Articles

Found 15 Documents
Search

IDENTIFIKASI STRUKTUR GEOLOGI DENGAN GEOLISTRIK METODE SCHLUMBERGER STUDI KASUS SEBAGIAN SISI UTARA KAMPUS UNIVERSITAS DIPONEGORO TEMBALANG

Geological Engineering E-Journal Vol 5, No 1 (2013): Volume 5, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Geological Engineering E-Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geoelectric (resistivity) is a geophysical method used to determine the condition or the subsurface geological structures based on the variation of the resistivity rock. What the research lies in the northern part UNDIP Tembalang campus, located on Kaligetas Formation (Qpkg) lithological units composed of volcanic breccia, lava flows, tuffs, tuffaceous sandstone and mudstone. At the study site found the scarp and alignment springs. The condition is likely due to the influence of geological structures formed. The purpose of this study was to determine the subsurface lithology types and  kinds of geological structures based on the measurement results Schlumberger geoelectric method.The method used in this study is geoelectric schlumberger method. Geoelectric measurements carried out by 16 points spread among the sites. Geoelectric data processing to determine the actual value of resistivity and thickness of each layer using software IPI2win.Based on the results of data processing geoelectric resistivity values obtained in the study area in the form of rock mudstone (≤ 15 Ωm), sandy mudstone (16-45 Ωm), sandstones (46-100 Ωm), and volcanic breccia (> 100 Ωm). The results of the resistivity values and correlated geoelectric section is to analyze the structural phenomenon which occurs in the study area. In correlation A - A (UNDIP 3, UNDIP 13, and UNDIP 15) mudstone layer located at a depth of 55 meters in cross UNDIP 3, has increased to lie at a depth of 9 meters in cross section UNDIP UNDIP 13 and 15. In correlation C - C (UNDIP 4, UNDIP 2, and UNDIP 16) mudstone layer located at a depth of 62 meters in cross UNDIP 4, has increased to lie at a depth of 11 meters in cross UNDIP 2 and located at a depth of 2.4 meters in cross UNDIP 16. From the results of which showed increased geoelectric mudstone layer, it can be analyzed that the geological structure in the area of research in the form of faults (fault), the type of reverse faults, the south is part of a down (foot wall), while the northern part is relatively rise blocks ( hanging wall). With the direction of fault trending northwest - southeast

Penentuan Alokasi Buffer Untuk Meningkatkan Performansi Lini Produksi (Studi Kasus di PT. General Electric Lighting Indonesia)

Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 6, No 1 (2007): PERFORMA Vol. 6, No. 1 Maret 2007
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.053 KB)

Abstract

PT. GE Lighting Indonesia is a manufacturing company that producing lamp. In generally, PT. GE Lighting Indonesia’s producing line consists of 5 machines with buffer allocation storage between machine that have early capacity of buffer1= 1225 units, buffer2= 915 units, buffer3=820 units, and buffer4=545 units. The allocation of these buffer is definetely done with purpose to place output from machine before processed to the next machine. Time difference process in every machine make the stream of production process become less fluent and affecting less maximal throughput. Other cause that making the throughput of production line process less maximal is machine damage factor. Although the preventive maintenance policy is applied in PT. GE Lighting Indonesia remain to be the machine damage cannot be obviated at production process take place. This research will try to redetermine the buffer allocation in PT. GE Lighting Indonesia in order to make the production process more fluent, so that can increase the throughput in production line. The method that is use to redetermine the buffer allocation is simulation approach. The reason why the author use this method is because there wasn’t found a representative and valid analytical model that match with the system.The simulation is done with Promodel 4.0 software. Based on the experiment design and running of simulation, it’s achieved a conclusion that the best alternative buffer capacity is at 900 units (buffer1, buffer2, buffer3, buffer4 has a same capacity at 900 units) with average throughput at 9.651 units/shift. While in the early buffer capacity only produce as many as 9.207 units/shift. Finally, if it’s compared with the early condition, redetermining the buffer allocation can increase the throughput of production line process equal to 444 units/shift.

