Articles

Penggunaan Media Komunikasi Bagi Remaja Perempuan Dalam Pencarian Informasi Kesehatan Prasanti, Ditha
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.676 KB)

Abstract

Health information becomes important, not only for the sick, the elderly, or the children, but also for young women. Especially considering the new media era that developed more sophisticated along with the development of technology in his day. Likewise, it happens with the writer's research informant who has a new method in the search for health information.The research review that has been done in this article is the use of female teen communication media in the search for health information. The purpose of this research is to know the communication media used by female teenager in searching health information.  The results of the research have shown that the female teenagers who become informants of this research writer use various communication media. Among young women who are studying in health majors choose to use online journal literature only.
Understanding Multiculturalism in a Family on Whatsapp Group in the Disruption Era Indriani, Sri Seti; Prasanti, Ditha
Jurnal The Messenger Vol 11, No 2 (2019): July-December
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.144 KB)

Abstract

The family group SW6 used Whatsapp as a social media to bond more within the members. Members of this family were spreadly located in some areas of the country with different backgrounds of culture. This alone created Multiculturalisme in the social media group.This research described the communication experience, the meaning of this family through the members of the group and also their culture inteligence. Method used was an ethnography virtual approach. Result showed that the communication experienced by the members was a national insight experience. The family meaning constructed was a Pancasila Family. The culture intelligence could be seen through their activeness and the information that was spread in the group. In discussing values and norms, some chose to be silent, some chose to ask, and some chose to be critical. Some were silent readers, some commented, some were followers and some dominated.Keywords: Multiculturalisme, Social Media, Family Communication and cultural intelligence.
Tubuh Perempuan Tambang Emas bagi Media Massa Prasanti, Ditha
Observasi Vol 10, No 1 (2012): Citra Perempuan Dalam Media
Publisher : Observasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.722 KB)

