Dodik Pramono
Staf Pengajar Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UNDIP Semarang

Published : 23 Documents
Articles

Found 23 Documents
Search

PERBEDAAN STATUS GIZI PADA ANAK DENGAN PENYAKIT JANTUNG BAWAAN SIANOTIK DAN ASIANOTIK KUMALA, ELISABETH EDWINA INDRAS; Soetadji, Anindita; Pramono, Dodik
MEDIA MEDIKA MUDA 2012:MMM VOLUME 1 NUMBER 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Latar Belakang : Angka kejadian PJB adalah enam sampai delapan per seribu kelahiran hidup pada seluruh populasi. Malnutrisi pada anak dengan PJB dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas.Tujuan : Mengetahui adanya perbedaan status gizi pada anak dengan PJB sianotik dan asianotik.Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah semua anak dengan PJB yang datang ke Poliklinik Anak RSUP dr.Kariadi pada bulan April sampai Juni 2012. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan pasien PJB serta pengajuan pertanyaan mengenai frekuensi sakit dan two days food recall pada orang tua pasien. Analisa data dilakukan dengan uji hipotesis Chi-Square. Hasil : Jumlah responden pada analisis ini sebanyak 53 anak, 9 anak dengan PJB sianotik dan 40 anak dengan PJB asianotik. Pada anak dengan PJB sianotik didapatkan hasil 11 anak memiliki status gizi kurang (84,6%) dan 2 anak memiliki status gizi baik (15,4%). Pada anak dengan PJB asianotik didapatkan hasil 18 anak memiliki status gizi kurang (45%) dan 22 anak memiliki status gizi baik (55%). Dengan uji hipotesis Chi-Square, didapatkan perbedaan bermakna dengan p = 0,013. Karakteristik data antara kedua kelompok tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna.Kesimpulan : Terdapat perbedaan yang bermakna status gizi pada anak dengan PJB sianotik dan asianotik.Kata Kunci : Status gizi, Penyakit Jantung Bawaan, Sianotik, Asianotik.
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR RISIKO INDIVIDUAL DAN KOMPUTER TERHADAP KEJADIAN COMPUTER VISION SYNDROME Azkadina, Amira; Julianti, Hari Peni; Pramono, Dodik
MEDIA MEDIKA MUDA 2012:MMM VOLUME 1 NUMBER 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Background : Computer usage could cause health complaints called Computer Vision Syndrome (CVS). This syndrome was influenced by individual and computer risk factors. The objective of the study is to identify and to analyze individual and computer factors of Computer Vision Syndrome (CVS).Method : The study was an observational study by using case control method, which was held on May-June 2012 in RSI Sultan Agung, RSUP dr.Kariadi, and Bank Jateng. The samples were 60 people who were chosen by some certain criteria and they were divided into two groups, case group and control group. This research was accomplished by direct interview based on questionnaire. It was analyzed by Chi Square test, odds ratio (OR) was used to know the risk estimate for each variables and multivariate analysis (logistic regression) was used to know which risk factor had the most influence for CVS. Confidence interval was 95% and the results of this case control were compiled in 2x2 table.Results : Factors which significantly related with Computer Vision Syndrome were sex (p=0,021; OR=10,650; 95% CI=1,429-79,395), duration of focusing in front of the computer (p=0,009; OR=25,898; 95% CI=2,243-299,036), and duration of taking break after using computer (p=0,004; OR=20,294; 95% CI=2,611-157,748).Conclusions : Factors which significantly related with Computer Vision Syndrome were sex, duration of focusing in front of the computer, and duration of taking break after using computer.Key words : individual factors, computer factors, Computer Vision Syndrome (CVS).
