indonesia; (2) melakukan sosialisasi penanggulangan kekerasan dalam rumah tangga; (3) melakukan Pelatihan dan Pembentukan Kader Pelindung Anak dan Satgas Anti kekerasan dalam rumah tangga; dan melakukan pendampingan Penyelesaian Kasus Adopsi Anak dan Kasus kekerasan dalam rumah tangga. Simpulan yang dapat diambil dari pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah semua program kegiatan yang direncanakan telah terrealisasi dengan baik dan sesuai dengan jadwal dan rancangan yang telah ditentukan. Permasalahan adopsi anak sudah terpecahkan melalui beberapa tahap pengabdian. Demikianhalnya dengan penanganan Kasus kekerasan dalam rumah tangga. Pengabdian ini telah memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai tata cara adopsi anak dan perlindungan kekerasan dalam rumah tangga. Pemahaman hukum dan kesadaran hukum mulai meningkat dan terjaga, karena senantiasa ada Kader Perlindungan Anak dan Satgas Anti kekerasan dalam rumah tangga yang aktif melakukan sosialisasi dan upaya-upaya penyadaran sosial bagi masyarakat.
Inisiasi Gerakan Shodaqoh Sampah Bagi Masyarakat Desa Trimurti, Bantul Paksi, Arie Kusuma; Prasetyoningsih, Nanik
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.1.2019.1-12

Abstract

Terkait dengan tema pengabdian masyarakat, ternyata di masyarakat Desa Trimurti masih sangat perlu sosialisasi mengenai bahaya tumpukan sampah, hasil dari aktivitas rumah tangga, yang akan mengalami dekomposisi dan menghasilkan gas CH4 dan CO2 yang berdampak pada pemanasan global. Pengabdian dilakukan dengan maksud untuk memberikan informasi yang akurat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Trimurti mengenai pentingnya mengelola sampah rumah tangga dalam rangka mengurangi resiko pemanasan global. Permasalahan yang ditemukan adalah sebagai berikut: (1) Pemahaman masyarakat mengenai bahaya pemanasan global masih perlu ditingkatkan, (2) Kesadaran masyarakat masih rendah mengenai pentingnya mengelola sampah rumah tangga; dan (3) Belum adanya manajemen pengelolaan sampah yang inovatif. Adapun penyelesaian masalah yang ditawarkan adalah sebagai berikut: (1) Peningkatan kesadaran masyarakat bahwa menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah, akan berdampak pada pengurangan resiko pemanasan global. Ini menjadi tanggungjawab semua warga, dan bukan hanya pemerintah; (2) Motivasi dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekitar khususnya bagi masing-masing rumah tangga; dan (3) Pendampingan Pemerintah Dukuh untuk melakukan sosialisasi prosedur pengelolaan sampah melalui program shodaqoh sampah. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di Dukuh Gerso, dan telah dilaksanakan dengan baik bekerjasama dengan Masyarakat Dukuh Gerso dan Pemerintah Desa Trimurti. Hasil pelaksanaan kegiatan antara lain: pengetahuan dan pemahaman masyarakat Desa Trimurti mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekitar meningkat, yakni dengan dibentuknya Gerakan Pengelola Sampah di setiap RT dibawah Koordinasi Kepala Dukuh Gerso dan di ketuai langsung oleh Ketua RT.  Inisiasi program shodaqoh sampah masih berlangsung di Dukuh Gerso, dan oleh pihak Desa akan disebarkan ke padukuhan yang lainnya di Desa Trimurti. Sementara itu, pelaksanakan gerakan shodaqoh sampah di Dukuh Besole baru sebatas inisiasi dikarenakan Kepala Dukuh dan warga masyarakat sedang mempersiapkan langkah-langkah selanjutnya demi memulai gerakan pengelolaan sampah dengan model tersebut.Kata kunci: shodaqoh sampah; kesehatan lingkungan; pemanasan global Abstract Related to the theme of community service, it turns out that in the community of Trimurti Village there is still a great need for socialization regarding the dangers of garbage piles, the result of household activities, which will experience decomposition and produce CH4 and CO2 gas and this will have an impact to global warming. Dedication was carried out with the intention of providing accurate information to improve the understanding of the Trimurti Village community about the importance of managing household waste in order to reduce the risk of global warming. The problems found are as follows: (1) Public understanding of the dangers of global warming still needs to be improved, (2) Public awareness is still low regarding the importance of managing household waste; and (3) The absence of innovative waste management. The solutions to the problems offered are as follows: (1) Increasing public awareness that protecting the environment through waste management will have an impact on reducing the risk of global warming. This is the responsibility of all citizens, and not just the government; (2) Motivation and socialization regarding the importance of protecting the surrounding environment, especially for each household; and (3) Assistance to the hamlet government to disseminate waste management procedures through the waste almsgiving program. The activity was carried out in Gerso Hamlet, and has been well implemented in collaboration with the Dukuh Gerso community and the Trimurti Village Government. The results of the implementation of the activities included: the knowledge and understanding of the Trimurti Village community about the importance of protecting the surrounding environment, namely the establishment of the waste management movement in each neighborhood under the coordination of Gerso Hamlet Heads and chaired directly by the Chairperson of the Neighborhood. The initiation of the waste almsgiving program is still ongoing in Gerso Hamlet, and by the Village will be distributed to other hamlets in Trimurti Village. Meanwhile, carrying out the waste almsgiving movement in Hamlet Besole was only limited to initiation because the Village Head and the community were preparing the next steps to start the waste management movement through almsgiving programme.