Articles

Found 4 Documents
Search

PENGEMBANGAN HOTEL INNA DIBYA PURI SEBAGAI CITY HOTEL DI SEMARANG Prasetyo, Kukuh
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1447.942 KB)

Abstract

Pemerintah daerah adalah institusi yang paling berwenang terhadap perlindungan aset kota Semarang yang mempunyai nilai sejarah tinggi. Salah satu usaha pemerintah daerah dalam melestarikan bangunan bersejarah adalah dengan optimalisasi fungsi bangunan yang berpijak pada SK Walikota No. 646/50/Tahun 1992 tentang konservasi bangunan – bangunan kuno/bersejarah di wilayah kotamadya Dati II Semarang. Rencana penanganan bangunan kuno yang memiliki nilai sejarah dan nilai arsitektur yang tinggi tertuang dalam peraturan daerah berdasarkan SK Gubernur Jawa Tengah No. Hukum G-47/104/4 tanggal 27 Desember 1977 dan diundangkan 15 Juni 1978. Melihat kondisi bangunan Hotel Dibya Puri yang sebagian besar tinggal reruntuhan, cara paling tepat untuk menyelamatkan Dibya Puri adalah dengan melakukan restorasi dan rekonstruksi. Ada tiga hal yang mendasari perlunya melakukan restorasi dan rekonstruksi Dibya Puri Pertama, nilai historisnya tinggi sebagai monumen yang menandai awal perkembangan perhotelan di Semarang. Kedua, nilai arsitektur yang khas sebagai bentuk adaptasi arsitektur Eropa terhadap iklim tropis yang lebih dikenal dengan arsitektur Indis. Ketiga, nilai estetika dari arsitektur bangunan yang tinggi. Hotel Inna Dibya Puri sebagai bangunan bersejarah dengan arsitektur kolonialnya memberikan nilai tambah pada citra kawasan Johar sebagai kawasan niaga, maka Hotel Inna Dibya Puri dikembangakan secara optimal menjadi city hotel hotel empat yang keberadaannya diharapkan dapat mendukung kawasan perniagaan Johar selanjutnya. Hotel Inna Dibya Puri mempunyai nilai histories yang tinggi maka pendekatan dan langkah – langkah yang dilakukan untuk melestarikan dan mengembangkan Hotel Inna Dibya Puri ini yang dinamis dengan penekanan desain Arsitektur Post-Modern.
Penokohan Novel Perawan Remaja Dalam Cengkraman Militer dan Rancangan Pembelajarannya di SMA Prasetyo, Kukuh; Munaris, Munaris; Nazaruddin, Kahfie
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 2, No (2018): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarnnya)
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problems in this research are the characterization in the novel Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer by Pramoedya Ananta Toer and the lesson plan for SMA. The purpose of this studyare to Describethe characterizations in the novel Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer and The lesson plan for senior high school. The results of the study showed that the novel Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer by Pramoedya Ananta Toer had six types of figures that have been found, namely the main character, additional characters, protagonist, antagonist,developing figure, and typical figure. Each of characters played more than one type of character and weredepicted by the technique of dramatic depiction. Dramatic techniques were described through the techniques of conversation, behavioral techniques, mind and feeling techniques, stream of consciousness techniques, character reactions, other character reactions, background painting techniques, and physical illustrations techniques.Masalah dalam penelitian ini adalah penokohan dalam novel Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer karya Pramoedya Ananta Toer dan rancangan pembelajaran untuk SMA. Tujuan penelitian ini Mendeskripsikan penokohan dalam novel Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer dan merancang pembelajannya di SMA. Hasil penilitian menunjukan bahwa novel Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer karya Pramoedya Ananta Toer memiliki enam jenis tokoh yang telah ditemukan yaitu tokoh utama, tokoh tambahan, tokoh protagonis, tokoh antagonis, , tokoh berkembang, tokoh tipikal. Setiap tokoh memerankan lebih dari satu jenis tokoh dan digambarkan dengan teknik pelukisan tokoh secara dramatik. Teknik dramatik digambarkan melalui teknik cakapan, teknik tingkah laku, teknik pikiran dan perasaan, teknik arus kesadaran, teknik reaksi tokoh, teknik reaksi tokoh lain, teknik pelukisan latar, dan teknik pelukisan fisik.Kata kunci: jenis-jenis tokoh, teknik pelukisan tokoh, rancangan pembelajaran.
PENGEMBANGAN HOTEL INNA DIBYA PURI SEBAGAI CITY HOTEL DI SEMARANG Prasetyo, Kukuh
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1447.942 KB)

