Galuh Nita Prameswari
Pelayanan Kesehatan Aisyah Semarang, Indonesia

Published : 19 Documents
Articles

Found 19 Documents
Search

Pemetaan dan Perumusan Kompetensi Ahli Gizi Bidang Olahraga Mardiana, Mardiana; Prameswari, Galuh Nita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.30018

Abstract

ABSTRAK   Latar belakang : Dalam dunia olahraga sepakbola 40 % atlet sepakbola memiliki asupan energi kurang. Begitu juga dengan asupan gizi pada atlet beladiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan dan mengembangkan kompetensi ahli gizi bidang olahraga. Metode : penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Narasumber yang digunakan akademisi/ pakar gizi olahraga, pelatih dan pengurus organisasi profesi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan  snowball sampling. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ahli gizi bidang olahraga merupakan bagian dari lulusan ahli gizi, belum ada keahlian khusus yang diperoleh secara formal untuk bidang keahlian tersebut.  Keahlian dasar seperti gizi dasar, biokimia, dan fisiologi tentu menjadi mutlak dikuasai oleh seorang ahli gizi olahraga. Kemampuan ahli gizi olahraga secara umum adalah kombinasi dari 3 cabang mainstream ilmu gizi saat ini, yaitu gizi klinik, gizi institusi, dan gizi masyarakat. Simpulan : kemampuan ahli gizi olahraga secara umum adalah kombinasi dari 3 cabang mainstream ilmu gizi saat ini, yaitu gizi klinik, gizi institusi, dan gizi masyarakat.   ABSTRACT Background: In the world of soccer sports 40% of football athletes have less energy intake. Likewise with nutritional intake in martial arts athletes. The purpose of this study is to map and develop the competencies of nutrition experts in sports. Method: this study uses a qualitative descriptive approach. Resource persons used by academics / sports nutrition experts, trainers and administrators of professional organizations. The sampling technique uses purposive sampling and snowball sampling. Results: The results of the study show that nutritionists in sports are part of a nutritionist graduate, there is no special expertise that has been formally obtained for the field of expertise. Basic skills such as basic nutrition, biochemistry, and physiology certainly become absolutely controlled by a sports nutritionist. The ability of sports nutritionists in general is a combination of the three main branches of nutrition at present, namely clinical nutrition, institutional nutrition, and community nutrition. Conclusions: the ability of sports nutritionists in general is a combination of the three main branches of nutrition at present, namely clinical nutrition, institutional nutrition, and community nutrition.
HUBUNGAN ANTARA SANITASI RUMAH DAN PERILAKU DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA BALITA Pramudiyani, Novita Aris; Prameswari, Galuh Nita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sanitasi rumah dan perilaku dengan kejadian pneumonia balita. Ini termasuk penelitian penjelasan dengan rancangan  belah lintang. Jumlah sampel sebanyak 79 responden. Instrumen berupa kuesioner, rollmeter, dan thermohygrometer. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sanitasi rumah yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita adalah luas ventilasi kamar (p<0,001), jenis lantai (p=0,036), dan kepadatan hunian kamar (p<0,001). Perilaku yang berhubungan dengan kejadian pneumonia balita adalah kebiasaan membuka jendela saat pagi dan siang hari (p<0,001), dan perilaku merokok orang tua (p=0,008). AbstractThe purpose of this study was to determine the relationship between house sanitation and human behavior with the incidence of pneumonia in children under five years. This was explanatory research with cross sectional design. The samples obtained were 79 respondents. The instruments used were questionnair, rollmeter, and thermohygrometer. The data were analyzed by chi square test. The results showed that house sanitation related to the incidence of pneumonia were the spacious of the room’s ventilation (p < 0,001), floor’s type (p = 0.036), and the density of the room (p < 0,001). Behavior associated with the incidence of pneumonia were the habit of window opening during morning and afternoon (p < 0,001), and parental smoking behavior (p = 0.008).Keywords: House sanitation; Behavior; Pneumonia
HUBUNGAN LAMA PEMBERIAN ASI SECARA EKSKLUSIF DENGAN FREKUENSI KEJADIAN ISPA Prameswari, Galuh Nita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama pemberian ASI secara eksklusif dengan frekuensi kejadian penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dalam 1 bulan terakhir pada anak usia 1-2 tahun  di wilayah kerja Puskesmas Srondol Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan rancangan belah lintang. Jumlah sampel yang diambil yaitu sebanyak 81 anak. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubu-ngan yang signifikan antara lama pemberian ASI eksklusif dengan frekuensi kejadian ISPA dalam 1 bulan terakhir (nilai p<0,05). Arah hubungan kedua va-riabel tersebut adalah negatif, yang berarti semakin lama pemberian ASI secara eksklusif maka frekuensi kejadian ISPA dalam 1 bulan terakhir akan semakin kecil. Zat kekebalan yang terdapat dalam ASI antara lain akan melindungi bayi dari penyakit infeksi. AbstractThe purpose of this study was to determine the relationship of exclusive breastfeeding duration with the frequency of disease incidence of between respiratory infections (ARI) in the last 1 month in children aged 1-2 years in the working area of Srondol Health Center Semarang. The method used in this study is a survey with cross sectional design. The number of samples taken as many as 81 children. The results of bivariate analysis showed that there was a significant relationship between duration of exclusive breastfeeding with the frequency of ARI in the last 1 month (p-value <0.05). Direction of relations between the two variables are negative, meaning the longer exclusive breastfeeding on making the frequency of occurrence in the last 1 month ARI will be smaller. Antibodies contained in breast milk, among others, will protect infants from infectious diseases.Keywords: Exclusive breastfeeding; Acute respiratory infections (Ari); Children
