Adriyan Pramono
Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

Published : 39 Documents
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN KEFIR SUSU SAPI TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL TIKUS JANTAN SPRAGUE DAWLEY Wahdania, Finta; Pramono, Adriyan
Journal of Nutrition College Vol 1, No 1 (2012): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.478 KB)

Abstract

Background : A high serum cholesterol level might become one of contributing risk factor for development of cardiovascular disease (CVD). Serum cholesterol level could decreased by acid lactic bacteria (ALB) content. Kefir, one of probiotic product have been claimed as a cholesterol-lowering agent. The purpose of this research was to determine effect of cwo milk kefir to serum total cholesterol level in animal model. Method : true-experimental by using pre post test with randomized control group design. Twenty eight male Sprague dawley rat were divided into four group (K,P1, P2, P3) and induced by high cholesterol diet. Intervention started from 1,5 ml; 2 ml and 3 ml of kefir respectively to P1, P2 and P3 for fifteen days. Cholesterol level was examined by CHOD-PAP method. Data was examined by using one way ANOVA. Result : Total cholesterol level decreased significantly in all group but there is no defference between group. The highest reduction of total cholesterol was 31,45%, found in group P3 followed by 31,40% for K; 30,90% for P2 and 27,04 % for P1. Conclusion : kefir administration did not contribute in lowered total cholesterol level, result of this study did not support administration of kefir as a cholesterol-lowering agent
HUBUNGAN DURASI AKTIVITAS FISIK DAN ASUPAN NATRIUM DENGAN TEKANAN DARAH PADA WANITA MENOPAUSE Sase, Fitra Aprilindo; Pramono, Adriyan
Journal of Nutrition College Vol 2, No 2 (2013): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.739 KB)

Abstract

Latar Belakang: Wanita menopause lebih rentan terhadap hipertensi. Hormon estrogen yang kurang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang berakibat tekanan darah meningkat. Kurangnya aktivitas dan asupan tinggi natrium diduga sebagai faktor penyebab peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan asupan natrium dengan tekanan darah pada wanita menopause.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Data tekanan darah diperoleh dari pengukuran menggunakan sphygmomanometer air raksa oleh petugas terlatih. Data durasi aktivitas fisik diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner aktivitas fisik dan data asupan natrium diperoleh dengan melakukan wawancara menggunakan FFQ semi kuantitatif.Hasil: 65,2% subjek pre-hipertensi sistolik dan 49,3% subjek pre-hipertnsi diastolik. 14,5% subjek hipertensi sistolik dan 36,2% subjek hipertensi diastolik. 50,7% subjek beraktivitas fisik ≥440 menit/minggu. Tdiak terdapat hubungan bermakana (p>0,05) duarasi aktivitas fisik dengan tekanan drah sistolik (r=-0,133;p=0,275) maupun diastolik (r=-0,75;p=0,541) Terdapat hubungan bermakna (p<0,05) antara asupan natrium dengan tekanan darah sistolik (r=0,015; p=0,000).Simpulan: Terdapat hubungan bermakna asupan natrium dengan tekanan darah sistolik.Kata Kunci: menopause; tekanan darah; aktivitas fisik; asupan natrium
PERBEDAAN ASUPAN ENERGI, PROTEIN, LEMAK, KARBOHIDRAT DAN STATUS GIZI PADA REMAJA YANG TINGGAL DI WILAYAH PERKOTAAN DAN PEDESAAN Dwiningsih, Dwiningsih; Pramono, Adriyan
Journal of Nutrition College Vol 2, No 2 (2013): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.254 KB)