Abstract

Pemerintah daerah adalah institusi yang paling berwenang terhadap perlindungan aset kota Semarang yang mempunyai nilai sejarah tinggi. Salah satu usaha pemerintah daerah dalam melestarikan bangunan bersejarah adalah dengan optimalisasi fungsi bangunan yang berpijak pada SK Walikota No. 646/50/Tahun 1992 tentang konservasi bangunan ? bangunan kuno/bersejarah di wilayah kotamadya Dati II Semarang. Rencana penanganan bangunan kuno yang memiliki nilai sejarah dan nilai arsitektur yang tinggi tertuang dalam peraturan daerah berdasarkan SK Gubernur Jawa Tengah No. Hukum G-47/104/4 tanggal 27 Desember 1977 dan diundangkan 15 Juni 1978. Melihat kondisi bangunan Hotel Dibya Puri yang sebagian besar tinggal reruntuhan, cara paling tepat untuk menyelamatkan Dibya Puri adalah dengan melakukan restorasi dan rekonstruksi. Ada tiga hal yang mendasari perlunya melakukan restorasi dan rekonstruksi Dibya Puri Pertama, nilai historisnya tinggi sebagai monumen yang menandai awal perkembangan perhotelan di Semarang. Kedua, nilai arsitektur yang khas sebagai bentuk adaptasi arsitektur Eropa terhadap iklim tropis yang lebih dikenal dengan arsitektur Indis. Ketiga, nilai estetika dari arsitektur bangunan yang tinggi. Hotel Inna Dibya Puri sebagai bangunan bersejarah dengan arsitektur kolonialnya memberikan nilai tambah pada citra kawasan Johar sebagai kawasan niaga, maka Hotel Inna Dibya Puri dikembangakan secara optimal menjadi city hotel hotel empat yang keberadaannya diharapkan dapat mendukung kawasan perniagaan Johar selanjutnya. Hotel Inna Dibya Puri mempunyai nilai histories yang tinggi maka pendekatan dan langkah ? langkah yang dilakukan untuk melestarikan dan mengembangkan Hotel Inna Dibya Puri ini yang dinamis dengan penekanan desain Arsitektur Post-Modern.
The Effect of Exercise Methods and Eye-Foot Coordination on Football Passing Accuracy Prasetyo, Kukuh; Soegiyanto, Soegiyanto; Irawan, Fajar Awang
Journal of Physical Education and Sports Articles in Press
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to find out and analyze: Analyzing the influence between the passing practice of the fixed target and passing target the targeted shifted to the accuracy of passing the football. Analyzing the effect of high and low spy coordination on soccer passing accuracy. Analyzing the interaction of training methods and eye-foot coordination on football passing accuracy. This study uses an experimental method with a 2x2 factorial design, data analysis techniques using Analysis of Variants (ANOVA) at the significance level                    (? = 0.05). The populations in this study were the Garuda Perkasa U-15 players in Pemalang Regency in 2019 totaling 36 players. The sampling technique used purposive sampling with a total sample of 24 players. The results of this study: There is a difference in influence between the passing practice of the fixed target and the passing target of the moving target towards football passing accuracy with the value of sig = 0.039 < ? = 0.05 and Fvalue = 4.800 > Ftable = 0.504. There is a difference in influence between high and low spy coordination on football passing accuracy where sig = 0.001 < ? = 0.05 and Fvalue = 3.554 > Ftable =0.504. There is an interaction between the training method and eye-foot coordination on football passing accuracy with sig = 0.014 > ? = 0.05 and Fvalue = 7.289 > Ftable = 0.504. The conclusions of this study are: There is a difference in influence between the passing practice of the fixed target and the passing target to move towards the accuracy of passing the football. There is a difference in influence between the accuracy of passing football of players who have coordination between high and low ankles. There is an interaction between the training method and eye-foot coordination on football passing accuracy.