Articles

Found 25 Documents
Search

Unjuk Kerja Kolektor Surya dengan Absorber Bentuk V yang Dilengkapi Honeycomb dengan Beberapa Aspek Rasio Handoyo, Ekadewi A.; Sudiyanto, Niko Aris; Prabowo, Prabowo; Ichsani, Djatmiko
Jurnal Teknik Mesin Vol 12, No 2 (2010): OCTOBER 2010
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.94 KB)

Abstract

A simple apparatus using solar radiation that is essential for people in tropical area like Indonesia is called solar collector. A solar collector can be applied to heat air which can be used to dry some crops or agricultural products. One of some effort to improve the solar collector performance is using a v-corrugated absorber plate or installing slats in a honeycomb shape over the absorber to reduce heat loss. This paper will describe the combination of both. From the research, it was found that a solar collector with v-corrugated absorber plate has its best performance when the velocity of air is 0.5 m/s with aspect ratio H/L = 3/1. The performance includes the collector efficiency and the increase temperature of air flowing through the collector.
Studi Numerik Pengaruh Variasi Jarak Antar Gigi, Tinggi Gigi, Tekanan Inlet dan Kecepatan Putaran Poros Turbin ORC Pada Refrigerant R123 yang Melewati Labyrinth Seal Tipe Balance Drum Kurnianto, Fajar; Prabowo, Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.54 KB)

Abstract

ORC (Organic Rankine Cycle) merupakan salah satu inovasi sistem pembangkit tenaga yang memanfaatkan panas bumi dengan fluida yang mampu  menguap pada tekanan dan temperatur rendah. Salah satu peralatan pendukung dari ORC adalah turbin yang harus dijaga performansinya agar tidak bocor. Labyrinth seal adalah solusi untuk mencegah kebocoran pada turbin. Penelitian terkait model labyrinth seal khususnya tipe balance drum menarik untuk dilakukan sebagai upaya meningkatkan kinerja turbin. Penelitian dilakukan dengan metode numerik berbasis komputasi (CFD). Pemilihan kondisi simulasi digunakan model turbulensi k- ε RNG dan skema interpolasi second-order upwind. Pada penelitian ini divariasikan tekanan masuk (5 bar, 10 bar, 15 bar),  putaran poros (0 rpm, 1500 rpm, 3000 rpm), tinggi gigi (3 mm, 3,5 mm, 5,5 mm) dan jarak antar gigi (4 mm, 6 mm, 8 mm, 10 mm). Dari Penelitian ini dapat diketahui karakteristik aliran pada labyrinth seal. Hasil yang didapatkan adalah semakin besar tekanan masuk maka laju alir massa yang melewati labyrinth seal semakin besar. Selain itu tinggi gigi memberikan pengaruh terhadap meningkatnya laju alir massa sedangkan jarak antar gigi mempengaruhi laju alir massa yang semakin berkurang dengan bertambahnya jarak antar gigi.
Studi Numerik Karakteristik Pengeringan Batubara pada Fluidized Bed Coal Dyer Terhadap Pengaruh Variasi Temperatur Air Heater dengan Tube Heater Tersusun Staggered dan Perbandingan Volume Chamber dan Volume Batubara Sebesar 50% Sarah Novrizqa, Ayu; Prabowo, Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2136.712 KB)