PERBEDAAN PERKEMBANGAN PADA ANAK DENGAN PENYAKIT JANTUNG BAWAAN SIANOTIK DAN NON-SIANOTIK Primasari, Dyah; Soetadji, Anindita; Pramono, Dodik
MEDIA MEDIKA MUDA 2012:MMM VOLUME 1 NUMBER 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Latar Belakang : Anak dengan PJB seringkali terganggu asupan makanannya sehingga berdampak pada tumbuh-kembang anak. Anak dengan PJB sianotik dan PJB non-sianotik mungkin memiliki karakteristik yang berbeda sehingga perkembangannya juga berbeda.Tujuan : Mengetahui perbedaan perkembangan pada anak dengan Penyakit Jantung Bawaan sianotik dan non-sianotik.Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah anak dengan penyakit jantung bawaan yang datang ke Poliklinik Anak RSUP Dr.Kariadi pada bulan April sampai Juni 2012. Jumlah responden sebanyak 53 anak, 15 anak dengan PJB sianotik dan 38 anak dengan PJB non-sianotik. Pengambilan data dilakukan dengan penilaian perkembangan dengan Denver II dan wawancara orang tua anak. Analisis data dilakukan dengan uji hipotesis Chi-square.Hasil : Perkembangan personal sosial 73,3% pada anak dengan PJB sianotik adalah normal, sedangkan 57,9% pada anak dengan PJB non-sianotik dicurigai terlambat. Perkembangan bahasa, motorik halus, dan motorik kasar dicurigai terlambat pada anak dengan PJB sianotik dan non-sianotik. Hasil uji hipotesis Chi-square, terdapat perbedaan yang bermakna pada personal sosial (p = 0,041), sedangkan pada aspek yang lain tidak terdapat perbedaan yang bermakna, yaitu bahasa (p = 0,810),motorik halus (p = 0,678), dan motorik kasar (p = 0,220).Kesimpulan : Terdapat perbedaan yang bermakna pada perkembangan personal sosial pada anak dengan PJB sianotik dan non-sianotik. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada perkembangan motorik halus, bahasa, dan motorik kasar pada anak dengan PJB sianotik dan non-sianotik.Kata Kunci : Penyakit Jantung Bawaan, Personal sosial, Motorik Halus, Bahasa, Motorik Kasar.
HUBUNGAN KETERSEDIAAN FASILITAS, KERAMAHAN, LAMA PELAYANAN, USIA DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PEMILIHAN TEMPAT PEMBERI PELAYANAN KESEHATAN PADA PESERTA ASKES (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Pandanaran Kota Semarang) Ratnasari, Cresti; Suharto, Suharto; Pramono, Dodik
MEDIA MEDIKA MUDA 2012:MMM VOLUME 1 NUMBER 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Background: health insurance members have option to choose Puskesmas(public health center) or family doctor to assurance their health. Data from PT.Askes mention that per 2011 Dec 31, there were 69.578 health insurance members who choose public health, and there were 104.759 people choose family doctor. This research purpose to know relation to the selection health care providers of the availability facilities, relation with the selection of service time, hospitalityworkers relation to the selection where health care providers, relation education level to the selection where health care providers, age relationship to the selection of health care providers.Methods: The research was using descriptive analysis cross sectional design. The sample of the study were 42 askes members with purposive sampling method. This study used a questionnaire instrument. Retrieval of data by interview. The data were analyzed univariately and bivariately with chi square test and if the conditions are not completed, the alternative fisher-exact test will be used.Results: There are 29 respondents (69.0 %) choose to the health centers (Puskesmas Pandanaran) , and 13 respondents (31.0 %) choose to the family doctor. p<0,01 There was a significant relation between availability offacilities(p<0.001), service time(p<0.001), hospitality workers(p=0.026), education level(p=0.011), and ages(p<0.001) to the selection of health care providersConclusion: There was a significant relation between availability of facilities, service time, hospitality workers, ages, education level to the selection of health care providers in askes members.Keywords: availability of facilities, service time, hospitality workers, ages, education level, selection to the health care providers.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP WISATAWAN TERHADAP PEMANFAATAN KLINIK WISATA NURJANATUN N, DEVI; Pramono, Dodik