DAERAH POSITIVE DEVIANCE SEBAGAI REKOMENDASI MODEL PERBAIKAN GIZI Handayani, Okti Woro Kasmini; Prameswari, Galuh Nita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penelitian adalah bagaimana memperbaiki status gizi balita dengan penerapan model daerah positive deviance. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki status gizi balita dengan penerapan model daerah positive deviance atau daerah yang mempunyai kesenjangan antara keadaan status gizi dengan keadaan lingkungannya, dan mendapatkan pemetaan daerah positive deviance antara status gizi balita dan lingkungannya. Metode penelitian survei dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, teknik purposif, dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan peta daerah positive deviance antara status gizi dan lingkungan di Kabupaten Boyolali adalah daerah yang mempunyai kesenjangan antara keadaan status gizinya dengan keadaan lingkungannya, terdapat di wilayah Puskesmas Karanggede dan Puskesmas Juwangi. Hasil penelitian model daerah positive deviance, yang direkomendasikan dalam jangka pendek adalah dengan memberdayakan potensi masyarakat terutama dalam bidang sosial budaya, yang meliputi aspek organisasi kemasyarakatan, pengetahuan dan bahasa, mata pencaharian, serta teknologi dan peralatan. Simpulan dari penelitian ini adalah wilayah Puskesmas Karanggede dan Puskesmas Juwangi mempunyai kesenjangan antara keadaan status gizinya dengan keadaan lingkungannya, sehingga direkomendasikan memberdayakan potensi masyarakat.The research problem was how to improve nutritional status of children with positive deviance model application area. This study purposed to improve the nutritional status of children with positive deviance model application areas or areas which have a gap between the state of nutritional status with the state of the environment, and earn positive deviance terrain mapping between the nutritional status of children and the environment. Survey research methods using quantitative and qualitative approaches, purposive and snowball sampling technique. The results showed a map of the area of positive deviance between nutritional status and the environment in Boyolali areas that have a gap between the state of nutritional status with the state of the environment were in the area of Karaggede health center and Juwangi health center. The results of the model study area of positive deviance, which recommended in the short term was the potential to empower people, especially in the socio-cultural field, which includes aspects of social organization, knowledge and language, livelihood, technology and equipment. Conclusion, area of Karaggede health center and Juwangi health center have a gap between the state of nutritional status and their environment, so it was recommend empowering potential of the community.
OBESITAS SENTRAL DAN KADAR KOLESTEROL DARAH TOTAL Listiyana, Aulia Dewi; Mardiana, Mardiana; Prameswari, Galuh Nita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas sentral/abdominal dapat diketahui melalui indikator rasio lingkar pinggangdan panggul (RLPP). Obesitas sentral sangat erat hubungannya dengan terjadinyasindroma metabolik yang salah satu tandanya adalah peningkatan kolesterol darah total.Masalah Penelitian adalah bagaimana hubungan obesitas sentral dengan kadar kolesteroldarah total pada wanita usia 45 - 54 tahun. Tujuan penelitian untuk mengetahuihubungan obesitas sentral dengan kadar kolesterol darah total pada wanita usia 45 -54 tahun. Metode penelitian explanatory research dengan pendekatan cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah 276 wanita di Kelurahan Plalangan KecamatanGunungpati Kota Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratifi edrandom sampling, dengan jumlah sampel 81. Teknik analisis data yang digunakan adalahuji Chi-Square dengan α= 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61,7% sampelmengalami obesitas sentral dan 16% sampel mempunyai kadar kolesteol darah totaltermasuk hiperkolesterolemia. Hasil analisis data menunjukkan ada hubungan antaraobesitas sentral dengan kadar kolesterol darah total (p=0,001). Simpulan penelitian, adahubungan antara obesitas sentral dengan kadar kolesterol darah total. Central obesity/abdominal can be seen in the ratio of waist and hip circumference (RLPP).Central obesity is closely related to the occurrence of metabolic syndrome, one sign is anincrease in total blood cholesterol. Research problem was how the relationship of centralobesity with total blood cholesterol levels in women aged 45-54 years. Research purpose todetermine the relationship of central obesity with total blood cholesterol levels in women aged45-54 years. Explanatory research methods with cross sectional approach. Th e populationin this study were 276 women in Plalangan village, Gunungpati District of Semarang, usedstratifi ed random sampling, amounts 81. Th e data analysis technique used Chi-Square testwith α = 0.05 . Th e results showed that 61.7% of samples had central obesity and 16% ofsamples having total blood kolesteol levels including hypercholesterolemia. Th e results ofdata analysis showed no association between central obesity with total blood cholesterollevels (p=0.001). Th e conclusions, there was no association between central obesity withtotal blood cholesterol levels.
Keterlambatan Berobat Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Pringapus Andriani, Eva; Prameswari, Galuh Nita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i2.18346

