Articles

Found 38 Documents
Search

ANALIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN PADA KUMPULAN CERPEN SENYUM KARYAMIN KARYA AHMAD TOHARI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS X SMA

SURYA BAHTERA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 23 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik kumpulan cerpen Senyum Karyaminmeliputi: tema, tokoh, alur, latar, dan sudut pandang, mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan kumpulan cerpen Senyum Karyaminmeliputi; nilai pendidikan agama, nilai pendidikan moral, nilai pendidikan sosial, nilai pendidikan budaya dan skenario Pembelajaran di kelas X SMA. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan model Jigsaw. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitudengan menggunakan kartu pencatat data dari hasil membaca kumpulan cerpen Senyum Karyamin. Dari analisis unsur intrinsik, nilai-nilai pendidikan dan skenario pembelajaran di SMA diperoleh unsur intrinsik yang meliputi tema yang terdiri dari beberapa masalah, yaitu masalah impian dan masalah ekonomi, persoalan sosial, dan cina kasih sayang terhadap sesama, penokohan dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin banyak menggunakan nama tokoh yang identik nama orang desa, latar dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin dalam kesehariannya terjadi di daerah pedesaan, alur dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin banyak menggunakan alur maju, kumpulan cerpen Senyum Karyamin banyak menggunakan sudut pandang menggunakan orang ketiga serba tahu, dannilai pendididikan meliputi: (a) nilai pendidikan agama terdiri atas beribadah, berdoa, bersyukur, dan sabar; (b) nilai pendidikan moral terdiri atas pantang menyerah, kerja keras, mampu mengendalikan diri, dan rasa ingin tahu; (c) nilai pendidikan sosial terdiri atas tolong menolong, kasih sayang, memberi semangat, dermawan, rela berkorban, dan solidaritas; (d) nilai pendidikan budayaterdiri atas adat istiadat, kebiasaan dalam masyarakat jawa. Kumpulan cerpen Senyum Karyamin dapat diterapkan dalam pembelajaran di SMA karena dalam cerpen tersebut banyak nilai pendidikan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.   Kata kunci: nilai pendidikan, kumpulan cerpen Senyum Karyamin,skenario pembelajaran  

Implementation of Psychotest System Application Selection of KKL STMIK Participants in Purwokerto Amikom Using DISC (Dominance-Influence-Steadiness-Compliance)

Journal Of Informatic Pelita Nusantara Vol 4, No 1 (2019): Computer Science
Publisher : Journal Of Informatic Pelita Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.365 KB)

Abstract

Kuliah Kerja Lapangan abbreviated as KKL is one of the chosen programs for STMIK Amikom Purwokerto students, where this program can be taken after taking 5 semesters. There are two stages of selection for KKL participants which include registration and psychological test exams. The psychological test was conducted to determine the personality type to form a group, a tool used to measure personality types using the DISC (Dominance - Influence - Steadiness - Compliance) theory. Each DISC character has a different response to the pressure he experiences in the environment, because of his direct involvement with the community, a system is needed to help the formation of groups based on psychological results. The researcher made a web-based psychological test application to facilitate prospective field work participants in carrying out exams and help organizers of field work in determining groups based on psychological results. The researcher collected data using observation, interviews, questionnaires, and literature studies. The system development method used is the waterfall method.

Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Fisik Desa (Studi Pada Desa Donowarih Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang)