Abstract

Keterlibatan perempuan dalam perkembangan industri media tanah air saat ini belum menunjukkan persentase memuaskan. Terlalu bodohkan perempuan? Pertanyaan inilah seharusnya menjadi cambuk bagi kaum perempuan untuk lebih proaktif dalam kancah dunia media di negeri ini. Akibatnya pemberitaan media terhadap perempuan menjadi tidak objektif. Perkembangan media baik itu media cetak atau elektronik, perempuan lebih banyak menjadi bahan berita bagi sebuah media. Terlihat jelas selama ini perempuan hanya dijadikan media iklan komersial untuk pencapaian keuntungan. Tidak hanya sampai disitu, dalam tayangan sinetron pada media TV sering sekali menampilkan peran seorang istri yang selingkuh, ibu yang jahat, seolah mempertegas perempuan memang bertipikal buruk. Padahal jikalau kita mau mencermati, perempuanlah yang menjadi objek penderita. Perempuan hanya dijadikan sebagai tambang emas dan mesin pencetak uang bagi suatu golongan atau institusi dari eksploitasi dirinya.
Potret Media Informasi Kesehatan Bagi Masyarakat Urban di Era Digital Prasanti, Ditha
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 19, No 2 (2017): JURNAL IPTEK-KOM (JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI)
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era modern ini, setiap individu dituntut untuk memiliki kemampuan dalam mengakses berbagai macam informasi yang dibutuhkan secara online. Hal ini terjadi berkat kecanggihan teknologi yang melahirkan adanya media digital. Informasi kesehatan selalu dibutuhkan karena menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat. Hal ini tentu tidak terlepas dari beragamnya media informasi kesehatan yang digunakan oleh setiap kalangan masyarakat. Apalagi di era modern ini, ada beragam kemudahan akses informasi yang bisa diperoleh oleh masyarakat urban. Hasil penelitian tentang media informasi kesehatan bagi masyarakat urban di era digital meliputi hal-hal berikut (1) Proses pencarian informasi kesehatan melalui media informasi kesehatan  yang digunakan masyarakat urban ialah media televisi, media online/ situs portal website yang kredibel tentang informasi kesehatan, dan media sosial berupa sharing info dari Whatsapp Group, LINE Group, dan BBM Group. (2) Adapun hambatan yang dirasakan oleh masyarakat urban dalam mengakses media informasi tersebut ialah hambatan psikologis yang berupa rasa khawatir akan informasi kesehatan tersebut bersifat hoax dan adanya hambatan semantik berupa penggunaan bahasa ilmiah atau istilah medis yang tidak mudah dimengerti.
Membangun Ketahanan Informasi Nasional dalam Komunikasi Kesehatan bagi Kalangan Perempuan Urban di Jakarta Prasanti, Ditha; Fitriani, Dinda
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This article is the result of research conducted by the author with the title "Building National Information Security in Health Communication for Urban Women in Jakarta". This study originated from health problems that become primary needs in daily life, so there was a process of health communication to meet those needs. Not only for individuals, health is also a factor supporting the successful development of national resilience of a country. Reflecting from the saying "in a healthy body, there is a strong soul", the authors see an effort to build the resilience of national information in health communication for urban women in Jakarta. In this digital era, the process of health communication performed by urban women is very interesting to be studied.This research uses qualitative approach with case study method. Data collection techniques used were observation, in-depth interviews, and documentation studies.The result of the research shows that there is an effort to build National Information Security in Health Communication for urban women in Jakarta: (1) Ensuring the existence of credible sources and experts in the health sector; (2) Cognitive filtering of received health messages to avoid hoaxes; (3) Selecting credible media as relevant health communication channels in the health sector; (4) Be active in cross-checking the effects or outcomes of health information messages; (5) Join community movements that care about accurate health information.ABSTRAKArtikel ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan penulis dengan judul “Membangun Ketahanan Informasi Nasional dalam Komunikasi Kesehatan bagi Kalangan Perempuan Urban di Jakarta”. Penelitian ini berawal dari masalah kesehatan yang menjadi kebutuhan primer dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terjadilah proses komunikasi kesehatan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Tidak hanya bagi individu, kesehatan pun menjadi faktor penunjang keberhasilan pembangunan ketahanan nasional suatu negara. Bercermin dari pepatah “dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat”, penulis melihat adanya upaya membangun ketahanan informasi nasional dalam komunikasi kesehatan bagi kalangan perempuan urban di Jakarta. Di era digital ini, proses komunikasi kesehatan yang dilakukan oleh perempuan urban sangat menarik untuk dikaji. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah  observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya upaya Membangun Ketahanan Informasi Nasional dalam Komunikasi Kesehatan bagi kalangan perempuan urban di Jakarta ini yaitu: (1) Memastikan adanya sumber yang kredibel dan ahli di bidang kesehatan; (2) Melakukan filterisasi kognitif pada pesan kesehatan yang diterima agar terhindar dari hoax; (3) Memilih media yang kredibel sebagai saluran komunikasi kesehatan yang relevan di bidang kesehatan; (4) Bersikap aktif dalam melakukan cross check efek atau hasil dari pesan informasi kesehatan; (5) Bergabung dengan gerakan komunitas yang peduli kepada informasi kesehatan yang akurat.
KOMUNIKASI TERAPEUTIK BIDAN DAN “PARAJI” SEBAGAI KADER DALAM OPTIMALISASI PELAYANAN KESEHATAN IBU HAMIL Prasanti, Ditha
Jurnal Komunikator Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.572 KB)

