Gontjang Prajitno
Institut Teknologi Sepuluh Nopember,

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Variasi Jenis Bahan terhadap Pola Hamburan pada Difuser MLS (Maximum Length Sequences) Kurniawan, Fajar; Yuwana, Lila; Prajitno, Gontjang
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Sains dan Seni ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Difuser secara umum terdapat 2 jenis yaitu difuser MLS dan QRD. Difuser biasanya terbuat dari material padat yang digunakan untuk penyerapan suara dalam ruangan. Pengaruh variasi bahan kayu dan kaca terhadap pola hamburan pada difuser MLS telah dipelajari. Difuser yang digunakan dalam pengujian adalah difuser MLS model 1010101010101 dengan lebar tonjolan 0,04 m. Pada semua pengujian yang dilakukan digunakan sumber bunyi ± 83 dB. Berdasarkan analisis yang dilakukan didapatkan bahwa variasi bahan kayu dan kaca tidak berpengaruh pada bentuk pola hamburan yang dihasilkan, tetapi berpengaruh pada nilai SPL hamburannya dimana nilai SPL hamburan kaca lebih besar dibandingkan dengan SPL hamburan kayu.
Perancangan dan Pembuatan Difuser QRD (Quadratic Residue Difuser) 0142241 dengan Lebar Sumur 8,5 cm Nugroho, Arif Pugoh; Yuwana, Lila; Prajitno, Gontjang
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Sains dan Seni ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh lebar sumur terhadap pola hamburan diffuser QRD (Quadratic Residue Diffuser) 0142241. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan metode medan bebas (anechoic). Penelitian dilakukan di Ruang Uji Laboratorium Instrumentasi Akustik Fisika FMIPA ITS dengan melakukan pengukuran distribusi SPL pada permukaan dengan menggunakan diffuser dan tanpa menggunakan diffuser. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa pola hamburan difuser dengan lebar sumur 8,5 cm lebih merata pada frekuensi 2000 Hz daripada frekuensi yang lainnya.
Kebisingan di Dalam Kabin Masinis Lokomotif Tipe CC201 Sujarwanto, Tri; Prajitno, Gontjang; Yuwana, Lila
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.465 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang tingkat kebisingan didalam kabin masinis dengan tujuan untuk mengetahui kuantitas dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kebisingan di dalam kabin masinis lokomotif CC201. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengukuran tingkat kebisingan dengan variasi nyala mesin, variasi transmisi mesin, variasi pergerakan lokomotif, variasi kondisi sarana insulasi kabin dan variasi penggunaan panel penyerap bunyi (absorber). Panel penyerap bunyi yang digunakan pada penelitian ini terbuat dari rockwool dengan ketebalan 5 cm dan 10 cm. pada setiap panel juga dilakukan variasi penggunaan triplek sebagai penutup panel. Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa tingkat kebisingan dipengaruhi oleh nyala mesin yang dibuktikan dengan adanya selisih sebesar 44,1 dBA dibandingkan kondisi mesin mati. Sistem transmisi mesin memiliki kesebandingan dengan tingkat kebisingan karena pada setiap kenaikan sistem transmisi didapatkan tingkat kebisingan yang semakin naik. Sarana insulasi ruang berupa jendela dan pintu kabin juga mempengaruhi tingkat kebisingan didalam kabin masinis. Pergerakan kereta berpengaruh pada tingkat kebisingan di kabin masinis karena pada saat kereta bergerak timbul sumber kebisingan dari gesekan roda dengan rel. Penggunaan panel penyerap bunyi pada penelitian ini dapat mereduksi kebisingan hingga 0,9 dBA.
Pengaruh Penambahan Bahan Redam pada Kebocoran Alat Ukur Daya Isolasi Bahan Rahmat, Didiek Basuki; Armen, Alpha Hambally; Prajitno, Gontjang
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.448 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penambahan bahan redam untuk mengurangi kebocoran pada alat ukur daya isolasi bahan. Alat ukur daya isolasi ini dapat mengetahui nilai Insertion Loss dan Noise Reduction dari suatu bahan. Penelitian ini adalah melakukan sebuah pembuatan box yang dirancang untuk menutupi semua bagian alat ukur daya isolasi bahan ini, box terbuat dari bahan gypsum yang ditambah dengan kombinasi bahan redam yaitu rockwoll dan karpet, kondisi alat sebelumnya, tingkat kebocoran dari dalam alat mencapai 24 dB sampai dengan 33 dB, dengan adanya box dan penambahan bahan redam ini, tingkat kebocoran dapat dikurangi. Dengan tiga variasi bahan redam yaitu karpet, rockwoll dan rockwoll ditambah karpet nilai kebocoran dapat diminimalisir, sehingga mencapai 5 dB samapai dengan 15 dB. Alat ukur daya isolasi bahan ini dapat melakukan pengukuran dengan sumber bunyi 90 dB sampai 100 dB dibuktikan dengan pengukuran nilai Insertion Loss dan Noise Reduction yang telah dilakukan. Tidak ada pengaruh pada pengukuran ketika digunakan dua sumber bunyi tersebut.
Pengaruh Resonator Terhadap Bunyi Slenthem Berdasarkan Sound Envelope Ardiansyah, Agung; Yuwana, Lila; Suyatno, Suyatno; Rahmat, Didiek Basuki; Indrawati, Susilo; Prajitno, Gontjang
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.55 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh resonator terhadap bunyi slenthem berdasarkan sound envelope. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gamelan slenthem berdasarkan frekuensi nada 3 dan sound envelope nada tersebut. Dilakukan pengukuran pada nada 3 yang berpengaruh pada tiap-tiap resonator slenthem itu sendiri berdasarkan frekuensi yang muncul pada tiap variasi resonator. Kemudian pengukuran terhadap sound envelope, yang didapatkan dengan variasi resonator yaitu dengan satu resonator dengan waktu tercepat yaitu pada resonator ke-2 sebesar 5,8 sekon, sedangkan waktu terlama pada resonator ke-2 sebesar 10,6 sekon. Tanpa satu resonator dengan waktu tercepat yaitu tanpa resonator ke-4 sebesar 23,3 sekon, sedangkan waktu terlama yaitu tanpa resonator ke-3 sebesar 30,4 sekon.
Analisis Directional Coupler Sebagai Pembagi Daya untuk Mode TE Rubiyanto, Agus; Waluyo, Agus; Prajitno, Gontjang; Rohedi, Ali Yunus
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 2, No 1 (2006)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.166 KB)

