Articles

Found 10 Documents
Search

LABORATORIUM PENGKONVERSI GAMBAR STRUKTUR MIKRO DARI MIKROSKOP KE KOMPUTER SEBAGAI SARANA PRAKTIKUM METALOGRAFI Widjatmaka1,, Tri; Prasetya, Sonki
Poli-Teknologi Vol 10, No 3 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4.956 KB)

Abstract

Practical activities in mechanical engineering laboratory requires adequate facilities and infrastructure. There are several obstacles to implement metallographic laboaratory. One of obstacles is the lack of equipment microstructure image viewer that can be documented for analysis. The activities of metallographic laboratory are unsatisfactory. To answer these problems, this study provides a solution to design and make equipment can document the image of the metallographic microstructure. In principle, the design and manufacture of this equipment is to change the video signal of microscop image of microstructure sensed by the camera into a digital signal by the video card device. Motor with the adjuster is used to set the microscope focus. The image of microstructure can be observed, stored in a storage media (hard disc/flash disc/CD), and can be printed. The results of this study showed that the converter equipment of microstructures of the microscope image to the computer has successfully been designed and fabricated. The image obtained is better in quality and texture. Microstructures analysis can be easier and reduces analytical error. The image of microstructures can be stored, processed, transferred and printed properly. Using the motor adjuster to set the focus of the microscope improves work efficiency. Key words: metallographic, microstructure, metallurgical-microscope. ABSTRAK Selama ini pelaksanaan praktikum, khususnya praktikum metalografi dihadapkan pada kendala, terutama kendala peralatan untuk penampilan gambar yang dapat didokumentasikan untuk keperluan analisis. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini memberikan solusi, yaitu dengan merancang dan membuat peralatan yang dapat mendokumentasikan gambar struktur mikro dari hasil proses metalografi. Pada prinsipnya, peralatan yang dirancang dan dibuat adalah bahwa spesimen yang diteliti melalui mikroskop akan diindera oleh kamera, dirubah sinyalnya dari sinyal video menjadi sinyal digital dengan piranti video card. Sedangkan pengaturan fokus digunakan motor penggerak yang dikopling dengan adjuster pada mikroskop. Dengan peralatan tersebut, gambar struktur mikro dapat diamati dan diolah langsung, disimpan dalam media penyimpan (hard disk/flash disk/CD), maupun dapat dicetak dengan menggunakan printer. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa dengan peralatan pengkonversi gambar struktur mikro dari mikroskop ke komputer yang telah berhasil dirancang dan dibuat, gambar struktur mikro lebih baik dalam kualitas gambar maupun teksturnya. Hal ini akan lebih memudahkan untuk analisis dan mengurangi kesalahan analisis. Gambar struktur mikro juga dapat disimpan, diolah, ditransfer dan dicetak dengan baik menggunakan printer yang sudah disiapkan. Penggunaan motor dalam proses pengaturan fokus mikroskop gambar juga mempermudah operator dalam proses pengambilan gambar, yang berarti lebih meningkatkan efisiensi kerja. Kata kunci :metalografi, struktur mikro, mikroskop metalurgi.