KINERJA KANTOR TRANSPORTASI BANDAR LAMPUNG DALAM SISTEM PENGENDALIAN TRAFFIC AREA (ATCS) DI BANDAR LAMPUNG (STUDI DI DINAS PERHUBUNGAN BANDAR LAMPUNG)

Administratio : Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Administratio : Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemacetan adalah masalah yang sering terjadi di perkotaan di Indonesia. Bandar Lampung adalah salah satu kota di Indonesia yang memiliki masalah ini. Kemacetan di jalan-jalan utama di Bandar Lampung menimbulkan dampak buruk pada aktivitas publik. Masalah ini menjadi tugas utama Dinas Perhubungan di Bandar Lampung. Salah satu upaya terakhir dari Dinas Perhubungan di Bandar Lampung adalah melakukan ATCS (sistem pengendali lalu lintas daerah). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja satuan tugas (SATGAS) ATCS (sistem pengendali lalu lintas daerah) dalam menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas di Bandar Lampung, penelitian ini menggunakan model pengukuran kinerja menurut Mahsun; 1) input, 2) proses, 3) output, dan 4) hasil. Ini adalah penelitian kualitatif dan data dikumpulkan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Dinas Perhubungan tidak optimal. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja Dinas Perhubungan Bandar Lampung yang kurang optimal dalam melakukan program ATCS. Mereka kurang memiliki karyawan dalam melakukan operasi ATCS, beberapa persimpangan belum dipasang dengan instrumen ATCS, kurang struktur dan infrastruktur terutama kendaraan bermotor bermotor untuk melakukan program ATCS. Peneliti merekomendasikan Dinas Perhubungan untuk meningkatkan kinerja karyawannya dengan menambahkan karyawan terutama di divisi operasi ATCS, mengoptimalkan pemasangan peralatan ATCS untuk semua titik jalan yang rentan terhadap kemacetan, dan menambahkan kendaraan bermotor otomatis.

IPTEKS BERBASIS MASYARAKAT PADA PENGURUS MAJALAH SEKOLAH TINGKAT SMA DI LAMPUNG SELATAN

PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten ini dilakukan dengan berbagai macam program dan kegiatan yang diselenggarakan baik oleh pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat. Pendidikan merupakan basis utama pengembangan sumber daya manusia yang diandalkan pada wilayah ini. Tingginya pertumbuhan sekolah di wilayah ini mampu meningkatkan kemampuan individu di daerah ini. Namun, sebagian besar penduduk di wilayah ini, banyak mengenyam pendidikan hanya tingkat lanjut dan jarang dijumpai masyarakat yang berpindidikan tinggi. SMA Negeri 2 Kalianda merupakan sekolah tingkat atas yang menjadi percontohan dan pioneer bagi sekolah lain di Kabupaten Lampung Selatan. SMA NEGERI 1 PALAS berdiri pada tehun 1995 dan berlokasi di Jalan LPN Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten lampung Selatan. Kedua sekolah tersebut telah memiliki majalah sekolah namun kondisinya tidak aktif, sehingga kegiatan ini cocok dilaksanakan disana. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan minat siswa untuk menjalankan maJalah sekolah dengan prinsip jurnalistik yang baik. Terbentuknya pengurus majalah sekolah dengan sistem yang lebih teratur. Kata-kata kunci: Majalah sekolah, Jurnalistik, Media

Pembelajaran Klinik Conference Melalui Tugas Outline terhadap Hasil Belajar Metodologi Penelitian Pendidikan

JOURNAL OF SONGKE MATH Vol 1 No 2 (2018): December Edition
Publisher : STKIP Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak masalah-masalah yang dihadapi mahasiswa dengan metode penelitian, banyak mahasiswa masih bingung memilih metode apa yang digunakan di dalam penelitiannya. Selain itu, mahasiswa memerlukan pengetahuan lebih mengenai metodologi penelitian, macam-macam metode penelitian, syarat-syarat peneliti, langkah-langkah penelitian dan manfaat dari penelitian. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu model pembelajaran agar siswa mampu mendalami materi-materi yang ada dalam Metodologi Penelitian Pendidikan. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 5 PGMI di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Teknik pengumpulan data terdiri dari wawancara, observasi, posttest, dan library research (studi pustaka). Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang menggambarkan tentang hasil belajar mahasiswa yang baik pada mata kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan melalui tugas outline dengan pembelajaran klinik model conference.