Abstract

Abstrak Puskesmas Pringapus mengalami peningkatan kasus Tuberkulosis (TB) Paru dari 34 kasus menjadi 41 kasus pada tahun 2016. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 dan bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi keterlambatan berobat pasien TB Paru. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah total populasi didapatkan 35 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan fisher. Hasil menunjukkan bahwa pada variabel tingkat pendidikan (p = 0,012), status pekerjaan (p = 1,000), tingkat pendapatan (p = 0,002), tingkat pengetahuan (p = 0,018), jarak ke pelayanan kesehatan (p = 0,001), presepsi penderita (p = 0,005), riwayat tempat pengobatan (p = 0,279) dan gejala awal (p = 0,002). Simpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara variabel tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, tingkat pengetahuan, jarak ke pelayanan kesehatan, presepsi penderita dan gejala awal dengan keterlambatan berobat pasien TB Paru dan tidak terdapat hubungan antara variabel status pekerjaan dan riwayat tempat pengobatan dengan keterlambatan berobat pasien TB Paru. Abstract Primary health care of pringapus had increased the case of Pulmonary TB from 34 cases to 41 cases in 2016. The study was conducted in 2017 and it was purposed to determine factors associated with treatment delay among pulmonary tuberculosis patients. The type of this research was analytic observational with cross sectional design. The sample of this study was total population of 35 respondents. The instrument used a questionnaire. Data were analyzed with chi-square and fisher test. The results were variable of education (p = 0,012), job status (p = 1,000), income (p = 0,002), knowledge (p = 0,018), distance to health service (p = 0,001), patient perception p = 0,005), history of treatment site (p = 0,279) and initial symptoms (p = 0,002). The concluded of this study was a correlation between the variables of education, income, knowledge, distance to health service, patient perception and early symptoms with treatment delay among TB patients and no relationship between job status and history of treatment sites with with treatment delay among TB patients. Keyword : Delay Treatment, Patients, Pulmonary Tuberculosis
PROMOSI GIZI TERHADAP SIKAP GEMAR MAKAN IKAN PADA ANAK USIA SEKOLAH Prameswari, Galuh Nita
Journal of Health Education Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v3i1.18379