Abstract

Komunikasi yang baik tentu sangat diperlukan oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari. Begitupun halnya dalam konteks komunikasi terapeutik oleh tenaga medis. Salah satunya adalah bidan yang membantu proses persalinan secara medis. Di kalangan masyarakat daerah sunda pun, sudah dikenal sejak dulu ada yang disebut “paraji”. Meskipun sudah memasuki era modern, “paraji” masih tetap dikenal di kalangan masyarakat sunda. Namun, menariknya, saat ini bidan dan paraji pun menjadi mitra sebagai kader. Oleh karena itu, komunikasi yang baik sangatlah diperlukan bagi kedua kader tersebut, yaitu proses komunikasi terapeutik dan hubungan yang harmonis kepada pasiennya dalam hal optimalisasi pelayanan kesehatan ibu hamil. Proses komunikasi terapeutik antara bidan desa dan paraji sebagai kader pelayan kesehatan bagi ibu hamil ini terjadi pula di kab.Bandung. Oleh karena itu, peneliti tertarik mengangkat penelitian ini, untuk mengetahui proses komunikasi terapeutik, baik verbal maupun non verbal,  Bidan dan Paraji sebagai kader dalam optimalisasi pelayanan kesehatan ibu hamil. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Peneliti juga menggunakan teknik sampling purposive dalam pemilihan informan sebanyak 5 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi  terapeutik bidan dan paraji sebagai kader dalam optimalisasi pelayanan kesehatan ibu hamil meliputi: (1) Proses komunikasi terapeutik secara verbal yang terjalin antara bidan dan paraji sebagai kader, berlangsung dengan informatif dan persuasif; (2) Proses komunikasi terapeutik secara non verbal antara bidan dan paraji terjalin dengan menggunakan gesture, proksemik, ekspresi wajah yang mendukung optimalisasi pelayanan kesehatan yang baik kepada ibu hamil sebagai pasien.
Komunikasi Non Verbal Dalam Komunitas Tanah Aksara Prasanti, Ditha; Sjafirah, Nuryah Asri
J-IKA Vol 4, No 1 (2017): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKManusia mengalami proses komunikasi dalam setiap aspek kehidupannya. Disadari maupun tidak, proses komunikasi tersebut dapat terjadi kapanpun dan dimanapun. Begitupun halnya proses komunikasi dalam sebuah komunitas. Proses komunikasi yang seringkali tidak disadari adalah komunikasi non verbal. Dalam  komunitas, manusia juga belajar sesuatu mengenai fenomena melalui peristiwa komunikasi non verbal. Pada era modern ini, ketika budaya sudah semakin berkembang menjadi budaya populer yang tercampur oleh budaya barat, ternyata masih ada sebuah komunitas yang ingin mempertahankan tradisi warisan budaya lokal, dalam bidang aksara. Hal inilah yang akan peneliti angkat dalam penelitian kali ini. Komunitas tersebut bernama “Tanah Aksara”. Peneliti tertarik untuk mengangkat penelitian tentang Komunikasi Non Verbal dalam komunitas Tanah Aksara. Adapun fokus penelitian ini adalah (1) mengetahui jenis-jenis komunikasi non verbal yang digunakan dalam komunitas Tanah Aksara. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan paradigma konstruktivis dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah ketekunan pengamatan, trianggulasi data, dan kecukupan referensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi non verbal dalam komunitas Tanah Aksara meliputi pesan gesture, pesan proksemik, dan pesan artifaktual. Kata Kunci: Komunikasi, Non Verbal, Komunitas, Tanah Aksara.  ABSTRACTHumans experience the process of communication in every aspect of life. Knowingly or not, the communication process can happen anytime and anywhere. So it is the case of communication process in a community. The communication process is often not realized is non-verbal communication. In the community, people also learn something about the phenomenon through non-verbal communication events. In this modern era, when the culture is growing into popular culture mixed by western culture, there are still a community that wants to maintain the tradition of the local cultural heritage, in the field of literacy. This is what will lift the researchers in the current study. The community was named "Tanah Aksara". Researchers are interested to raise the research on Non Verbal Communication in Tanah Aksara community. The focus of this study were (1) determine the types of non-verbal communication used in Tanah Aksara community. In this study, researchers used the constructivist paradigm with qualitative descriptive method. Data collection techniques used were interviews, observation and documentation. The data analysis technique used is perseverance observation, triangulation of data, and adequacy referential. The results of this study indicate that non-verbal communication in Tanah Aksara community includes messages gesture, proksemik message, and the message artifactual. Keywords: Communication, Non Verbal, Tanah Aksara Community.
PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI: KELUARGA, SEKOLAH, DAN KOMUNITAS? Prasanti, Ditha; Fitriani, Dinda Rakhma
Jurnal Obsesi : Journal of Early Childhood Education Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UPTT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanpa disadari, perkembangan karakter anak tidaklah muncul secara spontan begitu saja. Ada proses yang dialami dan dilewatinya, salah satunya fase perkembangan ini. Masa perkembangan karakter yang paling awal yaitu bagi anak usia dini. Betapa pentingnya para orangtua memerhatikan pembentukan karakter anak usia dini yang mereka miliki. Ketika berbicara mengenai pembentukan karakter anak usia dini, kita menjadi teringat pada faktor lingkungan dan keluarga yang berada dekat dengan anak tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Dalam artikel ini, penulis ingin membahas mengenai proses pembentukan karakter anak usia dini dalam tiga elemen, keluarga, sekolah, dan komunitas. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan, penulis menemukan bahwa proses pembentukan karakter anak usia dini, diawali dari keluarga, kemudian dilanjutkan dengan sekolah, dan komunitas yang diikuti anak usia dini tersebut. Komunitas ini meliputi komunitas bermain, komunitas les atau lembaga kursus pengembangan bakat yang diikuti anak usia dini tersebut. Tetapi faktor utama yang menentukan adalah keluarga sebagai komunitas terkecil dan pertama bagi para anak.
ANALISIS JARINGAN KOMUNIKASI MASYARAKAT DALAM KESIAPAN MENGHADAPI BENCANA LONGSOR DI KAKI GUNUNG BURANGRANG KAB. BANDUNG BARAT Prasanti, Ditha; Fuady, Ikhsan
Jurnal Kawistara Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Pascasarjana UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