Jurnal Administrasi Publik Vol 4, No 5 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Fisik Desa (Studi Pada Desa Donowarih Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang Pelaksanaan pembangunan di desa atau ditingkat krelurahan adalah salah satu bentuk realisasi pembangunan nasional, oleh karena itu peran pemerintah dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Pembangunan dan pelaksanaan pembangunan membutuhkan partisipasi masyarakat agar suatu kebijakan dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana partisipasi masyarakat desa di desa Donowarih dalam kegiatan pembangunan fisik desa.Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian melalui wawancara yang ditujukan kepada narasumber (informan) yang ditentukan sesuai kebutuhan penelitian, yakni Kepala Desa Donowarih, Perangkat Desa Donowarih, dan Masyarakat Desa Donowarih. Fokus pada penelitian ini adalah mengenai (1) Partisipasi masyarakat dalam pembangunan fisik desa (2) Jenis pembangunan fisik desa yang dilakukan (3) Kendala-Kendala partisipasi masyarakat dalam pembangunan fisik desa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan fokus penelitian yang peneliti ambil, dengan pemaknaan dari beberapa informan yang mendukung penelitian ini, maka partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Abstract : Public Participation in Physical Development Village (Study in Desa Donowarih Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang). The construction carried out in the countryside or village level is the realization of national development. To support the development of rural or village level government participation and the participation of the whole society is needed. Development and implementation of development requires community participation so that a policy can run well. This study aims to determine how the participation of villagers in the village Donowarih in physical development activities of the village.This research uses descriptive research with a qualitative approach. Research data collection techniques through interviews addressed to sources (informants) were determined according to the needs of research, namely the Village Head Donowarih, the Village Donowarih, and the Village Community Donowarih. The focus of this research is about (1) Public participation in the physical development of the village (2) type of physical development of villages conducted (3) Obstacles community participation in the physical development of the village.The results showed that based on the research focus of researchers take, with the meaning of some of the informants who support this research, the public participation in the implementation of the physical development of the village in the village Donowarih done in two (2) types of participation, that the participation of the community in the form of money and public participation in the form of power. Keyword: Public Participation and  Development Village   pembangunan fisik desa di Desa Donowarih dilakukan dengan 2 (dua) jenis partisipasi, yaitu partisipasi masyarakat dalam bentuk uang dan partisipasi masyarakat dalam bentuk tenaga.   Kata kunci : partisipasi masyarakat dan pembangunan desa

The Profil of Esophagogastroduodenoscopy for Elderly Patients at Kariadi Hospital Semarang

The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy VOLUME 13, NUMBER 1, April 2012
Publisher : The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The hospitalization and mortality rate for gastroduodenal ulcer in the elderly remain very high. It may be attributed to increase prescriptions for gastroduodenal damaging drugs, including the non-steroidal anti inflammatory drugs (NSAIDs). The aim of this study was to determine the profile of elderly patients’ characteristics who had undergone esophagogastroduodenoscopy (EGD) at Kariadi Hospital. Method: A cross sectional study was conducted in elderly patients with non-variceal EGD at Kariadi Hospital, Semarang between Januari 2009 and December 2010. Analysis statistic was performed using chi-square test, with SPSS version 19. Results: Among records for a total of 164 cases of eldery patients who had undergone EGD, 90 patients were enrolled in this study. There were 64 (71.1%) male patients and the most chief complaint was hematemesis (22.2%). The most common indication for EGD was upper gastrointestinal tract bleeding (55.6%). EGD results demonstrated that the most common finding was mild abnormalities (56.7%). Gastric ulcer was found in EGD results in 38.0% cases with upper gastrointestinal bleeding (PR = 5.5; 95% CI = 1.7-17.9; p = 0.002). Moreover, the gastric ulcer was also found in 42.3% among NSAIDs users (PR = 3.2; 95% CI = 1.2-8.6). Conclusion: Upper gastrointestinal tract bleeding is the most common indication for EGD in elderly patients at Kariadi Hospital, Semarang. The most EGD image was only mild abnormalities followed by gastric ulcer. In the study, upper gastrointestinal bleeding is associated with high incidence of gastric ulcer, which also correlated with high incidence of NSAIDs utilization. Keywords: elderly, esophagogastroduodenoscopy, co-morbidities

Effect of Conjugated Hyperbilirubinemia on the Prognosis of Patients Hospitalized in Intensive Care Unit at Kariadi Hospital Semarang