Abstract

Latar Belakang : masalah gizi ganda tidak hanya terdapat pada masyarakat perkotaan saja akan tetapi juga terdapat pada masyarakat pedesaan. Prevalensi obesitas pada remaja tidak hanya terjadi di wilayah  perkotaan (7,8%), namun juga di pedesaan (2%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan asupan energi, protein, lemak, karbohidrat dan  status gizi pada remaja yang tinggal di wilayah perkotaan dan pedesaan.Metode : Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional dengan jumlah sampel di kota 49 subjek dan di desa 45 subjek, diambil dengan metode simple random sampling. Data meliputi karakteristik subjek,  asupan makanan diperoleh dari food recall 24 jam , status gizi diperoleh dari grafik persentil berdasarkan indeks massa tubuh, umur dan jenis kelamin .  Analisis data dengan Mann-Whitney, dan  independent t-test. Hasil : Prevalensi overweight pada remaja di wilayah perkotaan (10,2%) lebih tinggi bila dibandingkan dengan remaja di wilayah pedesaan (6,6%). Sedangkan untuk status gizi kurang pada remaja di wilayah pedesaan (31,1%) lebih tinggi bila dibandingkan dengan remaja wilayah perkotaan (8,2%). Rerata persentase asupan energi di wilayah perkotaan lebih tinggi (99,4%) dibanding di pedesaan (96,6%). Rerata persentase protein di kota (76,9%) lebih tinggi dibandingkan dengan desa (74,0%).  Rerata persentase asupan lemak di kota (181,1%) lebih tinggi bila dibandingkan dengan desa (171,8%).  Rerata persentase asupan karbohidrat di desa (82,5%) lebih tinggi bila dibandingkan dengan di kota (80,9%). Uji analisis perbedaan kedua subyek diperoleh hasil, asupan energi ( p= 0,108 ), asupan protein ( p= 0,254), asupan lemak (p= 0,173), asupan karbohidrat (p= 0,173), status gizi (p= 0,000). Kesimpulan : Tidak ada perbedaan asupan energi , protein, lemak dan karbohidrat pada remaja yang tinggal di wilayah perkotaan dan pedesaan (p> 0,05). Ada perbedaan status gizi pada remaja yang tinggal di wilayah kota dan remaja di wilayah desa (p< 0.05)Kata Kunci : asupan energi; protein; lemak; karbohidrat; status gizi; remaja; perkotaan dan pedesaan
PENGARUH PEMBERIAN KEFIR SUSU SAPI TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA TIKUS JANTAN SPRAGUE DAWLEY Putri Sari, Fika Noviandini; Pramono, Adriyan
Journal of Nutrition College Vol 1, No 1 (2012): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.728 KB)

Abstract

Latar Belakang :. Trigliserida merupakan lipid utama pada simpanan lemak dan di dalam makanan. Peningkatan kadar trigliserida dapat menyebabkan peningkatan faktor risiko sindrom metabolik dan penyakit kardiovaskuler. Salah satu cara potensial lain dalam pengaturan diet untuk menurunkan trigliserida adalah dengan mengkonsumsi produk probiotik.Salah satu jenis produk probiotik adalah kefir susu sapi. Kefir susu sapi mengandung CLA (Conjugated Linoleic Acid) yang berperan dalam menurunkan trigliserida dengan cara meningkatkan lipolisis dan beta oksidasi asam lemak. Metoda : Penelitian ini menggunakan metode pre and post test with randomized contol group design. Subyek terdiri dari 28 ekor tikus yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu 1 kelompok kontrol, yang hanya diberi pakan standar  dan 3 kelompok perlakuan yang diberi tambahan diet kefir susu sapi  peroral sebanyak 1,5 ml/hari untuk kelompok perlakuan I, 2ml /hari untuk kelompok perlakuan II, dan 3 ml/hari untuk kelompok perlakuan III selama 15 hari. Analisis kadar trigliserida menggunakan metode GPO-PAP. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji paired t test dan uji Kruskal Wallis. Hasil : Setelah pemberian pakan tinggi kolesterol kadar trigliserida setiap kelompok meningkat. Setelah intervensi, penurunan kadar  trigliserida terjadi  pada kelompok kontrol maupun kelompok yang diberikan perlakuan kefir susu sapi dengan berbagai dosis. Namun, uji Kruskal Wallis menunjukkan tidak ada pengaruh kefir tehadap penurunan kadar trigliserida pada semua kelompok (p = 0,529) Kesimpulan : Tidak ada pengaruh kefir terhadap kadar trigliserida.
HUBUNGAN ASUPAN MONOSAKARIDA, PUFA, ARGININ, ASAM GLUTAMAT DAN MASSA LEMAK TUBUH DENGAN TEKANAN DARAH PADA WANITA POST MENOPAUSE Rahadyani, Ainun Anindita; Pramono, Adriyan
Journal of Nutrition College Vol 2, No 2 (2013): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.732 KB)