Abstract

Directional coupler merupakan piranti optik yang tersusun atas dua pandu gelombang sejajar dengan salah satu fungsinya sebagai pembagi daya. Parameter utama pembagian daya ini adalah panjang kopling (Lc), yang diselesaikan menggunakan persamaan matrik karakteristik lapis jamak. Jenis film yang digunakan adalah planar graded index berprofil sech2 dengan peningkatan indeks bias 0,07, untuk panjang gelombang 1,33 μm. Pembagian daya optik antar kanal bisa terjadi dengan memvariasi panjang kopling. Untuk jarak gab 1,5 μm pada Z=232 μm semua daya dipindah ke kanal kedua, sedangkan pada Z=174 μm, perbandingan daya antara kanal satu dan kanal dua adalah 25 berbanding 75. Untuk pembagi daya dengan keluaran yang sama antar kanal, dibutuhkan panjang interaksi sebesar 116 μm. Pada panjang interaksi sebesar 58 μm, daya pada kanal pertama tiga perempat dari daya masukan, seperempat sisa dayanya ditransmisikan ke kanal kedua.
Fabrikasi dan Karakterisasi Directional Coupler Konfigurasi 3×3 Planar Berbahan Serat Optik Plastik Step-Index Moda Jamak Tipe FD-620-10 Yaqin, Mohammad Ainul; Prajitno, Gontjang
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.552 KB)

Abstract

Fabrikasi dan karakterisasi directional coupler konfigurasi 3×3 planar berbahan serat optik plastik step index moda jamak tipe FD-620-10 telah dilakukan dengan panjang kupasan 35 mm, 40 mm, 45 mm, 50 mm, 55 mm, 60 mm dan 65 mm menggunakan pendekatan metode Fused Biconical Tapered (FBT) yang menghasilkan karakteristik yang berbeda. Hasil karakterisasi directional coupler konfigurasi 3×3 planar menggunakan BF5R-D1-N menunjukkan bahwa semakin besar panjang kupasan maka semakin besar rugi daya dan semakin kecil intensitas cahaya yang diteruskan. Pada directional coupler konfigurasi 3×3 planar dengan panjang kupasan 60 mm dan input pada Port B1 didapatkan nilai CR = 0.34 : 0.31 : 0.35 ; Le = -3.59 dB; Lins = -8.24 dB, -8.67 dB, -8.19 dB; dan D = -13.33 dB, -13.43 dB. Piranti ini paling baik digunakan sebagai pembagi daya maupun pemecah berkas sehingga selanjutnya dapat digunakan sebagai piranti dalam sensor.
The Effect of Gel-Electrolyte on Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Prototype based on Nanosized-TiO2 Using Mangosteen Pericarp as Absorber Kumila, Biaunik Niski; Prajitno, Gontjang
Journal Of Natural Sciences And Mathematics Research Vol 3, No 1 (2017): Volume 3, Nomor 1, 2017
Publisher : Faculty of Science and Technology, State Islamic University Walisongo Central Java