Abstract

Indonesia mempunyai sumber daya batubara yang cukup besar dan sebagian besar sumber daya tersebut termasuk ke dalam batubara peringkat rendah berupa lignit dan sub-bituminus yang memiliki kadar air yang tinggi. Tingginya kadar air menyebabkan rendahnya nilai kalor, sehingga pemanfaatan batubara jenis ini menjadi terbatas dan sulit untuk dipasarkan. Oleh karena itu perlu adanya teknologi pengeringan yang dapat meningkatkan nilai kalor dari batubara tersebut. Dalam proses pengeringan akan melibatkan perpindahan panas dan massa. Proses ini akan didefinisikan dalam suatu studi numerik, dimana penelitian ini dilakukan dengan metode numerik dengan software Fluent 6.3.26. Pemilihan kondisi simulasi digunakan model turbulensi k-ε realizable dan skema interpolasi first-order upwind. Serta mempelajari pengaruh temperatur inlet udara pengering yang divariasikan. Variasi temperatur adalah 316 K, 327 K, 339 K. Dari penelitian ini  dapat diketahui nilai drying rate serta pengaruh temperatur dan posisi batubara dalam proses pengeringan pada drying chamber fluidized bed coal dryer dengan tube heater tersusun staggered serta pengaruh dari perbandingan volume batubara dengan volume chamber sebesar 50%. Moisture content batubara yang paling banyak berkurang dialami oleh temperature outlet terbesar yaitu 339 K dari 0,22 hingga 0,0167. Laju pengeringan yang memiliki waktu paling cepat yaitu pada temperatur 339 K, sekitar 1100 detik, sedangkan yang memiliki waktu paling lama yaitu pada temperatur 316 K, sekitar 4600 detik.
Studi Numerik Pengaruh Variasi Tekanan Input, Variasi Putaran Poros, Variasi Tinggi Rongga dan Variasi Panjang Rongga (Pitch) Terhadap Laju Kebocoran Aliran Uap Refrigerant (R123) yang Melewati Labyrinth Seal Tipe Stepped Anggun Wibowo, Moh; Prabowo, Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.877 KB)

Abstract

ORC (Organic Rankine Cycle) merupakan teknologi yang dapat memanfaatkan tekanan rendah serta temperatur rendah dari panas bumi untuk dikonversi menjadi energi listrik. Salah satu komponen yang terpenting dalam ORC adalah turbin uap. Untuk memaksimalkan efisiensi turbin uap maka kebocoran yang terjadi pada turbin uap harus diminimalisir sekecil mungkin. Untuk meminimalisir hal tersebut maka perlu adanya penggunaan labyrinth seal. Pada dunia industri banyak jenis labyrinth seal yang dipakai, salah satunya adalah stepped labyrinth seal. Penelitian ini dilakukan dengan metode numerik (CFD) dengan software Fluent 6.3.26. Simulasi menggunakan model turbulensi k-ε RNG. Penelitian ini menggunakan variasi tekanan inlet yaitu 5, 10 dan 15 bar, putaran poros 0, 1500 dan 3000 rpm,  tinggi rongga 3,415 mm, 3,915 mm dan 5,915 mm serta panjang pitch 4, 6, 8, dan 10 mm. Pada variasi tekanan inlet laju kebocoran paling besar terjadi pada tekanan 15 bar. Pada variasi putaran poros laju kebocoran yang terjadi sama pada setiap variasi. Pada variasi tinggi rongga laju kebocoran paling besar terjadi pada tinggi rongga 5,915 mm. Pada variasi panjang pitch, laju kebocoran paling besar terjadi pada panjang pitch 4 mm.
Studi Numerik Pengaruh Convergency Promoters (CPs) Terhadap Karakteristik Aliran Dan Perpindahan Panas Dengan ℓ/D = 0.25, Pada Tube Banks Yang Tersusun Secara Staggered Chairunnisa, Chairunnisa; Prabowo, Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.004 KB)