West Bandung Regency is an area that has hilly topography and mountains. It causes the area of West Bandung to be prone to landslides. One way that can be done to reduce the risk of landslide disaster is to improve the effective communication network. This study aims to describe and analyze the community communication network In Landslide Preparedness Facing Landslide at Burangrang Mountain Foot Kab. West Bandung. This research method use approach of communication network analysis using Ucinet 6.0. The results showed that the structure of risk communication network network is personalized interlocking (interlocking personal network). The average value of local centrality on this network is 4.113. Based on the results of the analysis that has been done, there are several clicks in the communication network; some actors who act as star in the network; some isolate individuals who do not get or relate to other parties to obtain information related to landslide disaster.
MAKNA GAMBAR 3 BIRI-BIRI DAN KOTAK PADA FILM ‘THE LITTLE PRINCE’ Indriani, Sri Seti; Prasanti, Ditha
ProTVF Vol 1, No 1 (2017): ProTVF Volume 1, No.1, Maret 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.248 KB)

Abstract

Film mempengaruhi dan membentuk masyarakat berdasarkan muatan pesan (message) di baliknya, muatan pesan tersebut dibangun dengan banyak tanda Maka dengan anggapan tersebut film dapat memberi pengaruh yang banyak terhadap kehidupan masyarakat melalui tanda-tanda.Film ‘The Little Prince’ adalah film animas yang mengugah pemikiran orang dewasa yang menontonnya. Menggambarkan bagaimana kehidupan yang sedang terjadi masa kini, dimana banyaknya manusia yang hanya fokus pada masa depan, sehingga bersaing untuk mendapatkan prestasi nilai yang tinggi dan pekerjaan yang bagus, dan melupakan cara menikmati hidup pada masa sekarang, hal-hal yang esensial dalam hidup. Penelitian ini bermaksud untuk melihat makna simbol visual Biri-biri dan Kotak dari film tersebut yang berkaitan dengan hal yang esensial dalam hidup yang bermakna. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode semiotika analisis Roland Barthes. Metode semiotika ini menganalisis fenomena dari segi tanda dan makna. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  makna tanda dan penanda dalam film ‘The Little Prince’ dapat dikaji dari makna denotasi, makna konotasi, dan makna mitos. Makna yang tersirat dalam tiga Biri-biri dan Kotak menggambarkan bahwa apa yang tampak tidak dapat dipahami tanpa melihat makna konotasi dan mitos didalamnya, kotak yang berlubang, tidak hanya sekedar kotak berlubang namun adanya sebuah imajinasi sang pangeran yaitu seekor biri-biri yang hidup di dalamnya dengan rupa biri-biri sesuai dengan keinginannya.Hal ini menyimpulkan bahwa apa yang terpenting biasanya tidak terlihat kasat mata.Kata-kata Kunci: Makna, Simbol, Biri-biri, Semiotika, Film