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS ANDROID UNTUK SISWA SD/MI

JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education) Vol 1, No 1 (2017): JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education)
Publisher : PD PGMI se Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.988 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menghasilkan media pembelajaran IPA berbasis android untuk siswa SD/MI, 2) memperoleh media pembelajaran IPA berbasis android yang layak digunakan untuk siswa SD/MI, dan 3) mengetahui respon siswa SD/MI terhadap  media pembelajaran IPA berbasis android.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Research and Development (R & D). Prosedur pengembangan meliputi enam langkah, yaitu: analisis potensi dan masalah, pengumpulan informasi, desain produk, validasi desain, revisi desain, dan uji coba produk. Instrumen penilaian yang digunakan adalah lembar angket untuk uji kualitas produk media pembelajaran IPA berbasis android. Penilaian kualitas produk media pembelajaran IPA berbasis android dilakukan oleh reviewer, peer reviewer, guru SD/MI, dan respon siswa kelas VI SD/MI.Hasil penelitian pengembangan ini adalah: 1) telah dikembangkan produk media pembelajaran IPA berbasis android materi perkembangbiakan pada makhluk hidup untuk siswa kelas VI SD/MI, 2) media pembelajaran IPA berbasis android untuk siswa kelas VI SD/MI pada materi perkembangbiakan pada makhluk hidup dengan kelayakan sesuai hasil penilaian reviewer, peer reviewer, dan guru SD/MI, yaitu kategori Sangat Baik (SB) dengan skor 631 dan persentase penilaian 86,85%, dan 3) respon atau tanggapan siswa kelas VI SD/MI terhadap  media pembelajaran IPA berbasis android mempunyai kategori interval antara “Setuju dan Sangat Setuju”, yaitu menghasilkan skor 635 dengan persentase penilaian 88,23%.

ANALISIS PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DAN KEPUASAN KERJA DENGAN VARIABEL MODERATOR KOMITMEN PADA PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGUNAN JAWA BAGIAN TIMUR DAN BALI I

JIMMU (Jurnal Ilmu Manajemen) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : MAGISTER MANAJEMEN UNISMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe sample used is 194 employees of PT PLN (Persero) Main Unit Development of East Part Network and Bali I (UIP JBTB I). The result of analysis by using SEM indicates that 1) Motivation has a positive effect posittif on employee performance of PT PLN (Persero) Main Unit of Development of Eastern Part Network and Bali I (UIP JBTB I). 2) Motivation has a significant positive effect on job satisfaction at PT PLN (Persero) Main Unit of Development of Eastern Part Network and Bali I (UIP JBTB I). 3) Commitment to strengthen the influence of motivation on employee performance of PT PLN (Persero) Main Unit of Development of Eastern Part Network and Bali I (UIP JBTB I). 4) Commitment to weaken the influence of motivation on employee satisfaction PT PLN (Persero) Main Unit Development of Eastern Part Network and Bali I (UIP JBTB I).  Keywords: Motivation, employee, Commitment AbstractThe sample used is 194 employees of PT PLN (Persero) Main Unit Development of East Part Network and Bali I (UIP JBTB I). The result of analysis by using SEM indicates that 1) Motivation has a positive effect posittif on employee performance of PT PLN (Persero) Main Unit of Development of Eastern Part Network and Bali I (UIP JBTB I). 2) Motivation has a significant positive effect on job satisfaction at PT PLN (Persero) Main Unit of Development of Eastern Part Network and Bali I (UIP JBTB I). 3) Commitment to strengthen the influence of motivation on employee performance of PT PLN (Persero) Main Unit of Development of Eastern Part Network and Bali I (UIP JBTB I). 4) Commitment to weaken the influence of motivation on employee satisfaction PT PLN (Persero) Main Unit Development of Eastern Part Network and Bali I (UIP JBTB I).  Keywords: Motivation, employee, Commitment

Implementasi Pembelajaran Sains untuk Anak Usia Dini dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.376 KB)

Abstract

Pembelajaran sains merupakan proses pembelajaran sepanjang hayat sebagaimana belajar berhitung. Anak-anak dari segala jenis usia akan memperoleh manfaat dengan menganalisis keadaan-keadaan di sekitarnya yang mengadung unsur sains. Anak-anak perlu didorong agar memperoleh lebih banyak pengalaman sains di alam, kemudian menjelaskan peristiwa-peristiwa yang dilihatnya, menanyakannya, dan menganalisis cara peristiwa-peristiwa itu terjadi. Implementasi pembelajaran sains untuk anak usia dini dalam menghadapi MEA adalah dengan memasukkan enam keterampilan dasar sains ke dalam empat faktor penentu kemajuan suatu negara, yaitu inovasi, penguasaan jaringan melalui komunikasi, penguasaan teknologi, dan kekayaan sumberdaya alam. Adapun keenam keterampilan dasar sains yang perlu diajarkan kepada siswa adalah: pengamatan (observation), pengomunikasian (communication), pengklasifikasian (classification), pengukuran (measurement), penyimpulan (inference), dan peramalan (prediction). Keenam keterampilan di atas terintegrasi ketika seorang anak melakukan percobaan sederhana. Enam keterampilan dasar di atas sangat penting dalam kedudukannya sebagai keterampilan mandiri sebagaimana pentingnya ketika berkedudukan sebagai keterampilan terintegrasi. Keterampilan yang diasah sejak dini diharapkan akan menjadi bekal untuk menghadapi jenjang pendidikan siswa selanjutnya. Hal ini menjadi fokus penting mengingat batas-batas antar negara saat ini semakin transparan, persaingan tidak hanya terjadi secara lokal melainkan sudah bersifat global sejak dicanangkanya MEA.