MEDIA MEDIKA MUDA 2012:MMM VOLUME 1 NUMBER 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Background: Parangtritis beach is one of the most favourite tourism destination. Easch year there was always been an increased in the number of tourists visiting Parangtritis beach. The increasing number of tourists was followed by increasing health risks considering that this tourism activity in temple area causing risks such as exhausting,drawn and acident. Because of that reason, travel medicine clinic is very helping to tourists who experienced all of the above risks.Methods: This study is an observational study with cross-sectional method. Selected location of this study is the Tourism Area of Parangtritis Beach Yogyakarata because the aim of this study is to know the relationship between education level and tourists attitude towards travel medicine clinic utilization. Samples are taken with consecutive sampling. The number of the samples were 100 respondents. Instrument of this study is valid questionnaires. Data tested with Chi-square analysis.Results: With statistical analysis it was earned that the tourists’ education level (p=0,00) and attitude (p=0,00) in foreign tourism and (p=0,02) in domestic tourism had a very significant relationship with travel medicine clinic utilization.Conclusion: Education level and tourist attitude had a significant relationship towards travel medicine clinic utilization.Keywords: education, attitude, travel medicine clinic utilization
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP WISATAWAN TERHADAP PEMANFAATAN “KLINIK WISATA” (Studi kasus di Kawasan Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah) Martiani, Nunung; Pramono, Dodik
MEDIA MEDIKA MUDA 2012:MMM VOLUME 1 NUMBER 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Latar Belakang : Candi Borobudur merupakan salah satu tempat tujuan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Setiap tahunnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur selalu mengalami kenaikan. Peningkatan jumlah wisatawan yang semakin meningkat tersebut diikuti dengan peningkatan resiko kesehatan mengingat aktifitas kepariwisataan di daerah candi menimbulkan resiko seperti kelelahan, kepanasan, terpeleset, bahkan tidak jarang yang pingsan. Karena itulah peranan klinik wisata sangat besar dalam membantu para wisatawan yang mengalami hal-hal tersebut.Metode : Penelitian ini merupakan suatu penelitian observasional dengan metode penelitian cross sectional. Lokasi penelitian yang dipilih adalah Kawasan Wisata Candi Borobudur Magelang karena penelitian ini ingin mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap wisatawan terhadap pemanfaatan klinik wisata. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara consecutive sampling. Besar sampel yang digunakan adalah 100 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang sebelumnya telah diuji validitasnya. Pengambilan data dilakukan dengan cara responden mengisi kuesioner. Data yang diperoleh diuji dengan menggunakan analisa Chi-square.Hasil : Dengan analisa statistik didapatkan bahwa tingkat pengetahuan (p=0,01) dan sikap (p=0,01) wisatawan memiliki hubungan yang signifikan dengan terhadap pemanfaatan klinik wisata.Kesimpulan : Tingkat pengetahuan dan sikap wisatawan mempunyai hubungan yang signifikan terhadap pemanfaatan klinik wisata.Kata kunci : pengetahuan, sikap, pemanfaatan klinik wisata
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETERLAMBATAN BEROBAT PADA PASIEN PATAH TULANG YANG MENGGUNAKAN SISTEM PEMBIAYAAN JAMKESMAS (Studi Kasus di RS dr. Kariadi Semarang) Sari, Ayu Puspita; Priambodo, Agus; Pramono, Dodik; Yudhanto, Eka; Budijitno, Selamat
