Articles

BUSINESS DEVELOPMENT PLAN: PROSES PENGEMBANGAN DISTRIBUSI AYAM BROILER “SAUNG AYAM”

Jurnal Ilmiah Universitas Bakrie Vol 2, No 01 (2013): November 2013
Publisher : Universitas Bakrie

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.859 KB)

Abstract

Rencana pengembangan bisnis ini bertujuan untuk menjelaskan, menganalisis, dan menyajikan tingkat kelayakan bisnis distribusi SAUNG AYAM; suatu usaha yang bergerak di bidang distribusi daging ayam dan ayam broiler hidup. Rencana pengembangan ini juga bertujuan untuk memberikan contoh implementasi beberapa bentuk inovasi strategi bisnis untuk mendistribusikan produk ayam broiler. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan studi pustaka dan tes pasar (preliminary market test). SAUNG AYAM awalnya merupakan suatu usaha yang fokus pada peternakan ayam broiler di daerah Ciseeng-Parung, Bogor, Jawa Barat. Namun, kini SAUNG AYAM lebih berfokus pada distribusinya, yang berlokasi di pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. SAUNG AYAM memiliki visi untuk menjadi suatu bentuk bisnis peternakan ayam broiler yang terintegrasi. Peternakan sebenarnya sudah berdiri sejak Juli 2011. Namun, distribusinya baru berjalan sejak April 2012. Rencana pengembangan bisnis ini menjelaskan tentang pengembangan dan pergerakan bisnis pada tahun 2012, 2013, dan 2014. Rencana utama yang akan dilaksanakan adalah meningkatkan kapasitas penjualan produk ayam broiler dengan beberapa inovasi strategi pemasaran. Berdasarkan hasil analisis, SAUNG AYAM diproyeksikan memiliki tingkat pengembalian atau Internal Rate of Return sebesar 28.52%, sehingga bisnis ini sangat layak untuk dikembangkan.     Kata kunci: Saung Ayam, Rencana pengembangan bisnis, distribusi, ayam broiler  

PENGEMBANGAN MODEL KEBIJAKAN BEHAVIOUR SAFETY CULTURE DALAM RANGKA PENINGKATAN KEAMANAN DAN KESEHATAN LINGKUNGAN KERJA

PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.204 KB)

Abstract

Quality of health and the occupational environment is an important factor for achieving high productivity in order to achieve optimal business profits. From preliminary surveys in PT.Pura Barutama in the know that there is a work accident and the company has a potential risk of80% in case of fire due to raw materials, production processes, and products of the paper isflammable. This study aims to describe the knowledge, attitude, practice and development ofthe Behaviour of Safety Culture Policy in order to improve work safety and health of theneighborhood. This type of research is qualitative design method Action Research by thenumber of 12 informants. The survey results revealed that the description of the knowledgeworkers of the Occupational Health and Safety (K3) The company is still lacking, K3orientation only for safety and productivity company, workforce attitudes picture onOccupational Health and Safety (K3) in the company strongly supports the K3 programimplemented in the company. Overview of program implementation practices OccupationalHealth and Safety (K3) in the company has been good, in accordance with the principles andapplication of SMK3 and P2K3, Safety Cultural policy development based discovery stillUnsafe Action in the company. Development of cultural policy model K3 to become a necessityin the company by way of, among others: management commitment, experts K3 move, planningprograms - programs K3, K3 program implementation, evaluation and support of thegovernment. Keywords: Occupational Health and Safety; Safety Culture; K3 program. 

Performansi Residential Air Conditioning Hibrida Dengan Standby Mode Menggunakan Refrigeran HCR-22 Untuk Pendingin Dan Pemanas Ruangan

Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 3, No 1 (2016): Wisuda Februari Tahun 2016
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The hybrid of Residential Air Conditioning (RAC) is a cooling system that utilizes cooling effect and warming effect of refrigeration simultaneously to improve machine performance. Chiller is one of cooling system that used to cool liquid (brine or water) by using HCR-22 refrigerant as the cooling medium and the brine serves as a secondary refrigerant to cooling the room indirectly. Standby mode is a cooling method without using ice or cooling methods from the chiller directly. In this study, the RAC with standby mode is done without cooling load so resulting in a performance with Coefficient of Performance average is 2.46, Factor of Performance average is 3.42, and Total of Performance average 5.88. Then, the average temperature of cooler room is 22.54 ˚C. The average temperature of warmer room is 38.87 ˚C was able to contribute both as warming and it can stability of refrigeration system during process.Keywords : Hybrids RAC, Chiller, Standby mode, Performance, Temperature