Optimalisasi Penggunaan Alat Peraga Dalam Pembelajaran Ipa Di Min Ngestiharjo Wates

LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan) Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.845 KB)

Abstract

The research aimed to discover the optimization of the use of the science kits in MIN Ngestiharjo Wates based on (1) the general condition of the school, including teachers’ and students’ condition, (2) the completeness of the science kits and it’s instructions, covering their conditions when received and their recent conditions, (3) the number and the use of the science kits in science study, (4) the frequency of the use of the science kits, (5) teachers’ knowledge of using the science kits, (6) teachers’ experiences in attending the training, and (7) teachers’ experiences and their opinions in using the science kits in science study. This research used the quantitative approach by the ki nd of survey research categories. Data were collected using questionnaires, observation, and interview to the officers. The instrument validity was assessed using the volume validities while the reliability was assessed using the triangulation method. Data were analyzed using the descriptive analysis technique. Findings show that the using of the science kits is not optimal based on, first, the general condition of the school covering the comparison between total students and science kits is not in adequate condition and the number of the teachers is already adequate, nevertheless, their overall qualification was inadequate. Second, the number of the science kits was in complete condition but the instructions covering the science kits were good when they’re received and partly, they’re damaged (25.0%). Third, the science kits are used in some of the science Study (66.7%) and the use of them in group practical activities was lack (66.7%) meanwhile they were precisely adequate for the demonstration (33.3%). Fourth, the average utilization frequency of science kits is 12 times maximum usage. Fifth, the respondents already understood the goal of using the science kits. Sixth, there were only small part of the respondents attended the upgrading activities. Lastly, the respondents experienced some obstacles in using the science kits covering the science kits packages are not adequate enough, the lack of science kits upgrading activities, and the needs for more times in using the science kits so that the respondents propose the problemalternative solutions such as increasing the teachers equaling program, upgrading the science kits, improving the KKG qualities, teachers’ sharing, and other materials of references or associated (already performed). Otherwise, it is necessary to conduct the technical guidance especially for science teachers, improving the science upgrading program, improving the KKG qualities, increment the number of science kits, and separated timing allocation (hasn’t been performed).

Implikasi Ajaran Pestalozzi Dalam Pembelajaran Sains di MI/SD Penyelenggara Inklusi

Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Study Program of Islamic Elementary Education, Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.677 KB)

Abstract

Kendala yang sering dihadapi guru MI/SD dalam kegiatan pembelajaran untuk siswa inklusi adalah pembelajaran sains. jelaslah hal ini tidak sejalan dengan hakikat pembelajaran sains yang menekankan pelakunya untuk berperan aktif, memiliki kemampuan mobilitas, mampu mengeksplorasi alam sekitar, dan pengembangan lebih lanjut dalam penerapannya dikehidupan sehari-hari. Permasalahan dalam mempelajari sains pada siswa inklusi harus segera dicarikan jalan keluarnya. Jika tetap dibiarkan maka kemampuan siswa inklusi dalam pembelajaran sains akan semakin tertinggal dengan siswa pada umumnya.Ajaran Pestalozzi merupakan sesuatu yang harus diberikan kepada siswa MI/SD di sekolah penyelenggara inklusi, karena ajaran Pestalozzi mengandung muatan pendidikan moral yang dapat membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik dan hidup setara dengan anak-anak normal lainnya. Pendidikan inklusi merupakan perkembangan pelayanan pendidikan terkini dari model pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, dimana prinsip mendasar dari pendidikan inklusi, selama memungkinkan, semua anak atau siswa seyogyanya belajar bersama-sama tanpa memandang kesulitan ataupun perbedaan yang mungkin ada pada mereka. Peranan guru sains dan perancang pembelajaran dalam mengembangkan strategi pembelajaran sains pada siswa MI/ SD di sekolah penyelenggara inklusi mestinya harus lebih banyak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengambil peran moral, baik di dalam lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan teman sebaya dan lingkungan masyarakarat yang lebih luas dengan memberikan keteladanan melalui proses peniruan, dimana semuanya harus dimulai dari pendidik itu sendiri.