Ketut Prasetyo
Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UNESA

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

PEMANFAATAN REMITAN DAN ALASAN MELAKUKAN MOBILITAS INTERNASIONAL MENURUT KELUARGA TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DI KECAMATAN PANCENG KABUPATEN GRESIK ROHMAWATI, EVY; Prasetyo, Ketut
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
PENGARUH ETOS KERJA, UMUR, PENGALAMAN, DAN JARAK RUMAH DENGAN PABRIK TERHADAP RPODUKTIVITAS TENAGA KERJA WANITA PADA INDUSTRI ROKOK CV.TOP TEN TOBACCO TAJIMAS DI KECAMATAN PLOSOKLATEN KABUPATEN KEDIRI HUTA MARDIKA, ALVINDA Huta; Prasetyo, Ketut
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN DEMOGRAFI TERHADAP KEIKUTSERTAAN PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI KECAMATAN GENENG KABUPATEN NGAWI TENTREM NALURI, ALWIN Tentrem; Prasetyo, Ketut
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
PERBEDAAN MEMAHAMI WILAYAH INDONESIAANTARA SISWA SMA NEGERI DI PERKOTAAN DAN PEDESAAN(SMA Negeri 1 Bojonegoro dan SMA Negeri 1 Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro) DIAN SAVITRI, SERLITA; PRASETYO, KETUT
Swara Bhumi Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakGenerasi penerus bangsa yang berkualitas, adalah generasi penerus bangsa yang mempunyai kepedulian terhadapnegara. Hal tersebut dikarenakan Indonesia terdiri atas daratan dan perairan yang sangat luas. Dalam memahami wilayahIndonesia yang sangat luas diperlukan media yaitu berupa peta. Diharapkan siswa dapat memahami wilayah Indonesia diluar kepalanya (kognitif mapping). Kemampuan peta kognitif seseorang di pengaruhi oleh beberapa faktor antara lainperbedaan gender dan kondisi ekonomi. Dengan mengacu hal tersebut, peneliti akan mengambil subjek penelitian berupasiswa di daerah perkotaan dan pedesaan.Penelitian ini penting dilakukan sebagai salah satu bentuk integritas bangsa.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan memahami wilayah Indonesia antara siswa SMA Negeriperkotaan dan pedesaan di Kabupaten Bojonegoro, untuk mengetahui perbedaan memahami wilayah Indonesia antarasiswa laki – laki di wilayah perkotaan dan pedesaan, untuk mengetahui perbedaan memahami wilayah Indonesia antarasiswa perempuan di wilayah perkotaan dan pedesaan, untuk mengetahui perbedaan memahami wilayah Indonesia antarasiswa yang termasuk dalam ekonomi tinggi di daerah perkotaan dan pedesaan, dan untuk mengetahui perbedaanmemahami wilayah Indonesia antara siswa yang termasuk dalam ekonomi rendah di daerah perkotaan dan pedesaan.Jenis penelitian ini merupakan penelitian survei. Lokasi penelitian dilakukan di SMA N 1 Bojonegoro (yang mewakilidaerah perkotaan) dan SMA N 1 Sumberrejo (yang mewkili daerah pedesaan).Populasi yang digunakan sejumlah 204 siswa.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 131 siswa.Pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulandata dengan menggunakan pemberian angket pada siswa dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan programSPSS 16.0 for windows. Uji statistik yang digunakan untuk mengetahui perbedaan dengan menggunakan uji t-test sampelbebas.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam memahami wilayah Indonesia antara siswa diperkotaan dan pedesaan. Siswa di daerah perkotaan lebih banyak menjawab benar (Sig 0.94) dan Sig.(2.tailed) 0.000.Siswa laki – laki di daerah perkotaan lebih banyak menjawab dengan benar (Sig 0.418) dan Sig.(2.tailed) 0.000. Siswaperempuan di daerah perkotaan lebih banyak menjawab benar (Sig 0.319) dan Sig.(2.tailed) 0.001. Siswa yang termasukdalam ekonomi tinggi di pekotaan lebih banyak menjawab benar dari pada siswa yang termasuk dalam ekonomi tinggi dipedesaan (Sig 0.418) dan Sig.