Maulana Istu Pradika
Fakultas Geografi UGM

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN RISIKO TSUNAMI TERHADAP BANGUNAN GEDUNG NON-HUNIAN DENGAN APLIKASI PJ DAN SIG DI KOTA PACITAN

Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 3, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kota Pacitan yang mempunyai lokasi sangat dekat dengan daerah subdaksi Lempeng Indian-Australian dan Lempeng Eurasia. Penelitian ini bertujuan untuk 1) memetakan bangunan gedung non-hunian di Kota Pacitan, 2) mengidentifikasi parameter-parameter kerentanan bangunan gedung non-hunian terhadap Tsunami di Kota Pacitan, 3) memetakan risiko Tsunami terhadap bangunan gedung non-hunian berdasarkan skenario magnitudo gempa Mw=7.5,  Mw=8.0 dan Mw=8.5. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis tumpang-susun peta kerentanan bangunan gedung non-hunian dan peta bahaya Tsunami untuk skenario ketinggian run-up. Bangunan gedung non-hunian di daerah penelitian memiliki kerentanan yang tinggi dikarenakan nilai indeks jenis pembukaan lantai, tingkat bangunan, dan orientasi bangunan terhadap garis pantai yang tinggi. Sedangkan jenis material bangunan gedung non-hunian di daerah penelitian memiliki nilai yang rendah karena menggunakan jenis material baja atau beton bertulang. Risiko Tsunami tertinggi terjadi jika magnitudo kejadian gempa (Mw) 8.5. Kata kunci: bangunan gedung non-hunian, kerentanan, potensi bahaya, risiko Tsunami.

Peran Pemuda Dalam Pengurangan Risiko Bencana Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Diy

Jurnal Ketahanan Nasional Vol 24, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research were 1) to analyze the role of youth in disaster risk reduction in Kepuharjo, and 2) to analyze the implications of the role of youth in disaster risk reduction to regional resilience in Kepuharjo. This research was qualitative descriptive exposure. The approach of research was a study on the problems occured in the community. Data collection using  observation, in-depth interviews, documentary studies, and literature studies.The results showed that the youth play an active role in disaster risk reduction in Kepuharjo through several activities undertaken collaboratively with other elements of society, such as 1) socialization and training on disaster risk reduction, 2) participatory mapping, 3) monitoring and communications, 4) simulation, 5) community radio, and 6) conservation and preservation.The role played by the youth in disaster risk reduction had some implications for the resiliency in Kepuharjo. Based on the five indicators HFA, four (4) indicators implicated were 1) disaster risk reduction as a priority at local and national levels, 2) identify, assess and monitor disaster risks, 3) using knowledge, innovation and education to build a culture of safety and resilience, and 4) strengthen disaster preparation. There was no implication in fundamental risk factors reduction indicator for regional reciliency by the role of youth.. Kepuharjo resiliency into the level 4, which is quite significant achievements have been obtained, but acknowledged that there are limitations to the commitment, financial resources or operational capacity.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah 1) menganalisis peran pemuda dalam pengurangan risiko bencana di Desa Kepuharjo, dan 2) menganalisis implikasi peran pemuda dalam pengurangan risiko bencana terhadap ketahanan wilayah di Desa Kepuharjo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pemaparan secara deskriptif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi pada suatu permasalahan yang terjadi di masyarakat. Pengumpulan data dalam penelitian ini mengguakan observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda berperan aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana di Desa Kepuharjo, yaitu melalui 1) sosialisasi dan pelatihan PRB, 2) pemetaan partisipatif, 3) pemantauan dan komunikasi, 4) simulasi, 5) radio komunitas, dan 6) konservasi dan pelestarian.Peran yang dilakukan oleh pemuda dalam pengurangan risiko bencana memiliki implikasi terhadap ketahanan wilayah Desa Kepuharjo. Dari kelima indikator HFA, telah tercipta implikasi pada 4 (empat) indikator, yaitu 1) pengurangan risiko bencana merupakan sebuah prioritas lokal dan nasional, 2) mengidentifikasi, menjajagi dan memonitor risiko-risiko bencana, 3) menggunakan pengetahuan, inovasi dan pendidikan untuk membangun budaya keselamatan dan ketahanan, dan 4) memperkuat kesiapsiagaan terhadap bencana. Pada indikator mengurangi faktor-faktor risiko yang mendasar, belum tercipta implikasi peran pemuda terhadap ketahanan wilayah. Ketahanan wilayah Desa Kepuharjo masuk ke dalam level 4, yaitu capaian yang cukup berarti telah diperoleh, tetapi diakui ada keterbatasan dalam komitmen, sumberdaya finansial ataupun kapasitas operasional.