Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH GA-3, KOMPOS, PUPUK ORGANIK CAIR, DAN TSP TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN ALFALFA (Medicago sativa L.) Subantoro, Renan; Wahyuningsih, Sri; Prabowo, Rossi
MEDIAGRO Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : MEDIAGRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alfalfa merupakan suatu komoditas tanaman legume yang mempunyai kandungan khlorofil dan protein relative tinggi dibanding tanaman lain.  Tanaman alfalfa dalam terminologi bahasa Arab mempunyai arti sebagai  “Bapak dari semua makanan”  yang dipercaya sebagai tanaman yang berfungsi untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Untuk mengetahui kiprah dari berbagai aspek yaitu peternakan, farmasi,  serta agronomi perlu dikaji lebih mendalam melalui kegiatan penelitian ilmiah.  Maka kegiatan penelitian  dari aspek agronomi  ini bertujuan untuk memperoleh ilmu terapan dalam bidang agronomi khususnya teknologi benih  Alfalfa. Perlakuan yang dicobakan dalam penelitian adalah untuk mengetahui kiprah senyawa pengatur tumbuh (GA-3), serta berbagai macam jenis pupuk (Kompos, Pupuk Organik Cair dan TSP) terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman Alfalfa (Medicago sativa L.).  Data hasil pengamatan utama dianalisis dengan menggunakan uji BNJ pada taraf 5%.  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa GA-3, Kompos, Pupuk Organik Cair dan TSP mempunyai kiprah yang nyata terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman Alfalfa (Medicago sativa L).  Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk mengkaji lebih mendalam tentang pengembangan potensi tanaman Alfalfa (Medicago sativa L).   Key Word : Alfalfa, Benih Alfalfa, Kompos, Pupuk Organik Cair, dan TSP.
PEMULIAAN TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS LOKAL MENJADI VARIETAS LOKAL YANG UNGGUL Subantoro, Renan; Wahyuningsih, Sri; Prabowo, Rossi
MEDIAGRO Vol 4, No 2 (2008)
Publisher : MEDIAGRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi plasma nutfah Indonesia cukup banyak dan beragam terutama tanaman padi varietas lokal, contohnya varietas Rajalele. Penelitian pemuliaan tanaman padi varietas Rajalele bertujuan agar diperoleh  benih lokal unggul dengan deskripsi sebagai berikut : rasa enak dan harum, umur pendek, anakan banyak, potensi produksi tinggi, dan tinggi tanaman kurang dari 100 cm. Penelitian ini dilakukan dengan cara menyilangkan varietas Rajalele dengan IR-64, Sintanur, Mentik wangi, dan Pandan wangi. Hasil benih F1 perlu ditanam sampai F16 mebutuhkan waktu 5-10 tahun untuk memperoleh hasil yang mantap dan dapat diandalkan. Hasil penelitian berupa benih F16 diuji dilaboratorium untuk mengetahui deskripsi varietas dan diuji multilokasi untuk mengetahui karakteristik F16 diberbagai kondisi lahan dan iklim. Hasil temuan padi varietas baru tersebut perlu dipatenkan sebagai hak kekayaan intelektual (HAKI).   Kata kunci  : plasma nutfah, varietas rajalele, persilangan, deskripsi varietas baru
Kebijakan Pemerintah Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Di Indonesia Prabowo, Rossi
MEDIAGRO Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : MEDIAGRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Food security (food security) is a paradox and is more of a discoveryof the modern world. Food security should include the availability,distribution, and consumption. Agricultural development has a commongoal of promoting agribusiness, namely by building a synergistic andharmonious aspects: (1) upstream agricultural including seed, otherproduction inputs and agricultural machinery, (2) primary agriculture (onfarm),(3) agriculture downstream (processing), and (4) support servicesrelated to the advance of agribusiness. National Food Security must not beseparated from domestic food security / local. With reference to the matter,with the regional autonomy is expected to maximize the role of localgovernment in improving the agribusiness sector in achieving national foodsecurity. In addition, the restrictions on imported products is also one thingthat must be taken into consideration by the government, the diversificationof agricultural land into residential and industrial land is also a significantobstacle to the achievement of local and national food security, so it must bethe limit. Development of agriculture technology also is expected toimprove and streamline the agricultural sector. Diversification of FoodProduction in a way to diversify food consumption or to reduce the pressureon the availability of a range of food products, especially rice in Tunjangwith consumption patterns, The Role of Agricultural Research andDevelopment Agency were also in demand to provide new breakthrough tothe perpetrators in the agribusiness sector which will bring progress andrealization of national food security.