(2.tailed) = 0.001. Siswa yang termasuk dalam ekonomi rendah di pekotaan lebih banyakmenjawab benar dari pada siswa yang termasuk dalam ekonomi rendah di pedesaan (Sig 0.081) dan Sig.(2.tailed) = 0.000. Kata Kunci : faktor perbedaan gender, faktor tingkat ekonomi, perbedaan dalam memahami wilayah Indonesia antarasiswa SMA Negeri di perkotaan dan pedesaan. Abstract The next generation, it is generation has a concern for the country. That is because Indonesia consists of land andwaters are very broad. In understanding the vast Indonesian territory required media in the form of a map. Students areexpected to understand the Indonesian region outside their mind (cognitive mapping). The ability of a person´s cognitivemap is influenced by several factors, such as gender differences and economic conditions. With reference to this, theresearchers will take the form of research subjects students in urban and rural areas. This research is important as one ofthe nation´s integrity.The purpose of this study was to determine the difference between the students understanding of Indonesian territory ofurban and rural high schools in Bojonegoro, to know the difference between male students understanding of parts ofIndonesia in urban and rural areas, to find out the difference between the female students understanding of Indonesianterritory in urban areas and rural, to know the difference between the students understanding of Indonesian territory whichincludes the high economic in urban and rural areas, and to know the difference between students understanding of parts ofIndonesia are included in the low economy in urban and rural areas.This type of research is a survey research. Location of the research conducted in SMA N 1 Bojonegoro (representingurban areas) and SMA N 1 Sumberrejo (which representing rural areas). The population number of 204 students. Thesamples in this study were 131 students. The selection of the sample using purposive sampling. Techniques of data collectionusing questionnaires on student administration and documentation. Techniques of data analysis using SPSS 16.0 forWindows. Statistical tests were used to determine differences using t-test independent samples.Results of this study indicate that there is a difference in understanding the Indonesian territory between urban andrural students. Students in urban areas more correct answer (Sig 0.94) and Sig. (2.tailed) 0000. Male students - men inurban areas more correct answer (Sig 0.418) and Sig. (2.tailed) 0000. Female students in urban areas more correct answer(Sig 0.319) and Sig. (2.tailed) 0001. Students were included in the high economic pekotaan more correct answer from thestudents included in the economy in the urban (Sig 0.418) and Sig. (2.tailed) = 0.001. Students are included in the loweconomic pekotaan more correct answer from the students who are included in the low economy in rural (Sig 0.081) andSig. (2.tailed) = 0.000 Keywords: gender differences factors, the level of economic factors, the difference in the Indonesian region between Statehigh school students in urban and rural areas.58
Persepsi Penghuni Rumah Susun Tentang Kondisi Sanitasi Lingkungan dan Partisipasinya Dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan di Rumah Susun Penjaringansari I Kelurahan Penjaringan Sari Kecamatan Rungkut Kota Surabaya ATIKA PRATIWI, DIAN; PRASETYO, KETUT
Swara Bhumi Vol 3, No 1 (2014): Vol. 1 Januari 2014