The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy VOLUME 11, NUMBER 3, December 2010
Publisher : The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: In critically-ill patients, liver dysfunction plays a significant role on patient’s morbidity and mortality in the intensive care unit (ICU). Metabolic, hemodynamic and inflammatory factors also contribute in liver damage. Bilirubin is one of clinical markers for liver dysfunction. Some literatures indicated that patients with hyperbilirubinemia have higher mortality rate. The aim of this study was to assess the death prognosis of critically-ill patients with hyperbilirubinemia. Method: This study was an observational, prospective, and cohort study. All patients at the ICU of Kariadi hospital with hyperbilirubinemia were consecutively recruited over 8-month period from May 1st 2008 to January 31st 2009. Hyperbilirubinemia was defined as serum bilirubin levels ≥ 1.3 mg/dL for at least 72 hours and no hyperbilirubinemia was observed when the patients were admitted to the hospital. Results: Of 79 subjects who fulfilled inclusion criteria, the incidence of hyperbilirubinemia in critically-ill patients was 39.2%. About 56 subjects were enrolled in the study. Among them, 28 subjects showed hyperbilirubinemia and the other 28 subjects were included in the control group. There was no significant difference regarding the baseline characteristics of hyperbilirubinemia group and non- hyperbilirubinemia group. At the end of the study, the mortality rate in hyperbilirubinemia patients were 60.7% and 21.3% in the non-hyperbilirubinemia patients. The relative risk (RR) of death was 2.8; (95% CI = 1.3 - 6.1; p = 0.003). Conclusion: The incidence of hyperbilirubinemia was high in critically ill-patients hospitalized in the ICU of Kariadi hospital. The incidence of death between non-hyperbilirubinemia and hyperbilirubinemia subjects was significantly different. The significant relative risk of death indicates that hyperbilirubinemia may have influences on the mortality rate of critically-ill patients hospitalized in the ICU.   Keywords: liver dysfunction, hyperbilirubinemia, death

The Influence of Exchange Rate on CPO Exports of Indonesia

Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Vol 18, No 2 (2017): JEP 2017
Publisher : Universitas Muhammdaiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.626 KB)

Abstract

This study analyzes the effect of the exchange rate (IDR to US Dollar) on Indonesian CPO exports using Error Correction Model (ECM). The result of ECM analysis showed that exchange rate has a weak effect on Indonesian CPO export. These were due to several things; first, it takes a time to produce CPO. Second, importers are unaware of price changes. Third, policy factors, such as refusal of Indonesian CPO in USA and imposition of high import duty tariff in France. Fourth, price factor of CPO substitution goods and negative issues in the palm oil industry. Fifth, Indonesian exporters were less creative in marketing CPO products than Malaysia. ECM analysis also resulted that CPO production and CPO prices have no effect on Indonesian CPO exports, while the price of soybean oil and CPO production in the previous month has a strong influence on Indonesian CPO exports. Indonesian CPO export is inelastic.

PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI MEDIA STIMULASI ASPEK PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

PAUDIA Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan fisik yang sering dilakukan oleh anak prasekolah seperti: berguling, melompar, meluncur, berputar, berjalan dan berlari dipercaya dapat menjadi sarana dalam merangsang sistem kepekaan dan sensori bagi anak usia dini. Kegiatan tersebut melibatkan emosi dan fisik setiap individu. Setiap kegiatan yang dilakukan mengandung nilai yang penting bagi aspek perkembangan dasar  anak. Nilai-nilaiyang terkandung dalam setiap permainan dapat menjadi sarana dalam pemecahan masalah yg dihadapi. Penelitian tentang “Permainan tradisional sebagai media stimulasi aspek perkembangan  anak usia dini” ini bertujuan untuk : (1) Mencari, merekonstruksi, dan mengklasifikasi permainan tradisional yang ada di Jawa Tengah sesuai dengan nilai budaya masyarakat. (2) Menganalisis permainan tradisional sebagai sarana stimulan empat aspek perkembangan anak usia dini yaitu aspek fisik motorik, sosial emosional, kognitif dan bahasa. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata yang diperoleh dari berbagai teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode observasi, kuisioner dan wawancara. Penelitian ini dilakukan dalam empat tahap yaitu : Tahap I : Tahap pendahuluan/ awal dilakukan dengan observasi lapangan; Tahap II : Pengembangan awal, rancangan untuk mengidentifikasi permainan tradisional yang dilakukan di TK Tunas Rimba I Semarang;  Tahap III : Melakukan wawancara, pengisian kuisioner / angket tentang permainan tradisional; dan Tahap IV       : menganalisis manfaat permainan tradisional sebagai stimulan aspek perkembangan anak. Kesimpulan yang ditemukan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat lima jenis permainan tradisional yang dilaksanakan di TK Tunas Rimba I Semarang. Jenis permainan tradisional tersebut merupakan sarana dalam mengembangkan aspek perkembangan dasar anak, seperti: pisik-mitorik, kognitif, sosial-emosional, dan bahasa. Terlebih lagi, anak usia dini dapat mengenal nilai-nilai budaya lokal yang terdapat dalam setiap jenis permainan. Hal ini sesuai dengan semboyan pembelajaran pada anak usia dini “Belajar seraya Bermain” stimulasi aspek perkembangan anak berasal dari permainan khususnya permainan tradisional budaya leluhur.   Kata kunci: permainan tradisional, media stimulasi, aspek perkembangan