Pemanfaatan Limbah Kulit Durian Sebagai Produk Briket di Wilayah Kecamatan Gunung Pati Kabupaten Semarang Prabowo, Rossi
MEDIAGRO Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : MEDIAGRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring datangnya musim penghujan maka seiring itu pula datangnyamusim buah durian, buah yang sangat harum dengan aroma dan rasa yangsangat khas. Begitu banyak penggemar buah khas asli Kalimantan Selatan inisampai - sampai apabila sudah waktunya musim panen maka akan banyakbermunculan pedagang kaki lima yang menjajakan buah ini di pasar - pasar, ditepi pinggir jalan raya, di bawah pohon serta di tempat umum lainnya yangtentunya akan di kerubuni para pembeli. Pemandangan seperti ini akan takterkecuali di sepanjang jalan Kecamatan Gunung Pati Kab. Semarang yangnotabene merupakan daerah penghasil buah durian terbesar di Ibu kotaPropinisi Jawa Tengah ini. Banyak pedagang yang mengelar dagangannya dipinggir - pinggir jalan raya tersebut, berderet - deret pedagang menggantungbuah durian tersebut dengan ukuran dan harga yang bervariasi. Imbas dari itusemua, bagi petugas sampah dan kebersihan kota, pada musim buah-buahaninilah merupakan saat paling merepotkan karena volume sampah tentunya akanmengalami peningkatan yang signifikan dengan adanya kulit buah tersebut.Hasil penelitian menunjukkan, sampah organik di Indonesia mencapai 60-70persen dari total volume sampah yang dihasilkan, sehingga apabila diabaikanmaka dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, munculnya penyakit danmenurunkan nilai estetika/keindahan kota serta masalah-masalah lainnya, (HjViolet Hatta, 2007).
KAJIAN BIOPESTISIDA DAN PUPUK HAYATI DALAM MENDUKUNG PENGELOLAAN TANAMAN TOMAT SECARA TERPADU Prabowo, Rossi
MEDIAGRO Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : MEDIAGRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat merupakan salah satu sayuran utama yang dikembangkan secara luas. Dewasa ini beberapa tanaman termasuk tomat, mengalami stagnansi, dimana rata-rata  produktivitasnya  per hetar sulit sekali dikembangkan dan ditingkatkan. Penerapan system pertanian yang mengutamakan penggunaan pestisida dan pupuk kima masih sangat melekat pada model pertanian kita, padahal peningkatan produksi dari penggunaan bahan-bahan tersebut hanya bersifat sementara, sedangkan dampak negatifnya sangat besar karena  menyebabkan kerusakan pada sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Dewasa ini telah banyak diketahui secara parsial tentang pengendalian organism pengganggu tanaman menggunakan biopestisida berupa pestisida nabati dan agensia hayati, sedangkan pemupukan menggunakan pupuk hayati antara lain pemanfaatan mikroorganisme efektif, baik berasal dari daerah subtropis maupun tropis, yang didalamnya mengandung beberapa macam mikroorganisme antara lain; bakteri selulotik, jamur selulotik, bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat, bakteri pelarut fosfat, dll. Kurangnya kajian kambonasi antara penggunaan biopestisida dengan pupuk hayati dalam mendukung penggelolaan tanaman tomat secara terpadu  merupakan alasan logis berkembangnya penelitian ini. Dan akhirnya didapatkan kombinasi  komponenen / variasi keonsentrasi penggunaan biopestisida dan pupuk hayati untuk pengelolaan tanaman tomat secara terpadu.  Dari pengamatan yang dilakukan diketahui bahwa Penggunaan jamur Gliocladium sp dengan dosis 10 dan 20 cc/liter air dapat menekan serangan penyakit Fusarium sp  pada tanaman tomat sebesar 16,32 ± 25,63% menyebbkan tajukyng lebih lebar dan produksi tomat yang paling baik
AKUMULASI KADMIUM PADA DAGING IKAN BANDENG ACCUMULATION CADMIUM OF BANDENG FISH FLESH Prabowo, Rossi
MEDIAGRO Vol 1, No 2 (2005)