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persepsi Penghuni Rumah Susun Tentang Kondisi Sanitasi Lingkungan dan Partisipasinya Dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan di Rumah Susun Penjaringansari I Kelurahan Penjaringan Sari Kecamatan Rungkut Kota SurabayaDian Atika PratiwiMahasiswa S1 Pendidikan Geografi, sendaljapid3131@yahoo.co.idDr. Ketut Prasetyo, MS.Dosen Pembimbing MahasiswaABSTRAKPertambahan penduduk yang selalu meningkat menyebabkan laju pertumbuhan penduduk meningkat pula dengan diiringi kebutuhan akan hunian di daerah perkotaan. Kondisi ini menimbulkan permasalahan akan ketersediaan hunian. Pembangunan rumah susun merupakan alternatif untuk memenuhi kebutuhan akan hunian di daerah perkotaan. Namun keberadaan lingkungan sanitasi rumah susun perlu diketahui tentang sanitasi lingkungannya. Oleh sebab itu penelitian yang dilakukan terbatas pada pengelolaan rumah susun dan persepsi penghuninya terhadap kualitas lingkungan, maka tujuan penelitian yang ingin dicapai yaitu: 1) mendeskripsikan persepsi penghuni rumah susun tentang kondisi sanitasi lingkungan di rumah susun Penjaringansari I Kelurahan Penjaringan Sari Kecamatan Rungkut Kota Surabaya, 2) mendeskripsikan partisipasi penghuni rumah susun dalam menjaga kebersihan lingkungan di rumah susun Penjaringansari I Kelurahan Penjaringan Sari Kecamatan Rungkut Kota Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei. Lokasi penelitian di rumah susun Penjaringansari I Kelurahan Penjaringan Sari Kecamatan Rungkut Kota Surabaya yang terdiri dari blok A, blok B, dan blok C. Populasi yang digunakan sebanyak 222 rumah susun. Pemilihan sampel menggunakan simple random sampling yaitu sebesar 141 rumah susun, masing-masing blok sebesar 47 rumah susun. Teknik pengumpulan data dengan pengamatan (observasi), wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 141 responden yang berpersepsi kondisi sanitasi dengan kategori baik yaitu sebanyak 66 responden atau 46,8%, sedangkan yang berpersepsi kondisi sanitasi dengan kategori buruk yaitu sebanyak 75 responden atau 53,2%. Tingkat partisipasi, dari 141 responden yang memiliki tingkat partisipasi dengan kategori tinggi yaitu sebanyak 58 responden atau 41,1%, sedangkan yang memiliki tingkat partisipasi dengan kategori rendah yaitu sebanyak 83 responden atau 58,9%.Kata kunci : rumah susun, sanitasi lingkungan, partisipasi.ABSTRACTEvery populations growth led to increased of population rate, it make population need more housing in urban areas. This condition cause the problem of availability occupancy. Construction of flats is an alternative to meet a demand the shelter necessary in urban areas. However, the existence of environmental sanitation flats need to know about environmental sanitation. Therefore, this research are limited to the management of the apartment and its occupants perception of the quality of the environment, then the aim of this research to be achieved is describe the perceptions and how to partisipation of residents of flat house in Penjaringansari I. The type of research is survey. The location of this research in the Penjaringansari I flat house of Penjaringan Sari Village of Rungkut District at Surabaya City there are block A , block B and block C. Population that is used as many as 222 respondents. The method’s of sampling by simple random sampling on equal to 141 respondents, choice of 47 respondents. The techniques of collecting data is with observations, interviews, and documentation. The technique of data analysis is using quantitative descriptive method’s. Results of this research showed that of the 141 respondents that had perception sanitary conditions with both categories as many as 66 respondents or 46,8%, while the perception of the conditions that had poor sanitation with as many as 75 categories of respondents, or 53,2%. Level of participation, of 141 respondents which have a high level of participation by as many as 58 categories of respondents, or 41,1%, while the interchanges that respondents have a low level of participation by as many as 83 categories of respondents, or 58,9%.Keywords: flats, environmental of sanitation, participation.