Perancangan Saluran Heat Exchanger di Grate Cooler untuk Efisiensi Maintenace Romadhoni, M Rizky; Prasetya, Sonki; Darmawan, Awang
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu proses dalam pembuatan semen adalah proses pendinginan material clinker, alat yang digunakan adalah cooler. Didalam cooler terjadi pendinginan material secara cepat (quenching process) hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya reaksi reversible senyawa C3S yang telah terbentuk. Cooler di PT Solusi Bangun Indonesia digerakkan oleh sistem hidrolik dan juga dilengkapi dengan roller crusher yang terletak dibagian tengah Cooler. Sistem hidrolik di area Cooler dilengkapi Heat Exchanger (HE) untuk mendinginkan oli, setelah bersirkulasi untuk menggerakkan polytrack dan roller crusher. Berdasarkan trend temperature tangki oli selama tahun 2018 di sistem hidrolik di cooler beberapa kali hampir menyentuh alarm batas atas (65 ?C). hal ini dikarenakan terdapat kerak yang menempel pada permukaan HE. Hal ini tentu saja berbahaya untuk process produksi saat cooler berhenti tiba tiba karena temperatur tangki oli telah menyentuh batas atas alarm. Sedangkan proses pemeliharaan HE hanya mengacu pada trend temperatur tangki oli. Dan ketika pemeliharaan HE terjadi membutuhkan penghentian kerja Kiln dan Cooler. Oleh sebab itu diperlukan perancangan saluran Heat Exchanger untuk mengantisipasi hal tersebut. Perancangan ini bertujuan untuk membuat saluran HE guna memudahkan proses pemeliharaan dan mengurangi kerugian produksi clinker. Metodologi yang yang digunakan adalah merancang saluran Heat Exchanger menjadi paralel berdasarkan pemilihan konsep desain dan pemilihan jenis valve yang digunakan. Sehingga diharapkan saat temperatur di tangki oli hampir mencapai batas atas alarm, dapat dilakukan dengan pengalihan saluran. Sehingga saluran lain dapat dilakukan proses pemeliharaan tanpa mebutuhkan kiln dan cooler untuk berhenti.
Pembuatan Critical Spare Part List Untuk Meningkatkan Kinerja Sistem Di Area Raw Mill Tuban 2 Sagita, Ainova Ellis; Prasetya, Sonki; Wahyono, Agus Eko
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam industri produksi semen tidak lepas dari performa alat produksi yang memenuhi spesifikasi. Adapun performa alat produksi akan mengalami penurunan seiring dengan lamanya penggunaan, sehingga perlu dilakukan peningkatan kinerja baik dari sistem utama maupun sistem penunjang. Berdasarkan data performa kerja selama tahun 2018, tercatat total durasi berhentinya alat di raw mill Tuban 2 adalah 791,64 jam dengan frekuensi 268 kali. Kemudian dari data tersebut didapatkan hasil bahwa 80% penyebab raw mill berhenti terbanyak adalah Chain Conveyor dengan Holcim Asset Code (HAC) atau kode 362-CV1, Bucket Elevator dengan HAC 362-BE1 dan 392-BE1, serta Belt Conveyor dengan HAC 332-BC1 dan 332-BC2. Alat tersebut merupakan alat kritis yang apabila terjadi masalah di salah satu alat tersebut dapat menghentikan seluruh proses di raw mill Tuban 2. Masalah yang biasa terjadi adalah masalah mengenai spare part, dan apabila dilakukan penggantian bagian tersebut memerlukan durasi yang cukup lama untuk menemukan data spare part yang diinginkan. Oleh karena itu tujuan dari tulisan ilmiah ini adalah menyelesaikan masalah tersebut dengan membuat daftar spare part kritis sehingga saat terjadi masalah pada situasi yang abnormal tidak memerlukan banyak waktu untuk melakukan pencarian spare part. Hasilnya menunjukkan bahwa pembuatan daftar spare part di area Tuban 2 adalah memudahkan pencarian spare part menjadi lebih cepat 67% dan hasil penerapan pengguna menunjukkan tingkat kepuasan 100%. Diharapkan pemanfaatan daftar spare part ini dapat mengurangi durasi downtime di area raw mill Tuban 2.
