Endy Yudho Prasetyo
Jurusan Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

THE CONCEPT OF HOUSING WITH ARCHITECTURE BIOCLIMATIC APPROACH THAT CONSIDER HUMAN PERSPECTIVE TO OBTAIN A BETTER SETTLEMENT AND CONSERVATION ENERGY Krisdianto, Johanes; Defiana, Ima; Irvansjah, Irvansjah; Prasetyo, Endy Yudho
Journal of architecture&ENVIRONMENT Vol 10, No 2 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.947 KB)

Abstract

Global warming is an issue that trend today. Awareness needed to perform its main energy efficiency is the energy cooling operations. Its because energy is related to the operational life of the thermal comfort of occupants to perform daily activities. This paper identifies residential design typology of house type 60 as a building envelope design and configuration space. The research determines the thermal performance and explore a simple house type 60 for its energy efficiency. In general, this paper aims to identify the typology of house type 60 that is associated with the operational cooling energy savings, as well as opportunities for what can be done to conserve energy by using architecture bioclimatic approach. The main benefits expected is to provide guidance on design concepts (via the model) based energy efficient cooling for modest residential type 60 in the humid tropics in order to conserve energy and create a healthy neighborhood. It need the dweller to adopt what they want to be in their own house. The fourth dimension in housing is a strenght that enable people to materialise their house to what they envisioned and using it to achieved what they intended to be.
Modifikasi Elemen Lantai dengan Transformasi Morphing Ramadhan, Ibnu Surya; Prasetyo, Endy yudho
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.879 KB)

Abstract

Lantai merupakan salah satu dari elemen pembangun arsitektur dimana, lantai digunakan sebagai tempat manusia berpijak dan melakukan aktivitasnya. Pada umunya, lantai pada bangunan hanya digunakan untuk meletakkan ruang-ruang dan apapun yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas seperti furnitur, pembatas ruang, dan lain-lain. Dalam objek rancang ini, dengan metoda rancang digital atau yang biasa disebut parametrik, lantai ditransformasikan dengan cara morphing yang berbasis ergonomi posisi tubuh manusia. Lantai akan memiliki undulasi tertentu dan itu dapat, secara tidak langsung, memberikan batas tanpa batas. Dan juga, lantai yang memiliki undulasi ( morphed floor ), dapat meminimalisir furnitur yang digunakan sehingga user dapat beraktivitas dimana saja dan dengan posisi tubuh apa saja atau fleksibilitas dapat dicapai. Transformasi ini diaplikasikan pada bangunan perpustakaan dengan ketinggian 7 lantai. Dengan begitu, peran lantai dalam sebuah objek rancang tidaklah sama melainkan bertambah dan menjadi lebih advanced.
Penjara, Batas, dan Persepsi: Penggabungan Ruang Publik dengan Penjara untuk Mengubah Stigma Negatif Masyarakat Darami, Muhammad Siraj; Prasetyo, Endy Yudho
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.567 KB)

Abstract

Sebagian besar masyarakat menafsirkan kata penjara sebagai tempat bagi orang-orang yang mutlak berdosa sehingga membentuk pandangan bahwa orang-orang yang keluar dari penjara adalah orang-orang yang harus dihindari dalam pergaulan sehari-hari. Padahal penjara memiliki peran besar terhadap rehabilitasi narapidana demi terciptanya keadilan serta keamanan bagi masyarakat. Demi mengubah persepsi masyarakat serta narapidana terhadap penjara, maka perlu adanya keterlibatan masyarakat terhadap penjara tersebut. Penjara bukan lagi hanya untuk merehabilitasi narapidana dari tindakan kejahatannya, tapi juga mempersiapkan narapidana untuk terjun langsung berkehidupan bermasyarakat pasca menjalani hukuman penjara. maka dari itu area penjara harus dapat dijangkau masyarakat tanpa menghilangkan kaidah keamanan penjara tersebut agar masyarakat dapat merasakan kebermanfaatan penjara dan ikut serta dalam mengembalikan narapidana untuk berkehidupan bermasyarakat. Pada akhirnya hal tersebut akan mengubah persepsi masyarakat terhadap penjara dan narapidana serta persepsi narapidana terhadap penjara itu sendiri.
Pendekatan Theory of Affordances pada Oblique Coworking Space Claudina, Anisa; Prasetyo, Endy Yudho
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.254 KB)