PENGEMBANGAN HAND-OUT GEOGRAFI BERBASIS PENANGGULANGAN BENCANA MELALUI PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DI KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 TRAWAS WIDYANINGSIH, RATNA; PRASETYO, KETUT
Swara Bhumi Vol 3, No 1 (2014): Vol. 1 Januari 2014
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahan ajar Geografi yang ada selama ini dinilai kurang dapat menjabarkan apa yang diperlukan dan yang penting dibutuhkan bagi peserta didik di daerah-daerah  rawan bencana. Diperlukan materi khusus mengenai kebencanaan terhadap lingkungan sekitar yang teringrasi dalam mata pelajaran Geografi yang sekaligus merupakan perubahan terhadap bahan ajar kelas yang sangat penting, sehingga para peserta didik tahu informasi lain tentang dampak, dan juga cara menghadapi bencana. Informasi yang didapatkan peserta didik harus dapat dipahami dengan mudah dengan pengaplikasian lingkungan yang tidak rumit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan isi hand-out Geografi berbasis kebencanaan melalui pembelajaran CTL kelas XI yang telah dikembangkan dan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap hand-out Geografi berbasis kebencanaan melalui pembelajaran CTL pada  kelas XI yang dijadikan penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian  pengembangan. Subyek penelitian adalah hand-out Geografi kompetensi dasar 3.2 menganalisis pelestarian lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan. Sasaran ujicoba yaitu peserta didik-siswi kelas XI SMA Negeri 1 Trawas semester genap tahun ajaran 2012-2013. Tahap yang dilakukan pada penelitian pengembangan ini adalah (1) studi pendahuluan, (2) merencanakan penelitian, (3) pengembangan desain, (4) uji lapangan terbatas, (5) revisi hasil uji lapangan terbatas, (6) uji lapangan, (7) revisi hasi uji lapangan lebih luas, (8) operational field testing, dan (9)revisi akhir. Instrumen penelitian yang digunakan adalah silabus, rencana pelaksanaan pembelajara), hand-out, tes hasil belajar, lembar telaah dosen dan guru Geografi, angket respon peserta didik, dan lembar observasi. Teknik pengumpulan data menggunakan  metode observasi, tes dan angket. Hasil penelitian ini berupa hand-out dengan karakteristik hand-out yang dihasilkan adalah hand-out yang sesuai dengan standart isi, kontekstual dengan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar tempat peserta didik, penyertaan penggambaran materi. Hand-out yang dikembangkan dinilai layak oleh ahli materi, ahli bahan ajar dan ahli bahasa melalui validasi hand-out dengan prosentase kelayakan isi (92,28%), kelayakan penyajian (80,56%), dan kelayakan bahasa (90,625%). Hal ini juga didukung dengan interpretasi skor olah angket respon peserta didik pada kriteria kesesuaian materi sebesar 92,45% (sangat layak), kesesuaian penyajian fisik sebesar 91,59% (sangat layak), dan kesesuaiian bahasa sebesar 93,29% (sangat layak). Kata kunci : Penelitian dan Pengembangan, Bahan Ajar, Hand-out Abstrak Geography teaching materials have so far considered less able to describe what is necessary and essential needs for students in disaster-prone areas. Required special materials on disaster for the environment in which teringrasi Geography subjects which constitute a change to the teaching materials are a very important class , so the students know about the impact of other information , and also how to cope with disasters . Information obtained learners must be understood easily by the application of complex environments . The aims of the study is how to know about feasibility of hand-out content -based disaster through learning Geography class XI CTL that have been developed and to study the response of the students to hands-on learning through a geography -based disaster CTL in class XI who made ​​the study . This is a research and development metode. The subjects were hand-out basic 3.2 Geography competence analyze environmental protection in relation to sustainable development . Target trials that students XI - grade student of SMA Negeri 1 Trawas semester 2012-2013 school year . Stage of the research conducted in this development are (1) research and information collecting, (2)planing , (3) develop preliminary form of product, (4 preliminary field testing, (5) main product revision, (6) main field testing, (7) operational product revision , (8) operational field testing, and (9) final product revision. the research instrument used is the syllabus, archive of planning teaching, hand - outs, tests of learning outcomes, study sheets geography lecturer and