KONSEP DESA WISATA HUTAN MANGROVE DI DESA BEDONO, KECAMATAN SAYUNG, KABUPATEN DEMAK

Ruang Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Ruang
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Desa Bedono merupakan salah satu desa di wilayah pesisir kabupaten Demak yang memiliki potensi wisata mangrove dan religi. Sebagai salah satu desa yang memiliki potensi tersebut, Desa Bedono belum dikembangkan secara optimal. Untuk megembangkan potensi tersebut diperlukan sebuah perencanaan yang matang. Agar perencanaan tersebut tidak salah sasaran, perlu dilakukan penelitian terlebih dahulu untuk mengidentifikasi kelayakan kawasan yang akan dijadikan sebagai obyek perencanaan. Pada penelitian ini digunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Analisis yang dilakukan yaitu terkait dengan elemen pariwisata. Hasil dari penelitian kemudian dijadikan sebagai masukan untuk merancang desain kawasan wisata di Desa Bedono. Perancangan desain tersebut dilakukan dengan menganalisis kebutuhan ruang, elemen perancangan, kriteria terukur dan tak terukur, kemudian dari hasil analisis perancangan dihasilkan sebuah siteplan desa wisata Bedono.Kata Kunci: Konsep, Pesisir, Desa Wisata Abstract: Bedono Village is one village in coastal area of Demak with mangrove and religious tourism potential. However, that potential is not developed optimally yet. To develop that potential, Bedono needs a good planning. Therefore, this research is made to identify the eligibility of area as a planning object. This research use qualitative descriptive method. The analysis is containing of tourism elements. The result of this research will be an input for the design of Bedono tourism area. The design is made through analysis of area needs, design elements, measurable and un-measurable criteria. Those analysis will be the basic of a siteplan for Bedono tourism area.Key words: Concepts, Coastal, Village Tourism

REDUKSI DIMENSI SET DATA DENGAN DRC PADA METODE KLASIFIKASI SVM DENGAN UPAYA PENAMBAHAN KOMPONEN KETIGA

Prosiding SNATIF Vol 1, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Informatika
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Set data yang diolah dalam sistem seperti data mining, information retrieval, computer vision, atau sistem-sistem lain yang menggunakan set data sebagai basis data utama dalam menyelesaikan kasus yang ditangani, bisa memiliki ukuran yang sangat besar dalam hal jumlah fitur yang digunakan. Banyak keuntungan yang didapat jika dilakukan reduksi dimensi. Kunci keuntungannya adalah banyak algoritma data mining yang bekerja dengan baik jika dimensi lebih rendah. Penelitian ini mengembangan metode Dimension Reduction Technique for K-Means Clustering Algorithm (DRC) dengan menambahkan komponen ketiga yaitu z. Hasilnya, kinerja akurasi metode yang diusulkan (DRC 3 DIM) dalam mereduksi dimensi pada metode klasifikasi SVM mampu memberikan akurasi yang tetap relatif baik ketika jumlah dimensi awal masih tidak banyak. Sedangkan waktu komputasi yang dibutuhkan, baik untuk training maupun prediksi masih dapat ditoleransi untuk dapat digunakan, setelah mempertimbangkan bahwa waktu training dan prediksi berada pada level pertengahan ketika dibandingkan dengan metode pembanding. Kata kunci: reduksi, dimensi, drc, klasifikasi.