Publisher : MEDIAGRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analysis Biota irrigate is very  importance, because Cd heavy metal characteristic which bioakumulation and biomagnification. Bandeng one of materials consume human being which indirectly with process enchain food and will remove Cd heavy metal accumulation  to higher level organism like human being. This Research is executed  by using complete random research device. As for its formation consist of 4 group by 3 treatment group that is concentration 80 ppm, 135 ppm, and 180 ppm and also 1 group as control where each by 3 restating times. Cd  accumulate  analysis conducted in Chemical Laboratory UNNES with AAS technicsly. Research  result indicate that biggest accumulation at 180 ppm CdSO4  concentration at third week, this matter because ever greater Cd heavy metal concentration in water test than Cd accumulation  in  bandeng also will be ever greater, and  also longer disclosure time hence Cd accumulation will be progressively growing larger. From research be able biggest Cd accumulation in  treatment with concentration 180 ppm at third week equal to 22.32 ppm, the value have exceeded sill maximum limit determined by FDR New Zealand and also FAO that is mentioning sill Cd maximum limit in  fish equal to 1 ppm. Cd accumulate factor of bandeng between 0,173 - 16,525. Can be concluded that Cd accumulation in bandeng bared at CdSO4 various concentration will be advance degree in a row  improvement CdSO4 concentration  in water test, and disclosure time depth. Cd Concentration factor  in  bandeng mount its rate along the duration disclosure time with CdSO4. Cd Factor Concentration in bandeng the included in low category and range from 0,173 - 16,525. Keywords  :  Accumulate, Cadmium.
ANALISA SEBARAN KESUBURAN TANAH LAHAN SAWAH (STUDI KASUS DAERAH PERTANIAN KOTA SEMARANG) Prabowo, Rossi; Bambang, Aziz Nur; Sudarno, Sudarno
CENDEKIA EKSAKTA Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v4i2.3048

Abstract

ABSTRAK Kesuburan tanah sangat penting bagi pertumbuhan suatu tanaman pada lingkungan pertanian, kesuburan tanah tdiak terlepas dari ketersediaan unsur hara pada takaran dan kesetimbangan tertentu secara berkesinambungan, unsur hara dalam tanah mengalami perubahan tergantung pada musim, proses pengolahan lahan dan jenis tanaman yang di budidayakan. Evaluasi kesuburan tanah di perlukan guna pendiagnosaan masalah- masalah keharaan dalam tanah dan pembuatan anjuran pemupukan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis tekstur dan profil kesuburan tanah lahan sawah di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode survey lapangan dan uji tanah lahan persawahan di Laboratorium. Pengambilan sampel di Kota Semarang hanya difokuskan pada lahan persawahan. Hasil menunjukkan bahwa tekstur tanah pada ketiga lokasi penelitian menunjukkan tekstur yang berbeda beda. Pada wilayah pudak payung di dominasi tekstur sedang, sedangkan di wilayah Sumur Rejo didominasi tekstur kasar dan di wilayah Ngijo di dominasi tekstur sedang dan agak halus. Sampel tanah pada lokasi penelitian menunjukkan bahwa tanah tersebut mempunyai kandungan kation kation yang masih kurang. pH tanah (pH H2O dan pH KCl) pada ketiga lokasi penelitian merupakan tanah ultisol yaitu tanah mineral yang pH-nya berada diantara 4,00 - 6,00. Penetapan kadar C-organik tanah sawah pada lokasi penelitian dari masing-masing lokasi tergolong rendah dengan nilai berkisar 1,80 ? 2,38. Kandungan fosfor tanah pada lokasi penelitian yang diamati berkisar 128,07 me/100g ? 196,50 me/100g. Kandungan K total tanah dari masing ? masing lokasi penelitian berkisar 23,77 ? 153,00. Kata Kunci: Kesuburan Tanah, Sawah
ANALISIS FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PRODUKSI KARET DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX KEBUN SUKAMANGLI KABUPATEN KENDAL Setyawan, Eko; Subantoro, Renan; Prabowo, Rossi