MEDIA MEDIKA MUDA 2012:MMM VOLUME 1 NUMBER 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Background : Delayed treatments made bone fracture cases more difficult and required more intensive treatments. The Jamkesmas program was created to give the poor and the needy easy access to get health services.Aims : To analyze factors related to the delayed treatment on bone fracture patients who used Jamkesmas payment method in dr. Kariadi Hospital in Semarang.Methods : The type of this research is observational analysis with cross sectional design. The research was held from May 2012 until June 2012, at the Surgery in-patient installation of dr. Kariadi Hospital in Semarang. Interviews were conducted to patients by using questionnaires. Chi Square and Fischer exact test were used for the statistical test.Results : There are 90% of patients who do not have delayed treatment (< 72 hours) and 10% who have delayed treatment (> 72 hours). Most patients have low level of education (72%), sufficient level of knowledge about bone fracture (55,1%), good level of knowledge about Jamkesmas (69%), have good attitude toward bone fracture (96,6%), and have medical behaviors in searching for initial treatment of bone fracture (82,8%). Most of health facilities are affordable (96,9%). There is a significance between patient behaviors in searching for initial treatment of bone fracture (p<0.05) with the delayed treatment on patients who use Jamkesmas. There is no significance between the level of education (p>0.05), level of bone fracture knowledge (p>0.05), level of Jamkesmas knowledge (p>0.05), the affordable health facilities (p>0.05) and attitude toward bone fracture (p>0.05) with the delayed treatment on patients who used Jamkesmas.Conclusion : The patient behaviors in searching for initial treatment of bone fracture has a significant relationship with the delayed treatment on bone fracture patients who used Jamkesmas.Key words: delayed treatment, bone fracture, Jamkesmas
PENGARUH PEMBERIAN LARUTAN EKSTRAK JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP PEMBENTUKAN PLAK GIGI Ambarwati, Fitarosana Enda; Utami, Devi Farida; Pramono, Dodik
MEDIA MEDIKA MUDA 2012:MMM VOLUME 1 NUMBER 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Latar belakang: Plak yang menempel pada gigi menyediakan nutrisi bagi bakteri untuk tumbuh, menyebabkan kolonisasi bakteri, serta menyediakan suasana asam yang akan berkontak dengan permukaan gigi, sehingga menyebabkan enamel larut dan menimbulkan karies. Pencegahan terbentuknya plak dapat dilakukan secara kimiawi. Penelitian ini digunakan larutan ekstrak jeruk nipis (Citrus aurantifolia) sebagai obat kumur karena terdapat berbagai fitokemikal yang mampu menghambat pembentukan plak dengan cara menurunkan pembentukan pelikel, menurunkan viskositas dan meningkatkan kecepatan aliran saliva, serta menurunkan jumlah bakteri pembentuk plak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian larutan ekstrak jeruk nipis terhadap pembentukan plak gigi.Metode: Penelitian uji klinis dilakukan dengan rancangan Randomised Controlled Trial. Sampel penelitian ini adalah santri pondok pesantren Qosim Al- Hadi, Mijen, Semarang, sebanyak 54 santri dibagi dua kelompok secara acak yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan diberikan larutan ekstrak jeruk nipis dengan konsentrasi 65%. Skor plak gigi diukur menggunakan metode Sillness&Loe sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data diolah program komputer dengan uji t tidak berpasangan dan taraf signifikansi diterima bila p<0,05Hasil: Uji Wilcoxon menghasilkan nilai signifikansi p <0,05 dan pada uji Independent t-test terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) pada kelompok perlakuan (65%) dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skor plak setelah intervensi kelompok P (median=0,75) lebih rendah dari K (median=1,25).Simpulan: Pemberian larutan ekstrak jeruk nipis 65% dapat menghambat pembentukan plak gigi dan terdapat perbedaan rerata skor plak yang bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, dimana skor plak pada kelompok perlakuan lebih rendah daripada kelompok kontrol.Kata kunci: larutan ekstrak jeruk nipis, pembentukan plak gigi