PENGARUH MANAJEMEN LABA TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN DENGAN KUALITAS AUDIT SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI

Jurnal Dinamika Akuntansi Vol 6, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Jurnal Dinamika Akuntansi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen laba baik manajemen laba akrual maupun manajemen laba riil terhadap kinerja perusahaan dengan kualitas audit sebagai variabel pemoderasi. Seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia menjadi populasi. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hipotesis diuji menggunakan regresi linear berganda dan moderated regression analysis. Hasil uji regresi linear berganda menghasilkan bahwa manajemen laba akrual memiliki pengaruh terhadap kinerja perusahaan sedangkan manajemen laba riil tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Hasil uji moderated regression analysis menunjukkan bahwa kualitas audit tidak dapat memoderasi pengaruh manajemen laba baik akrual maupun riil terhadap kinerja perusahaan. Dengan demikian disimpulkan manajemen laba melalui aktivitas akrual akan lebih berpengaruh terhadap kinerja perusahaan dibandingkan manajemen laba melalui aktivitas riil. Penelitian ini juga menyimpulkan perusahaan yang diaudit baik oleh KAP Big Four maupun selain KAP Big Four tidak dapat mempengaruhi perusahaan untuk melakukan aktivitas manajemen laba. The aim of this research is to analyse the influence of earnings management both accruals earnings management and real earnings management to companies performance with audit quality as moderating variable. High audit quality is showed by the size of audit firm. This research is used the population from manufacture companies listed for the period of 2004 to 2007 in Indonesian Stock Exchange with purposive sampling. The result from multiple linear regression test is accrual earnings management have influence to companies performance, but real earnings management have not influence. The moderated regression analysis find that audit quality can not moderate influence accruals and real earnings management to companies performance. This research is conclude that earnings management through accruals activity more influence to companies performance than earnings management through real activity. This result also conclude the companies who audited by big four or not big four can not influence to do earnings management activities.

PRAKTIK GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA BERDASARKAN BALANCED SCORECARD PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM

Conference In Business, Accounting, And Management (CBAM) Vol 2, No 1 (2015): 2nd Conference in Business, Accounting, and Management (CBAM) 2015
Publisher : Conference In Business, Accounting, And Management (CBAM)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.025 KB)

Abstract

The aims of the study were to describe the practice of good corporate governance, to measure performance PDAM with balanced scorecard, and to find out  the correlation between the practice of good corporate governance to performance.   This study conducted on   five PDAM in Jambi Province. Collection of data obtained through interviews, questionnare, annual report, related of documents and policies. The results of this study indicate good corporate governance practices on PDAM in Jambi Province in pretty good criteria. PDAM perfomance scores as measured by balanced scorecard show overall is still considered less than the target maximum working. The result of Pearson Product Moment test show the correlation between good corporate governance practices with the performance has a strong relationship but not significant.  Keywords: Good Corporate Governance Practice, Performance, Balanced Scorecard

Hubungan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), Lama Bekerja dan Status Gizi dengan Kejadian Byssinosis pada Pekerja Penggilingan Kapuk di PT. Abiyasa Kecamatan Gabus Kabupaten Pati Tahun 2010

Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA Vol 1, No 1 (2012): Edisi Oktober 2012
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.221 KB)

Abstract

Proses penggilingan kapuk merupakan bagian yang mempunyai faktor risiko paling tinggi terhadap penyakit bissynosis, dikarenakan pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), lama bekerja dan status gizi dengan kejadian byssinosis pada pekerja penggilangan kapuk di PT. Abiyasa Kecamatan Gabus Kabupaten Pati tahun 2010. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi explanatory research dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja pada penggilingan kapuk di PT. Abiyasa sebanyak 34 orang. Sampel dalam penelitian ini mengambil seluruh populasi sebanyak 34 orang. Cara pengambilan data dengan kuesioner. Analisis dengan menggunakan rank spearmant. Penggunaan APD pekerja penggilingan kapuk di PT. Abiyasa sebagian besar cukup sebanyak 15 orang (44,1%) dan paling sedikit baik hanya 5 orang ( 14,7%). Pekerja penggilingan kapuk di PT Abiyasa sebagian besar mempunyai masa kerja > 10 tahun sebanyak 15 orang (44,1%) dan yang paling sedikit mempunyai masa kerja < 5 tahun hanya 6 orang (17,6%). Status gizi pekerja penggilingan kapuk di PT Abiyasa sebagian besar mempunyai status gizi normal sebanyak 25 orang (73,5%) dan yang mempunyai status gizi kurus hanya 9 orang (26,5%). Pekerja penggilingan kapuk di PT Abiyasa sebagian besar tidak ada gejala byssinosis sebanyak 16 orang (47,1%), tingkat ½ sebanyak 16 orang (47,1%) dan terjadi byssinosis tingkat 1 sebanyak 2 orang (5,9%). Ada hubungan penggunaan APD ( p value 0,001), masa kerja ( p value 0,001) dengan kejadian byssinosis di PT. Abiyasa Kecamatan Gabus Kabupaten Pati Tahun 2010. Tidak ada hubungan status gizi dengan kejadian byssinosis di PT. Abiyasa Kecamatan Gabus Kabupaten Pati Tahun 2010 (p value 0,084). Ada hubungan penggunaan APD, masa kerja dengan kejadian byssinosis di PT. Abiyasa Kecamatan Gabus Kabupaten Pati Tahun 2010. Tidak ada hubungan status gizi dengan kejadian byssinosis di PT. Abiyasa Kecamatan Gabus Kabupaten Pati Tahun 2010.