Abstract

Compact heat exchanger merupakan jenis alat penukar kalor yang banyak digunakan didunia industri gas, refrigerasi dan tata udara. Dalam hal performa, compact heat exchanger bergantung pada pola permukaan fin, yakni wavy dan straight fin. Straight fin, struktur permukaan fin yang datar membuat aliran membutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk terjadi perpindahan panas dibandingkan tipe wavy fin yang bergelombang. Selain merubah pola permukaan, upaya untuk memaksimalkan perpindahan panas pada straight fin juga dapat dibentuk dengan penambahan Convergency Promoters (CPs) pada permukaannya. Penelitian ini dilakukan dengan metode simulasi numerik dengan software Fluent 6.3.26. Simulasi ini dikondisikan dengan menggunakan model turbulensi k-ε RNG dan metode second-order upwind scheme. Pada penelitian ini yang divariasikan adalah Reynolds number berbasis diameter tube, yaitu 3000, 4000 dan 5000, dengan ukuran CPs, ℓ/D = 0,25, pada tube banks yang tersusun secara staggered . Fluida kerja yang digunakan adalah udara yang dimodelkan sebagai gas ideal yang mengalir melintasi celah antar tube dengan temperatur inlet 347.14 K dan temperatur tube (air) konstan sebesar 310.5 K. Dari hasil simulasi ini didapatkan visualisasi kontur kecepatan, temperatur dan visualisasi pola aliran yang terbentuk serta pembuktian hipotesa bahwa dengan adanya penambahan CPs akan meningkatkan perpindahan panas. Dimana, model modified akan meningkatkan nilai Nusselt number dan koefisien konveksi sebesar 47- 63% daripada model baseline (tanpa penambahan CPs).
Studi Eksperimen Karakteristik Pengeringan Batubara Dengan Variasi Beban Pengeringan Pada Cyclone Coal Dryer Krisnawan, Adi; Prabowo, Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.58 KB)

Abstract

Batubara merupakan salah satu sumber bahan bakar yang digunakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap. Agar didapatkan efisiensi yang tinggi pada PLTU maka batubara harus memiliki nilai kalor  tinggi. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara penghasil batubara terbersa didunia. Namun hampir 80% batubara yang dihasilkan tergolong batubara rendah dan sedang. Untuk meningkatkan nilai kalor atas batubara perlu dilakukan pengeringan untuk mengurangi kadar air dalam batubara. Eksperimen dilakukan menggunakan batubara dengan moisture conten awal 25%. Batubara dikeringkan dalam chamber cyclone coal dryer dengan kecepatan udara dan temperature udara panas 550C. Pengambilan data dilakukan setiap 5 menit sekali dengan pengambilan sampel batubara selama 30 menit proses pengeringan. Untuk 5 menit pertama interval waktu pengambilan dilakukan selama 1 menit. Data yang diperoleh berupa relative humidity udara, temperatur, berat basah dan berat kering. Pengambilan data berat sampel kering dilakukan berdasarkan standart ASTM D5142 dengan pengeringan pada temperatur 1050C selama 3 jam. Percobaan dilakukan dengan variasi beban pengeringan 300gr,600gr,900gr. Dari hasil eksperimen diketahui bahwa pada 5 menit pertama proses pengeringan batubara memiliki drying rate paling cepat hal ini ditandai dengan penurunan moisture conten yang tajam.Temperatur udara outlet chamber untuk beban 900gr memiliki nilai paling rendah dibandingkan beban pengeringan yang lain yaitu 39.90C. Hal ini dikarenakan massa air pada beban 900 gr lebih banyak sehingga udara pengering mengalami proses pendinginan paling besar. Pada 5 menit pertama terjadi perubahan relative humidity terbesar untuk masing masing beban pengeringan, dimana untuk beban pengeringan 900 gr memiliki nilai relatie humidity terbesar pada menit pertama yaitu 35.47 %. Kenaikan Relative humidity ini dikarenakan massa air yang diilepaskan beban 900gr lebih banyak dari beban 600 gr dan 300 gr.
KINERJA PEMBIAYAAN PERIKANAN SKALA KECIL DI KOTA TEGAL, JAWA TENGAH (Performance of Small Scale Fisheries Financing in Tegal City, Central Java) Prabowo, Prabowo; Wiyono, Eko Sri; Haluan, John; Iskandar, Budhi Hascaryo
Jurnal Marine Fisheries Vol 4, No 1 (2013): Marine Fisheries
Publisher : Jurnal Marine Fisheries

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.445 KB)