Abstract

Posisi stasioner horizontal dan vertikal tidak lagi sesuai dengan dinamika umat manusia. Melihat hal ini Claude Parent dan Paul Virilio kemudian mengkonseptualisasikan tatanan arsitektural baru dalam apa yang mereka sebut dengan the function of the oblique. Gagasan bidang miring ini diharapkan dapat men-trigger pergerakan manusia sehingga merangsang manusia untuk beradaptasi dan merasakan hubungannya dengan lingkungan. Hubungan ini dapat terwujud dengan pendekatan Theory of Affordances. Theory of Affordances akan mencari proses persepsi terhadap objek dengan memperhatikan sifat relatif lingkungan terhadap manusia, termasuk di dalamnya kemungkinan kemiringan bidang yang sesuai. Hal ini bertujuan untuk memunculkan keterkaitan dinamis antara persepsi manusia dan karakteristik desain lingkungan yang spesifik. Pendekatan ini dilaksanakan pada metode desain yang terdiri dari blurring sebagai conceptual tools; kajian preseden, pembacaan aktivitas terhadap bidang dan alur pengguna sebagai programatic tools; dan integrasi kebutuhan ruang dan besaran, persyaratan terkait ruang, dan zona pengguna sebagai formal tools.
Parameterisasi dalam Penggabungan Program Arsitektur Parcoyo, Markus; Prasetyo, Endy Yudho
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.296 KB)

Abstract

Pada saat ini kebutuhan manusia dalam beraktivitas dalam suatu konteks telah menjadi semakin kompleks dan dinamis (gambar 1). Kompleks dan dinamis yang dimaksud adalah, aktivitas manusia semakin beragam dan berubah-ubah seiring waktu. Hal ini memicu perubahan dalam arsitektur yang mana merupakan respon manusia akan pemenuhan kebutuhannya dalam beraktivitas[1], untuk berkembang menjadi kompleks dan dinamis. Perkembangan ini selanjutnya ditandai dengan adanya fenomena menggabungnya dua atau lebih program dalam sebuah arsitektur, crossprograming, transprograming, disprograming [2]. Dalam menggabungkan dua atau lebih program dalam sebuah arsitektur dibutuhkan suatu cara yang efektif sekaligus memberikan hasil yang optimal. Oleh sebab itu, teknik parameterisasi dipilih karena kemampuannya dalam memetakan karakteristik program arsitektur secara terperinci. Teknik ini memetakan setiap karakteristik program arsitektur dengan menggunakan beberapa parameter. Hasil pemetaan data selanjutnya akan digunakan sebagai acuan dasar dalam melakukan perancangan. Pemetaan ini bertujuan untuk memudahkan perancang dalam memberikan respon yang tepat dalam menggabungkan program arsitektur. Sehingga menghasilkan sebuah arsitektur yang kompleks dan dinamis.
3-Dimensional Approach on Downtown Area to Improve Urban Space Qualities Noor, Fauzan Permana; Prasetyo, Endy Yudho
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.317 KB)

Abstract

Acting as a Capital of Indonesia, Jakarta has become a core of government, economy, commerce, also cultural hustle of the country. Occupied by 14,464 habitants per km2, its density is twice more than Tokyo, creating a bustling metropolis. The needs of living, commuting and productivity spaces slowly degrading the Green Open Spaces of the city, thus lowering the quality of the city space itself from 32% in 1965 to 9,8% in 2017. Ironically, the active & dense area of downtown Jakarta where the necessity of green spaces are the highest, are the one where such spaces cannot be found. An intervention therefore needed to refine the city spaces. Implementing 3-dimensional approach on one of the core of Jakarta’s downtown area, harmonious with government encouraging a development of walkable city and transit-oriented development, architecture should be able to escalate the quality of space in Jakarta. The design resulted in a simple intervention in the city, that if placed accurately would not only improve the space quality but also integrating areas fractured by other elements of the city.
Tumbuh dan Berkembang dalam Arsitektur Widyastama, Faiz; Prasetyo, Endy Yudho
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.914 KB)

Abstract

Secara umum arsitektur merupakan sebuah wadah untuk menaungi berbagai aktivitas. Aktivitas tersebut dilakukan oleh pengguna yang berada di dalamnya, Akan tetapi beberapa pengguna didalamnya beranggapan bahwa arsitektur hanyalah sebuah benda mati yang tidak dapat berubah. Seiring berjalanya waktu penghuni yang berada didalamnya juga akan mengalami pertumbuhan dan perkembagan dan hal itu mempengaruhi kebutuhan aktivitas yang ingin diwadahi. Menanggapi hal tersebut fleksibilitas dalam arsitektur sangat penting karena dapat beradaptasi terhadap perubahan aktivitas yang dilakukan oleh pengguna. Fleksibilitas tersebut akan membuat anggapan bahwa arsitektur sebagai benda hidup yang dapat berubah mengikuti pertumbuhan dan perkembangan pengguna didalamnya.