Abstract

Latar Belakang: Risiko hipertensi dapat meningkat pada wanita yang telah mengalami menopause, sebab berkurangnya produksi hormon estrogen. Akan tetapi hal tersebut juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah massa lemak tubuh (MLT), dan asupan zat gizi makro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan MLT, asupan monosakarida, asam amino arginin dan asam glutamat, serta asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada wanita post menopause.Metode: Desain penelitian cross sectional dengan jumlah 75 subjek diambil secara consecutive sampling. Data asupan monosakarida, lemak tak jenuh ganda, asam amino arginin, dan asam glutamat diperoleh dari FFQ Semi Kuantitatif. Data MLT diperoleh dari instrumen BIA. Tekanan darah diperoleh dari hasil pengukuran sphygmomanometer jarum. Uji kenormalan data menggunakan Kolmogorov-smirnov, analisis bivariat menggunakan rank Spearman.Hasil: Prevalensi hipertensi sistolik yakni 17,3%, dan hipertensi diastolik 37,3%. Rerata massa lemak tubuh subjek sebesar 38,2+5,4 dengan 36% subjek mengalami obesitas, serta 48% subjek memiliki asupan monosakarida lebih dari nilai rerata sebesar 9,9+5,9 gram. Sebanyak lebih dari 52% subjek memiliki asupan PUFA kurang dari 9,8 gram, asupan arginin kurang dari 3,9 gram, dan asupan asam glutamat kurang dari 0,8 gram. Massa lemak tubuh berhubungan dengan tekanan darah sistolik (r=0,267; p=0,020) dan diastolik (r=0,256; p=0,022). Asupan monosakarida juga berhubungan dengan tekanan darah sistolik (r=0,268; p=0,020) dan diastolik (r=0,291; p=0,011).Simpulan: Tingginya massa lemak tubuh dan asupan monosakarida akan meningkatkan tekanan darah sistolik dan diastolik.Kata Kunci: Asupan monosakarida; PUFA; arginin; asam glutamat; massa lemak tubuh; tekanan darah
PENGARUH PEMBERIAN SNACK BAR KEDELAI TERHADAP KADAR KOLESTEROL LDL DAN HDL WANITA HIPERKOLESTEROLEMIA Setyaningsih, Aryanti; Pramono, Adriyan
Journal of Nutrition College Vol 3, No 1 (2014): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.005 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kedelai (hitam dan kuning) mengandung antosianin dan isoflavon yang dapat menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan kadar kolesterol HDL. Selain itu ubi jalar ungu juga mengadung antosianin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian snack bar ubi jalar ungu dicampur kedelai terhadap kadar kolesterol LDL dan HDL pada wanita hiperkolesterolemia. Metode: Desain peneitian ini  adalah quasi-experimental dengan pre-post test control group design. Subyek penelitian adalah wanita dewasa dengan kadar kolesterol LDL > 130 mg/dl dan kadar kolesterol HDL < 50 mg/dl yang dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok kontrol tidak diberi snack bar, kelompok 1 diberikan snack bar kedelai hitam, dan kelompok 2 diberikan snack bar kedelai kuning. Snack bar yang diberikan sebanyak 2 buah snack (40g) selama 28 hari. Asupan makan dipantau dengan metode food recall 24 jam. Kadar kolesterol LDL dan HDL diukur sebelum dan sesudah intervensi. Data yang diperoleh dianalaisis menggunakan paired t-test, fisher’s exact, dan annova . Hasil: Terdapat penurunan kadar kolesterol LDL 6,47% pada konsumsi snack bar kedelai hitam dan penurunan kadar kolesterol LDL 13,02% pada konsumsi snack bar kedelai kuning. Pada kelompok kontrol terjadi peningkatan kadar kolesterol LDL sebesar 2,25%. Tidak terdapat peningkatan kadar kolesterol HDL pada kedua kelompok perlakuan dan kontrol. Ada perbedaan penurunan kadar LDL hanya pada kelompok snack bar kedelai kuning (p=0,049).Kesimpulan: Penurunan kadar kolesterol LDL karena pemberian snack bar kedelai,  terutama snack bar kedelai kuning yang paling banyak menurunkan kadar kolesterol LDL dengan pemberian 80 g/hari selama 28 hari.
STATUS GIZI, PENYAKIT KRONIS, DAN KONSUMSI OBAT TERHADAP KUALITAS HIDUP DIMENSI KESEHATAN FISIK LANSIA Sari, Novita Kurnia; Pramono, Adriyan
Journal of Nutrition College Vol 3, No 1 (2014): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.264 KB)