ANALISIS KEMAMPUAN PENGUASAAN KOSA KATA BARU PADA ANAK POS PAUD MUTIARA SEMARANG MELALUI METODE GLENN DOMAN

PAUDIA Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian.  “Analisis Kemampuan Penguasaan Kosa Kata Baru pada Anak Pos PAUD Mutiara Semarang melalui Metode Glenn Doman”.  Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini IKIP PGRI Semarang.  Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui metode pengajaran yang paling tepat diterapkan untuk mengajarkan kemampuan membaca pada anak usia dini, dan (2) untuk mengetahui penerapan metode Glenn Doman untuk mengajarkan kosa kata baru bagi anak usia dini di Pos PAUD Mutiara Semarang. Penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian jenis kualitatif yang difokuskan pada satu fenomena saja yang akan ditelaah secara mendalam.  Populasi dari penelitian ini adalah sejumlah 67 orang anak murid Pos PAUD Mutiara Semarang, terbagi dalam 2 kelompok: PAUD Kecil (24 anak) dan PAUD Besar (43 anak).  Yang menjadi sampel penelitian adalah anak di kelompok PAUD besar.  Karena jumlah populasinya yang kurang dari 100 orang, maka keseluruhan populasi di kelompok PAUD besar akan dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini. Berdasarkan proses penelitian yang dilalui, ditemukan fakta-fakta untuk menjawab permasalahan yang diajukan dalam Rumusan Masalah sebagai berikut: 1) mengetahui metode pengajaran yang paling tepat diterapkan untuk mengajarkan kemampuan membaca pada anak usia dini adalah Metode Glenn Doman, dan (2) penerapan metode Glenn Doman untuk mengajarkan kosa kata baru bagi anak usia dini di Pos PAUD Mutiara Semarang menghasilkan data bahwa pada Tahap I diperoleh rata pencapaian sebesar 61,4 %,  62,3 % pada Tahap II, dan 66,5 % pada Tahap III.  Peneliti menyarankan beberapa hal, yaitu: 1). galilah lebih dalam dan lebih banyak lagi macam metode pembelajaran untuk anak usia dini, dan 2). Kepada peneliti selanjutnya diharapkan dapat mencobakan Metode Glenn Doman tersebut pada anak TK, sehingga keempat tahapnya dapat diterapkan secara maksimal.   Kata kunci: metode Glenn Doman, Pos PAUD non-Formal Mutiara Kalicari Semarang

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF MELALUI PENDEKATAN IN HOUSE TRAINING BERBASIS KEARIFAN BUDAYA LOKAL