Analisis Pengaruh Posisi Panel Surya terhadap Daya yang dihasilkan di PT Lentera Bumi Nusantara Afriyani, Aulia Dyah; Prasetya, Sonki; Filzi, Rahman
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan energi di Indonesia adalah kurangnya pemanfaatan potensi energi yang tersedia di alam secara maksimal. Energi surya sebagai contoh merupakan energi yang dapat dikembangakan di Indonesia namun persentase kapasitas yang tersalurkan dari instalasi yang terpasang menurut laporan kinerja triwulan 3 tahun 2018 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebesar 0,006% (51,11 MW). PT Lentera Bumi Nusantara merupakan salah satu tempat pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Di tempat tersebut panel bersifat statis atau berarah pada satu orientasi. Dengan kondisi ini maka sel surya tidak dapat menangkap pancaran sinar matahari secara maksimal sepanjang hari, akibatnya efisiensi energi listrik yang dibangkitkan tidak maksimal. Tujuan penilitian ini adalah melakukan optimasi pemilihan sudut yang tepat agar jumlah sinar matahari yang jatuh pada area permukaan sel surya akan lebih banyak sehingga daya yang dihasilkan akan lebih besar. Pemilihan sudut dilakukan dengan menghitung sudut deklinasi, sudut lintang, sudut jam matahari, sudut zenith, dan sudut azimuth matahari untuk dapat menentukan sudut kemiringan. Dimana sudut kemiringan tersebut juga dipengaruhi oleh posisi latitude dari tempat dan solar peak hour atau waktu matahari puncak. Dari perhitungan di PT Lentera Bumi Nusantara dengan latitude -7,737915 dan solar peak hour pukul 10.00 ? 14.00 WIB didapat rata ? rata sudut optimum yaitu 31o dan 32o. lalu disimulasikan menggunakan Software PVSyst menghasilkan daya sebesar 917 kwh/m2 jika dibandingkan dengan sudut 15o yang hanya menghasilkan daya sebesar 896 kwh/m2 dan dengan sudut 45o menghasilkan daya sebesar 891 kwh/m2.
Rancang Bangun Alat Spray Pelumas Sebagai Media Pendingin Pada Proses Milling Dengan Menggunakan Sistem Kontrol Berbasis Arduino Uno Hardiansyah, Muhamad Firman; Prasetya, Sonki; Muslimin, Muslimin
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses milling banyak digunakan untuk pemotongan benda kerja bentuk-bentuk prismatik dari berbagai macam material dengan menggunakan pahat (cutter). Proses ini biasaya menggunakan coolant sebagai media pendingin proses pemotongan dan menghilangkan geram (chip) sisa pemotongan. Akan tetapi, pengunaan coolant juga merugikan karena pemakaiannya yang banyak dan mencemari lingkungan, sehingga mulai digantikan dengan bahan pelumas. Beberapa alat spray pelumas telah dibuat akan tetapi pengoperasiannya masih manual dan tidak efektif. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan alat spray pelumas otomatis dengan sistem kontrol Arduino Uno. Tujuan dari pembuatan alat ini adalah untuk memudahkan dan mengefektifkan proses pendistribusian pelumas ke benda kerja. Kegiatan yang dilakukan dalam rancang bangun ini adalah perencanaan desain alat, analisis kebutuhan dan perencanaan sistem alat. Dari hasil uji coba, sistem dapat bekerja dengan memberikan output spray 50% saat suhu mencapai 50 oC dan 100% saat suhu mencapai 100oC. Sementara itu sensor memiliki ketelitian 0,5-2oC dimana cukup memadai untuk diterapkan pada sistem ini.
Desain Sistem Pemanas Compression Molding untuk Biokomposit Yogatama, Muhammad Tatag; Prasetya, Sonki; Muslimin, Muslimin
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian membahas desain sistem kontrol pemanas mold pada mesin compression molding untuk skala Usaha Kecil Menengah (UKM). Mesin compresion molding skala UKM digunakan untuk pembuatan produk dari bahan biokomposit lokal seperti limbah daun nanas, arang batok kelapa dan lainnya. Compression molding adalah proses manufaktur yang memanfaatkan kombinasi tekanan dan panas untuk membentuk produk sesuai cetakan. Contoh produk yang diproses dengan compression molding adalah interior pintu mobil, pegangan raket tenis, fuel cell, bagian dalam helm, dan lain-lain. Permasalahan utama dalam desain sistem kontrol pemanas mesin adalah temperatur proses dan distribusi panas pada area mold dan bahan tidak sesuai dengan karakteristik compression molding. Tujuan penelitan adalah mengendalikan temperatur mold, menentukan komponen-komponen pengendalian temperatur mold yang optimal untuk mesin skala UKM. Komponen-komponen utama sistem kontrol temperatur meliputi thermocontrol, dan thermocouple. Temperatur pemanasan biokomposit carbon/ arang batok dalam penelitian adalah 80oC, sedangkan tekanan diberikan senilai 10-55 MPa. Dimensi sampel berbentuk papan berukuran 120x80x5 mm. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa daya heater yang optimal menggunakan W-shape tubular heater 1500 Watt dengan temperatur 200oC dalam kurun waktu kurang dari 10 menit.