Abstract

Latar Belakang : Persentase penduduk lanjut usia di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan selama 30 tahun terakhir. Peningkatan kuantitas lansia tersebut seharusnya diimbangi dengan peningkatan kualitas hidup lansia. Kualitas hidup khususnya dimensi kesehatan fisik diduga dipengaruhi oleh status gizi. Kejadian penyakit kronis dan konsumsi obat-obatan juga diketahui menurunkan kualitas hidup dimensi kesehatan fisik. Tujuan : Mengetahui hubungan status gizi, kejadian penyakit kronis dan konsumsi obat-obatan dengan kualitas hidup dimensi kesehatan fisik pada lanjut usia.Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Populasi adalah lansia di Kecamatan Cilacap Utara. Subjek adalah 58 orang lansia berumur 65-75 tahun yang mampu berkomunikasi dengan baik dan aktif datang ke posyandu. Subjek dipilih secara consecutive sampling. Kualitas hidup dimensi kesehatan fisik diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner WHOQoL-BREF. Penentuan status gizi menggunakan IMT. Tinggi badan yang digunakan adalah tinggi badan prediksi yang diperoleh dari konversi panjang rentang tangan.Hasil : Sebanyak 17,2% lansia mengalami gizi kurang, 46,6% gizi normal, dan 36,2% gizi lebih. Sebanyak 87,9% subjek memiliki kualitas hidup dimensi kesehatan fisik baik. Kejadian penyakit kronis (r= -0,449; p=0,000) dan konsumsi obat-obatan (r= -0,299; p=0,023) berhubungan dengan kualitas hidup dimensi kesehatan fisik tetapi status gizi tidak (r=0,090; p=0,501).Simpulan : Penyakit kronis dan konsumsi obat-obatan menurunkan kualitas hidup dimensi kesehatan fisik pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Cilacap Utara I.
PENGARUH PEMBERIAN YOGHURT KORO PEDANG (CANAVALIA ENSIFORMIS) TERHADAP KADAR SERUM TRIGLISERIDA TIKUS SPRAGUE DAWLEY HIPERTRIGLISERIDEMIA Wulandari, Widya Ayu; Pramono, Adriyan
Journal of Nutrition College Vol 3, No 1 (2014): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.061 KB)

Abstract

Latar Belakang : Hipertrigliseridemia ditandai dengan meningkatnya kadar trigliserida dalam darah. Koro pedang mengandung isoflavon, tanin, saponin, serat  dan protein yang berpotensi menurunkan kadar trigliserida. Yoghurt mengandung bakteri asam laktat yang dapat menurunkan kadar trigliserida. Proses pengolahan dan fermentasi dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dengan menghidrolisis isoflavon menjadi aglikon yang lebih tinggi aktivitasnya.Metode : Desain penelitian ini adalah true experiment dengan pre-post test with randomized control group design. Subjek penelitian adalah tikus jantan sprague dawley berusia 3 bulan sebanyak 21 ekor yang diinduksi hipertrigliseridemia. Subjek dibagi menjadi 3 kelompok, kelompok kontrol (K) tidak diberi yoghurt koro pedang, kelompok perlakuan 1(P1) diberi yogurt koro pedang 2,1ml dan kelompok perlakuan 2 (P2) diberi yoghurt koro pedang 4,5ml selama 21 hari. Pengukuran kadar trigliserida serum menggunakan metode GPOP-PAP.Hasil : Kadar trigliserida pada kelompok K  naik dari 58,73 mg/dl menjadi 61,71 mg/dl, kelompok P1 naik dari 53,69mg/dl menjadi 58,10 mg/dl dan kelompok P2 naik dari 51,44 mg/dl menjadi 56,50mg/dl. Berdasarkan uji Paired t_test menunjukan peningkatan trigliserida yang tidak bermakna  dan uji Anova menunjukan tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada perubahan kadar trigliserida antar kelompok.Simpulan : Pemberian yoghurt koro pedang dengan dosis 2,1ml dan 4,5ml selama 21 hari tidak dapat menurunkan kadar trigliserida pada tikus.
PENGARUH EDUKASI GIZI MENGGUNAKAN MEDIA BUKU CERITA BERGAMBAR TERHADAP PERUBAHAN KONSUMSI BUAH DAN SAYUR ANAK DI PAUD CEMARA, SEMARANG Bestari, Gisi Sari; Pramono, Adriyan
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Journal of Nutrition College
Publisher : Program Studi ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.609 KB)