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.069 KB)

Abstract

Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) with Fluorine deped Tin Oxide (FTO) substrat and nanosize-TiO2 layer sensitized by “dye” ,mangosteen pericarp extract, was succesfully fabricated. Gel-Electrolyte as electron regenerator was synthesized by adding Polyethylene Glycol (PEG) 1000 to electrolyte solution while nanosize-TiO2 was synthesized by co-precipitation method from TiCl3 solution. The crystal size of TiO2 characterized by X-Ray Diffraction is 10.5 nm in size. The solar absorbance of “dye” mangosteen pericarp was measured using UV-Vis Spectrophotometer and it showed that the dye can absorb photon at Near Ultraviolet (NUV) to yellow visible light. Nanosize-TiO2 based DSSC with gel-electrolyte successfully reached short circuit current up to 30.9 μA, open circuit voltage 398.3 mV and performed the long term stability. ©2017 JNSMR UIN Walisongo. All rights reserved
Studi Awal Fabrikasi dan Karakterisasi Directional Coupler Konfigurasi 4x4 Berbahan Serat Optik Plastik Step Index Multimode Tipe FD-620-10 Menggunakan Metode Heating and Pressing Nuraini, Elis; Prajitno, Gontjang
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.277 KB)

Abstract

Fabrikasi directional coupler singlemode maupun multimode berbentuk pandu gelombang slab masih sangat sulit dilakukan dan membutuhkan peralatan yang rumit. Untuk mengatasi kendala tersebut telah dilakukan fabrikasi directional coupler dengan metode Fused Biconical Tapered (FBT), yaitu dengan menggabungkan sejumlah serat optik pada panjang kopling tertentu sehingga menjadi directional coupler dengan N-port (Sekartedjo dkk, 2007). Metode yang digunakanpun cukup sederhana yaitu dengan membagi daya (power divider) pada directional coupler. Akan tetapi, pada metode Fused Biconical Tapered (FBT) masih ditemui beberapa kendala yaitu, adanya daya yang bocor melalui celah-celah benang pada saat penggandengan serat optik, sehingga daya yang dihasilkan tidak terbagi secara merata. Oleh karena itu, dalam penelitian ini directional  coupler difabrikasi menggunakan bahan serat optik plastik (POF) step index multimode tipe FD-620-10 dengan metode Heating and Pressing. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan fabrikasi directional coupler konfigurasi 4x4 dari serat optik mode jamak dengan pendekatan metode heating and pressing dengan panjang kupasan 35 mm pada suhu 1200c dengan lama pemanasan cetakan pressing selama 30 menit. Hasil karakterisasi directional coupler, diperoleh nilai coupling ratio (CR) yang mendekati 0,25 yaitu berkisar antara 0,22-0,27. Sedangkan nilai excess loss pada port A1, B1, C1, dan D1 berturut-turut sebesar -4, -5.03, -5.91, dan -5.38.
Evaluasi Parameter Akustik Objektif Gereja X di Surabaya Prajitno, Gontjang; Ratu, dkk, Regina
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1218.1 KB)

Abstract

Gereja merupakan salah satu bangunan yang memiliki citra yang khusyuk dan hikmat, sehingga perbedaan dari tekanan bunyi, keras lembutnya suara dan perjalanan bunyi yang akan menentukan kualitas dan kuantitas bunyi yang dihasilkan berdampak kenyamanan setiap jemaat dan tujuan setiap acara yang dilaksanakan. Dalam upaya untuk memenuhi standar sebuah ruang ibadah gereja maka peneilitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi nilai parameter yang berada pada jemaat. Parameter yang dievaluasi meliputi persebaran tingkat tekanan bunyi, persebaran waktu dengung, persebaran tingkat kejelasan suara D50 (definition) dan C80 (clarity) suara musik. Dalam penelitian ini, pengujian dilakukan di ruang ibadah gereja x Surabaya. Dari hasil pengukuran dan analisa didapat bahwa memiliki nilai kriteria kebisingan pada gereja x bernilai NC 40 s.d NC 45. Nilai ini masih berada diatas nilai tingkat kebisingan yang direkomendasikan untuk fungsi ruang ibadah gereja Parameter waktu dengung berkisar antara 0,42-0,568  detik. Nilai C80 berkisar antara 2,94 dB hingga 12,38 dB. Maka secara keseluruhan nilai waktu dengung belum memenuhi standar dan untuk nilai C80 masih belum memenuhi standart. Sedangkan, untuk nilai D50 yang menyatakan kejelasan suara vokal bernilai antara 36,82% hingga 86,96% sudah memenuhi standart dibeberapa titik, untuk ruang dengan fungsi pidato.