Abstract

Usaha perikanan skala kecil yang dikelola oleh masyarakat pesisir termasuk yang paling kecil mengakses kredit atau pembiayaan perbankan, padahal jumlah usaha skala kecil pada bidang perikanan ini cukup besar, yaitu mencapai 26,2 juta unit.  Kondisi ini tidak lepas dari belum efektifnya interaksi stakeholders dan komponen terkait dalam mendukung kinerja pembiayaan perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi komponen pembiayaan yang signifikan mempengaruhi kinerja pembiayaan perikanan skala kecil di Kota Tegal.  Penelitian ini menggunakan metode structural equation modeling (SEM). Hasil analisis menunjukkan peran lembaga perbankan signifikan mempengaruhi naik-turunnya kinerja pembiayaan, sedangkan kebijakan politik, performance usaha perikanan skala kecil, dan peran lembaga pemerintah tidak signifikan. Pada tataran teknis, penyaluran kredit/pembiayaan oleh bank umum (BRI dan BPD) secara signifikan mendukung peran lembaga perbankan dan dapat meningkatkan kinerja pembiayaan, sedangkan BPR belum. Terkait jenis kredit/pembiayaan, yang siginfikan dirasakan manfaatnya oleh nelayan kecil adalah kredit ketahanan pangan dan energi (KKPE), sedangkan kredit usaha kecil (KUR) dan bantuan pinjaman langsung masyarakat (BPLM) belum signifikan dirasakan manfaatnya meningkatkan pembiayaan perikanan skala kecil Kota Tegal. Program penyuluhan, bimbingan teknis, dan pendampingan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) signifikan membantu peningkatan kinerja pembiayaan perikanan skala kecil di Kota Tegal. Nilai Net B/C, IRR, dan ROI yang baik signifikan dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja pembiayaan perikanan skala kecil, sedangkan nilai NPV tidak. Kata kunci: pembiayaan, kinerja, signifikan, perikananan skala kecil
Studi Numerik Pengaruh Variasi Temperatur Air Heater Terhadap Karakteristik Pengeringan Batubara pada Fluidized Bed Coal Dryer dengan Tube Heater Tersusun Aligned Kurniawan, Andi; Prabowo, Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknik ITS (ISSN 2301-9271)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.328 KB)

Abstract

Kebijakan pemerintah lewat rencana bauran energi nasional secara jelas memprioritaskan pemakaian batubara hingga 33% untuk pemenuhan kebutuhan energi nasional. Sebagian besar cadangan batubara Indonesia adalah batubara dengan kualitas rendah. Batubara kualitas rendah cenderung memiliki kandungan air yang besar sehingga kurang efektif dalam pemakaiannya sebagai bahan bakar. Penelitian terkait model pengeringan batubara khususnya fluidized bed coal dryer menjadi menarik untuk dilakukan sebagai upaya untuk membantu memecahkan masalah terkait energi batubara. Penelitian dilakukan dengan metode numerik berbasis komputasi (CFD). Pemilihan kondisi simulasi digunakan model turbulensi k-ε realizable dan skema interpolasi first-order upwind. Pemodelan perpindahan massa dilakukan dengan menggunakan model species transport dengan melakukan pengaturan moisture content water pada permukaan batubara. Pada penelitian ini divariasikan temperatur udara pengering, yaitu 316 K, 327 K, 339 K. Dari penelitian ini dapat diketahui karakteristik pengeringan pada ruang pengering batubara tipe fluidized bed dengan tube heater tersusun aligned. Hasil post processing kuantitatif menunjukkan peningkatan temperatur air heater diikuti dengan peningkatan koefisien perpindahan panas dan massa serta laju perpindahan massa. Pengurangan laju moisture content terbesar didapatkan pada temperature air heater 339K  diikuti temperature 327K serta 316K. Konfigurasi tube heater secara aligned menimbulkan proses heating dengan humidifikasi yang ditandai dengan peningkatan temperatur dan humidity ratio serta nilai  relative humidity udara di sekitar tube heater yang lebih rendah daripada batubara di sekitarnya.
Studi Numerik Dua Dimensi Labyrinth Seal Turbin Uap Organic Rankine Cycle (ORC) Type Straight-Through dengan Variasi Tekanan Inlet, Kecepatan Putaran Poros, Jarak Pitch, dan Tinggi Rongga Setyo Yulianto, Fungki; Prabowo, Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.233 KB)