teacher, student questionnaire responses, and observation sheets . data collection techniques using the method of observation , tests and questionnaires . The results of this study in the form of hand-out to the characteristics of the resulting hand-out hand-out is in accordance with the content standards , with attention to the contextual environment around the learners , inclusion depiction of the material . Hand - outs that are developed by experts judged worthy material , expert linguists teaching materials and hand-outs through validation with eligibility percentage content ( 92.28 % ) , the feasibility of the presentation ( 80.56 % ) , and the feasibility of the language ( 90.625 % ) . It is also supported by the interpretation of the score if the questionnaire responses of students in the material suitability criteria for 92.45 % ( very decent ) , the suitability of the physical presentation of 91.59 % ( very decent ) , and amounted to 93.29 % kesesuaiian language ( very decent ) . Keywords : Research and Development , Instructional Materials , Hand - out
KAJIAN MIGRASI MASUK DI KECAMATAN KARANGGENENG KABUPATEN LAMONGAN ROZI, FATKHUR; PRASETYO, KETUT
Swara Bhumi Vol 3, No 1 (2014): Vol. 1 Januari 2014
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Karanggeneng merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Lamongan yang memiliki jumlah migrasi yang cukup tinggi di bandingkan dengan kecamatan-kecamatan lain yang ada di Kabupaten Lamongan. Kecamatan Karanggeneng memiliki jumlah migrasi penduduk masuk sebanyak 238 jiwa yang merupakan jumlah tertinggi migrasi masuk yang ada di Kabupaten Lamongan. Hal tersebut menarik perhatian sebab Kecamatan Karanggeneng bukan merupakan Kecamatan kota seperti halnya Kecamatan Lamongan, secara teori menyebutkan daya tarik kota lebih besar dibandingkan dengan daya tarik desa.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui karakteristik  migran masuk di Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamogan, (2) Untuk mengetahui alasan migran melakukan migrasi ke Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan, (3) Untuk mendeskripsikan persebaran migran di Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamogan.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian survei dengan lokasi penelitian yaitu Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 238. Teknik pengambilan sampel diambil berdasarkan rumus Slovin sehingga diperoleh jumlah 149 sampel sedangkan cara penentuan responden adalah stratified simple random sampling, selanjutnya jumlah tersebut didistribusikan ke seluruh desa secara proporsional. Cara pengambilan data dengan melakukan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan prosentase.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik migran yang melakukan migrasi ke Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan yaitu usia migran di dominasi oleh migran yang berusia antara (25-34) tahun dengan jumlah 77 responden atau 51.68 persen, tingkat pendidikan migran didominasi oleh migran yang berpendidikan SMA dengan jumlah 82 responden atau 55.03 persen, status perkawinan didominsi oleh para migran yang berstatus kawin dengan jumlah 119 responden atau 79.87 persen, daerah asal migran didominasi oleh migran yang berasal dari lingkup Kabupaten Lamongan itu sendiri dengan jumlah 73 responden atau 48,99 persen. Alasan migran melakukan migrasi ke Kecamatan Karanggeneng karena keinginan untuk mengikuti suami, istri atau keluarga yang daerah asalnya atau bertempat tinggal di Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan ,alasan ini diungkapkan oleh 98 responden yang merupakan 65,77 persen dari seluruh responden.Persebaran migran di Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan yaitu mengelompok yang sebagian besar berpusat di Desa Kendalkemlagi yang memiliki jumlah migran paling tinggi yaitu 31.54 persen.
STUDI GEOGRAFI DAN TANGGAPAN MASYARAKAT TERHADAP RENCANA LOKASI PEMBANGUNAN TPA DI KELURAHAN BLOOTO KECAMATAN PRAJURITKULON KOTA MOJOKERTO DWI PRASETYO, RONI; PRASETYO, KETUT
Swara Bhumi Vol 2, No April (2014): Vol. 2 Maret 2014