MEDIAGRO Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : MEDIAGRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rubber plant productivity is affected by production factors such as amount of labour, amount of land area, number of productive tree, manure and rainfall. Production factors must be controlled to meet optimum rubber production, due to the increasing need of rubber. Rubber consumption on 2009 is 9,277 millions ton, while on 2010 increase become 10,664 millions ton. World crude rubber is able to provide 9,702 millions ton on 2009 and 10,219 million ton on 2010. Factor that influence rubber harvest result is the benchmark to get the decision to support the rubber achievement harvest optimally. The purposes of this research is to know the production factor that influence rubber production in PT Perkebunan Nusantara IX (PTPN IX) Sukamangli estate. This research used descriptive analytical method. The data analysis uses multiple linear regresion with dummy. The regression analysis showed regression equation do not contain symptoms multikolinier, autocorrelation, heterokedastisitas. While the production factor significantly rubber production are amount of the harvesting of labour, amount of land area, the number of tree/hectare, cost of production, Ethrel stimunlansia, dummy tapping system and dummy tapping technology. Based on regression analysis, production factors that partially significantly influencing the rubber production is the harvest of labour, amount of land area, the number tree/hectare, cost of production, Ethrel stimulansia, dummy tapping system and dummy tapping technology.   Keywords: production factors, rubber production, multiple regression, ARIMA
KUALITAS AIR DAN BEBAN PENCEMARAN PESTISIDA DI SUNGAI BABON KOTA SEMARANG Prabowo, Rossi; Subantoro, Renan
MEDIAGRO Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : MEDIAGRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

River is an important component of the environment can not be separated from agricultural fields and plantations. Rivers play an important role in irrigation of agricultural crops and plantation society. Baboons current river conditions are thought to have experienced a decline in water quality due to various human activities such as residential, agricultural and industrial. Water quality degradation caused by agriculture and plantations because in order to increase agricultural production and farming, both quantitative and qualitative, have supported the use of pesticides. In its implementation, the use of these pesticides often do not follow the rules, which tend to be in high quantity in order to get quick results in halting the growth of pests and diseases. Pesticides used on farm fields, most or even all will fall into the water and polluting the waters. This study aims to analyze the water quality of the river baboons by river water quality standards according to Government Regulation No. 82 of 2001, as well as analyzing the pollution load entering the river Pesticides baboons derived from agricultural activities. The results showed BOD and COD at some point has exceeded the quality standard required. The index value of the upstream to downstream pollution tends to increase, exceeding the quality standards specified in the criteria unyuk river water quality standard Class II. River baboons have contained residues of endosulfan insecticide in concentrations ranging from 0.6 to 3.0 ug / L.
UJI DAYA HASIL BEBERAPA GALUR MENTIMUN HYBRIDA ( Cucumis sativus L ) di Bandung, Garut, Sumedang pada Musim Kemarau dan Penghujan Sumpena, Uum; Wiguna, Gungun; Prabowo, Rossi
MEDIAGRO Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : MEDIAGRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Yield Trial of Cucumber Hybrid Lines at Bandung, Garut, Sumedang on Dry season and Wet season. The experiment was a series of activities to numbers of location and seasion of field trial for variety released. The experimental design  was Randomized Complete Block Design with 4 replications and consisted of 40  plant per plot. The objective of the research was to find out high yielding of cucumber lines for Bandung, Garut, Sumedang at dry and wet season. The results obtained that Hybrid one washighest yielding (40.97 ton/ha) than check variety of Roberto (33.51 ton/ha). The cucumber of hybrid one were comparable to check variety of Misano (41.82 ton/ha) and Wulan (41.00 ton/ha). The cucumber Hybrid one were adapted at mid altitude of Districts Garut, Sumedang and Bandung.   Keywords : cucumis sativus , hybrid lines, yield, location,season