Abstract

Latar belakang: Konsumsi buah dan sayur yang rendah masih merupakan masalah perilaku makan anak yang paling sering ditemukan. Salah satu faktor dominan dalam meningkatkan konsumsi buah dan sayur anak adalah adanya paparan buah dan sayur yang berulang. Dibutuhkan dukungan dan motivasi orang tua dan guru yang sangat kuat agar peningkatan asupan buah dan sayur anak dapat bertahan hingga dewasa. Edukasi gizi menggunakan media buku cerita bergambar merupakan salah satu bentuk Entertainment Education (EE) yang dapat digunakan sebagai salah satu cara peningkatan asupan buah dan sayur anak sekaligus memungkinkan interaksi langsung anak dan orang tua. Pengembangan metode EE di Indonesia diharapkan dapat mengatasi permasalahan rendahnya konsumsi buah dan sayur anak.Metode: Desain pra eksperimen satu kelompok perlakuan dengan tes sebelum dan sesudah perlakuan dilakukan  pada subyek 18 siswa PAUD Cemara yang ditentukan berdasarkan kriteria inklusi. Perlakuan berupa edukasi gizi menggunakan buku cerita bergambar oleh guru PAUD Cemara selama 8 kali pertemuan. Sejumlah 8 kali snack buah dan sayur diberikan untuk mengontrol variabel ketersediaan buah dan sayur. Catatan konsumsi makanan selama 7 hari dan kuesioner perilaku makan anak diambil untuk menilai perubahan konsumsi buah dan sayur anak sebelum dan sesudah perlakuan.Hasil: Tidak ditemukan beda yang bermakna antara variabel jumlah energi, serat, jenis dan jumlah sayur, serta jenis dan jumlah buah yang dikonsumsi sebelum dan setelah perlakuan (p³0.05). Tidak ada perbedaan perilaku konsumsi buah dan sayur anak sebelum dan setelah perlakuan (p³0.05).Simpulan: Edukasi gizi menggunakan media buku cerita bergambar menyebabkan peningkatan konsumsi buah dan sayur anak, namun tidak signifikan.
PERBEDAAN KEJADIAN BATUK PILEK PADA BAYI USIA 7-12 BULAN DENGAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN TIDAK ASI EKSKLUSIF Hidayati, Latifatul Khoir; Pramono, Adriyan
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Journal of Nutrition College
Publisher : Program Studi ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.449 KB)

Abstract

Latar Belakang : Batuk pilek merupakan gejala infeksi pada saluran pernafasan atas yang sering terjadi pada anak usia 7-12 bulan. Batuk pilek menjadi penyebab utama morbiditas anak usia di bawah 5 tahun di negara berkembang. Pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan tanpa makanan/ minuman pendamping apapun dapat mencegah kejadian batuk pilek karena ASI mengandung beberapa zat gizi yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh pada anak. Tujuan : Mengetahui perbedaan kejadian batuk pilek pada bayi usia 7-12 dengan riwayat pemberian ASI Eksklusif dan tidak ASI EksklusifMetode : Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan pendekatan kohort prospektif, dilakukan selama periode Februari hingga April 2014 dengan kunjungan ke rumah dan menanyakan kejadian batuk pilek setiap 2 minggu. Subjek diambil dengan cara purposive sampling sebanyak 60 bayi berusia 7-12 bulan, 22 subjek dengan riwayat pemberian ASI Eksklusif dan 38 tidak ASI Eksklusif. Kategori batuk pilek yang diteliti adalah jumlah episode dan lama hari sakit. Pemberian ASI dan variabel perancu yang mempengaruhi batuk pilek diperoleh dengan wawancara melalui pertanyaan tertutup. Hasil  : Sembilan puluh satu persen subjek dengan riwayat pemberian ASI Eksklusif dan 100% subjek dengan riwayat tidak diberi ASI Eksklusif menderita batuk pilek dalam 2 bulan penelitian. Jumlah episode dan lama hari batuk pilek pada subjek dengan riwayat pemberian ASI Eksklusif yang terkena paparan asap kayu bakar, asap obat nyamuk bakar, asap rokok berturut-turut adalah 1 kali dan 2 hari, 1 kali dan 3 hari, 1 kali dan 3 hari sedangkan pada subjek dengan riwayat tidak diberi ASI Eksklusif adalah 2 kali dan 5 hari, 3 kali dan 9 hari, 5 kali dan 14 hari. Dibandingkan dengan bayi dengan riwayat tidak diberi ASI Eksklusif, kejadian batuk pilek pada bayi yang diberi ASI Eksklusif lebih rendah. Terdapat perbedaan jumlah episode dan lama hari sakit batuk pilek pada bayi usia 7-12 bulan dengan riwayat pemberian ASI Eksklusif dan tidak ASI Eksklusif (p<0,005). Simpulan : Pemberian ASI Eksklusif dapat melindungi kejadian batuk pilek dan berhubungan dengan penurunan morbiditas ISPA pada bayi.