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STUDI GEOGRAFI DAN TANGGAPAN MASYARAKAT TERHADAP RENCANA LOKASI PEMBANGUNAN TPA DI KELURAHAN BLOOTO KECAMATAN PRAJURITKULON KOTA MOJOKERTO   Roni Dwi Prasetyo Mahasiswa S1 Pendidikan Geografi, roni_malaka@yahoo.co.id Dr. H. Ketut Prasetyo, MS Dosen Pembimbing Mahasiswa                                                                                                       Abstrak                            Penelitian mengkaji tentang studi geografi serta tanggapan masyarakat terhadap rencana lokasi pembangunan TPA di Kelurahan Blooto Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kelayakan rencana lokasi pembangunan TPA di Kelurahan Blooto berdasarkan tinjauan geografinya, (2) tanggapan masyarakat terhadap rencana pendirian lokasi TPA di Kelurahan Blooto Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto Lokasi penelitian dalam penelitian ini adalah wilayah Kelurahan Blooto Kota Mojokerto secara administratif.Jenis penelitian ini adalah kualitatif fenomenologis, yang dilakukan dengan mengolah data primer dan data sekunder berupa dokumen dari instansi-instansi terkait serta data primer dari wawancara mendalam yang dilakukan di lapangan.Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, wawancara, dan observasi yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui kondisi geografis lokasi TPA serta tanggapan masyarakat terkait pembangunan TPA tersebut. Temuan dari penelitian ini dideskripsikan sebagai berikut. (1) Studi geografi dari lokasi TPA ini menunjukkan bahwa lokasi ini memiliki tingkat kemiringan kelerengan lahan yang rendah sahingga termasuk daerah dataran rendah, memiliki jenis tanah alluvial, kedalaman air tanah pada kedalaman 10-25 meter dengan persentase penggunaan konsumsi air tanah yang tinggi yaitu 85 % dari total rumah tangga yang ada, dimana lokasi rencana penempatan TPA berada pada radius 1 km dari pemukiman warga, dengan akses jalan menuju lokasi adalah melalui jalan utama pemukiman warga. (2) Tanggapan masyarakat menyangkut informasi rencana pembangunan TPA telah diketahui hampir oleh seluruh warga kelurahan Blooto, dimana sebagian besar warga menerima rencana pembangunan TPA dengan beberapa syarat yaitu meliputi jaminan kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, pembangunan jalan lain tanpa melewati jalan utama pemukiman warga, dan harga ganti rugi  yang tinggi untuk lahan warga yang tergusur.   Kata kunci :Kondisi Geografis, Tanggapan Masyarakat, TPA.   Abstract   Reviewing research on the study of geography and public response to the planned construction of a garbage landfills site in the Village District of Prajuritkulon Blooto Mojokerto . This study aimed to determine  ( 1 ) the feasibility of the planned location of the garbage landfills development in the Village Blooto based on a review of geography , ( 2 ) the public response to the plan to establish the location of the garbage landfills in the Village District  of  Prajuritkulon Blooto   Mojokerto.         Location of the study in this research is the area of ​​the Village Blooto Mojokerto administratively . The research is a qualitative phenomenological , which is done by processing the primary data and secondary data in the form of documents related agencies as well as primary data from in-depth interviews were conducted in the field . Data collected through engineering documentation , interviews , and observations were then analyzed descriptively to determine the condition of the geographical location of the landfill as well as the response of The Public Related to the construction of  the Garbage landfills.          The findings of this study are described as follows . ( 1 ) Study the geography of the location of the garbage landfills indicates that this location has a slope lower slope steepness  including low-lying areas , have alluvial soil types , depth of ground water at a depth of 10-25 meters with the percentage of high groundwater consumption is 85 % of total households , where the location of the assignment of the landfill is located at a radius of 1 km from residential areas , with the access road to the site is the main road through the residential area . ( 2 ) information regarding the community response plan to build a landfill has been known by most people Blooto village , where most of the residents receiving garbage landfills development plan with several conditions that include quality assurance environment , public health , road building another without passing through the main street residential areas , and high compensation price for land displaced  people.  .  Keywords : Geographical Conditions , Community Response , Garbage landfills
FAKTOR PENARIK MIGRAN KE KOTA DI KELURAHAN TANAH KALI KEDINDING KECAMATAN KENJERAN KOTA SURABAYA YUSUP WIJAYA SUKRI, RAHMAD; PRASETYO, KETUT
Swara Bhumi Vol 3, No Oktober (2014):
