This Author published in this journals
All Journal Interaksi Online
Ulya Anggie Pradini
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

Perempuan Sebagai Objek Seksual dalam Tabloid Otomotif (Analisis Semiotika Foto pada Rubrik “Cepot” hal 34 Tabloid Motorplus)

Interaksi Online Vol 2, No 7 (2014): WISUDA AGUSTUS
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media massa kini hadir dengan berbagai kemasan dan segmen. Diantaranya adalah media cetak yang berpengaruh besar terhadap perkembangan media massa, sebagai contoh adalah tabloid "Motorplus" yang merupakan tabloid dengan segmentasi pembaca pria. Pada salah satu rubrik tabloid Motorplus yang berjudul "Cepot", terdapat foto-foto perempuan yang menonjolkan sisi sensualitasnya. Jika dicermati secara kritis, tabloid tersebut menjadikan perempuan sebagai objek. Lalu, bagaimana bentuk objektifikasi perempuan dalam tabloid ini? Dan apa ideologi yang melatarbelakanginya?Penelitian ini bertujuan untuk melihat posisi perempuan sebagai objek melalui foto-foto yang terdapat dalam rubrik tersebut, dan menjelaskan ideologi dominan yang melatarbelakanginya. Teori dalam penelitian ini menggunakan teori standpoint dan teori feminis radikal kultural. Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis semiotika Roland Barthes, yang terdiri dari analisis sintagmatik dan paradigmatik.Hasil dalam penelitian ini adalah pada tabloid "Motorplus" terdapat dua temuan bahwa perempuan dijadikan objek seksual. Pertama, perempuan dijadikan sebagai "objek santapan" atau komodifikasi seksual, yaitu perempuan dan nilai sensualitasnya dijadikan komoditas yang dijual kepada pembaca tabloid tersebut. Kedua, perempuan dijadikan sebagai objek tatapan atau objek hasrat seksual bagi pria pembaca tabloid ini. Kemudian pada penelitian ini subjek menjadi objektivikasi seksual aktif yang mana subjek juga dengan aktif dan sadar melakukan pose-pose sensual. Dan dalam hal ini ideology yang melatarbelakangi adalah patriarki. Dimana laki-laki lebih berkuasa penuh atas kontrol seksualnya.Kata Kunci: objek seksual, perempuan