PAUDIA Vol 2, No 1 mei (2013): PAUDIA
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran inovatif di Pos PAUD berbasis kearifan budaya lokal. Penelitian ini difokuskan pada Pos PAUD Binaan KKN IKIP PGRI Semarang di Kota Semarang. Pengembangan model pembelajaran inovatif di Pos PAUD ini diawali dari studi penelitian pendahuluan yang dilakukan selama program KKN berlangsung bahwa banyak permasalahan yang dihadapi oleh para kader/tutor Pos PAUD terkait dengan kualitas pembelajaran, kurangnya dana dan sarana prasarana (alat permainan edukatif). Melalui pendekatan in house training (IHT) pada pos-pos PAUD se Kota Semarang khususnya pos PAUD binaan KKN IKIP PGRI Semarang diharapkan ada keberlanjutan program antara Pos PAUD yang dirintis dengan IKIP PGRI Semarang selaku penggagas rintisan Pos PAUD tersebut. Hal ini sebagai salah satu bentuk tanggung jawab atau konstribusi IKIP PGRI Semarang untuk mencerdaskan masyarakat.Sebagai tindak lanjut program pasca KKN untuk memberikan layanan edukasi pada para kader/tutor pos paud tentang pengembangan model pembelajaran inovatif berbasis kearifan budaya lokal. Adanya penerapan layanan IHT diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pedagogis para tutor yang nantinya akan mengarah pada kompetensi profesionalnya sehingga terwujud layanan PAUD yang paling murah, mudah & berkualias. Metode Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R & D) research) yang menggunakan prosedur kerja dari model Kemmis dan Taggart (1988).Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya meningkatkan kompetensi tutor/pendidik paud dalam merancang model pembelajaran yang inovatif berbasis kearifan budaya lokal, yaitu jika pada siklus I (asesmen awal) mempunyai nilai rata-rata antara 1 s.d 1,9 sedangkan pada siklus II mempunyai nilai rata-rata antara 2,7 s.d 3,6. Hasil nilai rata-rata tersebut menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan guru dalam merancang model pembelajaran inovatif berbasis kearifan budaya lokal melalui pendekatan in house training.Peningkatan kemampuan pendidik tersebut secara kualitatif dapat dideskripsikan sebagai berikut: a). Pendidik sudah menentukan tema pembelajaran yang sesuai potensi lokal; b). Tema-tema yang dipilih sudah berbasis kearifan budaya lokal; c) Adanya kesesuaian antara indikator dengan materi pembelajaran; d) Adanya kesesuaian antara tema dengan kegiatan pembelajaran; e) Adanya keterpaduan antara materi pembelajaran dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan anak; f) Media pembelajaran (APE) sudah memanfaatkan potensi budaya lokal.Keyword: model pembelajaran inovatif, IHT, kearifan budaya lokal.

MODEL PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN PADA ORANGTUA POS PAUD DI KOTA SEMARANG

PAUDIA Vol 2, No 1 mei (2013): PAUDIA
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan model pendidikan kependudukan pada orangtua (Pasangan Usia Subur) sehingga terbangun kesadaran tentang ber-KB. Populasi penelitian ini adalah orangtua pos PAUD yang merupakan pasangan usia subur yang memiliki anak lebih dari empat orang di kelurahan Tandang, Sendangguwo, Rejosari dan Muktiharjo. Pemilihan sampel dilakukan dengan pertimbangan wilayah tersebut ditetapkan oleh pemerintah kota Semarang sebagai Kelurahan Layak Anak dengan sebagaian besar orangtua merupakan pasangan usia subur (PUS).Rancangan penelitian ini dilakukan dengan memadukan antara penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif digunakan untuk mengetahui prosentasi peningkatan kesadaran ber-KB sebelum dan sesudah diberi pembelajaran dengan model kooperatif Think-Pair-share. Sedangkan penelitian kualitatif digunakan untuk mengetahui mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi meningkat/ menurunnya sikap untuk berKB dari para orang tua kelompok sasaran. Dengan demikian, penelitian ini menjadi sangat komprehensif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa angket skala Likers, wawancara dan dokumentasi.Hasil analisis dokumen pre-test bisa diketahui bahwa alasan masyarakat untuk mengikuti KB lebih ditekankan pada masalah sulitnya mendidik anak karena pada prinsipnya para orangtua ingin generasi penerusnya mendapatkan pendidikan lebih baik. Biaya ber-KB sekarang ini sudah ada solusi melalui program KB gratis atau Jamkesmas/Jampersal (Jaminan Persalinan). Sebagian besar masyarakat percaya kehamilan mengandung resiko, menyebabkan kesengsaraan/menyulitkan di kemudian hari bila tidak direncanakan seperti gizi anak kurang dan juga kurang bagus untuk kesehatan ibu.Setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share dalam pendidikan kependudukan dengan pendekatan andragogi melalui diskusi dan wawancara bisa diketahui bahwa secara umum terjadi peningkatan terkait kesadaran ber-KB sekitar 6,6%; Pemahaman tentang kehamilan dan resikonya sekitar 1,8% dan tanggung jawab orang tua dalam pendidikan dan pengasuhan anak sekitar 1,2 %.Keyword: pendidikan kependudukan, KB