Rancang Bangun Alat Pendeteksi Kebakaran Pada Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3 Nugroho, Pinky Andi; Prasetya, Sonki; Rozaq, Abdul; Iswanto, Andri
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3 adalah tempat yang digunakan untuk menyimpan limbah B3, dalam sebuah TPS terdapat material yang mudah terbakar antara lain oli bekas, solar terkontaminasi, majun dan baterai bekas, dengan demikian kemungkinan kebakaran sangat besar terjadi, permasalahan saat ini adalah belum tersedianya perangkat keamanan alarm peringatan kebakaran, mengacu pada permasalahan tersebut maka penulis melakukan rancang bangun yang bertujuan untuk pembuatan sistem alat pendeteksi kebakaran pada TPS limbah B3. Penulis merancang sistem pendeteksi kebakaran berbasis Arduino UNO R3. Detektor asap MQ 2, jika sensor mendeteksi asap maka Arduino akan mengaktifkan relay lalu mengaktifkan Alarm serta LED kebakaran , serta mengirim informasi kepada GSM SIM 900A untuk mengirim SMS (Short Message Service) kepada pemadam kebakaran dan EQS (Environmental and Quality Management System), isi SMS adalah ?TERJADI KEBAKARAN DI RUANG 1/2/3 TPS, SEGERA LAKUKAN PEMADAMAN!!!,? dengan demikian apabila terjadi kebakaran di TPS dapat terdeteksi dan penanganan dapat dilakukan dengan cepat sehingga tidak menimbulkan kerugian baik material maupun jiwa. Hasil rancang bangun yang dilakukan adalah ketika pengujian dengan memberikan asap pada sensor dengan kertas berukuran 41 cm x 9 cm dengan jarak 15cm , 25 cm, dan 35 cm, mendapatkan hasil rata-rata tim pemadam kebakaran dapat menerima SMS 9?10 detik , sementara tim EQS 26?28 dan 40-41 detik. Sebagai hasil uji tambahan, LED kebakaran dan alarm akan aktif 2 detik setelah sensor mendeteksi asap.
Rancang Bangun Wheel Type Pipe Inspection Robot untuk Pipa dengan Fluida Kerja non-Hidrokarbon di Badak LNG Afdhal, Afdhal; Arbiyanti, Arsya Amarlaily; Utama, Praditya Khrisna; Prasetya, Sonki; Saryanto, Widhi Yoga; Pratama, Erlangga Yudha
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan operasi Badak LNG sangat bergantung pada sistem perpipaan. Pipa Badak LNG digunakan untuk mengalirkan fluida. Aliran ini dapat merusak pipa. Dibutuhkan inspeksi secara berkala untuk mendeteksi kerusakan sedini mungkin. Namun, pipa yang berukuran 18-24 inci tentu tidak dapat diinspeksi karena ukurannya terlalu kecil. Sehingga, dibutuhkan alat untuk membantu proses inspeksi tersebut. Salah satu bidang teknik yang paling cepat berkembang akhir-akhir ini adalah bidang robotik. Robot dirancang untuk menghilangkan faktor manusia dari pekerjaan berbahaya maupun pekerjaan yang intens dan juga untuk masuk ke medan-medan yang tidak dapat diakses manusia. Oleh karena itu, penerapan robot untuk maintenance dari penggunaan pipa dianggap sebagai solusi yang paling menarik yang dapat dilakukan. Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk menentukan bentuk desain robot yang tepat, pemilihan sensor yang tepat dan melakukan hasil evaluasi dari robot yang telah dibuat. Pipe Inspection Robot yang dibahas pada makalah ini menggunakan tipe wheel sebagai desainnya, system penggerak berupa motor DC, dan sistem kontrol menggunakan microcontroller dan joystick. Kemudian, dalam membantu pembacaan visual, robot akan dilengkapi dengan kamera B-Pro dan untuk mengetahui letak robot ketika didalam pipa dilengkapi dengan tracking system.Lalu, rotary encoder yang digunakan sebagai tracking system untuk mengetahui jarak robot yang dioperasikan menunjukkan tingkat akurasi 98.5%.