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN SENG DAN STATUS SENG SERUM TERHADAP KEJADIAN ASMA PADA ANAK OBESITAS Pratiwi, Aisyah Nur; Wistiani, Wistiani; Pramono, Dodik
MEDIA MEDIKA MUDA Vol 2, No 1 (2013): MEDIA MEDIKA MUDA
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Latar Belakang: Anak obesitas memiliki kecendrungan status seng serum yang rendah. Selain itu, anak obesitas diperkirakan memiliki asupan pola makan yang kurang baik sehingga dapat menimbulkan kurangnya asupan mikronutrien termasuk seng. Keadaan seng yang kurang dapat mempengaruhi imunitas dan mendorong terjadinya pergeseran imun ke arah dominasi sel Th2. Ekspresi sel Th2 dapat memicu manifestasi alergi termasuk asma.Tujuan:Menganalisis hubungan antara asupan seng dan status seng serum terhadap kejadian asma pada anak obesitas.Metode:Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah 20 anak obes (IMT ≥ 25) usia 11-14 tahun. Penilaian asupan seng dilakukan dengan menggunakan 3-days food recall dan 3-days food records yang kemudian diolah dengan program Nutrisoft. Penilaian seng serum dilakukan dengan pengambilan darah vena puasa yang diukur dengan AAS. Kejadian asma dinilai berdasarkan kuesioner ISAAC. Analisis statistik dilakukan dengan uji alternatif Fisher Exact. Hasil: Terdapat 95% anak memiliki asupan seng dibawah RDA (<8mg/hari), 60% anak mengalami defisiensi seng serum (<80 µg/dl) dan 15% anak mengalami asma. Signifikansi antara asupan seng dan status seng serum terhadap kejadian asma pada anak obesitas masing-masing sebesar p= 0,150 dan p= 0,656.Simpulan: Sebagian besar anak obes mengalami defisiensi seng serum dan memiliki asupan seng yang kurang. Tidak terdapat hubungan antara asupan seng dan status seng serum dengan kejadian asma pada anak obesitas. Kata kunci:Anak Obesitas, Asupan Seng, Seng Serum, Asma
HUBUNGAN GANGGUAN TIDUR TERHADAP KUALITAS HIDUP ANAK DENGAN OBESITAS Hanifratiwi, Hanifratiwi; Pramono, Dodik; Wistiani, Wistiani
MEDIA MEDIKA MUDA Vol 2, No 1 (2013): MEDIA MEDIKA MUDA
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Latar Belakang    Prevalensi obesitas pada anak meningkat dari tahun ke tahun, baik di negara maju maupun negara berkembang. Obesitas terkait dengan berbagai komorbiditas seperti diabetes, hipertensi, jantung dan sleep apnea. Sleep apnea berhubungan dengan gangguan tidur. Gangguan tidur yang terjadi sering tidak terdiagnosis padahal gangguan tidur yang dialami anak dapat mempengaruhi kualitas hidupnya. Waktu istirahat malam hari yang berkurang dapat menyebabkan penurunan kinerja, kelelahan, perubahan mood, sehingga kondisi fisik, emosional, sosial, dan akademik dapat terpengaruh.Tujuan   Mengetahui hubungan gangguan tidur terhadap kualitas hidup anak dengan obesitas.Metode Desain penelitian adalah cross sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner PedsQl dan SDSC. Penelitian dilakukan dari bulan April-Juni 2013. Subyek penelitian adalah 52 siswa  obesitas dari 2 SMP Negeri di Semarang. Subyek penelitian mengisi kuesioner PedsQL dan SDSC. Analisis data menggunakan SPSS dengan uji Mann-whitneydan uji t tidak berpasangan.Hasil  Prevalensi gangguan tidur pada anak obesitas mencapai 80,8%. Jenis gangguan tidur terbanyak yaitu gangguan transisi tidur - bangun.Analisis terhadap faktor yang mempengaruhi gangguan tidur yaitu jenis kelamin, durasi tidur dihari sekolah dan libur, pencahayaan, lokasi tempat tidur, televisi, suara bising, dan konsumsi kafein didapatkan (p>0,05) sehingga tidak ada variabel perancu yang mempengaruhi gangguan tidur. Skor kualitas hidup didapatkan lebih rendah untuk fungsi fisik, emosional, sekolah dan sosial pada anak obesitas dengan gangguan tidur. Namun hasil pada penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna (p>0,05) antara gangguan tidur terhadap kualitas hidup.SimpulanGangguan tidur yang terjadi pada anak obes cukup tinggi. Gangguan tidur tidak berhubungan dengan kualitas  hidup anak obesitas, namun terdapat penurunan skor untuk setiap fungsi kualitas hidup.