Abstract

Latar Belakang: Kecukupan zat gizi diperlukan oleh setiap individu, termasuk kelompok anak usia sekolah. Indonesia memiliki potensi sumber daya perikanan yang sangat besar, tetapi tingkat konsumsi ikan di Indonesia masih rendah. Konsumsi ikan penduduk Indonesia pada tahun 2013 hanya 35 kilogram per kapita per tahun. Tingkat konsumsi ikan di Jawa Tengah masih di bawah 20 kilogram per kapita per tahun. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan konsumsi ikan adalah dengan membentuk sikap yang positif gemar makan ikan pada anak usia sekolah di Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap anak gemar makan ikan setelah diberikan intervensi promosi gizi gemar makan ikan.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian one grouppretest posttest design. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2017, dengan jumlah sampel 54 siswaSekolah Dasar.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan intervensi, jumlah anak yang menyatakan sikap gemar makan ikan yaitu 92,6% dan yang menyatakan tidak gemar makan ikan 7,4%. Setelah dilakukan intervensi promosi gemar makan ikan, jumlah anak yang menyatakan sikap gemar makan ikan sebanyak 98,1%, sedangkan siswa yang menyatakan sikap tidak gemar makan ikan hanya 1 siswa (1,9%).Simpulan: Promosi gemar makan ikan dapat membentuk sikap positif anak terhadap konsumsi ikan.
MEDIA KOMIK TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP GIZI PADA ANAK YANG GEMUK DAN OBESITAS Wulandari, Meilia; Prameswari, Galuh Nita
Journal of Health Education Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v2i1.19113

Abstract

Latar Belakang: Obesitas dan kegemukan (overweight) merupakan masalah gizi masyarakat dunia yang perlu mendapat perhatian. Studi pendahuluan di SD Hj Isriati Baiturrahman 1, Semarang diketahui 14 siswa (46,7%) menunjukkan pengetahuan baik dan 16 siswa (53,3%) menunjukkan pengetahuan kurang, serta 11 siswa (36,7%) menunjukkan sikap positif dan 19 siswa (63,3%) menunjukkan sikap negatif.Metode: Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental design dengan rancangan one group pretest and posttest design tanpa kelompok kontrol. Sampel pada penelitian ini sebanyak 50 siswa yang diambil secara simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner pretest posttest dan media komik.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna antara skor pengetahuan dan sikap gizi sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) diberikan informasi gizi melalui media komik dengan nilai (p=0,000) dan (p=0,002).Simpulan: : Ada pengaruh pemberian informasi gizi melalui media komik terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap gizi pada siswa.
Implementasi Kebijakan Ruang Laktasi di Tempat Kerja Sari, Nela Kusuma; Prameswari, Galuh Nita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.994 KB) | DOI: 10.15294/higeia.v3i1.26982

Abstract

Cakupan ASI eksklusif tahun 2016 di Kabupaten Semarang masih di bawah target nasional (80%) dan rata-rata cakupan ASI di Jawa Tengah  (54,22%) yaitu sebesar 49,34%. Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu masih sedikitnya tempat kerja yang menyediakan ruang lakasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sumberdaya dalam implementasi kebijakan ruang laktasi di tempat kerja pada PT. Bina Guna Kimia Kabupaten Semarang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan informan purposive sampling 7 informan utama dan 3 informan triangulasi. Teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumberdaya dalam impementasi kebijakan ruang laktasi di tempat kerja secara keseluruhan sudah cukup baik walaupun masih terdapat bagian yang belum sesuai. Saran penelitian ini adalah untuk menyesuaikan dengan Permenkes RI No. 15 Tahun 2013 dalam penyediaan sumberdaya dalam implementasi kebijakan ruang laktasi di tempat kerja.
Peningkatan Pengetahuan Ibu melalui Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Makanan Olahan Ikan Prameswari, Galuh Nita; Kurnia, Arif Rahmat; Susilo, Mursid Tri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.30046

Abstract

Latar Belakang: Gizi buruk dan gizi kurang pada balita masih menjadi masalah gizi di Indonesia, termasuk Provinsi Jawa Tengah. Salah satu faktor yang menyebabkan kondisi tersebut adalah karena kurangnya asupan zat gizi terutama energi dan protein. Bahan pangan yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi sebagai upaya penunjang status gizi balita adalah ikan, yang tingkat konsumsinya masih sangat rendah pada masyarakat Jawa Tengah. Diperlukan intervensi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengkonsumsi makanan berbahan dasar ikan khususnya bagi balita. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancanganone one group pre-post test design. Penelitian ini melibatkan 11 ibu-ibu di RW 2 Kelurahan Pegulon Kecamatan Kendal Kabupaten Kendal yang memiliki anak ataupu  cucu balita, setelah itu diperhatikan pengetahuannya mengenai konsumsi ikan. Simpulan: Penyuluhan Gemar Makan Ikan dan pelatihan pembuatan makanan tambahan berbahan dasar ikan dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan minat Ibu untuk memberikan makanan olahan ikan pada anak balitanya.