Studi Kualitatif Pengembangan Media Promosi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Pabrik Gula Rendeng Kudus

Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 2, No 2 (2013): Edisi Oktober 2013
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2541.574 KB)

Abstract

Laporan dari setiap daerah di Indonesia, pada tahun 2012 triwulan kedua terdapat penyebab kecelakaan kerja sebanyak 11.247 kejadian dan mengakibatkan 799.845 kasus yang terjadi. Serta di Jawa Tengah sendiri mempunyai 3.523 kasus kecelakaan kerja. Berdasarakan UU No.1 Tahun 1970 pasal 14 menyebutkan bahwa perusahaan diwajibkan menempatkan informasi secara tertulis atau dalam bentuk poster, spanduk, banner dan lain sebagainya untuk mendukung informasi mengenai K3 di perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan secara mendalam tentang pengetahuan, praktek, media dan kebijakan K3 serta mengembangkan media promosi K3 yang ada di Pabrik Gula Rendeng Kudus. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan induktif. Penelitian dilakukan pada bulan juni sampai agustus 2013 di Pabrik Gula Rendeng Kudus. Informan dalam penelitian ini sebanyak 8 orang, teknik pengumpulan data dengan melakukan indepth interview dan focus group discusion. Analisis data pada penelitian menggunakan tematic content analisis. Simpulan dari penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan, praktek, media dan kebijikan K3 sehingga peneliti mengembangkan media untuk mempromosikan tentang K3. Sehubungan dengan hal tersebut penting bagi perusahaan khususnya karyawan agar dapat meninggkatkan informasi tentang K3. Hasil indepth interview menunjukan bahwa kurangnya sistem K3 yang ada di Pabrik Gula Rendeng Kudus yang meliputi pengetahuan, praktek, media dan kebijakan sehingga penelitian mengembangkan suatu media promosi K3 berupa 1 banner, 1 eks banner, dan 3 poster untuk meningkatkan informasi tentang K3 di Pabrik Gula Rendeng Kudus.   Kata Kunci : Kualitatif, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Media Promosi.

PENGARUH PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KETERSEDIAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) TERHADAP KEPATUHAN DALAM MENGGUNAKAN APD DI UNIT COATING PT. PURA BARUTAMA KUDUS

PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2015: Prosiding Bidang MIPA dan Kesehatan The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.838 KB)

Abstract

Use of Personal Protective Equipment (PPE) including environmental factors because APD is one tool to protect the workers themselves in order to reduce the risk of workplace accidents. Based on the first survey that the writer doing to 20 workes in subdivision product in Coating Unit in PT. Pura Barutama Kudus about the discipline in using APD, this result of observation in the field get 17 (85%) workes didn’t use APD in time to work and 3 (15%) workes using APD. The design of the research is use project planning Regresi Logistic survey for study dynamic influence between the factors risk (knowledge, attitude, reward and punishment, and availibility APD) with effect (discipline using APD) with approach way observation or collecting data in one time (point time approach), the sample that use is about 65 workes in subdivision product. The result of statistic test with Regresi Logistic Test, the influence between knowledge variabel with discipline using APD get p-value = 0,000 ; attitude with discipline using APD get p-value = 0,000 ; and availability APD with discipline using APD get p-value = 0,009. There is influence between independent variable is knowledge, attitude, reward and punishment, and also availability APD with dependent variable is discipline using APD ti workes in subdivision product in Coating unit in PT. Pura Barutama Kudus.Keywords: Personal Protective Equipment (PPE), Discipline PPE, Knowledge, Attitude, Avalibility APD.