Analisis Dampak Keandalan Sistem Pulverizer Terhadap Daya yang Dihasilkan PLTU Maulana, Irham; Jusafwar, Jusafwar; Prasetya, Sonki
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. X merupakan pembangkit listrik dengan daya yang dihasilkan sebesar 3 X 330 MW. Untuk memenuhi target produksi setiap hari dibutuhkan kelancaran proses suplai batubara dari pulverizer menuju burner boiler, sehingga perlatan pulverizer dituntut untuk selalu dalam kondisi handal. Salah satu permasalahan unit 1 PT X pada tahun 2018 adalah banyaknya downtime pada peralatan pulverizer yang merupakan peralatan vital dalam proses produksi listrik. Dibutuhkan solusi untuk menyelasaikan permasalahan tersebut dengan menganalisis penyebab dan dampaknya terhadap daya yang dihasilkan serta menemukan solusi akhir. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak keandalan system pulverizer terhadap daya yang dihasilkan PLTU PT. X dengan menentukan: kegagalan dengan frekuensi paling banyak, nilai keandalan tiap pulverizer dan system pulverizer, dampak keandalan system pulverizer terhadap daya yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegagalan terbanyak pada system pulverizer adalah plugging pada inlet pulverizer, nilai keandalan untuk Pulverizer 1A = 0.6%, 1B = 1.39%, 1C = 0.18%, 1D = 2.87%, 1E = 2.5%, 1F = 12.45% dan nilai keandalan system pulverizer adalah 18.8%. Hal ini mengakibatkan kehilangan dayanya sebesar 3948.6 MW dan berdampak berkurangnya pendapatan sebesar Rp. 3,139,137,000.00.
Modifikasi Ducting untuk Menurunkan Ambient Temperature Ruangan Kompresor D31-CX Setiawan, Nuril Deny; Prasetya, Sonki; Nugroho, M Wisda
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompresor adalah alat pemampat atau pengkompresi udara, dengan kata lain kompresor adalah penghasil udara mampat. Karena proses pemampatan, udara mempunyai tekanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan udara lingkungan (1atm). Kompresor yang di pakai di PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Tuban yaitu kompresor jenis screw compressor. Pada industri semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk penggunaan kompresor sangat penting dipakai untuk kinerja Pneumatic Sistem seperti (Flapper, Damper, Typing Valve) Bag Filter, Conditioning Tower, Shock Blower, Cleaning, dll. Kompressor tersebut diletakkan didalam suatu ruangan tertutup.masalah yang timbul yaitu suhu ambient didalam ruangan kompressor tersebut tinggi. Kondisi ambient temperature perlu dijaga rendah, karena udara didalam ruangan digunakan sebagai udara input kompresor dan udara pendingin komponen-komponen yang ada dalam kompresor. Ruangan kompresor di PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Tuban memiliki masalah suhu ambient yang tinggi. Karenanya tujuan dari karya ilmiah ini adalah mendapatkan solusi agar ruangan tersebut sesuai dengan kondisi ideal penempatan kompresor. Karenanya dilakukan analisis akar masalah termasuk menggunakan software solidwork, Dari hasil analisa menggunakan software solidwork jarak inlet duct blower yang menghadap langsung ke fan terlalu dekat, sehingga radiasi panas oleh fan terisap oleh blower teresebut. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan modifikasi dengan memindahkan jalur isapan duct ke tempat yang bersuhu udara rendah. Hasilnya didapatkan nilai bahwa modifikasi letak inlet ducting ruang kompresor dapat menurunkan temperature ambien ruangan 20,25% dan dapat memanfaatkan daya blower untuk mengalirkan udara yang terpasang pada design lama untuk design baru.