Abstract

ORC (Organic Rankine Cycle) merupakan salah satu sistem pembangkit tenaga yang mampu memanfaatkan waste energy dengan menggunakan fluida organik yang mampu menguap pada temperatur dan tekanan rendah. Salah satu komponen utama pada sistem ORC adalah Turbin. Untuk mendapatkan efisiensi yang maksimal,  kebocoran fluida pada turbin uap harus di minimalisir. Untuk itulah di perlukan penggunaan labyrinth seal untuk mengurai kebocoran fluida R123 pada turbin uap ORC. Pada dunia Industri jenis labyrinth seal sangat banyak sekali, salah satunya adalah labyrinth seal tipe Straight-Through. Penelitian ini dilakukan dengan metode numerik (CFD) software Fluent. Penelitian ini menggunakan variasi tekanan inlet yaitu 5, 10 dan 15 bar, putaran poros 0, 1500 dan 3000 rpm, panjang pitch 4 mm, 6 mm, 8 mm, 10 mm, serta tinggi rongga 3,415 mm, 3,915 mm dan 5,915 mm. Simulasi menggunakan model turbulensi k-ε RNG. Pada variasi tekanan inlet laju kebocoran paling besar terjadi pada tekanan 15 bar. Pada variasi putaran poros laju kebocoran terjadi berubah secara signifikan pada setiap variasi. Pada variasi tinggi rongga laju kebocoran paling kecil terjadi pada tinggi rongga 3,415 mm. Pada variasi panjang pitch, laju kebocoran paling kecil terjadi pada panjang pitch 10 mm.
Studi Eksperimen Pengaruh Sudut Blade Tipe Single Row Distributor pada Swirling Fluidized Bed Coal Dryer terhadap Karakteristik Pengeringan Batubara Oktianto, Afrizal Tegar; Prabowo, Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.311 KB)

Abstract

Penggunaan batubara dengan nilai kalori rendah pada PLTU dapat berpengaruh terhadap kinerja pulverizer. Kinerja pulverizer akan semakin berat dikarenakan kapasitas batubara yang dibutuhkan untuk pembakaran semakin banyak. Hal tersebut terjadi karena kualitas batubara yang tersedia tidak sesuai dengan spesifikasi desain awal boiler. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan suatu teknologi yang dapat meningkatkan kualitas batubara, berupa swirling fluidized bed coal dryer. Penelitian dilakukan dengan studi eksperimen menggunakan model skala alat percobaan, yang dirancang oleh peneliti sebelumnya yaitu swirling fluidized bed coal dryer. Udara panas dengan temperatur 55oC dihembuskan oleh blower ke dalam chamber dengan melewati distributor bed berupa blade yang membentuk sudut sehingga menyebabkan swirling didalam chamber. Pengambilan data dilakukan dengan menimbang massa sampel batubara basah setiap 1 menit sebanyak 5 kali, 2 menit sebanyak 3 kali, dan 5 menit sebanyak 4 kali sehingga total waktu pengeringan 31 menit.. Percobaan dilakukan dengan variasi sudut blade 10˚, 20˚, dan 30˚ dengan massa batubara 600 gram dan ukuran partikel 10 mm, pengeringan dilanjutkan menggunakan oven dengan  temperatur 1050 C selama 180 menit  untuk mendapatkan massa sampel batubara kering. Dari hasil eksperimen diketahui bahwa pada sudut blade 10o, 20o dan 30o didapat moisture content batubara terendah berturut-turut sebesar 6,8 %; 7,6 %; dan 8 %. Untuk laju pengeringan berturut-turut sebesar 0,00767 kg/menit; 0,0059 kg/menit; dan 0,00452 kg/menit.