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak                 Penduduk Kota Surabaya dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Dalam konsep kependudukan, disebutkan bahwa salah satu faktor peningkatan jumlah penduduk adalah migrasi masuk. Oleh sebab itu berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk mengetahui faktor penarik migrasi ke kota Surabaya khusus di Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya.                 Secara rinci tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui kondisi latar belakang sosial-ekonomi migran, (2) Mengetahui faktor penarik migrasi masuk di Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya (3) Mengetahui faktor yang menghambat migrasi masuk di Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya.                 Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survei dengan jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 695 migran. Besar sampel diambil berdasarkan rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 88. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan teknik analisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase.                 Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kondisi sosial-ekonomi sebagian besar migran memiliki jumlah beban tanggungan keluarga migran rata-rata adalah sebanyak ≤ 4 orang. Tingkat pendidikan migran rata-rata adalah tamat SLTA. Informasi daerah tujuan rata-rata berasal dari orang tua, istri/suami. Pekerjaan migran sebelum migrasi adalah belum bekerja, kemudian pekerjaan sesudah migrasi adalah pedagang. Pendapatan migran sebelum migrasi Rp.500.000 -Rp.1.399.999, dan sesudah migrasi Rp.2.360.000 – Rp.3.239.999. Pengeluaran migran rata-rata adalah Rp1.500.000 - Rp.2.000.000. (2) Faktor penarik yang dominan untuk melakukan migrasi masuk dalam hal ini alasan migran melakukan migrasi adalah ingin dekat dengan keluarga. Peningkatan pendapatan migran adalah meningkat. Menurut pendapat responden diketahui bahwa 1.) fasilitas kesehatan dan pendidikan adalah baik. 2.) Budaya yang sesuai dengan migran adalah kekerabatan. 3.) Biaya hidup migran adalah murah atau rendah. Kata kunci: kondisi sosial-ekonomi migran, faktor penarik migrasi, faktor penghambat migrasi
HUBUNGAN KONDISI SANITASI LINGKUNGAN, PENGETAHUAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KELURAHAN LONTAR  KECAMATAN SAMBIKEREB KOTA SURABAYA SHOLIHAH, QORIATUS; PRASETYO, KETUT
Swara Bhumi Vol 3, No Oktober (2014):
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti, penyebarannya di sebabkan karena lingkungan dan perilaku sehat.  Maka dibutuhkan usaha-usaha untuk mengatasi penyebaran penyakit DBD, karena penyakit DBD dapat menimbulkan bahaya kematian. Berdasarkan dari data dinas Kesehatan Surabaya Kelurahan Lontar merupakan kelurahan yang mengalami persentase kenaikan tertinggi dari tahun 2012-2013 di Kota Surabaya sebesar 385,5% dibandingkan kelurahan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui hubungan kondisi sanitasi lingkungan terhadap kejadian DBD, mengetahui hubungan pengetahuan terhadap kejadian DBD, mengetahui hubungan tingkat pendidikan terhadap kejadian DBD dan  pola persebaran penderita DBD di Kelurahan Lontar. Jenis penelitian ini survei analitik dengan rancangan case control yaitu setiap kasus sakit DBD dicarikan kontrolnya yang tidak sakit. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kondisi sanitasi, pengetahuan dan tingkat pendidikan dengan variabel yang dikendalikan adalah jarak rumah dengan puskesmas. Sampel penelitian berjumlah 39 kasus dan 39 kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan tes untuk variabel pengetahuan dan tingkat pendidikan, lembar observasi digunakan untuk pengambilan data kondisi sanitasi. Teknik analisis data dengan menggunakan chi-square dilanjutkan dengan Odd Ratio (OR), regresi logistik berganda dan analisis tetangga terdekat (nearest neighbor analisis). Hasil analisis dengan menggunakan chi-square dilanjutkan dengan Odd Ratio (OR) menunjukkan terdapat hubungan antara kondisi sanitasi lingkungan ( p = 0,012 < α = 0,05) dengan  nilai Odd Ratio = 3,65, dan pengetahuan ( p = 0,036 < α = 0,05) dengan nilai Odd Ratio = 3. Dan faktor yang tidak berhubungan adalah tingkat pendidikan ( p = 0,428 > α = 0,05). Hasil penelitian melalui uji regresi logistik berganda secara bersama-sama diketahui bahwa variabel yang paling signifikan berpengaruh terhadap kejadian DBD di Kelurahan Lontar adalah kondisi sanitasi lingkungan (p = 0,003) dan pengetahuan tentang DBD (0,007). Sedangkan hasil analisis tetangga terdekat termasuk kategori seragam ( T = 2,8432). Kata kunci: sanitasi, pengetahuan, pendidikan, DBD